![[DROP] Supreme World'S System (Sistem Dunia Tertinggi)](https://asset.asean.biz.id/-drop--supreme-world-s-system--sistem-dunia-tertinggi-.webp)
Selepas para Pahlawan pergi ke istana, kerumunan orang membubarkan diri dan kembali ke aktivitas yang mereka jalani.
Awalnya, Zero berniat untuk melewati jalan utama untuk pergi ke penginapan. Tetapi karena sesuatu, dia memutuskan untuk pergi melalui jalan yang sepi.
Saat berjalan, Zero tiba-tiba berkata, "Apakah kau tahu, Dyne? Manusia adalah makhluk yang rapuh. Terutama jiwa mereka. Mereka tidak bisa mengontrol diri dan bertindak sesuai hawa *****."
Dyne mengangguk ringan dan berkata, "Tentu, itu adalah hal yang umum. Sama seperti mereka yang mengikuti kita."
Tiba-tiba, langkah kedua orang itu berhenti. Lokasi jalan saat ini sudah dipastikan sepi.
Di sebuah lorong, siluet 3 orang muncul secara tiba-tiba.
"Wah, wah, wah, apa yang kamu katakan tadi? Aku pikir aku salah dengar. Apa kau menyindirku?"
Seorang pria gendut berpenampilan mewah berbicara, matanya penuh ***** dan tampak jelas, orang ini tidak baik.
Zero dan Dyne berbalik. Mereka melihat bangsawan gemuk dan dua kesatrianya. Melihat orang gemuk itu, niat membunuh tiba-tiba terpancar kuat dari tempat Dyne berada.
Dyne melangkah maju, berkata dengan menahan niat membunuh dan jijik, "Babi! Berani-beraninya menatapku dengan penuh *****!"
Mendengar ini, bangsawan gemuk itu menjadi marah. Pembuluh darah yang tersembunyi oleh lemaknya, kini menonjol.
Dia adalah bangsawan kelas atas, dia sudah terkenal akan kebejatannya di kalangan masyarakat. Jadi, dia tidak memperkenalkan diri karena menganggap Zero dan Dyne sudah kenal.
Dia menggertakkan gigi dengan keras dan berteriak, "Pelacur rendahan! Beraninya kamu memanggilku babi! Jangan berpikir karena penampilanmu, aku akan berbelas kasih! Aku bersumpah akan memperkosamu hingga rusak dan membawamu ke pelacuran!"
Dengan menahan amarah, dia berkata lagi, "Aku, Igy Piggy, bersumpah!"
Selesai berbicara, dua kesatria di belakang mulai beraksi.
"'Pelacur rendahan' … katamu?" Niat membunuh Dyne menjadi lebih intens. Rambutnya tiba-tiba berkibar dengan marah, walaupun tidak ada angin.
"Tangkap ****** itu!" Igy Piggy berseru.
Dua kesatria berlari menuju Dyne dengan ganas. Dyne hanya berdiri diam di tempat, saat dua kesatria hendak menangkapnya, hal yang tak terduga terjadi.
Entah apa yang terjadi, pandangan dua kesatria itu tiba-tiba terjatuh.
Boom!
Ledakan kecil terdengar. Dyne menangkap dua kepala kesatria yang menggunakan helm besi dan menjatuhkannya ke tanah. Retakan besar muncul di tanah.
"Apa!?" Igy Piggy terkejut. Dia tidak menyangka jal*ng ini memiliki kemampuan yang tinggi.
Dia adalah bangsawan tingkat Duke, secara alami dia tahu betul mengenai tokoh-tokoh kuat yang pernah ada. Meski begitu, dia belum pernah melihat ada orang yang mampu mengalahkan kesatrianya yang berlevel 450 dengan sekali serangan.
Keringat dingin tiba-tiba mengalir di wajahnya. Perasaan bahaya dan ketakutan membuat tubuhnya menggigil kedinginan.
"'Kau ingin memperkosaku, lalu membawaku ke pelacuran' … katamu?" Seusai mengalahkan dua kesatria, Dyne melihat Igy Piggy dengan niat membunuh.
Sekilas, Igy Piggy merasa bahwa dirinya telah melihat iblis yang mengerikan.
"Jangan bergerak!" Igy Piggy berseru dengan gemetar ketakutan.
Tiba-tiba, pemuda tampan berpakaian serba hitam melangkah maju dan berkata, "Manusia mungkin tidak bisa mengontrol hawa nafsunya, tetapi mereka masih bisa menahannya."
Tanpa disadari, Zero sudah berada di samping Igy Piggy.
"Namamu babi, bukan?" Zero menepuk pundak Igy Piggy dengan tenang. Ketika Igy Piggy melihat ke atas, dia melihat wajah Zero yang penuh niat membunuh.
__ADS_1
"Manusia berbeda dengan babi, mereka tidak bisa menahan hawa *****."
Klack!
"Aaarrrgh!" Bersamaan dengan suara patah, jeritan sakit terdengar.
Zero menendang kaki Igy Piggy dengan keras. Tulangnya pasti patah.
"Berhenti! Hentikan!" Igy Piggy memohon dengan kesakitan ketika dirinya berguling di tanah dan memegangi kakinya yang patah.
Zero berjongkok, menampilkan wajah senyum lembut dan berkata, "Ini belum selesai. Hari masih panjang. Aku akan menemanimu malam ini."
Rasa yang tidak nyaman tiba-tiba melanda hati Igy Piggy.
Segera, dia berseru, "Tidak!"
.....
Di hutan dekat Kota Hiera, jeritan menyedihkan terus terdengar.
