[DROP] Supreme World'S System (Sistem Dunia Tertinggi)

[DROP] Supreme World'S System (Sistem Dunia Tertinggi)
Chapter 70 ~ Trancendental Energy


__ADS_3

Di sebuah kamar yang luas, furnitur mewah dan artistik menghiasinya.


Di sana, terdapat seorang wanita yang sedang menulis sesuatu di lembaran kertas yang besar.


"Ck, Zeus sialan!"


Wanita itu adalah Athena. Dia sedang menyusun strategi untuk melawan para Transenden. Dia sangat membenci para Dewa yang selalu bermain-main dengan wanita, terutama Zeus. Apalagi, dia membenci wanita lac*r yang suka menggoda pria.


Ketika dia disentuh oleh Zeus di pertemuan, dia merasa sangat marah dan jijik. Namun, dia adalah Dewa dan dapat mengendalikan emosinya untuk sementara.


"Sialan! Ada-ada saja! Kenapa di Leonidas itu masih hidup, sih-...!"


Tiba-tiba, terlintas suatu ide di benaknya.


'Tunggu dulu. Bukankah aku bisa memanfaatkan para Transenden itu?'


Athena tersenyum.


'Benar. Kemungkinan besar, para Transenden akan datang dan berkumpul dengan Leonidas. Ini adalah kesempatanku! Kesempatan untuk menyingkirkan Dewa-dewa yang aku benci itu.'


Akhir-akhir ini, masalah internal 12 Dewa Olympus tampak kacau. Athena memikirkan kemungkinan beberapa Dewa yang bekerja sama dengan Transenden.


'Hephaestus, Hermes, Apollo dan Artemis.'


Itulah nama-nama Dewa yang kemungkinan bergandengan tangan dengan Transenden.


Hephaestus yang memiliki masalah dengan Ares. Hermes yang berjiwa bebas dan mencari hiburan. Apollo, Dewa Matahari seorang pria yang menyukai sesama jenis dan dia menyukai Leonidas. Sedangkan saudarinya, Artemis sang Dewi Bulan yang mencintai Leonidas karena kebaikannya.


'Yah, memang banyak hal yang aneh terjadi di dunia ini. Jadi, yaa ... aku tidak terkejut lagi.'


Athena memasang senyum pada wajahnya yang menandakan kepuasan. Kemudian, dia meminum teh hangat di mejanya.


Slurp.


'Baiklah, selanjutnya aku akan pergi ke Planet Ares, ya ...'


Gulp.


Athena menelan minumannya dan menaruh cangkir kembali.


'Benar juga. Apakah Ares tidak hadir ke pertemuan karena tahu ada Leonidas di Planet Ares, ya?'


Athena bertanya-tanya tentang alasan Ares yang tidak menghadiri pertemuan.


Biasanya, Ares selalu menghadiri pertemuan. Namun, kali ini, ini adalah pertama kalinya Ares tidak hadir dalam pertemuan.


Meskipun Ares memiliki sifat yang egois atau apapun itu, Ares pasti akan melaksanakan kewajibannya.


'Kecuali, jika itu menyangkut dengan sesuatu yang disebut pertempuran dan adrenalin.'


Ares dikenal sebagai Dewa yang selalu haus akan darah. Namun, hal yang paling dia sukai bukanlah membantai dan membunuh. Melainkan perasaan ketika jantungnya berdetak kencang tak terkendali. Itu adalah saat-saat dia merasakan adrenalin. Yah, singkatnya adalah dia itu maniak bertarung.


Athena bangkit dari duduknya.


'Baiklah, ini waktunya untuk pergi ke Planet Ares. Tapi, aku harus menekan kekuatanku agar tidak ketahuan.'


Athena memutuskan untuk pergi ke Planet Ares.


"Ah! Benar juga! Aku harus mengubah ukuran tubuhku!"


***


"Haaa!"


"Haaa!"


Clang!


Benturan kedua Greatsword yang kuat menghancurkan area sekitar.


"Lumayan juga kau, Transenden!"


"Hehehe, kau juga tidak buruk ... Dewa Sampah!"


Gorm mulai mendorong dengan kuat untuk memberi jarak antara Ares dan dirinya. Ares pun terpental sedikit ke belakang.


Namun, keduanya saling memanfaatkan hal ini.


Ares menarik pedangnya dan begitu juga dengan Gorm. Salah satu kaki mereka terangkat.

__ADS_1


Dengan menggenggam Greatsword masing-masing mereka sekuat tenaga dengan kedua tangan, mereka mengehentakkan kaki mereka yang terangkat dengan sangat kuat.


Kemudian, tanah yang terkena hentakkan itu retak dan mereka mengayunkan Greatsword masing-masing dengan sekuat tenaga.


Clang!


