[DROP] Supreme World'S System (Sistem Dunia Tertinggi)

[DROP] Supreme World'S System (Sistem Dunia Tertinggi)
Chapter 118 ~ (Titan's Physique Unmatched) Fisik Titan Tiada Tanding


__ADS_3

Beberapa jam yang lalu, segel pada jiwa Zero mulai kendur. Hal ini menyebabkan dirinya untuk bisa merasakan sensasi pada tubuh dan mendapatkan emosi.


Sekarang, dia bisa merasakan panas, dingin; senang, duka dan masih banyak lagi.


Karena hal itu, Zero merasa senang ketika segelnya mulai kendur.


Namun, segel itu baru kendur sedikit, belum terlepas. Alhasil, semua indera perasa hanya memiliki sedikit penyampaian informasi pada otak.


Dengan kata lain, jika Anda memakan satu sendok garam, Anda merasa keasinan, maka Zero hanya merasa biasa saja.


Meski begitu, tubuhnya telah berevolusi sekian kali dan memiliki tubuh superior dan tentunya indera superior juga. Jadi, meski indera yang dikirim ke otak Zero berkurang, itu tidak berpengaruh karena inderanya lebih kuat dari yang normal.


...


[Anda telah mengonsumsi Primordial Titan Blood Essence.]


Pada saat ini, di lapangan Olympus yang sepi dan luas, dua pria dengan wajah pucat ada di sana.


Pria berambut hitam memiliki wajah pucat dan memegangi dadanya. Wajahnya terdistorsi oleh rasa sakit untuk pertama kalinya.


Air mata mulai membendung di matanya.


Saat itu, Zero tampak seperti bayi yang baru pertama kali merasakan sakit.


Dia ingin menangis seperti bayi yang pertama kali merasakan sakit.


Namun, ada perbedaannya. Zero memiliki pemikiran dewasa. Jadi, dia berusaha menahannya.


Di tempat yang tidak jauh, wajah Zeus juga pucat. Dia sangat khawatir.


"Aduh, bagaimana ini? Apa yang harus aku lakukan?" Zeus panik dan bingung dengan apa yang harus dia lakukan.


Esensi Darah Primordial Titan mengandung kekuatan yang sangat kuat dan itu merupakan gabungan dari 12 Titan generasi pertama. Zeus sendiri bahkan tidak berani untuk menyerap kandungan esensi darah tersebut hingga saat ini.


Dia yakin bahwa jika dia menyerap esensi darah tersebut, dia akan kehilangan akal.


Namun, saat ini, Zero meminum esensi darah tersebut!


Meski fisik Zero dan vitalitasnya sangat kuat, Zeus masih khawatir.


"Bagaimana bisa Tuan meminum esensi darah itu!?" Zeus merasa lemas. "Haah … aku sendiri tidak berani menyerapnya sedikit demi sedikit. Tapi … bagaimana Tuan bisa bertahan jika langsung menggunakan semuanya?"


Menurut perkataan Zeus, untuk menyerap kekuatan esensi darah itu, seseorang harus memenuhi persyaratan fisik tertentu untuk menghindari efek samping.


Adapun caranya, itu dengan menyerapnya.


Orang tersebut harus mengambil esensi darah sedikit demi sedikit dan memasukkannya ke tubuh melalui pori-pori kulit dari luar. Bukan diminum!


Jika menyerap sedikit saja sudah harus memiliki persyaratan tertentu yang tinggi, bagaimana jika langsung semuanya?


Jelas, vitalitas yang dibutuhkan pasti sangat tinggi. Meskipun bisa bertahan, siksaan yang diderita pasti lebih buruk daripada 1,000 kematian.


Oleh karena itu, Zeus khawatir dengan Zero. Dia takut bahwa nantinya Zero akan menjadi Titan gila.


Jika itu terjadi, siapa yang dapat menghentikannya?


Dalam proses penyerapan esensi darah, mereka harus bertarung dalam menekan keinginan satu sama lain. Esensi darah ini mengandung instingnya sendiri.


Dengan gabungan insting 12 Titan generasi pertama, itu akan menjadi sangat kuat. Sementara itu, Zero harus melawan insting ini agar tubuhnya tidak diambil alih.


Oleh karena itu, pertempuran terjadi di dalam tubuhnya dan dia merasakan sakit yang sangat teramat.


[Memulai asimilasi esensi darah.]


"Aaarrrggghhh! Sial! Sialan! Kotoran!" Zero mengutuk untuk meredakan rasa sakit dengan teriakan yang keras.


