[DROP] Supreme World'S System (Sistem Dunia Tertinggi)

[DROP] Supreme World'S System (Sistem Dunia Tertinggi)
Chapter 113 ~ Membantai Malaikat ... Lagi


__ADS_3

Di Istana Olympus, Zero mulai berjalan ke pintu gerbang.


Setelah berjalan, dia berhenti beberapa langkah dari gerbang. Menatap ke atas, ukiran emas yang indah dengan dasar warna putih memberikan kesan suci dan agung yang dapat dilihat dari gerbang.


Dengan pandangan acuh tak acuh, Zero sedang berpikir bagaimana cara membuka gerbang ini.


Menyentuh pintu gerbang itu, Zero dapat mengetahui tentang kekuatannya.


"Seperti yang aku duga. Ini adalah logam paling kuat yang pernah aku temui." Zero mengangguk.


"Tapi …"


Sesaat kemudian, pintu gerbang itu mulai bergetar dan bergemuruh. Retakan mulai muncul dari tempat di mana Zero menyentuhnya.


Mengedarkan Energi Sihir ke lengannya, Zero melepaskan Energi Sihir tersebut untuk memanipulasi elemen pada pintu gerbang.


Setelah beberapa saat retakan meluas, Zero mengambil kembali tangannya.


"Baiklah, ini sudah cukup." Berkata demikian, Zero berjalan dan menendang pintu gerbang dengan keras.


BOOM!


Suara keras dari ledakan menyebabkan semua penghuni Istana Olympus menyadari fenomena ini. Dengan runtuhnya pintu gerbang, beberapa puing mulai berjatuhan dan ada beberapa yang mengarah ke Zero.


Namun, puing-puing itu jatuh ke samping seolah-olah ada penghalang tak terlihat yang melindungi Zero!


Dengan santai, dia berjalan kembali. Melihat ke sekeliling, dia melihat taman yang indah dengan bunga-bunga eksotis yang langka.


Zero merenung sejenak sebelum berseru, "Transformasi Dewa!"


Segera setelah itu, ukuran Zero mulai membesar disertai pakaiannya juga. Aura ungu gelap menghiasi bingkai sosoknya.


Setelah beberapa saat, Zero kini telah setinggi 100 meter. Itu seukuran dengan malaikat-malaikat yang tinggal di sini.


Tepat ketika Zero selesai bertransformasi, suara lain datang mengganggu Zero.


Karena suara gemuruh tadi, semua malaikat langsung bergegas ke lokasi kejadian dengan cepat.


"Hei, siapa kamu? Berhenti!"


Dalam sekejap, ratusan Malaikat tingkat Legendaris muncul mengerumuni Zero dari segala arah. Menyadari hal ini, Zero masih memasang ekspresi acuh tak acuh.


Malaikat-malaikat ini menodongkan berbagai senjata yang terbuat dari cahaya, seperti pedang, tombak, busur dan lain-lain.


Zero menghela nafas panjang dan menatap lurus ke depan.


"Domain's Lord!" seru Zero.


Seketika, penghalang tak kasat mata mulai muncul dari Zero dan menyebar ke segala arah berbentuk bundar dengan Zero sebagai intinya. Wajah para malaikat sempat sedikit berubah karena jiwa mereka merasakan sesuatu, tapi mereka tidak memperdulikannya.


Dalam radius satu kilometer, itu adalah wilayah mutlak Zero. Dia dapat memanipulasi segala yang ada dalam radius itu sesuka hatinya. Bahkan dunia itu tidak akan bisa menghentikan hal tersebut.


Ini adalah Skill tingkat Mitos yang dia dapatkan setelah Tato Penguasa menjadi sempurna.


"Berhenti! Jika tidak, kami akan menghabisimu!" Malaikat itu berseru keras dengan mengancam. Mereka belum menyerang karena tidak tahu siapa orang ini ataupun tujuannya.


Jika dia adalah salah satu orang yang diberi izin Petinggi Olympus, maka itu tidak apa. Tapi, seandainya Zero bukan, mereka akan membunuh Zero di tempat!


Setelah beberapa saat tanpa reaksi, malaikat itu berseru, "Semuanya! Serang!"

__ADS_1


Menanggapi hal itu, ratusan malaikat langsung mendorong Energi Sihir mereka keluar dan melesat ke Zero sambil mengeluarkan sayap perak dan mengepakkannya. Memegang erat senjata, mereka mulai menyiapkan serangan dan cahaya mulai bersinar terang dari segala arah. Sementara itu, anak panah cahaya yang tak terhitung jumlahnya melesat dari barisan belakang malaikat dan meluncur dari langit.


