![[DROP] Supreme World'S System (Sistem Dunia Tertinggi)](https://asset.asean.biz.id/-drop--supreme-world-s-system--sistem-dunia-tertinggi-.webp)
Pertempuran antara Dewa Olympus dan Transenden berlanjut. Namun, pertempuran beralih ke posisi netral, suku Geolien dengan Transenden dan pengkhianat Olympus.
Melalui kecerdasan yang tinggi, suku Geolien mampu menciptakan alat-alat modern yang sangat canggih. Pesawat Tempur Luar Angkasa adalah salah satunya.
Pada peringkat terendah pesawat, kekuatan tempurnya setara dengan Dewa Normal, disusul dengan menengah yang setara dengan Dewa tingkat Tinggi, peringkat tinggi setara dengan Dewa tingkat Legendaris.
Dari semua itu, ada satu peringkat lagi, yaitu peringkat terbaik.
Hanya ada dua Pesawat Tempur Luar Angkasa yang di ciptakan dengan peringkat terbaik.
Satu digunakan oleh Tesla Barkley pemimpin suku Geolien. Pesawat itu diberi nama Argonaut.
Dan yang lain digunakan untuk suatu pertukaran dengan Zeus, yang sekarang dimiliki Zero. Pesawat itu diberi nama Black Pegasus.
Keunggulan pesawat ini bukanlah kekuatannya, melainkan kecepatannya!
Setiap Meriam Energi yang dikerahkan itu setara dengan peringkat Dewa tersebut.
Contohnya, bila ada Pesawat Tempur Luar Angkasa yang memiliki peringkat rendah yang setara dengan Dewa tingkat Normal melawan Dewa tingkat Normal, maka kemungkinan besar kemenangan akan dicapai Pesawat Tempur Luar Angkasa.
Secara teoritis, segala aspek baik pertahan dan serangan, itu semua setara dengan Dewa di tingkat yang setara. Namun, kecepatannya akan satu tingkat di atas Dewa tersebut.
Jadi, kesulitan untuk mengalahkan Pesawat Tempur Luar Angkasa sangatlah tinggi!
Hingga sekarang, sudah satu minggu lebih pertempuran berlangsung.
Para Transenden dan pengkhianat Olympus kesulitan untuk menghabisi suku Geolien.
Kecepatannya luar biasa cepat, seolah-olah bisa melompati ruang dan sosok pesawatnya bisa sekejap menghilang dan sekejap terlihat. Belum lagi, mereka juga melontarkan berbagai serangan.
Saat ini, sosok wanita cantik yang selalu menutup matanya mulai mengeluh. Rambutnya perak, mengingatkan pada rembulan di malam hari.
Sosoknya yang proporsional dan halus membuat siapapun yang melihatnya menjadi tenang.
Wanita itu adalah Artemis, Dewi Bulan.
Sosoknya yang anggun terus menarik busur emas tanpa henti, melepaskan anak panah cahaya emas yang tak terhitung jumlahnya ke sosok Pesawat Tempur Luar Angkasa yang terus melesat.
Pesawat itu secara alami adalah Argonaut, Pesawat Tempur Luar Angkasa peringkat terbaik yang setara dengan Dewa tingkat Mitos dan Transenden.
Sosok Argonaut yang menghilang sekejap seperti melompati ruang membuat Artemis kesulitan untuk membidik. Dia tidak bisa membuat anak panahnya mengikuti Argonaut, yang ada hanya membuang-buang energi. Dia hanya bisa menembakkan anak panah untuk mencegahnya pergi ke tempat tertentu.
Artemis mengeluh dengan keringat mengalir di wajah cantiknya, "Ini sangat sulit. Seperti yang diharapkan dari Pesawat Tempur Luar Angkasa peringkat terbaik."
Meski dia mengeluh, perkataan sangatlah teratur, tidak kotor dan buruk. Dia menjaga kesopanan di mana-mana.
Di sampingnya, seorang pria tampan dengan rambut ungu berdiri terus menembakkan seberkas cahaya ungu yang tak terhitung jumlahnya.
Dia adalah Purla, seorang Transenden.
Spesialisasinya adalah serangan jarak jauh, sama seperti Artemis.
Purla terus melambaikan tangannya dan menembakkan bilah cahaya ungu yang tajam dan padat ke Argonaut. Namun, tidak ada yang mengenainya.
Sewaktu-waktu Argonaut melepaskan serangan, sepasang wanita dan pria itu memblokirnya agar tidak mengganggu yang lain.
Sementara itu, Transenden dan Dewa Olympus yang lain sedang menghadapi Pesawat Tempur Luar Angkasa peringkat tinggi. Meski kekuatannya tidak seberapa, kecepatannya sangat luar biasa.
Tidak segan-segan, serangan dari banyak pesawat tempur akan mengenai mereka. Ini mengganggu Transenden dan Dewa Olympus dalam menghadapi Argonaut!
