[DROP] Supreme World'S System (Sistem Dunia Tertinggi)

[DROP] Supreme World'S System (Sistem Dunia Tertinggi)
Chapter 144 ~ James


__ADS_3

Di lorong yang lembab pada siang hari, terjadi pertikaian antara dua orang pria dan satu orang. Zero sendirian, menghadapi lawannya dengan acuh tak acuh tetapi menghina juga.


Saat pria gendut maju, tongkat ber-permata merah pucat menjadi bersinar, dia tampak merapalkan mantra. Saat berikutnya, kobaran api muncul dan membentuk bola.


"Fireball!" seru pria gendut.


Bila api melesat, Zero mencibir dalam hatinya. Dia memiliki kemampuan untuk mengendalikan api, bola api sepele ini berani menyerangnya?


Zero melambaikan tangannya dan bola api yang seharusnya menyakiti Zero, menghilang.


"Apa?!" Wajah pria gendut itu tercengang.


Zero menghina mereka dan berkata, "Kalian sepertinya orang yang sulit diatur. Baiklah, sepertinya aku harus menggunakan cara kasar."


Selesai berbicara, Zero melompat ke depan. Pria jelek yang memegang belati tersentak, dengan reflek, dia menyerang Zero.


Tapi, sebelum belati sampai, Zero dengan cepat memukul wajahnya dengan pukulan jab kanan, dan perutnya hingga rasa sakit yang memuakkan muncul di ulu hati.


Bugh, bugh!


Pria jelek mengerang, dia jatuh tersungkur dengan wajah yang menghantam tanah. Sebelum pria gendut beraksi terhadap hal itu, Zero sudah sampai.


Melayang di udara, Zero menendang wajah pria gendut dengan keras. Pria gendut itu pun terjatuh dengan wajah kesakitan.


Dengan mata tanpa emosi, Zero menginjak kaki pria jelek hingga tulangnya patah.


"Aaarrrgh!" teriakannya sangat keras, ada kemungkinan untuk menarik perhatian umum di jalan.


Jadi, Zero segera membungkam mulutnya dengan menendang wajahnya.


"Berisik! Kubunuh, lo! Aku ingin tanya beberapa hal!" Zero berkata sambil menginjak wajah pria jelek. Wajah yang sudah jelek menjadi lebih jelek.


Darah merah keluar dari mulut dan hidungnya karena serangan Zero. Matanya berair dan berasa ingin menangis.


Dia berkata, "To-tolong! Ampuni aku!"


"Sudah kubilang jangan berisik!" Saat Zero hendak menendang wajah pria jelek itu lagi, anak muda yang ditindas sebelumnya bangkit.


Dengan sempoyongan, anak muda itu berteriak, "Tunggu! Tuan, berhenti!"


Zero meliriknya dengan acuh tak acuh, dia berkata, "Ada apa?"


Anak muda itu berkata, "Tuan, dia adalah anggota dari Balck Scorpion!"


"Black Scorpion?" Zero mengangkat alisnya.


Anak muda itu mengangguk dan menunjuk ke penggung tangan pria jelek, "Itu, tato kalajengking itu adalah simbol dari organisasi mereka. Tuan mungkin tidak tahu, tapi … Organisasi Black Scorpion itu menguasai dunia bawah tanah ibukota. Hanya beberapa orang kota yang tahu masalah ini. Tapi, orang-orang kumuh tahu keberadaan mereka."


Zero berbicara sambil memegang dagunya, "Jadi begitu, sepertinya Organisasi Black Scorpion ini cukup hebat, ya. Mereka mampu beroperasi di ibukota."

__ADS_1


Zero menoleh ke pria jelek itu dan bertanya sambil menginjak kepalanya lebih kuat, "Apa itu benar?"


Pria jelek segera menjawab, "Benar, benar! Itu benar! Karena itu … Tuan, tolong lepaskan kami! Kami pasti akan melupakan masalah ini dan berjanji tidak akan muncul di hadapanmu!"


Zero menyeringai, "Bagaimana bisa aku mempercayainya?"


Pria jelek itu menjadi pucat wajahnya. Tapi, saat berikutnya, tekanan di kepalanya menghilang.


Zero yang telah mengangkat kakinya berkata, "Baiklah, pergi! Jika aku melihatmu lagi, kau akan tahu akibatnya."


Zero tidak percaya kalau orang-orang ini tidak akan mencari masalah lagi. Seperti dalam cerita di novel, melepaskan penjahat pasti akan menambah masalah di masa depan.


Tapi, kemampuan Zero saat ini, dia tidak akan kesulitan untuk melawan satu organisasi rendahan milik mereka.


Zero menendang perut pria gendut dan menyuruh untuk membawa temannya pergi. Akhirnya, mereka pun pergi dengan susah payah dan kebencian yang masih tertinggal.


