[DROP] Supreme World'S System (Sistem Dunia Tertinggi)

[DROP] Supreme World'S System (Sistem Dunia Tertinggi)
Chapter 50 ~ Evolusi Barosa


__ADS_3

Pagi hari yang cerah, semua makhluk hidup melakukan kebiasaan mereka. Barosa sekarang, masih menjadi pemilik dari sistem dunia Karaztam.


"Hngghhh~"


Barosa meregangkan tubuhnya setelah dapat tidur untuk pertama kali sejak beberapa tahun terakhir. Dia tidur di dahan pohon bersama Hagle.


"Baiklah, sekarang tinggal menunggu, Tuan."


***


Alexander—Mantan Raja Iblis, Margus, sekarang bekerja di bawah kepemimpinan Alexander. Kekuatan keseluruhan Alexander sepertinya lebih tinggi dari pada Margus. Meski begitu, Alexander belum bisa menggunakan sihir. Sehingga, dia akan kalah jika bertarung dengan Margus. Itulah alasan Alexander mempelajari sihir bersama dengan Venti.


Sedangkan aku, aku sedang bersiap-siap untuk evolusi Barosa.


"Baiklah, persiapan telah selesai. Tinggal ... membawa anak-anak itu kembali ke bumi."


Masaki Toiko sang pahlawan, sekarang sedang menunggu kedatanganku untuk mengantarkan dia beserta teman sekelasnya kembali ke bumi. Dia sepertinya sangat berharap.


Aku keluar dari kastil dan Hutan Darest dengan terbang.


"Pertama-tama, aku harus pergi ke Barosa dulu."


Tidak jauh dari Hutan Darest, terdapat sebuah pohon yang rindang. Tidak kecil, namun juga tidak besar. Barosa sedang duduk bersandar di pohon sambil bersenandung. Sedangkan Hagle sedang bertengger menatap udara.


"Barosa, apa kau sudah siap?" tanya aku.


Barosa buru-buru berdiri dan menjawab, "Tentu, aku sudah siap."


Kami berdua pergi meninggalkan Hagle dan terbang dengan kecepatan tinggi.


"Tujuan pertama hari ini. Pergi ke Ibukota Kerajaan Goethe."


Swooosh.


Kecepatan terbang kami termasuk sangat tinggi. Siapa sangka, melintasi benua dapat dilakukan hanya dalam beberapa menit. Jarak dari tengah Benua Karazbis dengan Ibukota Wolfgang sekitar 479,000 km.


***


Beberapa saat kemudian.


"Selamat datang, Tuan."


Mantan raja dari Kerajaan Goethe, Agnous von Goethe. Sekarang dia hanyalah bangsawan tingkat marquis saja setelah bangkit. Dia menyambut kedatanganku beserta dengan putri keduanya, Malsi von Goethe.


"Kami telah menunggu kedatangan Anda. Sekarang, pahlawan dan teman-temannya sedang menunggu Anda. Silahkan lewat ke sini, Tuan."


Kami berdua di hantarkan melewati lorong-lorong istana dan akhirnya sampai di ruang aula. Di sana semua orang sedang berbincang-bincang dengan orang yang mereka kenal.


Malsi menepuk tangannya untuk menarik perhatian. "Semuanya, harap dengar!"


"...!"


Semua orang mulai menghadap ke arahku. Malsi melanjutkan, "Seperti yang kalian inginkan, sekarang kalian akan pulang. Silahkan, Tuan ..."


Malsi berpikir, 'Siapa namanya, ya?'


Aku langsung tahu dan berkata pada semua orang, "Langsung saja. Aku akan menggunakan teleportasi."


Aku memanggil system, 'System, kirim mereka menggunakan teleportasi area luas. Tujuan, bumi. Dan juga, hapus ingatan mereka tentang diriku dan dunia ini. '


[Mempersiapkan teleportasi area luas non-absolut.]

