[DROP] Supreme World'S System (Sistem Dunia Tertinggi)

[DROP] Supreme World'S System (Sistem Dunia Tertinggi)
Chapter 78 ~ Pertarungan Gabungan Energi


__ADS_3

Bola energi ungu yang begitu indah muncul di atas kedua tangan Noir.


Trumble, trumble!


Ruang angkasa yang hampa terasa bergetar. Lingkungan menjadi terdistorsi dan Dewa di bawah tingkat legenda tidak akan bisa bergerak.


"Ayo kita pulang."


Kapten Barla yang memimpin pasukan High God untuk melindungi Hera menjadi pengecut. Dia ditunjuk oleh Athena selaku pembuat strategi. Namun, tujuan awal Athena bukanlah untuk memenangkan pertarungan akhir.


Dia ingin ambisinya terwujud. Ambisi miliknya itu adalah merombak dan mengatur kembali dunia yang sudah buruk ini. Untuk itu, dia hanya ingin kemenangan di akhir.


Tidak peduli sebanyak apapun dirinya kalah, asalkan pada akhirnya dirinya yang menang, itu sudah cukup.


Benar, keinginannya adalah menggantikan posisi Zeus.


"Dark Purple Pure Energy Ball … Breaker!"


Bila energi seukuran bulan mengecil dengan mendadak. Hal itu membuat setiap partikel energi murni antara Transcendental Energy dan Cosmos Energy menjadi tertekan hingga batasnya. Jika kontrol pengguna terhadap energi terganggu sedikit, maka hal itu akan menyebabkan ledakan yang sangat dahsyat.


Mungkin dampak ledakan itu akan sama seperti tabrakan bintang dengan bintang yang 1000 kali lebih besar dan berat dari matahari.


"Rasakan ini!!"


Bola energi raksasa itu kini hanya berdiameter 1000 km. Namun, tetap saja itu masih sangat besar dibandingkan Myth God, Hera yang setinggi 400 meter-an.


"A-apa!? Sialan kauuuu … Athena!!"


Hera yang berteriak sangat nyaring tidak ditanggapi oleh rekan-rekannya. Memangnya, siapa yang mau menolongnya, ketika diri mereka sendiri sedang kesulitan mencari waktu untuk bernafas?


Namun, Athena yang mendengar jeritan Hera, tertawa kecil.


"Fufufu~ Dasar Dewi bodoh. Yah, rasakan itu. Lagipula, kau pasti tidak akan langsung mati. Jadi, yaa, nikmati hidangan di depanmu saja, lac*r!"


Kemudian, Athena mengalihkan pandangannya ke depan.


Athena menyapa, "Kita mungkin hanya bertemu beberapa kali. Namun, jika bisa, aku ingin kalian tidak memusuhiku, suku Geolien!"


Athena membungkuk sedikit ketika ada pesawat tempur yang sangat besar di depannya.


Kemudian suara yang tak asing terdengar.


"Tenang saja. Aku hanya ingin berbincang mengenai beberapa hal denganmu, Dewi paling bijak …."


Tiba-tiba, keluar sinar biru dari bawah pesawat tempur dan sesosok manusia berkepala panjang terlihat.


"… Athena."


Tesla Barkley tersenyum ketika bertemu dengan Noura.


***


'Sial! Apa-apaan lagi ini!?'


Zero mundur dan menutupi matanya, ketika Pedang WSA bersinar.


Sembari berpikir, Zero melihat bola energi ungu gelap. Itu benar-benar besar. Bahkan orang yang ada di Planet Ares dapat melihatnya dengan jelas.


'Apa lagi kali, huh?!'


Kejadian yang belum diperkirakan, terjadi lagi. Sebelumnya, Zero tidak mengecek status pengalaman Pedang WSA. Yah, itu juga karena System tidak memberi notifikasi.


Kemudian, bola energi yang seukuran dengan bulan Planet Ares yang terlihat akan menyerangnya.


Tergesa-gesa, Zero mencoba menjauh dari kemungkinan radius serangan. Namun, …


'Apakah ini distorsi ruang?'


