![[DROP] Supreme World'S System (Sistem Dunia Tertinggi)](https://asset.asean.biz.id/-drop--supreme-world-s-system--sistem-dunia-tertinggi-.webp)
"Aaaaaarrrrggghhh!" Poseidon menjerit kesakitan.
Rasa sakit ketika tubuhnya dilubangi dan darahnya 'diretas', belum pernah dia rasakan. Ini adalah pertama kalinya Poseidon merasakan rasa sakit yang begitu hebat.
Tidak, ini mungkin lebih tepat jika disebut dengan 'melupakan'.
Bahkan ketika pertarungan dengan Transenden dulu, dia dapat mengatasi segalanya dengan mudah.
Tapi, kenapa sekarang dia terluka semudah ini?
"Kenapa aku harus mengalami rasa sakit ini?" Poseidon bertanya-tanya akan hal itu. Amarah yang meluap dan rasa sakit membuat pikirannya hampir rusak.
Jiwanya akan hancur jika dia menerima rasa sakit yang lebih dari ini. Dia menderita secara mental dan fisik.
Sebagai makhluk superior sejak lahir, Poseidon tentu belum pernah merasakan rasa sakit ini. Dia tumbuh dengan kekuatan.
Disegani, dipuja, dihormati, ditakuti dan dikagumi. Meski begitu, belum pernah ada hal yang menarik bagi dirinya. Dia memiliki kepribadian yang tidak peduli dengan sekitar dan hanya mengikuti arus yang disebut takdir.
Bahkan dengan kehidupan seperti itu, dirinya merupakan salah satu makhluk terkuat. Meski tanpa motivasi maupun tujuan. Dia terus hidup mengikuti takdir.
Memiliki kekuatan mengendalikan air dengan kepastian dan keabsolutan, dia ditunjuk oleh Zeus sebagai penguasa lautan. Dia pun menerima itu seolah-olah itu hak biasa.
Setelah pertempuran melawan Transenden yang mengakibatkan kerugian tak terhitung, dia masih memiliki tatapan yang sama. Kekalahan maupun kemenangan tidak berarti bagi dirinya. Matanya dipenuhi kekosongan yang dalam dan ketidakpedulian yang tidak wajar.
Namun, bertahun-tahun setelah pertempuran itu, waktu ketika Olympus hampir menutupi kerugian atas pertempuran melawan Transenden, 'dia' muncul.
Seorang makhluk inferior (rendahan) yang menjadi superior, muncul di dunia dewa. Dia menjadi salah satu mitos dari sekian mitos yang berasal dari makhluk inferior.
Mitos. Seperti namanya, keberadaan mereka sangatlah spesial. Sangat jarang bagi seseorang untuk mencapai tahap ini. Paling-paling, mereka hanya mencapai tingkat legenda atau sesuatu di tingkatnya. Ini semua disebabkan oleh waktu.
Meski seseorang yang telah naik tingkat akan hidup sangat lama, itu masih memiliki batas waktu. Semakin tinggi tingkatan seseorang, semakin sulit untuk menaikkan satu level saja. Jika terus mendapatkan poin pengalaman dari makhluk kuat saja, itu akan membutuhkan waktu sekitar 1-5 tahun.
Namun, makhluk-makhluk kuat sangatlah jarang dan terbilang langka. Jadi, demi mempertahankan keseimbangan dunia, Olympus membuat kebijakan di mana dilarang saling membunuh, kecuali atas izin penguasa tertinggi, Zeus.
Karena hal itu, makhluk mitos sangat sulit menaikkan level. Mereka hanya mengikuti pertempuran yang terjadi di antara para dewa yang serakah akan kekuasaan yang telah diizinkan Zeus.
Oleh karena itu pula, banyak makhluk mitos yang menetap di Konstelasi Ares. Gugusan bintang yang banyak terjadi pertempuran.