Saat itu, semua orang merasa ada yang memperhatikan mereka. Namun, tidak peduli bagaimana mereka mencarinya, mereka tidak bisa menemukan keberadaannya. Insting mereka hanya merasa bahwa ada eksistensi kuat yang sedang memperhatikan mereka. Mereka hanya bisa merasakan perasaan tidak nyaman karena diperhatikan, seolah-olah aib mereka terekspos ke publik.
Di dalam Black Pegasus, Zero mengerutkan kening, seperti Zeus. Keduanya melihat lanskap medan perang yang terus berlanjut.
__ADS_1
"Kenapa mereka masih bertarung? Apakah mereka tidak tahu kalau Hades sudah aku kalahkan?" Zero bertanya-tanya dengan heran.
Ketika Zero berhadapan dengan Hades, suku Geolien berinisiatif untuk menghalangi Transenden dan yang lain dalam membantu Zero.
Samar-samar, Zero mengetahui alasan suku Geolien menjadi lawannya. Namun, dia tidak terlalu peduli dengan hal sepele seperti ini. Lagipula, ada Transenden dan yang lain yang melawan suku Geolien.
Beberapa saat setelah pertarungan berlangsung, medan tempur Zero dengan Hades berpindah ke tempat yang cukup jauh dari medan tempur awal. Saat Zero menciptakan ledakan dahsyat untuk mengakhiri Hades, seharusnya orang-orang ini menyadari bahwa pertempuran antara Zero dan Hades telah berakhir. Namun, ini tidak seperti yang diharapkan Zero.
Suku Geolien dan Transenden masih bertempur.
Dengan menghela nafas, Zero berkata dengan lirih, "Kembali!"
Lanskap yang menunjukkan medan perang telah menghilang dalam sekejap. Kini, Zero dan Zeus masih di dalam ruang kendali Pesawat Black Pegasus.
"Tuan, apa yang harus kita lakukan?" Zeus bertanya.
Zero tersenyum dan menjawab, "Yah, aku ingin mencoba, manakah yang lebih baik antara Argonaut ataukah Black Pegasus-ku."
Secara alami, Zeus menyadari makna dari perkataan Zero. Jelas, Zero berniat untuk menghabisi suku Geolien ini.
Ketika Zero melihat parameter sumber tenaga, seperlima bar telah berkurang. Ini adalah harga yang harus dibayar karena perubahan lanskap tadi.
Setelah membaca dan memahami keseluruhan fungsi setiap fasilitas Pesawat Tempur Luar Angkasa ini, Zero sekarang dapat mengemudikan Black Pegasus.
"Aktifkan Penghalang Ruang!"
[Mengaktifkan Penghalang Ruang.]
Sistem telah berintegrasi dengan Black Pegasus. Jadi, ada fungsi otomatis tersendiri yang berbeda dari Argonaut.
Biasanya, dibutuhkan banyak awak pesawat untuk mengendalikan Pesawat Tempur Luar Angkasa. Namun, itu tidak berarti bagi Zero.
Dengan perintah sederhana, Sistem akan langsung mengeksekusi perintah dan mengendalikan Black Pegasus secara otomatis.
Di luar angkasa, di sekitar Black Pegasus, 1 lapis penghalang berbentuk heksagonal tercipta dan saling menyambung membentuk jaring di sekeliling sosok pesawat.
Penghalang Ruang berfungsi sebagai pelindung dari kerusakan yang disebabkan oleh gangguan ruang ketika pesawat melaju dalam kecepatan tinggi.
Saat itu, Zero merasakan kekuatan misterius yang menyelimuti sosok kapal. Secara alami, Zero tahu ini adalah Kekuatan Ruang. Dia tertarik dengan kekuatan ini. Tetapi, kali ini dia lebih tertarik dengan kemampuan Black Pegasus.
"Aktifkan mesin! Aktifkan pendorong! …"
Dengan berbagai perintah, semua mesin dan persiapan yang dibutuhkan untuk menggunakan Black Pegasus terpenuhi.
Pendorong energi di belakang dan sayap pesawat mulai muncul sedikit, menunggu perintah selanjutnya.
"Baiklah, mari kita mulai!" Zero menarik tuas kemudi dan Black Pegasus terangkat ke arah tertentu.
"Melaju!"
Pendorong energi langsung melonjak, ruang terdistorsi dan pesawat melaju, meninggalkan efek light-boom, yang mirip sonic-boom. Dalam sekejap, Black Pegasus berubah menjadi aliran cahaya yang melaju dengan sangat cepat.
Jarak 1 tahun cahaya dilalui hanya dalam satu detik. Ketika melaju, ruang yang dilalui menjadi kacau dan tampak bisa menghancurkan apapun yang menyentuhnya. Namun, di bawah kekuatan Penghalang Ruang, Black Pegasus sama sekali tidak mengalami kerusakan.
Kecepatan saat ini mungkin sangat cepat, namun itu tidak sebanding dengan kecepatan perubahan lanskap ketika melacak Planet Ares. Meski begitu, sensasi ketika layar yang menunjukkan lingkungan luar terus bergerak memberi kesan yang menyenangkan.