Di sisi lain, Zero hanya mengedipkan matanya.


Ketika satu kedipan dilakukan, gelombang misterius menyebar ke segala arah. Para malaikat yang bersiap menyerang mendapati diri mereka mulai melambat. Senjata dan aura mereka menghilang, sementara anak panah cahaya yang memenuhi langit menjadi partikel debu.


Sontak, semua malaikat terkejut dan menghentikan penerbangan.


"Apa yang terjadi!?"


Kemudian, Zero berkedip kembali.


Kali ini, gelombang lain datang dan menyebar ke segala penjuru. Gelombang ini mengandung aura keagungan dan martabat yang sangat tinggi. Itu adalah aura Superioritas dari Penguasa!


Dalam sekejap, para malaikat itu menegangkan. Tubuh mereka tidak bisa digerakkan dan mereka merasa ada gunung besar yang menduduki mereka. Tidak tahan dengan tekanan penguasa, mereka mulai jatuh berlutut, sementara tujuh lubang mereka mulai mengeluarkan darah keperakan.


Tiba-tiba, Zero mulai berbicara dengan emosi yang tampak lega dan bebas, "Aahh, suasana ini. Sudah lama aku tidak merasakan hal ini lagi."


"Benar juga, terakhir kali aku merasakan ini sekitar beberapa minggu yang lalu. Ah, aku ingat ketika para malaikat milik Barosa yang aku bantai waktu itu." Zero mengangguk sambil mengingat masa lalu, "Aku rasa kejadian kali ini mirip dengan saat itu. Yah, entah karena apa, ketika aku melakukan sesuatu yang khusus, aku dapat merasakan tubuhku dan … aku lega."


Zero bernafas dengan menikmati sepenuh hati, seolah-olah baru pertama kali bernafas. Nyatanya, Zero dapat merasakan emosi dan memiliki indera perasaan ketika beberapa syarat terpenuhi.


Contohnya adalah ketika dia membantai para malaikat dan menyelamatkan iblis kecil di Kota Iblis, Arpgi. Saat ini, Zero juga belum tahu pasti alasan dari fenomena ini. Tapi, kejadian tersebut mampu melonggarkan segel yang terdapat dalam jiwanya untuk sementara.


Ketika mengingat ini kembali, Zero mengedipkan matanya kembali.


Segera, gelombang misterius menyapu ke segala arah dan membuat jiwa para malaikat bergetar hebat. Gelombang ini tampak lebih lemah dari sebelumnya, namun itu akan menghancurkan jiwa siapa saja yang berniat melawan Penguasa Mutlak, Zero!


Wajah para malaikat menjadi semakin pucat dan tubuh mereka bergetar, namun tidak bisa berteriak kesakitan ketika jiwa mereka dirusak oleh tekanan penguasa yang misterius. Malaikat merupakan ras yang setia. Tentu saja mereka tidak akan tunduk kepada orang yang bukan tuannya.


Tidak peduli siksaan yang mereka rasakan, mereka tidak akan pernah berkhianat!


Segera, tubuh mereka mulai membengkak dan meledak menjadi kabut darah perak.


Melihat semuanya telah bersih, ekspresi Zero kembali dingin. Sementara itu, malaikat lain telah datang di luar Domain Zero.


Mereka berhenti karena genangan darah perak yang ada di area tersebut. Ekspresi mereka menjadi ngeri. Tapi, kesetiaan mereka lebih besar.


Ribuan Malaikat tingkat Legendaris dan Mitos mulai datang menuju Zero dengan wajah serius. Dengan genangan darah ini sebagai bukti, mereka dapat memastikan bahwa Zero adalah penyusup.


Ribuan malaikat itu mengepakkan sayapnya hingga menutupi langit. Sinar yang terang membutakan mata, namun ketika mereka memasuki Domain Zero, satu per satu dari mereka mulai jatuh dan meledak menjadi kabut darah sebelum menyampai tanah.


Di bagian belakang, semua ekspresi malaikat menjadi mengeras. Tidak ada satupun dari malaikat-malaikat ini melukainya, bahkan tidak bisa mendekatinya.


Menyadari ini, seorang malaikat memimpin yang lain.


"Semuanya, mari kita satukan kekuatan! Kita tidak bisa mendekatinya! Kalau begitu, kita tinggal serang dari jauh!"


Semua malaikat yang mendengar ini mengangguk. Sementara itu, keanehan terjadi ketika darah-darah keperakan yang tergenang mulai menjadi partikel cahaya yang membentuk kartu.


Namun, malaikat yang tersisa tidak memperhatikan keanehan ini. Mereka malah berkumpul dan mengeluarkan Energi Sihir mereka dalam jumlah besar dan dikumpulkan.


