[DROP] Supreme World'S System (Sistem Dunia Tertinggi)

[DROP] Supreme World'S System (Sistem Dunia Tertinggi)
Chapter 89 ~ Pertarungan pemula dan profesional


__ADS_3

Poseidon melesat maju ke hadapan Zero. Sebagai respon, Zero pergi ke atas untuk menjaga jarak.


"Sialan! Kemari kau!"


Poseidon tiba di tempat semula Zero, namun itu hanya ruang kosong dan Poseidon hanya menyerang itu.


"Hahaha! Kejar aku dulu jika kau ingin aku ke sana!"


Zero memprovokasi Poseidon dan itu berhasil. Poseidon mengejar Zero kembali.


Kemudian …


Booom!


Sebuah bola air seukuran bola basket menyerang Poseidon. Namun, dia berhasil menghancurkan itu dengan trisula miliknya. Meski begitu, bola air meledak menjadi partikel-partikel kecil dan ledakan masih mengarah ke Poseidon.


"Hehehe."


Zero yang jauh di depan Poseidon tertawa kecil.


Water Temperature.


Partikel-partikel air yang menutupi Poseidon membeku seketika.


'Apa ini!?' seru Poseidon dalam hati terkejut.


Butiran-butiran air yang membeku akan mengembang sedikit dan itu membuat semua partikel saling menyatu. Alhasil, Poseidon tertutup es dengan suhu di bawah -400° C.


Itu mungkin kurang untuk melukai Poseidon, tapi ini hanyalah percobaan yang dilakukan Zero.


Kretek-kretek!


Es itu mulai retak dan akhirnya pecah.


Pyar!


"Seperti dugaan-ku, ternyata benar! Kau memiliki kekuatan itu!!" seru Poseidon marah.


Amarah muncul dan lingkungan di sekitar Poseidon menjadi bergetar. Di sana, Zero berhenti untuk melihat jendela notifikasi dan memperhatikan Poseidon.


...[Pemahaman Anda terhadap Water Temperature telah mencapai batas!]...


...[Water Temperature telah naik tahap menjadi .]...


...[Pemahaman Anda terhadap Water Temperature telah mencapai batas!]...


...[Water Temperature telah naik tahap menjadi .]...


'Huh! Ternyata cukup mudah untuk menaikkan ini!' pikir Zero.


Lalu, notifikasi yang mengejutkan keluar.


...[Anda telah membuat Myth-God, Poseidon, marah besar.]...


...[1, 4 juta poin emosi telah diperoleh.]...


Ini adalah notifikasi yang sering diabaikan Zero untuk beberapa alasan. Yah, itu juga karena dirinya sering membuat banyak orang mengalami berbagai emosi.


Dengan kata lain, Zero pandai dalam memanipulasi orang lain. Namun demikian, Poseidon yang saat ini dihadapi Zero memiliki kemarahan yang sangat besar.


Meski Zero memprovokasi Poseidon, itu adalah respon yang terlalu berlebihan. Apalagi, Poseidon kerap mengatakan beberapa hal yang tidak diketahui maksudnya.


Kemudian, Zero mengalihkan perhatiannya ke tempat Poseidon berada.


'Meski begitu, apa yang sebenarnya dia katakan? Kekuatan itu? Dan lagi, kenapa dia marah?


Hmmm, ini menjadi rumit. Yah, tidak peduli masalah apa itu, aku hanya perlu bertarung dengannya dan mungkin aku akan menemukan suatu kesimpulan.'


Di tengah-tengah gumaman di dalam hatinya, Poseidon tampak kehilangan akal dan menyerang Zero.


"Dragon Water Roar!"


Seketika, air tercipta dan itu membentuk naga air yang di dalamnya adalah Poseidon. Suara yang dapat memekakkan telinga, meski di luar angkasa terdengar dari kejauhan.


Wraaaaggh!

__ADS_1


Kemudian, gelombang air dalam bentuk lingkaran yang semakin meluas menuju Zero.


"—!!"


Tidak ada jalan untuk menghindar. Zero hanya dapat bertahan dari serangan ini, sedangkan Poseidon mulai bergerak ke arahnya dengan naga air yang dia ciptakan.


'Aku tidak bisa bertahan jika hanya diam saja! Aku harus melawan itu dengan serangan juga!'


Seperti kata pepatah, "Pertahanan terbaik adalah menyerang."


Energi sihir diedarkan ke seluruh tubuh melalui pembuluh darah arteri dan vena. Otot-otot lengan Zero membengkak dan itu hampir menghancurkan baju lengan Zero yang memang ketat. Untung saja baju itu didesain dengan keelastisan yang tinggi dan memiliki ketahanan yang kuat.


Kemudian, Zero memejamkan mata dan menarik nafas dalam-dalam.


Pada pertarungan di bumi, sihir itu tidak ada. Jadi, pertarungan hanya dapat dilakukan di darat. Oleh karena itu, kaki — terutama 'posisi kuda-kuda' sangatlah penting. Kemudian, itu disusul oleh teknik pernafasan.


