[DROP] Supreme World'S System (Sistem Dunia Tertinggi)

[DROP] Supreme World'S System (Sistem Dunia Tertinggi)
Chapter 175 ~ Pidato


__ADS_3

Hari ini adalah hari yang paling bersejarah sejak ribuan tahun berlalu, melalui serangkaian perulangan.


Dahulu kala, hiduplah seseorang dari Bangsa Iblis yang menyatukan dunia. Sayangnya, penguasa dunia tersebut tidak mentolerir dan membunuh Iblis tersebut.


Barosa-lah sang penguasa dunia tersebut, dia kemudian menghancurkan peradaban makhluk hidup di planet itu dan menulis ulang sejarah.


Kini, penguasa dunia tersebut telah dibunuh dan dibangkitkan lagi hanya untuk berlutut pada Zero.


Jalan-jalan ibukota kekaisaran dipenuhi oleh orang-orang yang berkerumun menuju ke alun-alun kota.


Di sana adalah orang-orang berpengaruh dari Kekaisaran Selestial yang telah mengalahkan kekaisaran adidaya, Paliji


Di atas panggung, deretan orang yang diduga sebagai petinggi-petinggi Kekaisaran Paliji berlutut dengan tampilan kumuh, lebih dari orang kumuh di kawasan kumuh. Mereka menghadap ke kerumunan penonton yang saling berbisik.


Di antara mereka, seorang pria tua beruban adalah Kaisar Eude, atau mantan kaisar lebih tepatnya.


Di belakang panggung adalah deretan wanita yang merupakan selir dan permaisuri mantan kaisar itu. Mereka semua berlinang air mata.


Mereka adalah wanita-wanita cantik, ada yang sudah tua dan ada yang muda. Namun mereka memiliki satu kesamaan yang besar, yaitu cinta terhadap pria tua beruban itu.


Di samping mantan kaisar adalah pemuda di masa jayanya, mantan pangeran, Greif. Dia melihat ke belakang dan menemukan gadis yang dicintainya bersama deretan selir-selir mantan kaisar.


Matanya hendak menangis, tapi terhenti karena merasa ada yang salah.


Gadis cantik yang dicintainya, Fittoria, sedang menangis. Hanya saja, tangisan itu bukan diarahkan padanya.


Tangisan itu ditujukan ke pria di sampingnya, sang mantan kaisar, Eude!


"Fittoria …." Greif yang matanya dipenuhi kesedihan, kini digantikan oleh kemarahan dan niat membunuh.


Fittoria dahulu mencintai Greif, tapi dia baru menyadari bahwa dirinya sebenarnya lebih mencintai suaminya, Eude.


Greif dan Fittoria telah berteman sejak kecil dan bahkan berjanji untuk menikah suatu hari nanti. Sang Kaisar yang memiliki masalah dalam menahan nafsu duniawi secara 'tidak sengaja' memperkosa Fittoria.


Sang Kaisar tentu saja bertanggung jawab dengan menjadikan Fittoria sebagai selir, mengingat rasa bersalah dan tanggung jawab yang dia miliki. Hanya saja, dia tidak tahu kalau itu berakibat fatal terhadap hubungan ayah dan anak pertamanya.


Algojo di panggung, berasal dari Bangsa Iblis, Jenderal Iblis Malgrim merasakan niat membunuh yang diarahkan bukan terhadap dirinya atau orang Kekaisaran Selestial. Melainkan sang mantan kaisar.


"Hm?"


Malgrim menoleh untuk melihat asal niat membunuh tersebut.


'Bukankah dia …."


Malgrim secara alami mengetahui identitas orang tersebut. Pangeran Greif, putra pertama Kaisar Eude.


Sebagai Eksekutor hari ini, dia telah mengetahui detail sederhana mengenai narapidana di depannya ini.


'Apapun itu, lagipula tidak akan ada masalah.'


Malgrim mengalihkan pandangannya dan tidak peduli lagi.


Sementara itu, orang-orang terus berdatangan, mengisi ruang plaza yang luas menjadi padat oleh orang-orang yang seperti semut bergerombol.