__ADS_1


[Tujuan: Bumi.]


[Memblokir memori 32 orang.]


[1,000,000 poin system telah dikonsumsi untuk teleportasi area luas.]


[320 poin system telah dikonsumsi untuk pemblokiran memori.]


[1,000,320 poin system dikonsumsi.]


Lingkaran cahaya tanpa pola sihir, mengelilingi orang-orang dari dunia lain. Namun, ada Ayane Sasane yang tampak ingin menghampiriku dan mengatakan sesuatu.


"Tung-"


Kalimatnya tidak dapat diselesaikan dan mereka semua menghilang, seolah-olah memang tidak ada. Aku berkata pada Malsi, "Malsi, ada pelayanku yang akan ke sini. Aku menyerahkan kepemimpinan padanya. Nanti kau akan berada di bawah kuasanya."


"Ba-baik, Tuan."


Aku melirik Barosa.


"Ayo."


Aku dan Barosa pergi lagi ke istana di pulau terpencil. Penerbangan yang jauh dimulai lagi.


***


Istana Barosa, itu adalah tempat di mana pusat dunia berada. Tempat di mana satu-satunya titik untuk pergi ke ruang pengendali dunia. Sekarang tempat itu menjadi kacau karena aku berlebihan dalam membantai pasukan malaikat.


"Barosa, aku ingin memastikan sesuatu."


Setelah tiba di ruang audiensi, Barosa tampak bersemangat.


Barosa menjawab, "Ada apa, Tuan?"


"Hah? Seharusnya sih begitu. Dari ingatanku beberapa ribu tahun yang lalu, sebelum aku dikirim ke sini. Ayahku memintaku mengurus dunia ini dan mencapai ras dewa tingkat menengah. Setelah itu, perwakilan akan mengantarku pulang. Memangnya ada apa, Tuan?"


Ras dewa memiliki tingkatan seperti ras lain. Dari ras 'low god', 'god', high god' dan seterusnya. Aku menatap Barosa selagi berpikir.


"Tidak, tidak ada apa-apa. Kalau begitu, langsung saja aku ubah kau kembali ke ukuran aslimu dan mulai evolusi-mu."


"Baik, Tuan!" jawab Barosa dengan semangat.


Aku memanggil system dalam batin saat memejamkan mata, 'System, ubah kembali Barosa ke ukuran semula.'


[Permintaan diterima.]


[Memuat dari data 'Furry Barosa.']


[Data telah didapatkan.]


[Memulai pengembalian ukuran. Rasio dari tubuh saat ini akan sama saat ukuran berubah.]


[Mengkonsumsi 1000 poin system.]


Aku menyentuh kening Barosa dan sensor hijau sedang mengidentifikasi data dari setiap sel tubuh Barosa. Seketika, tubuh Barosa mulai membesar sedikit demi sedikit. Aku mundur beberapa langkah agar tidak terkena tubuh Barosa yang membesar.


Pakaian yang kami ambil dari pengembara di dekat Desa Kotora menjadi sobek. Barosa jadi telanjang lagi.


Barosa melihat-lihat tubuhnya.


"Wooaah! Luar biasa. Rasanya, hanya ukuranku saja yang berubah. Ah ...!" Barosa yang sedang tercengang baru menyadari bahwa dirinya telanjang bulat.

__ADS_1


Aku berkata sambil memasukkan tangan ke dalam sebuah lubang yang berwarna hitam, "Oh, iya. Aku menyimpan pakaianmu waktu itu."


Saat aku menarik tanganku, lubang hitam itu berubah menjadi putih. Ini adalah hasil dari Legendary skill: Dimensional storage.


Kemudian, sebuah kain berwarna putih, keluar saat aku tarik. Kain tersebut sangat panjang, ternyata itu adalah pakaian milik Barosa yang aku simpan saat aku mengecilkannya.


Itu adalah pakaian kuno bangsa Yunani di bumi.