Namun, di dunia yang dipenuhi sihir ini, pertarungan bukan hanya dapat dilakukan di darat. Melainkan di udara, laut, bahkan luar angkasa!


Demi beradaptasi dengan hal itu, Zero harus memanfaatkan kendali pernafasan nya yang sempurna.


Energi sihir atau sering disebut mana. Mereka berada di lingkungan sekitar dan tubuh. Untuk memanfaatkan mana, kita memerlukan kendali terhadap mereka. Mana berkumpul pada 3 titik utama. Itu adalah otak, jantung dan pusar.


Untuk mengedarkan mana, kita harus mampu merasakan mereka. Dan untuk lebih efisiennya, kita harus mengatur jalannya mana melalui pembuluh darah dengan Pernafasan.


Ini memang cukup rumit. Tapi, di bumi juga banyak seni bela diri yang mengembangkan teknik pernafasan yang memiliki karakteristik tersendiri.


Baiklah, aku tidak akan membahas ini lebih jauh.


Pernafasan yang Zero lakukan membuat pembuluh darah yang seharusnya terjepit karena otot-otot yang berkontraksi menjadi lancar. Kemudian, mereka semua keluar dari melalui celah antara daging dan akhirnya keluar dari pori-pori kulit.


Dengan itu, Zero melapisi tubuhnya dengan sihir ungu-gelapnya dan statistik nya meningkat drastis. Pertahanan dan daya serang telah meningkat. Begitupula dengan kecepatannya. Kemudian, Zero membuka matanya dan menggunakan posisi kuda-kuda yang pas untuk pertarungan di luar angkasa.


"Zero Martial Art, Aliran pertama: Pukulan beruntun!"


Zero langsung mengayunkan tinju kedua tangannya berulang-ulang dan energi sihir terlempar dari tinju itu. Akibatnya, serangan energi sihir berupa tinju yang melesat, bertabrakan dengan gelombang serangan raungan naga air.


Boo-boo-boom!


Rentetan ledakan berantai terjadi di tempat yang sama dan itu menutupi pandangan Zero dan Poseidon.


"…!"


Itu adalah Poseidon yang menjadi inti dari air berbentuk naga. Dalam sekejap, Poseidon yang marah langsung menyerang Zero.


"Matilah!"


Air dalam bentuk naga membuka mulutnya dan berusaha memakan Zero. Pada awalnya, Zero terdiam karena tidak bisa menghindari itu. Namun, tepat ketika Zero berada di dalam mulut Naga …


"Zero Martial Art, aliran pertama: Pukulan tunggal bergelombang!"


Pukulan yang dipenuhi energi sihir memenuhi kepalan Zero dan melesat masuk ke dalam tenggorokan naga itu.


'Apa!?' Poseidon bingung dengan situasi yang terjadi.


Air yang berada dalam bentuk naga tiba-tiba menjadi mulai runtuh. Air itu tidak bisa mempertahankan bentuknya dan bergejolak tidak beraturan.


"Berkumpul!"


Kemudian, bola air raksasa yang diam di belakang Zero mulai bergerak. Mereka menciptakan 4 jalur yang kemudian berkumpul di depan Zero.


Air-air terus-menerus berkumpul di hadapan Zero. Namun, itu masih berukuran kecil. Zero memberikan tekanan yang sangat kuat dan mengkonsentrasikan air itu hingga sangat padat.


Lalu---


"Laser air!"


Zero membuka sedikit celah pada titik air itu. Itu sangat kecil hingga tidak diketahui dengan pasti bahwa itu memang ada atau tidak. Akhirnya, air yang terkonsentrasi keluar dengan deras dari lubang kecil itu dan melesat ke arah Poseidon. Dengan hukum alam, kecepatan air itu hampir menyamai cahaya dan itu ditambah dengan kendali Zero. Akibatnya, air itu keluar seperti laser dan mengarah ke inti naga, Poseidon.


Pada umumnya, air yang bergerak melebihi kecepatan 100 km/jam akan berpencar menjadi partikel-partikel air kecil. Namun, Zero mampu mencegah ini dan terus memfokuskan air pada satu titik dengan skill Control Water.


"…!"


Di lain sisi, Poseidon yang bingung dengan hal yang terjadi pada bentuk airnya menjadi tersentak kaget karena Zero.


'Apa!?'

__ADS_1


Secara spontan, Poseidon mengendalikan temperatur air dan membekukannya sebagai perisai untuk menahan serangan laser air Zero.Dari tenggorokan hingga mencapai inti (Poseidon), air berbentuk naga membeku.


Melihat hal itu, Zero hanya tertawa kecil dan laser air melesat, menembus kristal es.


Pyar-pyar-pyar!


