[DROP] Supreme World'S System (Sistem Dunia Tertinggi)

[DROP] Supreme World'S System (Sistem Dunia Tertinggi)
Chapter 142 ~ Kota Hiera


__ADS_3

Crhono Zero, selama hidupnya, dia belum pernah merasakan sesuatu yang dinamakan 'tidur'.


Pada dasarnya, dia hanya merilekskan otot-otot tubuh sebagai bentuk istirahat dibandingkan tidur. Dia hanya memejamkan mata dan melihat kegelapan melalui mata yang tertutup.


Tapi, itu tidak terlalu menjadi masalah. Kali ini, berkat segel jiwa yang mengendur, kemungkinan besar dirinya bisa tertidur dan bermimpi.


Setelah selesai memakan sebungkus Nutrition Bar, Zero menatap langit cerah yang berbintang.


Dunia ini luas, tidak peduli seberapa luas, sesuatu pasti memiliki batas. Sama seperti dunia ini, hanya karena kita tidak mampu, kita menyebut itu tidak memiliki batas.


Zero merenung dan suatu ketika dia berpikir, "Haruskah aku tidur?"


Saat ini, dia tidak merasakan kantuk sedikitpun meski belum pernah beristirahat selama beberapa hari.


"Yah, terserahlah, lebih baik aku memahami beberapa hal dengan Zeus, barang kali itu akan berguna suatu hari nanti."


Dengan itu, Zero memutuskan untuk menghabiskan malam dengan berbincang-bincang mengenai pengalaman Zeus bersama yang lainnya.


.....


Keesokan harinya, api unggun kehabisan kayu bakar dan perlahan padam.


Mentari naik dan menyinari dunia, Zero berdiri dan melihat Ally dan rombongannya bangun satu per satu. Kemudian, Zero dan para pelayannya pergi ke sungai untuk mencuci muka.


Air sungai jernih dan bersih. Sungai itu dangkal, bisa menampakkan sesuatu di dalamnya karena kejernihannya.


Beberapa saat kemudian, Ally datang kepada mereka.


"Permisi, Tuan Zack, jika berkenan, bolehkah aku tahu tujuanmu saat ini?" tanya Ally dengan sopan.


"Hmm, benar juga, ya. Omong-omong, ke mana kamu mau pergi?" tanya Zero balik.


Tanpa sedikitpun merasa terganggu, Ally menjawab, "Saya dan rombongan berniat untuk pergi ke Ibukota Kekaisaran."


"Ibukota Kekaisaran, ya." Zero bergumam. Lalu, dia berkata, "Kalau begitu, boleh kami ikut denganmu?"


Wajah Ally menjadi cerah dan tidak bisa menyembunyikan kesenangannya yang ditunjukkan melalui senyum cerah, "Tentu, tentu saja boleh. Itulah niatku datang ke sini."


Dengan persetujuan itu, Zero ikut pergi ke Ibukota Kekaisaran. Dia juga sebenarnya cukup tertarik dengan ini.


Setelah semua orang siap untuk pergi, Zero dan yang lainnya memulai perjalanan. Di sisi Ally, terdapat dua kesatria.


Salah satu orang itu bernama Vintage dan yang lainnya adalah pemuda yang pingsan saat Zero menolong Ally. Setelah mengecek status pemuda itu dengan Mysteri Appraisal, Zero mengetahui bahwa pemuda itu bernama Regard.


Sementara itu, jika dilihat dari kondisi mentalnya, dia tampak melihat Zero dengan tajam. Regard itu menunjukkan permusuhan yang samar sebagai saingan cintanya.


Zero hanya menggelengkan kepala dan bergumam, "Masa muda … tunggu, aku juga masih muda, ya."


.....

__ADS_1


Setengah hari setelah perjalanan, Zero dan yang lainnya keluar dari hutan. Hamparan padang rumput yang luas terlihat dan di kejauhan, tembok raksasa setinggi 20 meter juga terlihat.


Perjalanan tadi tidak ada yang khusus, hanya beberapa hewan buas rendahan yang menghalangi perjalanan. Selain itu, tidak ada masalah lain.


"Inilah Ibukota Kekaisaran, Kota Hiera!" seru Ally tiba-tiba. Selama hidupnya, dia hanya datang ke sini kurang dari sepuluh kali.