Ada after effect yang terjadi. Lintasan yang seharusnya dilalui pedang menghasilkan tebasan angin di belakang lawan masing-masing dan menghancurkan semua benda yang menghalangi.


"Kuh!"


"Keuk!"


Cengkraman mereka terhadap pedang hampir terlepas. Pedang dan tangan mereka saling bergetar dan terasa mati rasa


Tidak cukup sampai di situ. Mereka langsung menyerang lawan lagi.


Ares dan Gorm melangkah ke belakang sebelum mereka akan menyerang lagi.


"God of War Martial Technique ...."


Ares menarik pedangnya.


"GREATSWORD KILLING STAB!"


Dengan kecepatan luar biasa, Ares mengarahkan pedangnya untuk menusuk Gorm. Namun, Gorm telah bersiap dan mengubah lintasan Greatsword Ares ke atas.


Sring~


Ares berusaha mengendalikan arah Greatsword miliknya dan bersiap untuk menahan serangan balasan. Namun, Gorm sudah tahu rencana Ares dan berusaha untuk menyerang Ares secara diagonal.


Swiiish!


Lintasan pedang Gorm membelah udara. Dia berusaha menyerang bahu Ares.


Namun, Gorm melihat ekspresi Ares yang tersenyum. Padahal, seharusnya dia kesulitan untuk menahan serangan dengan pedangnya


'Apa maksudnya ini? Apa dia ada rencana?'


Saat itu juga, Gorm terkejut.


Ttang!


Ares yang tersenyum sudah tahu akan hal ini.


'Hehehehehe, armor ini adalah armor yang terinspirasi dari jiwaku. Aku dapat menahan serangan apapun dengan armor ini. Dan lagi, armor ini memiliki efek menetralkan serangan, bahkan memantulkan serangan yang aku ketahui bagaimana cara mengatasinya tanpa bergerak sekalipun.'


Ares merasa senang. Dia langsung mengerahkan tenaganya untuk menyerang Gorm. Namun, saat itu juga, Ares terkejut dengan aura berwarna hijau yang menyelimuti tubuh Gorm dengan cepat.


"...!"


Ares tahu aura apa itu. Itu adalah ...


'Energi Transendental!'


Energi Transendental — sebuah energi berupa aura yang hanya dapat dikeluarkan dan dikendalikan oleh makhluk Transenden, makhluk yang telah diakui oleh Dunia. Setiap Transenden memiliki berbagai kekuatan dan karakteristik yang berbeda-beda. Oleh karena itu, mereka memiliki kekurangan dan juga kelebihan.


Namun, makhluk Transenden seharusnya adalah makhluk sempurna yang telah melampaui System Dunia (World's System) itu sendiri. Oleh karena itu pula, makhluk Transenden diberikan sebuah energi, sebuah energi yang disebut Trancendental Energy.


Energi itu memungkinkan pemilik Trancendental Energy untuk mengatasi kelemahan dan memperkuat kekuatan mereka. Salah satunya adalah Gorm.


Dia adalah pengguna senjata tipe Greatsword yang berfokus pada serangan berat. Akibatnya, gerakannya terlalu kaku, mudah dibaca dan sulit bergerak. Memang benar bahwa dia dapat memperkecil kelemahan itu dengan teknik yang tepat. Namun, tetap saja, itu masih kurang.


Oleh karena itu, dia dapat menghilangkan kelemahan itu dengan Transendental Energy.


Ares kebingungan dengan hal tiba-tiba ini.


'Sial! Bukankah dia curang? Sampai-sampai menggunakan Trancendental Energy! Yah, mungkin karena aku hebat, sih.'


Ares mulai percaya diri. Namun, jantungnya berdetak dengan lebih cepat.


Thump, thump, thump!


Ares segera bersiap untuk menghindar dan mencoba menahan serangan dengan Greatsword, jika tidak sempat.


Di sisi lain, Transendental Energy naik ke Greatsword milik Gorm. Gorm mulai mengayunkan pedangnya dengan sangat cepat untuk menyerang Ares.


Ares terlambat. Dia tidak bisa menghindari serangan Gorm. Dia hanya bisa menahan serangan Gorm dengan Greatsword miliknya.


Dengan satu tangan memegang handle pedang dan tangan lain menahan pedang di sisi pedang yang lebar. (Note: Handle adalah nama dari pegangan pedang.)

__ADS_1


Booom!


Ledakan terjadi. Tanah terangkat dan menjadi debu yang menutupi kedua orang itu. Ketika debu menghilang dan penampilan mereka terlihat, Ares dibuat berlutut dan berdarah.


Hidung dan kening dari Ares, mengalir darah merah seperti manusia.


Drip, drip.


Tetes demi tetes, darah jatuh ke tanah yang telah terbentuk kawah. Aura hijau yang menyelimuti Gorm, terus berkobar seperti api.