Suara terompet yang memekakkan telinga tiba-tiba terdengar dan menghentikan keributan orang-orang.


'Astaga, suaranya berisik sekali. Telingaku bisa-bisa hancur jika mendengar ini setiap pagi.' gumam Malgrim dalam hatinya sambil menutup telinga dengan tangan.

__ADS_1


Setelah suara terompet berhenti, terdengar suara seseorang yang berseru dengan lantang.


"Wahai rakyat Kekaisaran Paliji, atas perintah sang Kaisar, dengan ini saya nyatakan, 'Mulai hari ini, tanah ini beserta rakyatnya akan berada di bawah kekuasaan Kekaisaran Selestial!'"


Tidak ada yang bersuara lagi, kemudian di atas plaza, suara langkah kaki terdengar jelas di telinga orang.


Seharusnya suaranya kecil dan tidak jelas, namun saat ini, entah kenapa, semua orang bisa mendengar suara langkah bermartabat itu dengan jelas.


Kemudian, sesosok pria berjubah merah yang dibingkai oleh sulaman emas dengan mahkota yang dihiasi permata muncul, menarik perhatian semua orang.


"Mungkinkah itu … Kaisar Selestial yang Misterius?" Seseorang bergumam tanpa sadar.


Dalam benak banyak orang, mereka juga menanyakan hal yang sama.


Selama ini, sang Kaisar belum pernah menampakkan dirinya setelah memproklamasikan pendirian negaranya.


Benar, itu hanya terjadi satu kali saat Zero berada di Kerajaan Goethe dahulu. Sejak itu, dia belum pernah muncul kembali.


Raja Iblis Margus lah yang mengurus semua urusan, dan kemudian digantikan oleh Alexander yang tiba-tiba muncul.


Bahkan, Alexander hanya menggunakan trik perintah kepada pejabat dengan atas nama kaisar saja.


Sementara itu, belum tahu siapa nama kaisar karena Zero belum pernah memperkenalkan diri. Kekaisaran Paliji juga hanya mendengar rumor mengenai julukan Zero yang disebut Kaisar Selestial yang Misterius.


"Tunggu, bukankah itu Zack?!" Seseorang berseru lagi. Orang itu adalah pria paruh baya yang tampak kuat dan wajahnya cukup akrab bagi Zero.


Holdan!


Mungkin kalian lupa, dia adalah ketua suatu kelompok tentara bayaran yang disewa oleh putri bangsawan Paliji, Mygard Ally yang dalam misi menginformasikan kepada kaisar sebelumnya mengenai keberadaan Magic Beast.


Zero meliriknya sejenak, kemudian menunjukkan senyum ramah dan kembali ke ekspresi yang agung.


Bukankah dia Zack?


Tidak memedulikan pikiran orang-orang, Zero mengangkat tangannya dengan anggun dan memulai pidatonya.


"Wahai rakyatku sekalian, aku tahu kalian bingung dan resah dalam hati kalian. Kalian juga mungkin menyimpan dendam terhadapku."


Banyak prajurit yang pastinya memiliki keluarga, telah meninggal dunia dengan tragis. Zero tidak akan menyalahkan diri atas hal itu, lagipula itu tanggung jawab atasan mereka.


Dendam dan amarah dalam hati mereka sudah pasti sangat tinggi. Dan tentu saja, itu bisa menyebabkan pemberontakan besar-besaran.


"Tapi aku berharap kalian bisa memakluminya. Medan perang sejati hanya berisikan kematian, kematian, penderitaan dan penderitaan."


"Aku memang tidak bisa mengembalikan kembali prajurit-prajurit pemberani tersebut. Meski mereka adalah lawan kami, mereka berjuang dengan semangat tinggi demi kalian semua dan aku menghormati mereka."


Pertama-tama, ambil hati rakyat melalui serangkaian pujian dan penghormatan. Namun, itu tidak akan cukup. Ini baru tahap awal.


Omong-omong, perkataan Zero tadi sepenuhnya kebohongan.