Di sisi lain, keberadaan seseorang yang mengubah kepribadian Poseidon membuat kegemparan di seluruh penjuru dunia, selain pertempuran dengan Transenden. Itu tidak lain disebabkan oleh 'orang itu' yang melanggar peraturan Olympus.
'Orang itu' membantai banyak makhluk superior dan menjadikan dirinya sangat kuat. Kekuatan yang dimilikinya berasal dari kelas 'Water Bender'.
Kelas yang sama seperti Poseidon dan juga Crhono Zero.
***
'Kenapa? Kenapa ini terjadi padaku? Kenapa orang ini muncul? Kenapa aku tidak bisa mengendalikan tubuhku dengan benar?'
Poseidon dipenuhi pertanyaan dan berusaha mencari alasan yang dapat memuaskannya.
'Kenapa orang yang memiliki kekuatan yang sama seperti diriku muncul lagi?!'
Trauma besar yang dia alami di masa lalu, kini masih tertinggal jauh di dalam hatinya. Namun, kedatangan Zero membuat trauma itu muncul ke permukaan dan dia kehilangan ketenangan.
'Tidak bisa dimaafkan! Aku tidak akan membiarkannya! Tidak ada yang dapat mengalahkan diriku! Aku adalah penguasa lautan! Air adalah kekuatanku! Aku dapat melakukan apa saja dengan itu!'
Pikiran Poseidon semakin rumit seiring rasa sakit yang dia alami. Kemudian, perlahan tapi pasti.
Mata Poseidon bergetar hebat dan penglihatannya menjadi buram. Namun, dia tidak menanggapi hal itu.
Inti iris matanya tiba-tiba mulai berubah menjadi biru muda yang mengeluarkan cahaya. Aura biru muda juga mulai menyelimuti tubuhnya.
Perlahan, bagian tubuhnya yang berlubang mulai ditutupi aura biru muda. Energi sihir Zero perlahan mulai menghilang dan lepas dari kendalinya.
Kemudian, regenerasi tubuh Poseidon yang rusak dipercepat dan lubang di tubuhnya kembali seperti semula. Di saat yang bersamaan, mata Poseidon sepenuhnya berubah warna menjadi biru muda yang mengeluarkan cahaya indah.
Tidak ada titik hitam atau iris di matanya. Hanya warna biru muda di dalamnya. Kemudian, dengan alis yang tampak serius, ekspresinya berubah menjadi tenang dan penuh keseriusan.
Rambut panjangnya mulai terangkat dan aura miliknya mulai bergejolak lebih hebat. Auranya meluap dan dia menggumamkan sesuatu.
"Domain Penguasa Lautan!"
Tiba-tiba, energi biru muda yang tampak transparan menyebar ke segala penjuru.
"Haaaaaaaaaaaaaaaa!" Mulutnya terbuka lebar dan dia menjerit keras.
Segalanya hancur atau menjauh dari energi itu. Lalu, dia kembali tenang. Poseidon hanya menatap kosong ke depan, sedangkan area Domain terus meluas.
Kemudian, dia mengatakan sesuatu lagi dengan lirih.
"Armored Lord of The Seas!"
Tiba-tiba, muncul air dari bawah kakinya dan naik ke atas sambil mengelilinginya hingga membentuk spiral. Kemudian, air semakin banyak dan membungkus Poseidon.
Zero yang tidak tahu hal ini terkejut. Dia hanya berdiri diam menyaksikan itu.
"Apa … itu?" tanya Zero.
Beberapa saat berlalu dan air yang mengelilingi Poseidon menghilang.
"...."
Poseidon kini mengenakan armor biru dengan warna emas di pinggir setiap bagian armor antar tubuh. Trisulanya sekarang dihiasi permata biru tua dan dia mengenakan mahkota emas dengan permata biru juga.
Selendang yang terbuat dari air mengikat bahunya dan itu membentuk seperti simbol Alpha (Ω).