Tiba-tiba, cahaya yang menyilaukan yang mengalahkan pancaran matahari bersinar dari kerumunan malaikat. Aliran cahaya yang indah mengalir keluar dari para malaikat dan berkumpul di suatu tempat.


Melihat hal ini, Zero menggelengkan kepalanya seperti melihat kerumunan orang idiot.


"Apakah mereka gila? Bagaimana mereka bisa menurunkan penjagaan ketika ada lawan di dekat mereka?" Jika jiwa Zero tidak disegel, dia pasti akan tertawa melihat ini!


Dengan tatapan dingin, Zero menunjuk jarinya ke tempat di mana cahaya paling terang, tempat di mana para malaikat berada. Melalui serangkaian proses yang misterius, partikel cahaya yang dipenuhi energi mulai terkondensasi di telunjuknya.

__ADS_1


Itu adalah manifestasi dari Energi Sihir Zero!


Setelah kepadatan energi disesuaikan pada tahap tertentu, sinar cahaya yang kecil, namun memiliki energi penghancur yang dahsyat melesat ke kerumunan malaikat.


Salah satu malaikat yang terdekat dengan Zero segera menyadari fluktuasi energi yang kuat di belakangnya. Segera, dia hendak berseru kepada yang lainnya sebelum akhirnya sinar ungu menembus tubuhnya dan jatuh di tengah-tengah kerumunan.


BOOM!


Ledakan yang teredam membuat para malaikat yang tak terhitung jumlahnya tewas di tempat.


Zero berkata dengan penampilan bijaksana, "Satu pelajaran. Jangan pernah menurunkan penjagaan selama pertempuran."


Sebelum kemenangan telah dikonfirmasi seratus persen, merupakan hal yang bodoh jika Anda menurunkan penjagaan. Variabel yang tidak diperhitungkan mungkin akan terjadi jika Anda tidak waspada.


Apalagi para malaikat ini. Mereka bahkan belum mengalahkan lawannya, namun mereka malah menyiapkan serangan tanpa adanya pertahanan.


Yah, itu mungkin karena tidak ada pemimpinnya.


Sambil berjalan, Zero melihat ke sekitar dengan pandangan dingin.


Sebelum dia pergi ke tempat interface dari sesuatu yang disebut Kebenaran Dunia, Zero ingin menjelajahi Istana Olympus ini terlebih dahulu.


Seperti namanya, ini adalah istana. Tempat yang megah dan penuh barang berharga.


Benar, barang berharga. Jika bukan untuk harta yang langka, untuk apa Zero menjelajahi tempat ini?


Melalui jalan setapak yang dibawahnya dihiasi batu zamrud yang indah, Zero menuju ke sebuah taman.


.....


Taman Olympus, itu adalah salah satu tempat paling indah di dunia. Di tengah-tengah lokasinya, 12 patung raksasa yang menyerupai petinggi 12 Dewa Olympus terpajang dengan rapi dan indah.


Ukuran yang mendetail membuat siapapun tidak bisa membedakan antara yang asli dan yang palsu.


Di taman yang sepi, seorang pria berjalan sambil bersenandung.


Dikelilingi bunga bunga-bunga eksotis, Zero mendengar suara air mengalir. Tertarik dengan hal itu, Zero mengikuti ke sumber suara melalui jalan setapak yang tersedia.


Zero tampak dingin dan santai saat ini. Sejak Zero meninggalkan Dunia Karaztam, dia hanya berkeliaran di hutan yang luas di Planet Ares bersama Mizan Noura.


Itu adalah hari-hari yang cukup bagus untuk bertambah kuat. Jadi, mungkin tujuh hari telah terlewati sejak dia datang ke Dunia Dewa.


Setelah mengenang sejenak, suara air mulai terdengar lebih jelas. Setelah melewati jalan setapak, Zero tiba di area yang cukup luas dengan bentuk lingkaran.


Di tengah-tengahnya, terdapat patung anak kecil bersayap dengan senyum ceria berpose aneh dengan kolam air di bawahnya. Dapat dilihat dengan jelas kalau air di kolam berasal dari tubuh di bagian tertentu patung.


Melihat hal ini, Zero mengerutkan kening dalam-dalam dan matanya menyipit jijik, "Ini … apa-apaan ini?"


***


Tekan like jika kamu suka cerita ini.


Tekan love jika kamu suka novel ini.


Dukung author dengan vote dan hadiah.


Beri saran, kritik atau hal yang ingin ditambahkan dalam cerita di kolom komentar.


Terimakasih

__ADS_1


__ADS_2