"Nih, pakai pakaianmu ini."


Aku menyerahkan pakaian itu kepada Barosa.


"Dengan ini, bisakah kau langsung memulai evolusi-mu?"


"Tentu, Tuan."


Barosa mengambil batu abu-abu di sandaran singgasana. Itu adalah batu yang menyerap jiwa-jiwa orang yang telah mati di Dunia Karaztam dan mengumpulkannya.


Segera Barosa duduk bersila. Kemudian, aura di lingkungan itu seolah-olah tertarik ke arah Barosa. Muncul lingkaran cahaya di sekeliling tempat Barosa duduk bersila.


Tidak butuh waktu lama setelah lingkaran cahaya muncul, sebuah barrier yang berwarna coklat keemasan menutupi Barosa. Aku bergumam sendiri, "A-apa ini? Saat aku berevolusi, tidak ada pelindung seperti itu, lo."


Di tengah-tengah kebingungan, aku bertanya pada system, "System, kapan Barosa menyelesaikan evolusi?"


[Menurut analisa system, evolusi individu Furry Barosa akan selesai dalam tiga hari.]


"T-tiga hari?! Itu lama juga, ya. Aku berniat untuk melakukan sesuatu dulu hingga Barosa selesai tapi, tidak kusangka membutuhkan waktu selama tiga hari."


Hari pertama evolusi Barosa. Tulang-tulang Barosa akan diperkuat tanpa penghancuran. Ini berbeda dengan metode evolusi-ku. Barosa merasa semakin kuat, sedangkan aku akan merasa sakit (meski tidak terasa).


Di hari pertama itu juga, aku pergi ke selat antara Benua Sarte dan Benua Karazbis, Selat Bisia. Itu adalah tempat di mana aku menaruh ras laut, Xorta ke dalam ruang dimensional storage. Waktu di ruang itu terhenti, sehingga para Xorta dapat hidup meski tidak dapat bergerak.


Lubang putih kemudian muncul di atas lautan. Kemudian, para Xorta keluar dari dalamnya hingga berjatuhan ke laut. Aku menundukkan mereka dan memberi tahu Alexander hal yang terjadi itu.


Setelah itu, aku kembali ke Istana Barosa untuk menunggu evolusi-nya.


Hari kedua dari evolusi Barosa. Setelah tulang-tulang Barosa diperkuat, Daging dan darahnya menjadi semakin kuat dan kuat.


Hari ketiga, hari terakhir dari evolusi Barosa. Jiwa dan kecerdasannya ditingkatkan ke tingkatan yang sama sekali berbeda.


Dari hari-hari sebelumnya, barier yang menutupi Barosa semakin bersinar keemasan. Sekarang, barier itu mengeluarkan cahaya yang melonjak ke atas langit. Meski tidak menembus atap, tekanan yang dikeluarkan dari fenomena ini tidak biasa.


Mata dan mulut Barosa mengeluarkan cahaya emas dan dia menghadap ke atas. Dia terangkat ke atas hingga hampir menyentuh atap.


Akhirnya, dia turun dan menyapaku, "Tuan! Aku akhirnya berha-"


Tidak sempat mengatakan sesuatu, sebuah tekanan yang mengancam tiba-tiba keluar dari belakang Barosa. Spontan, Barosa menutupi diriku dengan tubuhnya.


Sebuah portal biru keluar beserta petir-petir yang ada di sekitarnya. Lalu, sebuah kaki muncul dari dalam portal dan atmosfer di ruang audiensi menjadi berat.


Kisah dan perjalanan yang baru akan di mulai.


Melawan para dewa.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Tekan like jika kamu suka cerita ini.


Tekan love jika kamu suka novel ini.


Dukung author dengan vote dan hadiah.

__ADS_1


Beri saran, kritik atau hal yang ingin ditambahkan dalam cerita di kolom komentar.


Terimakasih


__ADS_2