Rentetan suara kaca pecah terus terdengar. Poseidon mencoba sekeras mungkin untuk menurunkan suhu air, berharap agar laser air Zero membeku dan berhenti. Namun, emosi Poseidon sedang tidak stabil. Dan lagi, kecepatan laju laser air begitu cepat hingga membuat hukum alam seolah tidak berlaku.


Akhirnya, laser muncul dan Poseidon melihatnya.


'Sial!'


"Ugh!"


Kemudian, laser air langsung menembus ulu hati Poseidon.


Di sisi lain, Zero sedang memperkirakan sesuatu.


"Sekarang!" seru Zero.


Tiba-tiba---


"Ack!" Poseidon mengerang terkejut.


Laser air tidak keluar dari tubuh Poseidon, meski itu melubangi tubuhnya. Lubang berdiameter 10 cm itu membuat Poseidon tidak bisa bergerak sesaat karena rasa sakit dan alasan lain. Akibat lainnya, Poseidon memuntahkan darah dari mulutnya sedikit.


Tiba-tiba, darah merah yang seharusnya mengalir keluar dari lubang ditubuhnya menjadi beku.


"Aaacck!" Poseidon menjerit kesakitan.


'A-apa ini?' Dia kebingungan.


Kemudian, sedikit demi sedikit, darah di sekitar lubang itu mulai membeku.


***


Darah — Dengan pengetahuan yang tinggi mengenai darah, Zero mampu mengendalikan darah yang merupakan salah satu jenis air. Meski darah tidak murni air, kandungan 95% air di dalam darah sudah cukup untuk mengatakan bahwa darah adalah air.


Seharusnya, Poseidon merupakan senior dari Zero sebagai sesama pemilik kelas 'Water Bender'. Namun, untuk beberapa alasan, Poseidon tampak begitu marah ketika mengetahui bahwa Zero memiliki kekuatan yang sama.


Meski begitu, seharusnya Poseidon lebih kuat daripada Zero. Sebagai makhluk superior yang hidup selama jutaan tahun, pengetahuan Poseidon seharusnya lebih tinggi dibandingkan Zero. Namun, apakah demikian?


Yah, memang harus diakui bahwa itu benar. Namun, pengetahuan dan kecerdikan Zero dalam pertempuran bukan hanya itu.


Untuk melancarkan rencananya, Zero memanfaatkan laser air untuk menyerang Poseidon dan membuat lubang di tubuhnya. Kemudian, dia menghentikan laju air tepat saat telah di dalam tubuh dan membuat lubang.


"Sekarang!"


Dengan itu, Zero berniat 'meretas' darah dari energi sihir Poseidon dengan menyuntikkan energi sihir miliknya sendiri ke dalam darah melalui air pada laser air.


Hasilnya, darah Poseidon membeku dan mulai menjalar ke area lain.


'Meski begitu, ini sangat sulit! Darah dari seorang Myth-God sangat kuat. Energi sihir yang terkandung dalam satu tetes darahnya saja sangat kuat. Beruntungnya, sebagai sesama 'makhluk superior' dan memiliki kontrol dalam banyak hal sekaligus, aku mampu menangani masalah ini dengan baik,' ujar Zero dalam hati.


Seperti cara meretas pada komputer atau internet, Zero mengolah informasi atau semacam perintah pada darah Poseidon untuk diubah dan dimanipulasi agar mengenali energi sihir miliknya. Dari sel darah merah hingga yang paling penting adalah sel darah putih.


Dan dengan begitu, energi sihir Zero berhasil mengendalikan air (darah) milik Poseidon.


"Aaaaaaaaarrrrrggghhh!"


Poseidon menjerit kesakitan. Pikirannya tidak menentu dan dipenuhi hal-hal tidak berguna. Dia tidak dapat fokus.


Jika dia tenang, tentu saja dia dapat mengatasi ini dengan mudah. Namun, berkat manipulasi Zero dan informasi yang dia miliki, Zero berhasil memanfaatkan kemarahan Poseidon sebagai senjatanya.


"Kuk! Kukukuk! Meskipun aku belum memahami apa itu 'energi kosmos', mengalahkan Poseidon ini tentu dapat aku lakukan!" ujar Zero sambil tertawa kecil hanya agar terkejut dengan hal yang terjadi selanjutnya.


"Haaaaaaa!"


Energi yang sangat dahsyat meluap keluar dari Poseidon dan menghancurkan segala di sekitarnya dan terus meluas. Energi biru yang tampak konsisten tidak membiarkan sesuatu berada di dalamnya.


Dengan ini, energi sihir Zero yang berada di darah Poseidon menghilang. Air dan benda-benda langit lain dalam radius itu hancur atau tersingkir menjauh dari energi biru itu.


"Oi, oi, oi, oi, oi! Yang benar saja …!"


Zero hanya menyaksikan kejadian itu dalam diam. Kemudian, senyum terlintas dalam wajahnya.

__ADS_1


"Sepertinya ini tidak semudah yang aku pikirkan … benar?" kata Zero dengan penekanan nada pada kata "Benar".


__ADS_2