[DROP] Supreme World'S System (Sistem Dunia Tertinggi)

[DROP] Supreme World'S System (Sistem Dunia Tertinggi)
Chapter 24 ~ Ketakutan Seorang Dewa


__ADS_3

Beberapa menit sebelum terjadinya ledakan...


"Bariel, Apakah semua pasukan telah disiapakan?" tanya Barosa.


"Sesuai keinginan Anda, semua pasukan besar malaikat telah disiapakan!" kata Bariel.


"14 juta malaikat tingkat rendah, 750 ribu malaikat tingkat normal, dan kami ... " lanjut Bariel.


" ... Five Archangel telah siap menerima perintah Anda!" ucap seluruh Malaikat tingkat tinggi.


Para Archangel sedang berlutut dihadapan Dewa Barosa yang tengah duduk di singgasana, dengan Bariel yang berada di depan sebagai pemimpinnya. Begitu juga seluruh pasukan malaikat yang telah disiapkan.


Dewa Barosa yang belum sepenuhnya pulih, telah menyiapkan sebuah rencana. Dia dapat merancang rencana tersebut karena telah mengetahui keganjalan yang terjadi pada saat insiden pembantaian iblis yang dilakukan olehku.


Pada saat rencana yang telah disusun olehnya gagal untuk membuat bangsa iblis menyerang manusia, dia melihat pria bertopeng yang menggagalkan rencananya. Pria bertopeng tersebut adalah diriku. Karena aku juga telah menyebabkan jiwanya terluka akibat terbunuhnya Margus.


Oleh karena itu, dia menyimpulkan bahwa aku memiliki hubungan dengan orang dari dunia lain.


Dewa Barosapun akhirnya memberitahu detail rencananya kepada pasukannya.


"Bariel, siapkan seluruh pasukan di istana ini! Jangan biarkan siapapun memasukinya!" suruh Barosa.


"Baik, Tuan!" jawab Bariel.


"Dan juga... aku akan pergi terlebih dahulu untuk memeriksa sesuatu!" lanjut Barosa.


"..." Bariel terdiam sesaat untuk berpikir.


'Hmmmm... ada yang aneh disini! Tidak biasanya Tuan Barosa memeriksa sesuatu sendiri. Mungkin ada rahasia yang dia sembunyikan?!' pikir Bariel dalam batinnya.


"Baik, Tuan!" jawab Bariel.


"Baiklah, kalau begitu. Aku akan menyiapkan tiruanku untuk memberi kalian perintah"


Setelah memberikan tiruannya, Dewa Barosa pergi keluar dan terbang.


Beberapa detik setelah kepergian Dewa Barosa, terjadi kekacauan dan akhirnya seorang pria bertopeng muncul di depan ruang tahta.


Pasukan menyerang pria bertopeng tersebut, namun sia-sia. Pasukan malaikat dibantai habis oleh pria tersebut.


'Jadi, ini masalah yang dimaksud Tuan Barosa. Dia bahkan lebih berbahaya dari apa yang kubayangkan. Semoga... kau selamat... Tuan' ucap Bariel dalam hatinya, sesaat sebelum kematiannya.


Di sisi lain, dengan kecepatan yang sangat cepat, Dewa Barosa telah terbang sangat jauh dan telah memasuki wilayah Kerajaan Goethe. Sampai akhirnya, dia tiba di ibukota kerajaan dan langsung pergi ke istananya.


Dengan ketinggian 350 km di atas permukaan tanah, dia merasakan energi sihir yang cukup kuat di dekat lapangan latihan istana.


'Huh? Energi sihir ini?!' kata Barosa dalam hatinya.


Diapun mendarat dengan sangat cepat sehingga menyebabkan ledakan yang kuat, meski dia telah mencoba sedikit menahan dampaknya dengan salah satu sihir anginnya.


Akibat dari ledakan dan sihir angin yang digunakan untuk menahan dampak kerusakan yang lebih besar, membuat tanah hancur dan membuat kabut debu dan pasir.


Dia juga menahan dampaknya dengan mengambil posisi jongkok saat mendarat dan kemudian berdiri tegak sambil memegang bola kristal berwarna biru muda di tangan kirinya setelah mendarat.


Di sisi lain...