Kota Hiera ini merupakan ibukota dari Kekaisaran Paliji. Memiliki bentuk lingkaran dan memiliki tembok pembatas sebanyak tiga lapis.


Itu mirip dengan Ibukota Wolfgang di Kerajaan Goethe. Kota ini memiliki diameter 200 kilometer. Penduduk yang padat di dalamnya memungkinkan berbagai transaksi. Di sana juga terdapat jalur rel kereta api yang menghubungkan berbagai kota.


Pada awalnya, Ally menaiki kereta api untuk pergi ke sini. Tapi, siapa yang menyangka kalau ada Magic Beast yang menyerang salah satu jalur kereta api?


Berdasarkan informasi, para pahlawan dari dunia lain pergi ke sana untuk menaklukkan Magic Beast itu. Dibutuhkan satu hari untuk penaklukan dan hari berikutnya untuk perbaikan rel kereta.


Jadi, dalam dua hari itu, Ally tidak bisa menunggu dan langsung pergi ke sini melewati hutan.


Di padang rumput yang luas, terdapat beberapa jalan setapak yang digunakan untuk keluar-masuknya orang-orang. Kota Hiera memiliki 4 gerbang kota yang sesuai dengan arah mata angin.


Di kejauhan, orang-orang dengan membawa banyak barang bawaan, berbaris di depan gerbang. Penjaga gerbang mengecek orang-orang yang masuk dan orang-orang harus membayar pajak masuk.


Tapi, Zero dan yang lainnya tidak perlu mengantri. Mereka melewati baris antrian dan langsung menuju ke gerbang kota.


"Berhenti, siapa di sana?" Suara seseorang tiba-tiba terdengar dari gerbang.


Rombongan Zero dan yang lainnya berhenti dan melihat seorang prajurit penjaga gerbang sedang berlari menuju mereka. Seorang kesatria berzirah lengkap dengan lambang perisai di dadanya turun dari kereta dan berjalan menuju prajurit.


Orang itu adalah Vintage.


Mendengar hal ini, sang prajurit sedikit tercengang, "Wilayah Mygard? Nona Mygard Ally? Jadi Anda dari Duke Mygard. Maafkan kekasaran tadi, saya akan melaporkan hal ini pada kapten dulu."


Prajurit itu berlari menuju gerbang dan melaporkan hal ini pada kapten penjaga gerbang. Beberapa saat kemudian, seorang pria paruh baya datang dengan beberapa prajurit di belakangnya. Sekilas, orang ini terlihat cukup kuat, bahkan lebih kuat dari Vintage.


Itu adalah hal yang wajar mengingat tempat ini adalah ibukota Kekaisaran.


Kapten penjaga yang merupakan pria paruh baya itu berkata dengan sopan, "Maafkan saya karena terlambat datang, silahkan masuk terlebih dahulu."


"Tidak apa-apa, kami juga datang tanpa pemberitahuan." Vintage melambaikan tangannya dan berbalik masuk ke dalam kereta.


Ratusan orang yang mengantri menatap rombongan Zero dengan takjub. Mereka tidak tahu siapa orang-orang ini, tetapi datangnya kapten penjaga merupakan bukti bahwa orang-orang membawa orang penting di dalamnya.


Di dalam kereta, Zero hanya mengamati situasi di luar dengan sedikit bosan. Demi menunjukkan kesopanannya, Ally mengajak Zero dan para pelayannya masuk ke dalam kereta. Kereta itu tidak terlalu luas, tapi kurang lebih itu sudah cukup bagi Zero dan Ally beserta pengawalnya.


Selesai memasuki Kota, Zero turun dari kereta kuda.


Zero berkata sambil tersenyum, "Terimakasih atas tumpangannya, Ally. Kapan-kapan kita bertemu lagi, aku akan membalasnya."


"Tidak apa-apa, itu bukan masalah. Lagipula, Anda telah menyelamatkan nyawa kami, justru seharusnya saya yang berterimakasih. Jika ada sesuatu, katakan saja kepada saya."


"Baiklah, kalau begitu."

