[DROP] Supreme World'S System (Sistem Dunia Tertinggi)

[DROP] Supreme World'S System (Sistem Dunia Tertinggi)
Chapter 86 ~ Penguasa Lautan


__ADS_3

Clang—booom! Clang—booom!


Benturan keras yang disertai ledakan terus-menerus terjadi. Percikan api dan kilatan petir juga muncul akibat pertarungan mereka. Teknik pedang penghancur planet dan teknik trisula penguasa lautan terus menerus dikerahkan.


Para Legendary-God yang dipimpin Poseidon bertempur dengan pasukan suku Geolien.


Tidak ada yang bisa bersantai ketika berada di tempat itu.


Kemudian, Noura yang kesulitan melawan Poseidon, mulai mengeluarkan Energi Transendental. Dia menarik nafas dengan perlahan dan kemudian, aura cokelat-keemasan naik dari belakang Noura.


Aura itu adalah manifestasi dari Energi Transendental yang dimiliki Noura. Lalu, Energi Transendental itu menyelimuti seluruh tubuh hingga pedang miliknya juga.


Pedang yang indah, kini dilapisi aura keemasan yang begitu elegan. Noura membuka matanya dan meneriakkan skill yang dia miliki.


"Swordsmanship Breaking The Earth …!!"


Noura mengangkat pedangnya tinggi-tinggi. Energi Sihir dan Transendental berkumpul di dalam pedang itu.


Kemudian, dia mengayunkan pedangnya dengan indah dan cepat.


"Transcend Slash!!"


Sebuah tebasan yang melampaui segalanya tercipta. Ayunan Noura membuat Energi Sihir dan Transendental yang berkumpul di pedang menjadi terlempar dalam bentuk tebasan.


Melihat hal itu, Poseidon ikut mengayunkan trisula miliknya dan dia bergerak seperti sedang menari. Air-air muncul dari Energi Sihir setiap kali dirinya bergerak.


Mereka mengelilingi Poseidon seolah menanggapi tariannya. Mengikuti arus yang yang dibuatnya, mereka bergerak seirama dan itu sangat indah.


Semua orang yang melihat itu akan tersihir oleh tariannya dan mereka akan melupakan semua yang sedang mereka hadapi. Hanya ada rasa kekaguman bagi mereka.


Penampilan Poseidon yang memiliki tatapan dingin dan air yang mengelilingi dirinya membuat semua orang terpana. Namun, itu tidak berlaku bagi suku Geolien yang terobsesi terhadap pengetahuan dan Mizan Noura yang merupakan Transenden.


Kemudian, tarian Poseidon terhenti.


Dengan mata dinginnya, Poseidon menekuk lengannya ke belakang.


"Spear-dance, Lord of The Sea … Tusukan Ketenangan Air!"


Poseidon mendorong lengannya dan air mengitari trisula dalam bentuk spiral. Trisula itu didorong dalam bentuk tusukan.


Swooosh~


Bagaikan genangan air tenang yang dijatuhi setetes air, serangan Poseidon keluar dari ujung trisula itu.


Kemudian, sebuah aura dengan bentuk yang sama seperti ujung trisula nya keluar. Warna biru yang begitu indah, tampak seperti air tenang yang mengalir. Namun, dari kedalaman itu, sebuah tekanan yang mengerikan dapat dirasakan.


Akhirnya, serangan Noura dan Poseidon saling bertemu.


Booom!


Ledakan kedua Energi Sihir itu, begitu intens. Kedua energi yang bertabrakan, saling menarik dan membuat bentuk bola.


Di dalamnya, mereka saling menarik, sehingga mereka terus berputar dan akhirnya pecah — meledak dengan sangat indah.


Ledakan itu menimbulkan masing-masing dari mereka tidak dapat melihat lawan. Karena hal itu, mereka sama-sama memanfaatkan situasi untuk menyerang secara diam-diam.


Clang! Bzzzt-bzzt-bzzt!


Mereka menerobos ledakan dan bertemu di sana. Senjata mereka saling bertabrakan dan percikan api yang disertai kilatan petir muncul.


"Kuh!"


"...."