Bintang-bintang di sekitar tampak memuai dan memanjang. Itu karena kecepatan yang sangat cepat!
Namun, jarak antara medan pertempuran dengan Zero sangatlah jauh. Ini adalah perjalanan lintas galaksi. Setidaknya, jarak minimal adalah jutaan tahun cahaya.
Perlahan, Zero menaikkan kecepatan. Konsumsi sumber daya semakin meningkat secara proporsional.
2 tahun cahaya perdetik, 3 tahun cahaya perdetik, 4 tahun cahaya per perdetik …
__ADS_1
Kecepatan mulai naik dan kecepatan maksimal berada di titik 100 tahun cahaya perdetik.
Itu sangat cepat!
Kecepatan Zero jika melaju dengan kekuatan penuh hanya bisa 10 tahun cahaya perdetik. Ini sepuluh kali lebih baik dari kecepatan Zero.
Meski begitu tantangan tidak berasa. Lagipula, tidak ada apapun di luar angkasa ini. Zero belum menemukan satupun benda sejauh ini. Kalaupun ada, itu hanyalah Planet Mati atau asteroid kecil yang tidak layak diperhatikan.
10 menit berlalu.
Zero telah melaju sejauh kurang lebih 60.000 tahun cahaya. Di hadapan Zero, sebuah bentang alam yang terdiri dari berbagai gas-gas alam yang kaya terlihat.
Gas-gas tersebut mengeluarkan cahaya berwarna-warni yang didominasi oleh warna merah dan ungu.
Jika dilihat dengan mata telanjang, penampilan ini tidak akan terlihat. Namun, melalui layar, penampilan gas-gas yang indah ini dapat dilihat dengan jelas.
Itu adalah penampilan dari nebula!
Hamparan gas-gas seperti hidrogen, helium dan plasma. Nebula juga dikenal sebagai asal mula bintang.
Seperti yang kalian ketahui, bintang merupakan gumpalan gas raksasa yang berbentuk bulat padat dengan sifat plasma yang memancarkan panas. Di inti nebula, kerap kali terjadi beberapa reaksi berantai yang dapat menghasilkan gelombang elektromagnetik dan gravitasi. Namun, dibutuhkan waktu yang tak terhitung jumlahnya untuk membentuk sebuah bintang.
Saat itu, gravitasi akan tercipta dan menarik semua gas-gas yang ada. Kemudian, dikondensasikan menjadi bola padat seperti matahari.
Di dalam sini, di dunia di mana keajaiban terjadi, secara alami Zero bisa menebak bahwa ada semacam bahaya yang tersembunyi. Entah itu disebabkan oleh alam, maupun makhluk luar angkasa.
Dia tidak ingin membuang sumber tenaga dan waktu.
Setelah pernah melewati nebula ini, Zero bisa mengetahui secara kasar tentang ukuran nebula ini.
Jadi, Zero mengatur sesuatu seperti angka di tuas kemudi. Kemudian, dia memberi perintah pada Sistem, "Aktifkan Lompatan Ruang!"
Tiba-tiba, kecepatan Black Pegasus melambat secara dramatis sebelum memasuki wilayah nebula.
Semua fasilitas tampak telah mati saat itu. Di sisi lain, paramater sumber tenaga mulai turun secara dramatis.
Zero segera memberi perintah pada Zeus, "Zeus, isi ulang sumber energi!"
Zeus segera bergerak dengan sigap. Dia mengeluarkan banyak bongkahan kristal ungu yang memiliki fluktuasi Energi Sihir yang murni.
Magic Crystal!
Dalam sekejap, Magic Crystal pecah, menjadi partikel energi berwarna ungu yang terserap ke dalam Magic Source Crystal.
Sementara parameter sumber tenaga naik turun, Kekuatan Ruang mulai tumbuh di depan Black Pegasus. Samar-samar, Zero merasakan ruang di depan terdistorsi, terlilit, berputar dan pecah.
Zero merasakan anomali ini. Dia melihat bola permata hitam pekat yang mengeluarkan Kekuatan Ruang yang besar.
Inti Cacing Semesta!
Energi Sihir diserap ke dalamnya dengan kecepatan ekstrem. Hal itu menyebabkan beberapa reaksi yang membentuk sesuatu di depan yang berhubungan dengan Kekuatan Ruang.
Tiba-tiba, di depan Black Pegasus, muncul pusaran yang di dalamnya dipenuhi kekosongan dan kegelapan tak berujung. Sekilas, pusaran itu tampak seperti Gate. Namun jika diperhatikan dengan teliti, ini sedikit berbeda.
Bergerak secara otomatis, Pendorong Energi Black Pegasus melonjak dan Black Pegasus masuk ke dalam pusaran.
***
Tekan like jika kamu suka cerita ini.
Tekan love jika kamu suka novel ini.
Dukung author dengan vote dan hadiah.
__ADS_1
Beri saran, kritik atau hal yang ingin ditambahkan dalam cerita di kolom komentar.
Terimakasih