[DROP] Supreme World'S System (Sistem Dunia Tertinggi)

[DROP] Supreme World'S System (Sistem Dunia Tertinggi)
Chapter 105 ~ Untuk Mengolah Sampah, Dibutuhkan Teknik Yang Benar!


__ADS_3

Transenden.


"Kenapa si Hera itu tampak begitu marah?" tanya Noura dengan penasaran.


Di sampingnya, Mary menanggapi, "Aku rasa Crhono Zero ini tidak sederhana. Sepertinya, dia telah membunuh Zeus ketika berada di Domain World milik Zeus sendiri."


"Apa? Bagaimana mungkin?"


"Aku juga tidak tahu trik apa yang dia gunakan, tapi … mari kita lihat kemampuan dia yang sebenarnya."


"….." Noura terdiam beberapa saat dan memandangi Zero.


Dia berpikir, 'Benar juga. Ketika bocah itu melawan Poseidon, berbagai kemampuan yang tak terduga dia keluarkan. Dia bisa menyaingi Poseidon, meski statistiknya lebih rendah. Dan yang lebih penting lagi, kemampuan yang mengerikan darinya adalah pemanfaatan situasi. Dia memanfaatkan Poseidon yang marah karena trauma masa lalu, yang kemudian dia gunakan untuk mencari celah.


Yah, meski dia mengalahkan Poseidon menggunakan sinar mengerikan. Aku rasa, itu berasal dari sebuah item.'


"Sepertinya, bocah itu memiliki banyak barang berharga." Noura berkata, menjilat sudut bibirnya dengan mata seperti predator yang melihat mangsa.


Mewakili para Transenden, Noura berkata, "Mari kita lihat dulu saja. Apakah Zero benar-benar membunuh Zeus. Dan apakah dia lawan ataukah kawan?"


"Baiklah," jawab Mary pelan.


12 Dewa Olympus.


"Astaga, siapa pria tampan itu?" Aphrodite bertanya-tanya dengan terkejut. Dia memandangi Zero dengan penuh minat.


"Bagaimana mungkin dia mengalahkan Zeus?" Kali ini, Athena bertanya-tanya di samping Aphrodite.


Segera, Aphrodite bertanya kepada Athena, "Jadi, apa yang harus kita lakukan?"


Athena berpikir sejenak.


'Jika Crhono Zero itu benar-benar mengalahkan Zeus, maka ini membawa kabar baik dan juga buruk. Meski kami berdua telah menandatangani kontrak untuk tidak saling menyerang, itu tetap akan berakhir sia-sia jika Crhono Zero ini mengambil alih Olympus. Dan lagi, dia adalah seorang pria. Kemungkinan besar, dia akan seperti Zeus!'


"Athena?" Aphrodite memanggil Athena yang sedang berpikir keras.


'Jadi, pilihan yang terbaik saat ini adalah …'


"Kita akan membantu Hera menghabisi pria itu!" Athena berkata dengan tegas.


Menghabisi Zero sebelum terlambat.


Aphrodite yang mendengar pernyataan Athena, berkata dengan kecewa, "Eehh, sayang sekali. Padahal aku ingin bermain-main dengan pria tampan ini. Tapi, yah, mau bagaimana lagi?"


Athena yang mendengar ini, merasa terganggu dan ingin memukul Aphrodite. Tapi, dia menahannya.


Meski dia sangat membenci para pria playboy dan wanita lac*r seperti Aphrodite, dia masih membutuhkan mereka sebagai alat.


***


"Hah?"


Kali ini, Zero dikejutkan oleh Hera yang mengeluarkan niat membunuh.


Di saat yang bersamaan, Hera mengeluarkan sebuah bola kecil yang padat. Sinar yang cemerlang yang berwarna-warni tampak begitu indah, namun juga mengeluarkan tekanan yang mengerikan.


Destruction Bead!


(Manik Kehancuran)


Dengan aura membunuh, Hera menembakkan manik-manik kecil itu ke Zero.


"Astaga! Apa-apaan ini?"


Zero merasakan bahaya dari manik-manik itu. Segera, dia mengambil Energi Kosmos dan kemudian menggabungkannya dengan Energi Sihir. Tekanan yang tak kalah hebat dari manik-manik Hera juga terpancar dari bola energi di tangan Zero.


Energi Sihir dan Energi Kosmos berputar cepat, menyatu dan menjadi stabil. Itu menjadi bola ungu yang indah dengan aliran listrik ungu yang terpancar keluar.