Noura mengeluarkan erangan kecil saat itu, sedangkan Poseidon tampak tidak mengeluarkan keluhan. Namun, masing-masing dari mereka mendapatkan serangan kejut.

__ADS_1


Benturan itu menyebabkan tangan mereka bergetar hebat dan tulang-tulang mereka sedikit mengalami kerusakan.


Setelah beberapa saat mereka saling menahan dampak serangan, asap ledakan menghilang dan mereka mundur ke masing-masing tempat.


'Poseidon ini … dia lawan yang cukup merepotkan bagiku. Keahlian ku adalah elemen tanah, sedangkan dirinya adalah air. Jika dipikir dengan akal sehat, tanah akan lemah terhadap air. Tapi, ini semakin menarik. Aku akan mencoba mengalahkan penguasa lautan ini!'


Noura bergumam dalam diam dan dia mengatur nafas.


'Jika pertarungan ini berlangsung lebih lama, kemungkinan besar kami akan dipaksa untuk menggunakan semua kekuatan. Itu akan merugikan bagiku. Belum lagi, rencana itu memerlukan diriku yang berada dalam kondisi prima. Kalau begitu, yang perlu aku lakukan adalah ….'


Setelah mengatur nafas, Noura memegang erat pedangnya dan matanya dipenuhi tekad.


'… mengatur rencana agar pertarungan kami tidak menggunakan seluruh kekuatan!'


Dalam waktu itu, Noura telah menemukan rencana pribadinya.


Mengingat tidak adanya Zeus, membuat ini menjadi mudah. Yang perlu dilakukan Noura hanyalah memberikan celah dirinya kepada Poseidon, namun celah itu dapat dia tangani.


Sejak saat itu, pertarungan berlanjut lagi.


Noura tidak menggunakan teknik dan skill yang menimbulkan kerusakan besar. Dia hanya menggunakan skill rendahan, dan hanya menggunakan teknik pedangnya untuk bertahan dan menekan Poseidon sedikit.


***


Setelah hampir satu jam pertarungan berlalu—


"Haaah … haaah … haaah …."


"...."


Noura menggenggam erat pedangnya dengan nafas terengah-engah. Poseidon yang menjadi lawannya, mampu mengatur nafas karena beberapa alasan.


'Aku mang berniat untuk menahan diri, tapi … orang ini … dia dapat menekan ku hingga seperti ini! Jika keadaannya seperti ini, aku hanya dapat menggunakan kemampuan terbaikku untuk melawannya!' pikir Noura sambil mengatur nafas.


"...!"


Perhatian Noura teralihkan oleh sesuatu. Dia melihat ke samping. Dari kejauhan, dia bisa melihat seorang pria. Itu sangat jauh hingga beribu-ribu kilometer jauhnya.


'Itu, kan …!'


Di tempat yang menjadi perhatian Noura, seorang pria berambut hitam panjang dengan pakaian hitam legam dan topeng terlihat.


Pria itu sedang berdiri tegak dan dia tampak sedang memejamkan mata, memikirkan suatu hal.


Orang itu adalah Zero, Crhono Zero.


'Bagus! Jika ada dia di sini, berarti rencana itu akan dimulai! Aku membutuhkan bantuannya untuk ini!' Noura dipenuhi harapan. Dia memfokuskan perhatiannya, kembali kepada Poseidon yang menatapnya dengan dingin.


"Kemarilah!"


Noura mengangkat pedangnya dan mengayunkannya secara diagonal.


Clang!


Namun, Poseidon berhasil memblokir itu.


Melalui celah di antara 3 mata trisula, Poseidon mampu mengikat pedang Noura.


'Sekarang!'


Noura yang pedangnya tersangkut, memanfaatkan situasi dengan mendorong senjatanya lebih kuat.


"…."


Poseidon yang terdorong, menggunakan kekuatan yang lebih kuat untuk mendorong balik.

__ADS_1


"Kuh!"


Noura terkena sedikit kerusakan. Namun, tujuannya telah berhasil. Dia terhempas jauh dengan kecepatan tinggi.


Berputar-putar tanpa menjaga keseimbangan. Dia melayang di ruang hampa tanpa gravitasi.