Seperti yang telah diuji, berteriak memungkinkan seseorang untuk merasa lega dari tekanan emosi tertentu. Jika stres, depresi atau sakit, ada baiknya untuk mengeluarkannya dengan kata-kata atau berbicara.


Seperti halnya seseorang yang mengalami stres, dia curhat kepada temannya.

__ADS_1


Itu adalah salah satu bentuk untuk meredakan tekanan yang dia alami. Sekalipun orang tersebut, tidak mengetahui fakta ini, mereka secara alami memiliki ide ini.


Zeus yang melihat hal ini menjadi tambah cemas. Sebagai makhluk superior, dia jarang merasakan sakit, kecuali berhadapan dengan lawan yang setara dengannya. Jadi, Zeus merasa ngilu dengan pemandangan ini.


Zero tersungkur ke tanah dan kejang-kejang. Dia terus berteriak dan air mata mengalir keluar.


Dia menahannya dan terkadang mengatupkan giginya untuk bertahan.


Rasa sakit ini terus menguat dan menjalar ke seluruh tubuh melalui darahnya.


Esensi Darah Primordial Titan bertindak dan terus menggeliat di dalam tubuh Zero dengan mengikuti insting yang tersisa, melawan darah Zero.


Beberapa bagian tubuh Zero membengkak dan kulitnya pecah, menampiknya daging merah muda dan darah merah. Kemudian, itu segera mengempis dan segera dipulihkan tanpa jejak yang tertinggal.


"Binatang! Monyet! Anjing! Kucing! Ular! Jerapah! Singa! Gajah! Kuda! Kuda Nil! Zebra! Macam Kumbang! Hiena! … Serigala!" Zero menyebutkan berbagai nama binatang dengan lantang.


Entah berapa banyak binatang yang disebut Zero.


Waktu telah berlalu selama 30 menit. Penampilan Zero menjadi kacau.


Rambutnya acak-acakan, pakaiannya penuh debu dan robek dan wajah penuh rasa sakit.


"Aaarrrggghhh!"


Zero terus berguling-guling dan menghancurkan lingkungan sekitar dengan fisiknya. Terkadang, dia melemparkan Energi Sihir ke berbagai arah.


Zeus sempat terkejut dan takut. Namun, dia sadar kalau Energi Sihir ini lebih lemah karena tidak dimobilisasi, jadi dia bertindak untuk memblokir serangan dari Zero.


Karena dia tidak ingin terlalu banyak gerak, Zeus memutuskan untuk memasang penghalang di sekitar Zero.


"Star Seal (Segel Bintang)!" Setelah Zeus membentuk serangkaian formasi sihir melalui tangannya, dia mulai menghentakkan tangannya ke tanah.


BAM!


Dengan getaran yang kuat, Energi Sihir yang kuat menyebar dan terbentuklah formasi raksasa berbentuk hexagonal di bawah Zero dalam radius 10 kilometer.



Zero yang berada di dalamnya, terkurung tanpa memedulikan sekitar. Dia masih memiliki masalah yang harus di hadapi. Dia sedang berjuang menahan rasa sakit yang terus menguat.


Kali ini, tulang-tulangnya mulai diserang oleh Esensi Darah Primordial Titan dan ditekan seolah-olah akan remuk. Zero terus berjuang dengan rasa sakit ini.


Air liur mengalir dari kedua sudut mulutnya.


Zero merasa setiap tubuhnya dihancurkan oleh palu perang, kemudian pulih, kemudian dihancurkan kembali.


Kondisi Zero sangat menyedihkan. Bahkan seorang gelandangan paling menyedihkan tidak akan pernah berada dalam kondisi seperti ini.


Dalam pikirannya, Zero menyesal karena meminum Esensi Darah Primordial Titan.


Sementara itu, Esensi Darah Primordial Titan terus mengacaukan dan mengaduk-aduk tubuhnya.


...


Waktu berlalu.


Kali ini, sudah seminggu sejak Zero meminum Esensi Darah Primordial Titan. Kondisinya masih sama seperti sebelumnya. Malah lebih parah.


Sekarang, sudah genap 2 bulan Zero berada di dunia ini. Pertama di Dunia Planet) Karaztam, sekarang di Dunia Dewa.


Di luar penghalang, Zeus memandang Zero dengan rasa pahit. Siksaan ini terus berlanjut dan Zero tidak sedetikpun kehilangan kesadaran.


Ini berarti bahwa Zero telah merasakan setiap detik ketika seluruh tubuhnya dilanda rasa sakit.