"Baiklah, aku akan mencoba itu."


Berkat pemahamannya yang tinggi terhadap Energi Kosmos, Zero mampu mengubah bola energi menjadi ber-elemen.


"Jika ada ledakan, hal yang paling cocok untuk menanggulanginya adalah benda yang padat!"


Inti bola energi ungu, kini berubah menjadi kecoklatan. Warna itu mulai menyebar ke sekitar dan terus berputar.


Dengan gaya melempar pada permainan bisbol, Zero melemparkan bola energi ber-elemen tanah dengan sangat cepat menuju Hera.


"Rasakanlah ini!"


SWOOSH!

__ADS_1


Bola energi melesat dengan sangat cepat.


"Earth Bomb Shield (Pelindung Bom Tanah)!" seru Zero dengan senyum bersemangat.


Dalam sekejap, kedua bola energi bertabrakan.


BOOM!


Suara ledakan yang teredam tercipta darinya. Manik Kehancuran Hera menghasilkan ledakan dahsyat, sedangkan Pelindung Bom Tanah Zero menciptakan gumpalan tanah besar yang melebihi bumi.


Tanah itu menderu seperti ombak yang menerjang ke ledakan dan menutupinya. Dengan hal itu, dampak ledakan telah diredam.


SWISH! SWISH! SWISH!


Beberapa tanah tersebar karena dampak ledakan.


Melihat hal itu, Hera sedikit tersentak.


'Dia bisa menyatukan Energi Kosmos dan Sihir!?'


Hera menjadi lebih waspada. Untuk membalaskan dendam Zeus, dia harus berhasil memusnahkan Zero. Oleh karena itu, dia tidak boleh gegabah. Namun tetap saja, amarah besar itu membuat dirinya kesulitan.


Hera berteriak penuh amarah, "Bajingan sialan! Kamu harus mati!"


Dia melesat menembus kumpulan tanah dan ledakan.


Zero mendengus meremehkan, "Huh, konyol! Aku sudah bertambah kuat sejak mengalahkan Zeus. Jadi, kamu ini hanya orang yang lemah di mataku!"


BANG!


Aura gelap memancar keluar dengan kuat. Itu adalah manifestasi dari Energi Sihir yang kini telah diperkuat hingga melampaui batasan Sistem dunia ini.


"Kuh!" Hera terhenti karena hawa kuat yang menerpanya.


'Sial! Bagaimana bisa dia menjadi sangat kuat dalam sekejap!?' Hera merasa kesal dan diliputi amarah. Untuk pertama kalinya, dia diselimuti emosi negatif yang begitu hebat.


Sebelumnya, Zero hampir membunuh Hera ketika Zero bekerja sama dengan Noir.


Saat itu, pertahanan Hera sedang dalam keadaan lemah karena terkejut dengan perkembangan kemampuan Noir. Mengetahui hal ini, Zero menyerang Hera sekuat tenaga.


Zero yang saat itu setara dengan Legendary-God, sudah cukup kuat untuk melukai Myth-God dengan parah. Meski kemampuan regenerasi Myth-God sangat tinggi, itu akan menjadi kesalahan terbesar ketika masih ada Noir di sisi lain.


Di saat-saat yang kritis itu, ketua dari pasukan yang dipimpinnya menghalangi serangan Zero. Alhasil, dia selamat berkat pengorbanan bawahannya.


Karena Zero menjadi lebih kuat berkat mengalahkan bawahan Hera, dia menyerang Hera lagi. Namun, Zeus datang dan menyelamatkan Hera.


Mengingat hal ini, Hera dipenuhi amarah. Tanpa disadari, dia memicu berbagai persyaratan yang terlarang.


Suara Sistem Dunia terngiang-ngiang di benaknya.


[Persyaratan telah terpenuhi.]


[Kemarahan terbesar yang pernah ada, muncul dalam diri Anda.]


[Skill 'Wrath' dari kejahatan besar mencoba membantu Anda.]


[Apakah Anda akan menerimanya?]


"Ya!" jawab Hera tanpa peduli.


[Skill 'Wrath' merasuki tubuh Anda.]


[Energi negatif yang besar dikonsumsi oleh skill 'Wrath'.]


[Seluruh statistik Anda meningkat drastis.]


[Anda dilahap amarah.]


Kemudian, aura gelap naik dari tubuh Hera. Aura itu menyebabkan hawa yang mengerikan pada sekitar.


[Peringatan!]


[Energi Iblis di tubuh Anda saling bertentangan dengan Energi Suci dari tubuh Dewa.]