Meski begitu, Ares berusaha untuk bangkit. Dia tidak menggunakan apapun untuk meningkatkan kekuatannya. Itu benar-benar murni kekuatan fisik. Sedikit demi sedikit, Ares bangkit dan berdiri sembari menahan tekanan dari pedang Gorm.


"Sialan. Kau menggunakan Transendental Energy tiba-tiba. Kau curang juga, ya."


Ares tersenyum ketika bersusah payah untuk menahan tekanan.


"Hahahaha, siapa peduli? Aku bukanlah pahlawan yang menjunjung tinggi keadilan. Aku hanyalah makhluk Transenden yang tidak dapat menggapai impiannya!"


Gorm tertawa sambil menanggapi perkataan Ares. Namun, Ares yang mendengar bahwa lawannya seperti ini menjadi marah.


"Sialan! Jadi, kau tidak mempunyai harga diri, bukan?"


"Hahaha, tentu saja ada. Yah, tapi ... itu sudah banyak yang hilang. Karena wanita itu telah ..."


Ekspresi Gorm menjadi lesu dan tampak sedih.


"Siapa peduli dengan alasan kau tidak memiliki harga diri!? Beraninya, beraninya kau bertarung denganku tanpa memiliki harga diri!!"


Kemarahan Ares mencapai puncaknya. Dia benar-benar marah dan mengeluarkan mana emas. Itu adalah energi sihir unik milik Ares. Energi ini meningkatkan seluruh statistik hingga 10 kali tanpa efek samping.


"Haaaaa!"


"...!"


Ares menambah kekuatannya dan mendorong mundur tubuh Gorm.


Keduanya saling menyerang, menghindar dan menangkis. Meski keduanya menggunakan Greatsword, mereka dapat bergerak dengan leluasa. Beberapa serangan yang mereka keluarkan, mengakibatkan hancurnya beberapa tempat. Bilah tebasan yang terkondensasi dari mana atau Trancendental Energy, menyambar ke sana ke mari. Bahkan, bukit tempat Zero berada pun, menjadi sasarannya juga. Untungnya, ada para Transenden yang berhasil menetralkan serangan itu.


Pertarungan itu dipenuhi dengan ledakan dan ledakan. Kawah-kawah yang besar terus bermunculan ketika mereka saling bertabrakan. Ares yang dipenuhi kemarahan dan Gorm yang dipenuhi kesedihan.


Zero tidak tahu penyebab marahnya Ares dan penyebab sedihnya Gorm. Ada banyak hal yang belum diketahui Zero, salah satunya adalah emosi.


'Sigh, aku harus menyelesaikan misi utama dan mendapatkan apa yang harus aku dapatkan,' pikir Zero sambil memandangi langit.


Ketika Zero sedang merenung, notifikasi System terdengar.


[Akumulasi adaptasi telah mencapai 100%]


[Anda dapat melihat benda yang bergerak melebihi kecepatan cahaya seperti keadaan normal.]


[Karena penglihatan Anda ini, Anda mendapatkan Lvl. 3.]


[Extra skill : Light eyes. (Lvl.3.)


Sebuah skill tambahan yang memungkinkan pengguna untuk melihat semua benda dengan kecepatan cahaya atau di atasnya. Ini adalah skill pasif yang tidak memakan sumber daya. Namun, tingkat konsumsi SP (Stamina Point) 2 kali lebih banyak.


Fitur:


*Memungkinkan pengguna untuk melihat benda yang 3 kali lebih cepat dari cahaya dengan jelas.


*Skill ini akan aktif secara otomatis ketika pengguna melihat benda berkecepatan cahaya atau di atasnya.


*Semua benda yang melebihi kecepatan cahaya akan terlihat seperti gerakan dengan kecepatan normal.


Konsumsi sumber daya: Tidak ada.]


Zero menatap layar tanpa ekspresi. Saat itu juga, matanya tampak menurun. Bagaikan orang yang kesepian, dia tidak pernah merasakan apapun, selain rasa sakit.


"...!"


Saat itu juga, semua orang yang melihat pertarungan, melihat ke belakang. Zero yang juga melirik ke belakang, tidak menunjukkan ekspresi apapun. Biasanya, dia selalu menyesuaikan ekspresi wajah dengan situasi dan kondisi menurut ilmu psikolog yang dia ketahui. Namun, entah kenapa, dia tidak berekspresi sama sekali.


Semua orang melihat satu wanita yang mengenakan gaun merah yang gemerlap dengan mahkota emas yang menutupi keningnya. Itu adalah Athena.


"Athena!" seru para Transenden.


Keadaan yang mendadak membuat para Transenden mengeluarkan hawa permusuhan. Namun, Athena hanya menunjukkan senyum yang penuh arti.


"Lama tidak bertemu, para Transenden."

__ADS_1


__ADS_2