Setelah aku membunuh seluruh malaikat, aku langsung bertelportasi ke Istana Kerajaan Goethe, karena mendapat berita dari Hagle.


Setelah memasukinya, akupun berjalan dengan santai melewati lorong dan berbagai koridor untuk sampai ke tempat lapangan latihan.


Di samping itu...


'Hmmm, dimana letak keberadaan sihir tadi, ya?' tanya Barosa dalam hati.


Setelah beberapa saat, Barosa telah menemukan keberadaan Hagle.


'Itu dia!'


'Heh!! Tidak kusangka aku menemukan makhluk legenda disini! Aku harus menangkapnya dan menjadikannya peliharaanku' ujar Barosa dalam hati.


Barosa yang telah menemukan keberadaan Hagle, mulai menatapnya dengan tajam.


'Tapi... Meski ada makhluk legenda disini, apa yang dilakukannya?!'


'Ini benar-benar aneh!' pikir Barosa dalam batinnya.


Hagle yang merasa terancam pun, pergi terbang.

__ADS_1


'Dia pergi?!'


'Ada apa ini? Yah, terserahlah! Aku akan menangkapnya nanti! Lagipula... tidak ada yang dapat bersembunyi dariku di dunia ini!' kata Barosa dalam batin.


'Tapi, meski begitu... Aku masih tidak dapat melacak keberadaan pria bertopeng itu! Aku sama sekali tidak dapat menemukannya dengan sistem dunia ini. Tapi yang pasti... ada satu tempat yang memang tidak bisa kujangkau untuk saat ini' gumam Barosa dalam batinnya.


Barosapun mulai berbicara pada para manusia.


"Baiklah, aku akan bertanya pada kalian para manusia!"


"Dimana... pria bertopeng tersebut?!" tanya Barosa dengan aura membunuh.


Manusia-manusia yang ada pada saat itu sama sekali tidak memahami apa yang Barosa katakan. Namun...


"Sepertinya kalian tidak dapat memahami bahasaku, ya!"


"Karena itulah, saat ini juga aku akan membuat kalian mengerti!" ucap Barosa yang mulai mengeluarkan sihir.


..."Magic Skill : Blowing Wind Pressure"...


Tiba-tiba, keluar cahaya dari bola kristal yang dipegang Barosa. Seketika, keluar angin yang sangat dahsyat darinya.


Angin tersebut sangat kuat dan mulai keluar menyebar dari bola kristal seperti orang yang meniup semut. Namun, karena Ayane Sasane sebagai manusia yang memiliki job Arch mage, dia dapat melihat aliran mana atau energi sihir milik Barosa yang mana membuat dia dapat mengetahui apa yang akan dilakukan Barosa lakukan.


Karena itulah, Ayane Sasane dengan cekatan menggunakan skill sihir tanahnya untuk melindungi para manusia. Namun naas, usahanya sia-sia saja. Tekanan anginnya membuatnya menjadi padat sehingga menghancurkan tembok tanah yang dibuat Ayane.


Mereka terhempas sangat jauh hingga beberapa ratus meter. Beberapa dari mereka banyak mengalami memar, patah tulang dan tulangnya hancur. Mereka jadi terhempas mengenai dinding koridor tempat untuk melihat orang yang berlatih di lapangan.


Darah keluar dari kepala Ayane dan mulai menetes jatuh ke tanah.


*Drip... Drip


"Uugh, ah?!"-Ayane memegang kepalanya yang berdarah dan menetes ke tanah-"Darah? A-aduh! kepalaku sangat pusing dan sakit! Apa ini semua mimpi?!"


'Seseorang... tolong bangunkan aku dari mimpi buruk ini!' jerit Ayane dalam hatinya.


Setelah beberapa saat mereka, semua orang yang terhempas mulai bangkit, Barosapun mulai menghentakkan kaki kanannya ke tanah.


*Bam


Langit-langit koridor bergetar dan membuatnya menjadi hancur, kemudian berjatuhan menimpa semua orang dibawahnya. Namun, sebuah penghalang sihir muncul dan melindungi semua orang yang akan akan tertimpa reruntuhan.


Semua orang selamat tanpa terluka lagi. Namun, beberapa kaleng terlempar di dekat semua orang. Kaleng tersebut mengeluarkan asap putih.