Matanya putih-biru bercahaya. Aura biru masih keluar dan meluap-luap di sekelilingnya.
Poseidon lalu mengalihkan perhatiannya ke tempat Zero berada dan berbicara.
__ADS_1
"Kamu … siapa namamu?" tanya Poseidon dengan dingin.
"…!"
Suara yang begitu dalam dan tenang bagai kedalaman laut. Itu mengeluarkan tekanan khusus bagi pendengarnya.
Tubuh Zero bahkan merespon hal itu dengan berdirinya bulu-bulu kuduknya.
'Ini seperti … tekanan yang dikeluarkan Poseidon!?'
Menghadapi tekanan itu, Zero masih tenang. Meski ini seperti milik Zeus, tekanan yang dikeluarkan Poseidon lebih lemah dibandingkan Zeus. Jadi, Zero tidak terlalu khawatir. Dia hanya harus lebih waspada.
'Banyak kejadian tak terduga yang selalu menghampiriku.'
Kemudian Zero berpura-pura seakan kembali sadar dari rasa takut sambil berpikir.
'Tapi, apapun misi yang aku kerjakan … itu pasti dapat aku tuntaskan!' Zero tersenyum dalam hatinya dan mulai berbicara dengan Zeus.
Kemudian, Zero tersenyum dengan percaya diri dan menunjuk dirinya sendiri dengan jempolnya ke dada.
Bugh!
"Aku adalah Crhono Zero!"
"…."
"Ingat itu baik-baik!"
Setelah kalimat terakhir itu, Poseidon melesat cepat sambil memegang erat trisulanya. Dia melesat dengan dikelilingi oleh air, sehingga tubuhnya tidak terlihat. Setelah Zero berada dalam jangkauan---
Swuuush!
Zero sontak langsung mengindari serangan Poseidon yang mengarah ke kepalanya.
'Orang ini!'
Namun, Zero tergores sedikit pada bagian pipinya. Lalu, darah keluar sedikit.
"Cih!" Zero mendecakkan lidah.
"Hoo, kau bisa menghindari ini ternyata."
Poseidon berbicara dan trisula tertutup air yang menyerang Zero mulai terlihat.
"Huh! Ini adalah hal mudah!" tanggap Zero sambil menunjukkan senyum meremehkan.
Di sisi lain, Poseidon yang mendengar tanggapan Zero ikut tersenyum. Namun, itu bukan senyum yang baik. Itu senyum yang sama seperti Zero.
Senyum meremehkan.
"Kalau begitu, tunjukkan padaku … kekuatanmu itu!"
"…!"
Karena hal itu, Zero hanya bisa menghindarinya dengan pergerakan seminimal mungkin.
"Ck!"
Meski begitu, beberapa luka tidak dapat dipungkiri.
'Bagaimana bisa lapisan pelindung sihir ku rusak semudah itu!?'
Sebagian tubuh terkena luka gores dan luka yang dangkal. Namun, berkat kecepatan regenerasi makhluk superior God-Human, Zero berhasil pulih dengan cepat.
...
Waktu berlalu dan beberapa detik terlewati. Tubuh Zero terus tergores dan sembuh. Namun, Zero terus dipaksa untuk mundur dan hanya menghindar.
"Hei, hei, ada apa? Kenapa kau hanya bisa menghindar? Apa hanya ini kekuatan milikmu?" ejek Poseidon sambil terus menyerang.
"…."
Namun, Zero hanya terdiam tanpa mengeluarkan suara. Menurut pengamatan Zero, Poseidon sangat mewaspadai dirinya. Oleh karena itu, kemungkinan besar, Poseidon berusaha memperoleh informasi melalui tanggapannya.
'Tinggal 15 detik lagi hingga pedang WSA selesai. Aku hanya perlu mengulur waktu saja. Benar, kali ini, aku akan bermain aman saja,' pikir Zero.