Zero kesulitan mengendalikan tubuh, energi dan lainnya untuk bergerak seperti kehendaknya.


[Anda berada di zona dengan Distorsi Ruang tingkat 9.]


[Extra skill: Infinite Perfect Growth menunjukkan salah satu efek utamanya.]


[Anda akan beradaptasi dengan Distorsi Ruang tingkat 9.]


[Waktu adaptasi: 1790 detik.]


"Hmmm, yah, tidak apa-apa. Meski aku sedikit kesulitan dalam bergerak, aku masih bisa menjauh dari jangkauan serangan."


Kemudian, bola energi itu mengecil. Namun tetap saja, itu masih sangat besar.


Dari sana, dia melihat energi-energi yang tampak ditekan hingga batas dan akan meledak.


"Apa-apaan yang ingin dia lakukan? Apakah dia ingin membunuhku?!"


Zero terpaksa berpikir dengan keras.


Dia belum tahu bahwa sebenarnya Noir itu menganggap dirinya sengaja mengalihkan perhatian agar Noir dapat menyerang. Namun, Zero tidak tahu apa-apa.

__ADS_1


Emosi dan pendapat para Transenden tidak dapat dipahami oleh Zero. Itu karena para Transenden adalah makhluk yang telah melampaui batas ras mereka.


Oleh karena itu, para Transenden yang hidup panjang, sangat sulit untuk dipahami perasaannya.


Meskipun begitu, Zero berusaha berpikir se-positif mungkin.


"Tidak, ada kemungkinan kalau si Hera itu mampu menahannya. Aku hanya perlu mengantisipasi, jika Hera tidak mampu menahannya. Benar, aku hanya perlu menggunakan teleportasi System."


Dengan pemikiran itu, Zero berniat meminimalisir dampak dari serangan Noir dengan Hera sebagai kuncinya. Di lain sisi, Zero hanya perlu berteleportasi dengan bantuan System saja.


Meski distorsi ruang yang terjadi sangat tinggi, teleportasi yang digunakan System bahkan mampu menembus pertahanan dari penghalang teleportasi apapun. Karena itu, Zero hanya menyiapkan teleportasi saja.


Kemudian, Noir melempar bola energi dengan sangat cepat menuju Hera.


"Rasakan ini!" teriak Noir.


Whooosh!


Bila energi besar itu melaju dengan sangat cepat. Namun, makhluk superior menganggap bahwa kecepatan seperti petir itu hanyalah kecepatan siput. Dan lagi, seorang Myth God seperti Hera mampu menetralisir dampak dari distorsi ruang tingkat 9 hingga 75%. Oleh karena itu, Hera dapat menggunakan gate, teleportasi ataupun kabur dengan terbang.


Meski begitu, hal ini akan merusak harga diri Hera, jika dirinya kabur dari serangan seperti ini. Singkatnya, Hera harus menahan serangan Noir atau menghancurkannya.


Ekspresi wajah Hera semakin rumit. Ada rasa marah, takut dan gelisah. Namun, dari semua itu, hanya emosi amarah yang terlihat menonjol.


Cetuk!


Hera menggertakkan giginya dan bergumam, "Diriku milik Dunia dan Dunia milik beliau. Berilah aku kekuatan untuk menghancurkan pemberontak. Menyucikan dirimu dari orang-orang biadab seperti mereka. Kembalilah ke sisi Dunia, hukuman segalanya, Betrayal Law!"


Kemudian, Hera merentangkan kedua tangannya dan cahaya keemasan keluar dari tubuhnya.


Pasukan Dewa milik Hera menjadi kagum.


"Woah! Dewi Hera menggunakan itu! Kita akan selamat!"


"Kita akan selamat? Yeah!"


"Aku ingin pulang."


Beberapa moral pasukan telah bangkit, sedangkan sebagian kecil ingin melakukan keinginan mereka sendiri.


Kapten Barla yang melihat moral pasukannya meningkat menjadi lega. Namun, masih ada keraguan dalam hatinya.


'Apakah Dewi Hera mampu menahan serangan Transenden itu?'


Kapten Barla berbalik dan melihat bola energi ungu gelap raksasa.