Ayane yang sangat waspada, menyuruh semua orang untuk menutup hidungnya. Namun, semuanya sudah terlambat. Semua orang telah menghirup gas dari asap tersebut. Dan pada akhirnya, semua orang pingsan, begitu juga dengan Ayane.


Ayane yang melihat sekilas orang yang masih berdiri, menjadi pingsan dengan tenang.


Orang tersebut adalah aku. Crhono Zero sang pria bertopeng.


Sesaat setelah merasakan getaran, aku langsung berlari dengan cepat ke tempat Ayane. Kemudian dengan sihir, aku menciptakan barrier yang melindungi semua orang dari runtuhan bangunan.


"Magic Barrier!"


Aku menciptakan barrier tersebut dengan cara memanipulasi mana atau energi sihir alam menjadi padat.


Lalu, karena aku ingin menghadapi Barosa dan menjaga identitas ku, aku menggunakan bom gas bius untuk membuat semua orang pingsan.


**Whooosh


*Kleteng... kleteng*...


Bom bius yang diwadahi tempat seperti granat, aku lempar dan mulai mengeluarkan asap gas bius. Semua orangpun pingsan dan aku mulai keluar menampakkan diri kepada Barosa.


'Perfect Appraisal!'


'Heh! Ini Barosa yang asli, kah!' ujarku dalam hati.


Barosa yang melihat rupaku berkata...


"Keluar juga kau dari cangkangmu... Pria Misterius!" kata Barosa dengan ekspresi yang bersemangat.


"Hahaha, memangnya aku kura-kura, apa?! Aku sudah pergi ke rumahmu, lho!" kata aku.


"..." Barosa terdiam.


"Yaah, rumahmu lumayan juga, sih! Tempatnya sangat luas, tapi banyak anjing-anjing yang sangat mengganggu sekali disana, kau tau?!" lanjut aku.

__ADS_1


"Karena itulah, Barosa... aku secara tidak sengaja, membunuh mereka semua, kau tau?!" sindir aku pada Barosa.


"..." Barosa yang terdiam, mendengar hal tersebut dan mengeluarkan aura membunuh yang sangat kuat dengan ekspresi yang sangat geram. Dan aku hanya tertawa saja disamping hal itu.


"Ahahaha" tawa aku.


Barosa yang menjadi sangat geram, mulai mengepalkan tangannya dengan sangat kuat dan loncat ke arahku dengan sangat cepat.


"JANGAN BERCANDA!" teriak Barosa.


*Whooosh


*Bam


*Whooosh


Suara hantaman yang sangat cepat mengenai aku dan jalur yang dilewati Barosa, seketika menjadi hancur. Jalur tersebut kemudian menjadi garis lurus hancur yang disebabkan tekanan angin yang sangat cepat.


"Hei, aku belum selesai berbicara... kau tau?!" kata aku sambil menahan pukulan dari Barosa dengan jari telunjukku.


Tangan raksasa yang dimiliki Barosa, sama sekali tidak dapat menimbulkan kerusakan maupun bekas yang sangat kecil padaku. Hal tersebut, membuat hal yang sama seperti semut yang mampu menahan beban yang lebih berat dan besar dari dirinya.


Barosa yang memukul diriku, membuat tangan kanannya kesakitan. Ekspresi gelisah dan terkejut menjadi terpasang di wajahnya. Perasaan tidak mampu, ketakutan dan keputusasaan mulai terasa pada jiwa Barosa yang tidak pernah merasakannya.


'A-apa-apaaan dengan perasaan yang kurasakan ini! Aku sama sekali tidak pernah merasakan ini, lho! Apakah... ini ketakutan?!' gumam Barosa dalam batinnya.


'Tidak mungkin! Bagaimana bisa? Aku adalah makhluk dengan Ras Dewa, lho! Bagaimana bisa aku merasakan hal seperti ini dari makhluk rendahan seperti dia?!' bantah pikirannya sendiri dalam batin.


Dia menjadi diam membeku tanpa dapat bergerak sedikitpun.


'Sial! Kenapa lagi ini?! Ayolah bergerak... Barosa!' teriak Barosa yang tidak dapat mengeluarkan suaranya dalam hati.