Setiap organ internalnya telah diacak-acak. Terutama ketika jantungnya diserang, Zero merasa jantungnya diremas-remas, namun itu tidak hancur. Hanya menyediakan rasa sakit yang menyedihkan. Itu adalah sensasi paling mengerikan sejauh ini.


Tepat ketika hari ketujuh ini, Esensi Darah Primordial Titan sudah tidak terlalu aktif. Namun, itu mulai menjalar ke kepala.


Zero tersentak dan berteriak dalam diam. Dia mengatupkan giginya untuk bertahan.

__ADS_1


Otaknya kali ini terasa dilebur, pulih dan dilebur kembali. Sensasi ini menjadi yang paling buruk sejak jantungnya diserang.


...


Sehari kemudian, rasa sakit yang diderita Zero mulai mereda sejak kepalanya menderita rasa sakit yang mendalam, seolah-olah di tusuk 10,000 jarum dan kemudian meledak.


Sekarang, Zero menjadi lebih tenang daripada sebelumnya. Sepertinya, dia mulai terbiasa dan jiwanya mulai membentuk resistensi terhadap rasa sakit.


Zero duduk bersila dan mengatur ritme nafas tertentu untuk memobilisasi arus Esensi Darah Primordial Titan di dalam tubuhnya.


Sekarang, esensi darah itu berada di bawah kendali Zero sepenuhnya. Hanya saja, Zero masih memerlukan waktu untuk menyerap kekuatan esensi darah dan masih ada sensasi rasa sakit dalam prosesnya.


Kemudian, Zero menghembuskan nafas dengan perlahan.


"Hufft."


Tiba-tiba, angin di sekitar mulai menderu dan ruang di sekitar bergetar. Bersamaan dengan itu, angin mulai berkecambuk membentuk arus yang mengitari Zero.


Di luar penghalang, Zeus tidak bisa melihat dengan jelas karena adanya distorsi ruang dan angin yang kuat menutupi Zero dengan debu.


"Apakah Tuan sudah berhasil?" Pertanyaan ini langsung keluar di benak Zeus.


Sementara itu, di dalam penghalang, secara perlahan angin yang mengitari Zero seperti tornado mulai menghilangkan kotoran di tubuh Zero.


Debu di pakaian dan kulitnya yang kotor mulai menjadi bersih kembali.


Di dalam tornado itu, kulit Zero menjadi lebih cerah, putih seperti giok putih yang dipoles tanpa cacat. Berkatnya, pesona Zero menjadi naik ke tingkatan yang jauh lebih tinggi.


SWOOSH! SWOOSH! SWOOSH!


Mendadak, deru angin mulai menyebar ke segala penjuru, membawa kotoran untuk menyingkir.


Perlahan, Zero membuka matanya.


Kilat ungu gelap muncul di pupil mata Zero secara samar, dan itu disusul adanya lapisan aura ungu di sosok Zero.


Rambutnya melambai-lambai, meski tidak ada angin.


Saat itu, notifikasi Sistem muncul.


[Selamat! Fisik Anda telah bertransformasi menjadi Titan's Physique Unmatched (Fisik Titan Tiada Tanding).]


Wajah Zero datar, menyapu pandangan ke sekitar.


Dia menyadari bahwa dia berada di tengah-tengah kawah besar dan di dalam penghalang emas.


Kemudian, dia menemukan Zeus di luar penghalang dengan wajah cerah karena senang. Menyadari pandangan Zero, Zeus membentuk formasi di tangannya dan menghentakkan tangannya ke tanah.


Seketika itu, tirai cahaya keemasan yang transparan mulai turun dan menghilang.


Zero berdiri dan berjalan ke arah Zeus dengan perlahan.


Dari ekspresi wajah dan kedalaman matanya, Zeus menyadari bahwa Tuannya telah berbeda dari sebelumnya.


Zero memiliki pandangan pria dewasa.


Zeus tersenyum kecil, seolah-olah melihat anaknya yang telah dewasa.


Zero bertanya kepada Zeus, "Sudah berapa lama?"


Zeus segera menyadari pertanyaan singkat Zero dan menunduk, menjawab, "Sudah 8 hari sejak, hari itu, Tuan."


Zero berhenti sejenak, dan bergumam, "Sudah delapan hari, ya."


Kemudian, Zero memandang ke langit yang terbuat dari mekanisme Istana Olympus yang menampilkan langit buatan.


Seolah-olah ada yang menarik perhatiannya, Zero melihat pemandangan beberapa galaksi yang samar-samar, tumpang tindih dengan langit buatan.


"Sepertinya aku harus menguji kekuatanku," gumam Zero sambil mengepalkan tangannya.

__ADS_1


__ADS_2