Di sisi lain, Zero ikut menyemangati Hera dalam hatinya.


Kemudian, cahaya keemasan yang keluar dari tubuh Hera, menjadi partikel energi yang berkumpul di depan ulu hati miliknya.


Partikel energi itu terus berkumpul dengan bentuk bola. Sedikit demi sedikit, bola yang berkumpul berubah menjadi seukuran kelereng. Namun, bola itu benar-benar padat. Bahkan, massanya 1 miliar kali lebih besar dari Matahari.


Pasukan miliknya menjadi heran.


"Bola apa itu?"


"Apakah bola itu dapat menahan serangan bola raksasa itu?"


"Aku ingin pulang."


Sekarang, harapan para Dewa, jadi mengecil. Mereka menggunakan kata "menahan" seolah tidak mempercayai kekuatan Hera.


Alih-alih mengkhawatirkan berhasil atau tidaknya Hera, Kapten Barla malah memfokuskan dirinya pada salah satu bawahannya yang terus mengucapkan, "Aku ingin pulang."


"Woi! Kalau mau pulang, berusaha dulu! Jangan ngeluh terus! Ayo kita bantu Dewi Hera!"


"Huh? B-benar juga, ya. Baiklah, aku akan membantu Dewi Hera. Tapi, bagaimana …?"


"Hmmm …."


Kapten Barla berpikir dan menyerukan idenya, "Semuanya! Berikan energi sihir kalian pada bola emas itu! Kita memang pasukan dengan peringkat terendah! Namun, kita adalah kumpulan Dewa-dewa berbakat! Dengan begitu, kita dapat kembali dengan selamat dan menikmati kekayaan!"


"Uuuoooo! Dukung Dewi Hera!"


"Uuuoooo! Kita akan kaya!"


"Uuuoooo! Aku bisa pulang!"


Kemudian, ratusan High God mengeluarkan energi sihir dengan warna yang bermacam-macam. Semua itu menyatu membentuk arus pelangi yang kemudian terserap ke dalam bola emas seukuran kelereng.


Bola emas itu, disebut World Law Energy Core, atau bisa disebut dengan Inti Energi Hukum Dunia. Ini adalah teknik sihir tingkat mitos yang memiliki kendali paling sulit.


Pengguna teknik ini diharuskan untuk memadatkan 50% energi sihir sendiri secara langsung yang diolah, bersamaan dengan energi murni, Cosmos Energy. Kemudian, tubuh digunakan sebagai tempat pengolahan.


Jika terjadi sedikit kesalahan dalam pengolahan, maka tubuh akan hancur hingga tak tersisa. Oleh karena itu, Hera merasa enggan untuk melakukan hal berisiko seperti ini.


Namun, apa boleh buat? Dia harus melakukannya.


Kemudian, energi yang telah itu akan di kumpul hingga membentuk bola emas yang disebut Core World Law Energy.

__ADS_1


Inti energi itu memiliki massa yang sangat tinggi. Sehingga, ledakan yang akan dihasilkan akan besar. Namun, itu masih belum sebanding dengan milik Noir.


Hera harus mengolah lebih banyak energi. Namun, peluang keberhasilan akan sangat kecil. Oleh karena itu, Hera memutuskan untuk menahan serangan Noir, bukan menghancurkan atau mengalahkan.


Namun, sekarang, pasukan yang dipimpinnya, meminjamkan seluruh kekuatan mereka. Apakah bantuan dari pasukannya bermanfaat atau tidak, itu bergantung pada Hera.


Hera yang melihat arus energi sihir pelangi yang meresap ke dalam inti energi emas, menjadi terkejut dan melirik ke belakang.


"Kalian …."


Kapten Barla yang melihat ekspresi Hera, menjadi sedikit terharu.


"Hehehe, meski kami ini pasukan terbawah, kami masih menjadi pasukan Olympus yang Agung," ujar Kapten Barla sambil menggosokkan hidungnya dengan jari.


Kemudian, layaknya pemeran utama, Hera dibantu dan dipercayai pasukannya. Berkat hal itu, inti energi yang dibuat oleh Hera menjadi semakin kuat dan kuat.