Keringat dingin yang tidak pernah keluar dari tubuh besarnya, mulai keluar dengan deras untuk pertama kalinya. Namun, dengan kebanggaan dan harga dirinya, Barosa dapat menggerakkan tubuhnya kembali. Diapun melompat kebelakang dengan cepat.


"Hei, apa kau tahu? Alasan kenapa aku menjadi sekuat ini?" tanyaku pada Barosa.


"..." Barosa hanya dapat terdiam karena masih merasakan ketakutan untuk pertama kalinya.


"Baiklah, kalau begitu. Aku akan memberitahumu rencana lamamu yang telah... kugagalkan" kata aku.


"A-apa?" kata Barosa dengan tubuh yang masih gemetaran.


"Barosa, seorang makhluk dengan ras Dewa. Saat ini, kau masih menjadi ras dewa tingkat rendah tahap puncak dan sudah dapat berevolusi menjadi ras dewa tingkat menengah" kata aku.


'Apa? Bagaiamana bisa dia mengetahuinya? Kenapa dia bisa tahu?' gumam Barosa yang terkejut dalam batinnya.


"Setelah mengetahui kau akan berevolusi. Beberapa ratus tahun yang lalu, kau merencanakannya dengan sangat matang dan hati-hati" kata aku sambil berjalan mendekat ke Barosa.


"Kau menggunakan Raja Iblis Margus untuk menjadi bonekamu, saat kau mengetahui bahwa dia hendak menguasai dunia" lanjut aku sambil terus berjalan ke arah Barosa.


"Memanggil manusia dari dunia lain, membuat manusia-manusia itu menjadi pahlawan yang menyegel Sang Raja Iblis dan Akhirnya... setelah 200 tahun sejak Raja Iblis Margus disegel, kau membuka segelnya. Raja Iblis Margus yang baru saja keluar dari segelnya, menjadi lemah dan kau memanfaatkan waktu tersebut untuk menggunakan sihir pengendali jiwa padanya.... Apa aku benar... Barosa?!" jelas aku dan berhenti berjalan.


"Hiiik!!!" jerit Barosa yang ketakutan dan kaki kanannya mundur sedikit.


"Karena jiwa Raja Iblis Margus yang kuat, kau jadi membutuhkan waktu yang lama untuk mengendalikannya. Kau terus menyiksa jiwanya sampai dia menyerahkan kendali atas tubuhnya. Memerintahkan Jenderal Iblis Malgrim untuk memusnahkan manusia, namun..." kata aku dan mulai melihat ke atas, melihat wajah tinggi dari Barosa.


"Usahamu menjadi gagal karena aku, bukan? Padahal kau sebelumnya menganggap hal tersebut tidak masalah. Kau membutuhkan banyak jiwa-jiwa untuk membuat dirimu berevolusi. Sayangnya, aku memiliki skill yang mampu mengambil semua jiwa-jiwa yang telah aku bunuh. Karena itulah kau menjadi marah, bukan?" lanjut aku.


Dewa Barosa yang diberitahu semua rencana panjangnya, ia menjadi sangat ketakutan dan mulai berjalan mundur. Aku pun terus mengikutinya sambil terus menceritakan apa saja yang direncanakan Barosa.


"Kau yang tadinya ingin mengambil jiwa-jiwa manusia, aku menggagalkan rencanamu. Aku membantai banyak Bangsa Iblis, tapi jiwa mereka tidak dapat diambil olehmu. Raja Iblis Margus telah aku bunuh dan jiwamu terluka. Akhirnya, sekarang kau berhasil bertemu langsung dengan diriku dan hendak membalas dendam padaku. Namun, apa? Kau sangat ketakutan, tidak mampu melwanku, kau masih sangat lemah. Kau sama sekali bukan tandinganku! MENGERTI?!" kata aku sambil terus berjalan mengikuti Barosa yang berjalan mundur sedikit demi sedikit.


"A-aku, A-aku hanya, A-aku hanya ingin menjadi kuat dan bertahan hidup!" ucap Barosa dengan spontan.


"Hah?"


Bersambung...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...Apa yang sedang dibicarakan oleh Dewa Barosa?...


...Apa maksud dari perkataannya?...


...Apa keinginannya?...


...Perlahan, tapi pasti kebenaran dan misteri Dunia Karaztam mulai terkuak oleh Crhono Zero!...

__ADS_1


__ADS_2