Sambil menyerang Zero tanpa henti, Poseidon yang melihat tanggapan dingin Zero tersenyum.
"Kamu … aku suka sifatmu."
"…."
Zero terdiam lagi. Dia berpikir, 'Apa yang dibicarakan orang ini?'
Kemudian---
"Tapi—!"
Poseidon men-jeda serangannya dan menarik lengannya. Dia mengumpulkan kekuatan pada lengannya dan melancarkan serangan yang kuat ke tubuh Zero.
"…!" Zero tersentak dengan perubahan ritme yang terjadi. Namun, dia segera beradaptasi pada situasi.
'Cih, sepertinya aku harus menggunakan Zero's Martial Art, ya?'
Serangan Trisula yang mampu mematahkan pertahanan sihir Zero, melesat cepat dan meninggalkan jejak air. Trisula itu menuju tepat ke hati Zero.
Namun, Zero yang diberi jeda memanfaatkan hal itu.
'Zero's Martial Art: Aliran keenam, …'
__ADS_1
Zero's Martial Art. Itu adalah seni beladiri yang diciptakan Zero melalui pengalamannya selama mempelajari semua seni bela diri di bumi.
Ini dibagi menjadi beberapa aliran.
Aliran pertama, itu berisi gerakan serangan atau pertahanan yang menggunakan tangan.
Aliran ke-dua, itu berisi gerakan serangan atau pertahanan yang menggunakan kaki.
Aliran ke-tiga, itu berisi gerakan serangan atau serangan yang menggunakan kepala.
Aliran ke-empat, itu berisi gerakan-gerakan yang memanfaatkan seluruh anggota tubuh untuk bertahan.
Aliran ke-lima, itu berisi gerakan-gerakan yang memanfaatkan seluruh anggota tubuh untuk menyerang.
Aliran ke-enam, itu berisi gerakan-gerakan yang memanfaatkan seluruh anggota tubuh untuk menghindar.
Kemudian, aliran ke-tujuh, aliran yang berisi gerakan-gerakan yang dikhususkan untuk serangan balik atau sering disebut dengan Counter.
Zero memejamkan mata dan menarik nafas dalam-dalam. Kemudian, tangannya bergerak seperti air yang tenang dan bergelombang, namun seimbang.
Posisi kaki Zero berubah dengan kaki kanan yang ditarik berputar setengah lingkaran ke belakang. Lalu, kedua tangan Zero berputar membentuk efek halusinasi keseimbangan Yin & Yang dan aliran air yang bergelombang.
'… Flowing Water Yin & Yang!'
Setelah itu, Zero membuka mata dan trisula tepat hampir mengenai Zero.
"Matilah!" seru Poseidon.
Trisulanya dipenuhi energi dan kekuatan yang luar biasa. Jika Zero bertahan, dia akan menderita kerusakan yang parah, sedangkan jika dia memilih untuk menghindar, maka dia kehilangan kesempatan emas.
Kemudian, Zero berusaha untuk menangkap gagang trisula itu untuk menghentikan ketiga mata trisula.
'Berdasarkan pengamatan ku, serangan Poseidon tidak hanya berasal dari kekuatan dorongannya saja. Melainkan berasal dari trisula tersebut juga. Kalau tidak salah nama trisula itu adalah ...Trident.
Senjata yang diciptakan oleh seorang Cyclop. Sama seperti senjata milik Zeus, Thunderbolt. Nampaknya, Cyclop ini mampu menyaingi kualitas barang buatan Hephaestus. Tidak, itu bukan masalah utama.
Masalah utama adalah trisula itu sendiri. Dikatakan dalam mitologi bahwa senjata Trident ini mampu menenggelamkan daratan, menenggelamkan daratan dan menghancurkan batu. Dengan kata lain, kekuatan untuk menghancurkan pertahanan dan menciptakan badai ini adalah kekuatan yang sedang aktif.
Dia memanfaatkan badai air untuk memberi kekuatan tambahan pada Trident.