Noir yang melihat hal itu masih percaya diri dengan serangannya. Tak lama kemudian, Hera mengarahkan kedua tangannya ke depan dan inti energi melayang tepat di depannya.


"Core World Law Energy, Mass Desire … World Punishment!"


Kemudian, inti energi emas yang diselingi pelangi menjadi berputar dengan cepat dan kemudian melesat.


Swooosh!


Noir yang masih percaya diri, hanya melihat bola energi miliknya melesat.


Kemudian, kedua gabungan energi itu bertabrakan.


Bam!


Kedua kumpulan energi saling mendorong sekuat tenaga. Setelah beberapa saat, suara retak terdengar.


Krek!


Kemudian, suara retak terus berbunyi.


Krek … krek … krek!


Suara retak itu tampak menyebar ke salah satu bola energi.


Pyar!


Akhirnya, suara pecah terdengar. Zero yang melihat dari sisi Hera, menjadi kagum.


Di sisi lain, Noir yang tidak melihat apa yang terjadi karena bola energi miliknya yang besar, memiliki pemikiran optimis.


'Sudah kuduga. Apapun yang dilakukan si Hera itu pasti tidak akan berhasil.'


Hera yang melihat seperti Zero terkejut sejadi-jadinya.


"...!"


Lapisan luar atau pelindung bola energi milik Noir pecah, bukan milik Hera. Namun, itu membawa kabar baik dan buruk.


"Ini gawat!" ujar Hera dengan cemas.


Lapisan pelindung. Bola energi yang diciptakan melalui pemadatan energi, sangatlah luar biasa daya ledaknya. Hal itu disebabkan oleh energi itu ditekan hingga sedemikian rupa.


Penekan energi itu disebut lapisan luar atau pelindung. Namun, apa yang akan terjadi ketika energi yang dipaksa untuk mengecil malah bocor?


Setiap partikel itu akan berlomba-lomba untuk keluar dari sana. Namun, lubang itu kecil. Karena itu, energi-energi yang ditekan akan mengembang dari pada ukuran normalnya. Sehingga, terjadilah kerusakan lapisan pelindung dari dalam dan ledakan yang dahsyat pun terjadi.


Kemudian, inti energi yang diciptakan Hera mulai masuk ke dalam lubang itu.


Slup!


Layaknya kelereng yang dilempar ke dalam laut, inti energi yang dibuat Hera menjadi tidak berdaya. Di saat yang bersamaan, energi-energi yang terkumpul dalam bola energi Noura mulai keluar dan bocor dengan deras.


Namun, keanehan yang tidak dipahami Hera terjadi.


"Eh?" seru Hera dengan bingung.


Bola energi milik Noir tidak meledak. Melainkan terserap ke dalam inti energi milik Hera.


"Apa yang ...." Hera yang bingung, memperhatikan kalau bola energi Noir mulai menyusut.


Alhasil, Noir yang di sisi berbeda ikut menyadari keanehan.


"Apa?!" seru Noir terkejut.


Namun, tiba-tiba inti energi Hera menjadi pecah dan tersebar menjadi partikel-partikel energi.


Zero memperhatikan kejadian itu dan memahami sesuatu. Kedua gabungan energi itu memiliki sifat-sifat yang saling menghilangkan.


Pertama inti energi Hera. Itu memiliki sifat menyerap energi lain dan memperkuat dirinya. Sedangkan bola energi milik Noir memiliki menyerap materi dan mengubahnya menjadi energi yang kemudian memperkuat dirinya sendiri.


Hal ini menyebabkan bola energi Noir terserap inti energi Hera. Kemudian di dalamnya, energi Noir menyerap materi milik energi Hera.


Karena hal itu, siklus yang berulang tanpa henti terjadi. Dan dengan itu pula, System yang mengatur dunia menghilangkan keberadaan kedua serangan milik Noir dan Hera.

__ADS_1


Setelah beberapa saat, bola energi Noir menyusut dengan sangat cepat dan menghilang.


Tidak ada yang memahami hal itu, selain Zero dan pemilik Sistem Dunia.


__ADS_2