Poseidon merasa aneh dengan itu. Noura adalah Transenden, namun kenapa dia tampak begitu lemah?


Poseidon yang tidak tahu tujuan Noura menjadi tampak begitu lemah. Alhasil, dia mengejar Noura dengan menjaga jarak karena waspada dengan serangan terbalik.


Setelah melewati tujuannya, dia terhenti dan melihat Zero yang juga berhenti.


Zero yang melihat Noura, teralihkan dengan tetesan air yang menghantam pipinya. Jadi, Zero mengalihkan perhatian ke tempat Poseidon berada.


'Poseidon!' seru Zero dalam hati.


***


Kini, lawan yang dicari Zero telah datang dengan sendirinya.


Penguasa lautan, Poseidon.


Dia adalah eksistensi superior yang menguasai semua lautan, termasuk kehidupan di dalamnya.


Dengan kemampuannya saat ini, Zero dapat mengalahkan Poseidon. Zero memiliki berbagai skill dan item pendukung yang mampu membantu dirinya dalam berbagai situasi.


'Pedang WSA (World Sword Authority) akan selesai berevolusi dalam 70 detik lagi. Sepertinya, aku harus menghadapi dia dengan tangan kosong!' pikir Zero.


Noura yang di belakangnya, menghampiri dan tiba di samping.


"Zero, apakah 'dia' sudah datang?" tanya Noura sambil menghunuskan pedangnya ke tempat Poseidon.


"Iya, tadi dia datang. Waktu kedatangannya begitu tepat. Padahal, aku hampir menghabisi Hera. Aku rasa, dia memantau kita dari suatu tempat!" ujar Zero.


"Tunggu, kamu? Hampir menghabisi Hera? Apa aku tidak salah dengar?" tanya Noura tanpa menanggapi jawaban Zero yang lain.


"Hah? Memangnya kenapa? Aku memang hampir menghabisi Hera. Yaa, meski karena beberapa alasan. Kau bisa menanyakan hal itu pada Noir nanti!" kata Zero.


"Baiklah, aku percaya padamu kali ini. Tapi, apa kau tahu 'Energi Kosmos'?" tanya Noura. Dia mempercayai Zero, namun dia ingin memastikan beberapa hal.


"Energi Kosmos? Apa itu? Apa itu energi yang sering digunakan 'kalian' saat di pertempuran?"


Zero tidak mengetahui apa itu Energi Kosmos. Namun, dia sering melihat Energi Kosmos yang digunakan oleh para Dewa dan Transenden untuk menyerang.


Dia pernah mencoba untuk menggunakan Energi Kosmos, tapi itu sia-sia. Dia tidak bisa mengendalikan energi itu. Untuk mengendalikan Energi Kosmos, dia harus memiliki pengetahuan umum mengenai itu.


Namun, untuk bertanya pada System, harga yang harus dibayar sangat mahal. Sehingga, Zero memutuskan untuk bertanya pada salah satu Transenden dan menyimpan poin System untuk keadaan darurat.


"Apa kau benar-benar tidak dapat mengendalikan Energi Kosmos?!" tanya Noura.


"Iya."


Tiba-tiba, Noura menghela nafas panjang dan menurunkan posturnya.


"Jika kau tidak bisa menggunakan Energi Kosmos, makhluk superior seperti Legendary-God dan Myth-God akan sulit dihadapi! Itu tidak lain dikarenakan kemampuan regenerasi mereka yang sangat cepat. Namun, dengan Energi Kosmos, kita dapat menghambat kecepatan regenerasi mereka. Jadi, sudah jelas bahwa kamu tidak akan bisa mengalah-—!?"


Swiiish!


Penjelasan Noura terhenti. Tiba-tiba, ujung trisula Poseidon berada tepat di depannya. Untungnya, dia berhasil memblokir itu dengan pedang dan mundur beberapa langkah.


"Noura!?"


Zero juga ikut terkejut dan menatap tajam Poseidon yang kini di depannya.


"Sepertinya, aku harus menunjukkan kemampuan bertarung tangan kosong-ku!" ujar Zero dengan senyum kecil yang terlintas di wajahnya.

__ADS_1


__ADS_2