Huh, ini dapat aku gunakan balik untuk menyerangmu!!'
Lalu, Zero menembus badai air yang menyelimuti gagang Trident.
Tap.
Akhirnya, Zero berhasil memegang Trident. Namun, itu belum selesai. Poseidon masih memegang Trident dan ada kemungkinan terjadi penolakan karena Zero bukan pemilik Trident.
'Apa?!' Poseidon tersentak dengan reaksi Zero. Dia tidak menyangka kalau Zero akan berusaha menangkap Trident miliknya.
'Namun, itu bukan masalah bagi diriku.'
Itulah yang ada dipikiran Poseidon.
Kemudian, seperti yang diprediksi Zero, Trident bereaksi terhadap Zero. Dalam waktu sepersekian detik itu, Trident hampir mencapai tubuh Zero. Penolakan yang dikeluarkan Trident menyebabkan tangan Zero tampak membengkak.
'Kuat sekali!' pikir Zero.
Ternyata, tangan Zero yang tampak membengkak disebabkan oleh tenaga yang mendorong agar Zero melepaskan Trident. Meski begitu, Zero terus menambahkan mana dalam jumlah yang besar untuk meningkatkan kekuatan.
Akhirnya, kekuatan tangan Zero telah stabil terhadap tekanan penolakan Trident.
'Sekarang!'
Alhasil, Zero menekuk tubuhnya ke belakang dan condong ke bawah.
'Sekaranglah momen untuk melepaskan Trident dari tangan Poseidon!'
Sekarang, posisi Zero tampak horizontal dari sudut pandang Poseidon. Lalu, Zero segera menendang perut Poseidon sekuat tenaga.
Bam!
Bunyi yang keras terdengar. Akhirnya, Trident terlepas dari genggaman Poseidon dan Zero terpental menjauh dan terdorong Trident. Namun, ---
'Tunggu, ada yang aneh.'
Zero merasakan adanya keanehan. Namun, waktu tidak bisa dibuang. Alhasil, Zero segera memutar arah mata Trident ke arah Poseidon dan melemparnya.
'Majulaaaaaah!' teriak Zero dalam hati.
Trident melesat cepat dan bertambah cepat berkat bantuan dari energi sihir Zero.
Namun, pemandangan aneh dilihat Zero dalam sekilas di waktu itu.
'Apa?'
Jarak kekuatan Zero dan Poseidon terlalu jauh. Namun, dengan optimis, Zero melawan Poseidon dan yakin bahwa dirinya akan menang. Meski Noura telah menasehati dirinya agar bertarung bersama, Zero menolak. Bahkan, jika Zero tidak bisa menggunakan energi transendental, dia tetap melawan.
Itu semua karena perhitungannya. Meski begitu, Zero melupakan bahwa ini adalah dunia yang penuh dengan keajaiban. Hal-hal yang tidak dapat terjadi, dapat terjadi.
Sejauh ini, jika dipikirkan dengan akal sehat, rencana yang telah disusun Zero memang luar biasa. Namun, berbagai situasi di luar prediksi terus menimpanya.
Lalu, di hadapannya ini, di dalam pandangannya ini, Poseidon sang penguasa lautan terlihat baik-baik saja.
Penampilan penuh kemuliaan dan martabat. Meski Zero tidak peduli, tidak dapat dipungkiri bahwa lawan di hadapannya ini adalah salah satu dari sedikit makhluk yang berada di puncak.
Jika Zero memiliki emosi, mungkin dia akan merasakan apa yang disebut keputusasaan.
'Oi, oi, ini, sih … menjadi semakin menarik!'
__ADS_1
Tanpa disadari, Zero merasakan stimulus. Sebuah stimulus besar yang hanya bisa dirasakan ketika mangsa berada di hadapan predator.
Ini adalah salah satu momen yang akan mengubah sudut pandang Zero terhadap dunia.