__ADS_1


Kereta yang membawa Ally berjalan pergi. Dia memiliki urusan penting yang berhubungan dengan wilayah Perbatasan. Kawanan Magic Beast yang datang kali ini tidak bisa ditahan oleh kekuatan wilayah Mygard. Mereka membutuhkan bantuan dari ibukota. Itulah alasan Ally pergi ke sini.


Setelah itu, sekumpulan tentara bayaran juga telah berpisah dari Ally. Seorang pria kekar yang merupakan pemimpin tentara bayaran berjalan menuju Zero dan berkata, "Terimakasih atas bantuanmu kali ini, Tuan. Saya Holdan, ketua kelompok tentara bayaran ini. Sebelumnya saya telah diselamatkan oleh pemuda di sana itu."


Holdan menunjuk ke Zeus. Sebelumnya, Holdan bertempur dengan wakil pemimpin bandit, di saat-saat terkahir, untungnya Zeus datang dan menghabisi para bandit.


"Oh, Tuan Holdan, ya. Tidak apa-apa, itu bukan masalah." Kata Zero.


"Ngomong-ngomong, kalian telah berhasil memusnahkan bandit Greed Wolf, kami akan menukarkan hadiahnya. Jadi, bisakah Anda menunggu? Kami akan segera mengirimkannya pada Anda."


Zero mengangkat alisnya dan teringat, dia berkata, "Hahaha, tidak perlu. Hadiah itu untuk kalian saja. Aku hanya ingin menanyakan apa ada penginapan yang bagus di sekitar sini?"


"Tapi …" Holdan hendak berkata sesuatu tetapi Zero bertanya tentang penginapan, "Um, penginapan yang bagus saya rasa itu ada di dekat sini. Kalau tidak salah namanya adalah Catfish. Lokasinya di sana, apakah Anda lihat papan itu?"


Holdan menunjuk ke suatu bangunan dengan papan gantung yang menunjukkan gambar kaki kucing dan ikan.


"Oh, iya, terimakasih. Aku akan pergi dulu." Zero segera menuju bangunan itu dan meninggalkan kelompok tentara bayaran.


Holdan terus berteriak untuk memberikan hadiah atas pemusnahan bandit tetapi Zero mengabaikannya. Ngomong-ngomong, Balph sepertinya menarik perhatian.


Wujudnya masih serigala. Zero yang mengetahui hal ini segera pergi ke sebuah lorong.


"Hei, Balph, cepat tranformasi tubuhmu." Zero menyuruh Balph.


Wujud serigala Balph menarik perhatian umum, itu bisa menyebabkan hal-hal yang tidak diinginkan. Beberapa saat kemudian, sinar cahaya keluar dari tubuh Balph.


Bulu abu-abunya seperti mengeluarkan cahaya terang, kemudian sosok serigala secara bertahap berubah. Hanya dalam waktu singkat, siluet pria berambut panjang yang tertutupi cahaya muncul.


Ketika sinar cahaya menghilang, sosok seorang pria tampan berambut abu-abu panjang terlihat. Tubuhnya terlihat kuat dan proporsional. Semuanya persis seperti manusia, tetapi telinganya adalah telinga serigala. Di pergelangan tangan dan kakinya juga dibungkus oleh bulu serigala.


Setelah sekilas melihat, Zero mengalihkan pandangannya ke keramaian dan berkata, "Zeus, berikan dia pakaian yang cocok."


Mendengar hal ini, Zeus langsung menyambar tangannya ke Dimensional Storage dan mengambilkan satu set pakaian bertudung.


Pakaian itu memiliki garis bulu di setiap pinggirannya dengan tudung baju yang tepat, itu memberikan tampilan yang cocok pada sosok manusia Balph. Pada bagian tubuh yang berbulu serigala, Zeus memberikan plakat armor untuk menutupinya.


Beberapa saat kemudian, Zeus datang ke Zero dan berkata, "Sudah selesai, Tuan."


"Oke, mari kita pergi ke Catfish." Tanpa melihat Balph, Zero berjalan ke jalan yang ramai dan menuju bangunan yang ditunjuk Holdan.


***


Tekan like jika kamu suka cerita ini.


Tekan love jika kamu suka novel ini.


Dukung author dengan vote dan hadiah.


Beri saran, kritik atau hal yang ingin ditambahkan dalam cerita di kolom komentar.

__ADS_1


Terimakasih


__ADS_2