Melirik ke anak muda sebelumnya. Bajunya kumuh dan begitu juga dengan kulitnya yang penuh luka. Sekilas, Zero tahu bahwa anak muda berumur sekitar 13 atau 14 tahun. Tiba-tiba, anak itu terjatuh karena tidak bisa menahan sakit di kakinya.


Zero menghampirinya dan berkata, "Bocah, siapa namamu?"


Anak muda itu hendak membuka mulutnya.


Sambil berjongkok, Zero mengulurkan tangan ke depan dan berbisik, "Heal!"


Di tangan Zero, cahaya kehijauan yang lembut dan hangat mulai keluar. Cahaya itu menutupi tubuh anak muda dan luka-luka yang dideritanya menjadi sembuh kembali.


Dia tidak merasakan sakit lagi, hanya ada perasaan yang nyaman membungkus tubuhnya. Sesaat berikutnya, cahaya menghilang dan rasa nyaman juga menghilang.


Mata dan wajah anak itu dipenuhi keterkejutan dan kekaguman. Dia sungguh tidak percaya luka-luka tadi langsung sembuh.


Zero bertanya lagi, "Siapa namamu?"


Anak muda itu menjawab, "James, namaku James!"


Selesai mengatakan itu, Zero memeriksa status anak bernama James itu melalui Mysteri Appraisal.


Dari sana, Zero mengetahui beberapa hal.


Tidak ada yang spesial dari anak ini. Level 45 dengan kelas Pencuri. Lalu, dari latar belakang yang Zero lihat, James ini adalah anak yatim piatu yang hidup di kawasan kumuh bersama adik laki-lakinya yang sedang sakit.


Dia menjadi pencuri dan memberi sebagian besar penghasilannya pada kelompok Black Scorpion tadi.


Zero mengangguk, "James, ya. Apa kamu memiliki masalah?"


James segera sadar dari terpana karena penyembuhan Zero. Menyadari kemampuan penyembuhan ini, James buru-buru memohon, "Tuan, Tuan Zack! Tolong! Selamatkan adikku!"


Zero tersenyum kecil dan bertanya, "Kenapa aku harus menolong adikmu?"


Mendengar hal ini, James merasa disambar petir. Dirinya sendiri juga mengetahui bahwa dunia ini sangat kejam!

__ADS_1


Lagipula, untuk apa orang ini menolongnya?


Dia hidup dengan kesulitan, mencuri uang orang lain dan makan dengan barang curian. Dirinya sangat paham kalau tidak alasan untuk menyelematkan orang lain.


Tapi! Meski begitu!


"Tolong!" James menitihkan air mata dan berteriak keras, "Selamatkan adikku!"


Dia mencengkram celana Zero dengan kuat dan putus asa. Zero tersenyum dan berkata, "Baiklah, aku akan minta bayarannya nanti. Tapi, persiapkan saja dirimu."


Zero berdiri, James yang mendengar jawaban positif Zero menjadi senang dan menghapus air matanya.


"Jadi, dimana adikmu?" tanya Zero sambil menoleh ke kerumunan di jalan.


.....


Di suatu tempat di daerah kumuh, seseorang berjubah dengan menyembunyikan wajahnya melalui tudung, menoleh ke arah tertentu.


Matanya merah dan kering, kelopak dan kantung matanya merosot dan tampak gelap. Jelas, dia kelelahan dan kurang tidur.


Saat melirik ke arah tertentu, dia mengerutkan kening, "Aura ini … iblis!"


.....


Di Distrik Bangsawan di Kota Hiera, seorang gadis yang polos dan memancarkan sinar suci sedang berlutut di Katedral Kepercayaan Barosa.


Di sana, simbol matahari yang membara dengan siluet seseorang, terpajang dengan megah. Gadis itu berlutut dan terus berdoa.


Suatu saat, dia menoleh ke arah tertentu dan mengerutkan kening.


"Aura ini …." Wajahnya tiba-tiba menjadi cerah dan gembira, dia berteriak, "Dewa!"


.....


James memandu Zero berjalan menuju adiknya berada. Melalui jalan yang berliku-liku menuju pemukiman kumuh, Zero melihat banyaknya tindak kriminal.


Beberapa saat kemudian, dia tiba di suatu sudut kota. Bangunan yang kumuh dan tidak terawat terlihat di depan. Temboknya cukup kokoh, tetapi atapnya banyak yang berlubang.


James berhenti di depan dan berkata dengan senang, "Di sini, Tuan, silahkan masuk!"


Tanpa ragu, Zero pun masuk ke dalam.


***


Tekan like jika kamu suka cerita ini.


Tekan love jika kamu suka novel ini.


Dukung author dengan vote dan hadiah.

__ADS_1


Beri saran, kritik atau hal yang ingin ditambahkan dalam cerita di kolom komentar.


Terimakasih


__ADS_2