Zero membawa orang-orang tadi dan Dyne ke hutan ini dengan teleportasi.
Sementara itu, Zero dan Dyne melakukan berbagai eksperimen kepada mereka.
"Master, bagaimana dengan tanaman ini? Aku pikir ini adalah tanaman beracun yang mampu melipatgandakan rasa sakit."
"Oh, itu bagus. Mari kita gabungkan itu dengan yang ini."
Zero dan Dyne mencari tanaman beracun di sekitar dan mengoleskannya ke luka-luka yang diderita Igy Piggy dan kesatrianya.
Sebelumnya, Zero dan Dyne menyayat tubuh mereka, kemudian menyiramkan air. Setelah itu, Zero mengiris sedikit demi sedikit daging mereka.
Jelas, jenis penyiksaan ini dapat membuat orang menjadi gila. Tapi, Zero mampu membuat mereka tetap waras.
Jika mereka gila, bagaimana mereka bisa merasakan penderitaan semacam ini?
Penyiksaan berlanjut hingga malam hari.
Dyne membedah perut mereka dengan liar, kemudian memasukkan bom waktu yang diberikan Zero dan itu akan aktif pada pukul 7 pagi.
Setelah menjahitnya, Dyne memutuskan pita suara mereka agar tidak bisa berbicara.
Akhirnya, Zero dan Dyne puas. Dengan teleportasi, Zero muncul di dalam kota. Kemudian, dia menggantung Igy Piggy di gerbang kota bersama kesatrianya.
"Bagus, turnamen besok akan menjadi lebih meriah."
Zero tersenyum puas melihat Igy Piggy yang dipajang tanpa busana di gerbang kota.
"Baiklah, mari kita membersihkan diri dulu. Kemudian kita akan kembali ke penginapan."
Dyne mengangguk dengan kelegaan di hatinya.
.....
Zero kembali ke penginapan dan memesan satu kamar lagi untuk Dyne. Malam itu, Zero tidak beristirahat.
Dia hanya berpikir tentang cara kerja dunia dan rahasia dunia ini dengan wewenangnya sebagai penguasa dunia.
Keesokan harinya, keributan terjadi di dekat gerbang kota. Kerumunan orang melihat tiga orang dipajang tanpa busana di atas gerbang.
__ADS_1
Seseorang tertawa dan berkata dengan mengecilkan suaranya, "Hahaha, lihat babi itu! Aku tidak tahu siapa yang melakukannya, tapi aku puas melihat babi ini menerima karma."
Pria di sebelahnya juga tertawa puas, "Benar, orang ini kerap kali datang ke kota dan mengambil gadis muda. Ini benar-benar tidak bisa dimaafkan! Tapi, kita tidak bisa melawan. Akhirnya, orang ini menerima akibatnya."
Tiba-tiba, sekelompok prajurit datang dan melewati kerumunan.
"Minggir, minggir! Beri jalan!"
Kerumunan orang memberi jalan. Bangsawan Kekaisaran Paliji berpangkat Duke mengalami kecelakaan di ibukota. Ini benar-benar peristiwa yang besar, bagaimana mungkin para prajurit berdiri diam?
Meski sifat bangsawan ini buruk, dia masih memiliki garis darah yang mulia. Peraturan Kekaisaran tidak mengizinkan siapapun menghakimi bangsawan, kecuali Keluarga Kekaisaran.
Nah, sekarang, seseorang mencelakai bangsawan tertinggi secara publik, ini benar-benar memalukan!
Saat sekelompok prajurit hendak menurunkan Igy Piggy, suara aneh terdengar. Timer bom waktu telah mencapai batasnya.
BOOM!
Tubuh Igy Piggy dan yang lainnya meledak. Daging dan darah menyebar seperti hujan.
Orang-orang terkejut dengan perubahan mendadak ini. Banyak orang berteriak histeris karena terkejut dan takut oleh darah.
Di penginapan, Zero melihat ke suatu arah dan tersenyum, "Sudah dimulai, ya."
Ledakan kecil teredam adalah sinyal Zero untuk pergi. Setelah itu, Zero keluar bersama Zeus, Barosa, Balph dan Dyne menuju ke Arena Tarung.
Bangunan koloseum besar mulai dipenuhi orang-orang yang berdesakan untuk masuk.
Itu adalah Arena Tarung!
Zeus, dan yang lainnya hanya menjadi penonton, sedangkan Zero pergi ke ruang peserta.
Di ruang tunggu peserta, banyak orang berpenampilan garang. Mata mereka tajam dan penuh dengan keganasan. Aura petarung meresap di ruangan itu.
Kebanyakan dari mereka saling mengobrol dan berlatih. Tapi, Zero berbeda.
Dia duduk dengan santai sambil memakan anggur ungu yang dibeli dari Sistem.
"Seperti yang aku duga, anggur ini lumayan enak."
Kesegaran rasa asam dan manis menyatu dan menyebar di mulut. Setelah beberapa saat, seseorang datang ke ruang tunggu.
"Kelompok ke-3, bersiaplah! Kalian akan segera keluar!" Orang itu berseru dan menarik banyak perhatian petarung.
Zero menelan anggur terakhir, menjilat bibirnya, dan menyeringai, "Hehehe, sudah dimulai, ya."
Setelah itu, kelompok berjumlah 100 orang mulai berjalan menuju arena, termasuk Zero.
***
Tekan like jika kamu suka cerita ini.
Tekan love jika kamu suka novel ini.
Dukung author dengan vote dan hadiah.
Beri saran, kritik atau hal yang ingin ditambahkan dalam cerita di kolom komentar.
Terimakasih
__ADS_1