[Disarankan untuk merubah ras Anda menjadi Evil Myth-God.]


Seketika itu juga, tubuh Hera mulai pucat. Aura gelap menyelimuti tubuhnya, pembuluh darah mulai terlihat gelap dan putih matanya menjadi hitam.


Ini adalah transformasi dari seorang Evil God tingkat atas!


Seketika, pesan Sistem muncul di hadapan Zero.

__ADS_1


[Terdeteksi Energi Iblis yang kuat.]


[Peringatan!]


[Keberadaan yang kuat memusuhi Anda.]


Pesan ini sederhana dan sederhana.


"Hah? Apa ini? Bukankah dia lawan yang mudah? Bisa saja aku menghabisinya dengan bantuan Lord Tattoo."


Ketika Zero memikirkan ini, dua orang tiba di dekat Hera.


"Hera! Apa yang terjadi!?" Aphrodite menghampiri Hera dengan cemas. Hubungan mereka berdua dapat dibilang cukup dekat. Meski Aphrodite adalah Dewi yang *****, dia masih mengetahui batasannya dan tidak begitu tertarik dengan Zeus. Oleh karena itu, Hera tidak membenci Aphrodite.


Hera merespon dengan menoleh ke belakang. Tatapannya sangat menakutkan dan membuat Aphrodite tersentak.


"…!!"


Merasa ada yang aneh, Aphrodite mundur ke belakang.


Tiba-tiba suara wanita lain terdengar, "Hera, kami akan membantumu melawan pria itu!"


Wanita itu adalah Athena. Di belakangnya, seorang pria besar dengan pembuluh darah seperti magma dan kulit keras nan gelap seperti obsidian terlihat.


Pria menakutkan itu adalah Hades. Sebagai penguasa dunia bawah, sudah dipastikan bahwa pria itu adalah pemilik Lord Underworld Tattoo.


Sebagai seorang Dewa tingkat atas, Hera tidak dimakan sepenuhnya oleh skill Wrath. Dia masih mempertahankan akalnya, meski sebagian besar dipenuhi oleh kemarahan.


"Grrr!" Hera yang baru pertama kali menggunakan skill Wrath, masih belum terbiasa dengannya. Oleh karena itu, dia belum dapat berbicara dan hanya menggeram.


Kemudian, dia mengalihkan pandangannya ke Zero dan mengangguk untuk mengkonfirmasi persetujuannya.


Di belakangnya, Hades menatap Hera dengan tatapan yang tajam.


'Hera … kamu …'


Senyum muncul di wajah Hades tanpa disadari siapapun.


'Energi Iblis ini … tidak salah lagi. Itu adalah salah satu dari skill kejahatan besar!'


Tampaknya, Hades menemukan sesuatu yang menguntungkan dirinya.


"Ayo maju!" seru Athena.


Ketiga wanita itu bergegas melesat ke Zero. Hades yang menunggu belakangan, terus tersenyum.


Itu benar-benar menjijikkan dan mengerikan!


Dia berkata dengan pelan, "Energi Iblis, ya …? Sepertinya aku bisa berada di atas."


Tanpa menunggu waktu lama, Hades ikut melesat mengikuti ketiga Dewi Olympus


***


"Oh, ayolah. Para sampah ini sekarang bergabung. Akan jadi apa jika para sampah bergabung?" Zero mendengus tidak senang.


Melihat anggota 12 Dewa Olympus yang tersisa bergabung, itu akan cukup menyulitkan. Apalagi kenyataan bahwa minimnya informasi.


Zero hanya bisa meninjau mereka dari mitologi Yunani yang pernah dia baca. Itu juga tidak dapat diandalkan karena banyaknya versi dan sumber.


"Memang bagus jika tumpukan sampah itu menjadi berguna. Tapi, ini akan menyulitkanku jika sampah-sampah ini didaur ulang menjadi berguna."


Pedang WSA tiba-tiba muncul di tangan Zero.


CLACK!


Dia memegangnya erat-erat.


"Untuk mengolah sampah, dibutuhkan teknik yang benar!"


Sama seperti musuhnya, Zero juga melesat menuju musuhnya.


SWOOSH!


***


Tekan like jika kamu suka cerita ini.


Tekan love jika kamu suka novel ini.


Dukung author dengan vote dan hadiah.

__ADS_1


Beri saran, kritik atau hal yang ingin ditambahkan dalam cerita di kolom komentar.


Terimakasih


__ADS_2