Prajurit musuh tidak memiliki semangat juang sejak pembantaian dimulai dan Zero tidak memiliki perasaan tertentu mengenai mereka. Lagipula, tidak ada rakyat biasa yang menonton jalannya pertempuran.


"Kami berjanji, kami tidak akan menyakiti kalian tanpa alasan yang jelas. Semua keluarga yang memiliki anggota keluarga mereka meninggal karena pertempuran akan diberikan kompensasi yang layak. Dan kami juga tahu bahwa kompensasi ini tidak sebanding dengan nyawa keluarga kalian, tapi kami hanya ingin kalian memahami ketulusan kami atas hal itu."


Aku lupa mengatakan hal ini, dalam berpidato, terutama dalam politik, gunakanlah kata yang bersifat jamak seperti 'kami' dan 'kita'. Itu memberikan kesan yang lebih mendalam di hati pendengarnya seolah-olah orang yang berpidato memiliki pikiran dan perasaan yang sama terhadap pendengarnya.


Terutama untuk mengajak, aku menyarankan kalian menggunakan kata 'kita' dalam kalimat ajakan tersebut.

__ADS_1


Langkah kedua, setelah kita mengambil hati atau perhatian rakyat, kita juga harus menempatkan diri seperti kita memahami penderitaan rakyat. Kemudian, berilah kompensasi dan beberapa hal yang pantas untuk memenangkan hati mereka.


"Kami ingin hidup damai, berdampingan tanpa adanya diskriminasi apapun. Jadi, kami harap, tidak, aku berharap …."


Mata Zero berkilat dengan cahaya yang dingin dan mendominasi. Suaranya juga tiba-tiba terdengar berat di telinga semua orang.


"… kalian tidak melawan kami."


Kalimat tersebut mengakhiri basa-basi Zero dengan ingatan yang diukir dalam jiwa rakyatnya bahwa mereka 'tidak bisa melawan'.


Langkah ketiga, memberikan tekanan atau ancaman secara tidak langsung dan menanamkan hal tersebut dalam hati rakyat.


Itu saja tugas penguasa untuk menekan pemberontakan dari rakyat jajahan.


Sebenarnya ini mudah, asalkan kalian benar-benar memahaminya dan tentu, kalian harus memiliki kekuatan untuk melakukannya.


"Dengan ini, aku, Zehilla Zack, Kaisar Kekaisaran Selestial, menyatakan kemenangannya!"


"Ouu!"


Para prajurit yang berjaga-jaga berteriak. Kemudian memaksa para warga untuk mengikuti secara tidak langsung.


Omong-omong, para prajurit itu sudah diatur untuk itu.


Dan Zero, dia menggunakan nama asal-asalan lagi untuk menyembunyikan identitas aslinya.


Zero melihat warganya.


Di antara mereka, banyak wanita memiliki wajah merah dan nafas terengah-engah.


'Sungguh aneh, ada apa dengan wanita-wanita itu, ya?'


Zero mundur, menghilang dari podium plaza sambil memikirkan sesuatu.


Alexander yang menunggu di lorong memberikan tepuk tangan dan hormat ala militer kepada Zero.


"Luar biasa, Master."


"Ahahaha, itu bukan apa-apa. Tapi ada beberapa hal yang mengganjal pikiranku." Zero tertawa, memikirkan kembali tentang beberapa warga, terutama wanita.


"Apa ada sesuatu yang salah, Master?" tanya Alexander dengan ekspresi bertanya-tanya.


"Tidak, tidak ada. Kupikir ini sudah saatnya bagimu untuk tampil."


"Anda benar, Master. Aku pergi dulu."


Alexander melangkah dengan langkah yang mengesankan dan berkharisma.


Dengan itu, Alexander yang memimpin acara eksekusi para bangsawan musuh dan sang kaisar untuk benar-benar menurunkan moral rakyat dari memberontak.


***


Tekan like jika kamu suka cerita ini.


Tekan love jika kamu suka novel ini.


Dukung author dengan vote dan hadiah.

__ADS_1


Beri saran, kritik atau hal yang ingin ditambahkan dalam cerita di kolom komentar.


Terimakasih


__ADS_2