[DROP] Supreme World'S System (Sistem Dunia Tertinggi)

[DROP] Supreme World'S System (Sistem Dunia Tertinggi)
Chapter 58 ~ Titan


__ADS_3

Titan dalam alam dewa adalah musuh alami para dewa. Titan memerlukan dewa untuk bertahan hidup dengan memakan dewa. Mereka sudah hidup di dunia ini, bahkan lebih lama sebelum para dewa tercipta.


Zero menanyakan informasi ras dari system.


"System, beri aku informasi tentang ras titan!" seru Zero.


[Permintaan diterima.]


[Mencari informasi karakteristik rasial titan.]


[Informasi telah ditemukan.]


[Titan adalah ras yang muncul di alam dewa. Mereka hidup dengan tubuh raksasa yang melebihi dewa, namun proporsi atau rasio tubuh yang tidak seimbang. (Contohnya, kepalanya lebih besar atau ukuran bagian tubuh lain tidak sesuai dengan rasio.)


Titan juga tidak memiliki akal. Namun, jika mereka memakan 10,000 dewa, maka titan tersebut akan dibangun ulang. Proporsi tubuhnya menjadi seimbang dan mereka menjadi memiliki akal. Tubuh mereka juga akan di tingkatkan. Dari statistik, hingga karakteristik.


Titan tingkat rendah sampai menengah tidak memiliki jenis kelamin, tapi mereka dapat memilih jenis kelamin saat telah mencapai tingkat tinggi.


Berikut informasi Titan tingkat rendah:


Race: Low-titan.


Tinggi: 1 km ~ 10 km.


Berat: 10B ton ~ 100B ton.


Health: 10T ~ 100T.


Stamina: 1T ~ 10T.


Strength: 100B ~ 10T.


Intelligent: 2 ~ 20.


Magic: 1M ~ 100M.


Vitality: 100B ~ 10T.


Physical defense: 1T ~ 10T.


Magic defense: 100M ~ 10B.


*(Note: K \= thousand (ribuan), M \= Million (jutaan), B \= Billion (milyaran), T \= Trilion (triliunan)).*


Skill rasial: Enforcement Titan, Titan Rampage, Suitability Earth, Pounding Titan. ]


[Enforcement Titan (Pengerasan Titan).


Skill aktif yang digunakan oleh ras Titan, musuh para dewa. Skill ini dapat memperkeras tubuh hingga ke titik ekstrem.]


[Titan Rampage (Amukan Titan).


Skill pasif bersyarat yang dimiliki ras Titan. Skill ini aktif ketika 'kesehatan' Titan berada di bawah 10%. Skill ini juga mempengaruhi Titan lain di sekitarnya.]


[Suitability Earth (Kesesuaian Bumi/Tanah).


Skill pasif yang memungkinkan Titan untuk menggunakan sihir yang berhubungan dengan bumi/tanha.]


[Pounding Titan (Hentakan Titan).


Skill aktif yang memberikan efek tambahan berupa getaran dan ledakan saat menyerang musuh dengan menginjak.]


"Apa?! Statistiknya tinggi sekali?!"


Zero terkejut dengan hal itu. Dia tidak menyangka, statistik Titan begitu tinggi.


"Bukankah dia setingkat dengan dewa tingkat atas ...? Yang benar saja." ucap Zero sambil melihat ke atas, ke kepala Titan.


"Aku mungkin tidak dapat melukainya secara fisik. Tapi ..."


Zero memiliki 2 kartu truf. Satu berhubungan dengan 'kelas'-nya, yang lain adalah hadiah dari System.


Zero sudah lama tidak menggunakan kekuatan yang berhubungan dengan 'kelas'-nya, namun dia belum pernah mencoba skill dari hadiah System.


Mereka adalah Ekstra skill: Water control dan skill tingkat Mito, Myth skill: Hellfire. Meski begitu, Zero masih memiliki keraguan.


"Apakah aku bisa mengendalikan darah Titan yang sangat banyak itu, ya?"


Zero memutuskan untuk melihat perkembangan cerita tanpa dirinya. Dia hanya diam ketika Lioka dan Phankar berlari menuju ke arah Titan.


"Apa mereka bodoh? Statistik mereka saja hanya 9 digit saja. Bagaimana mere-"


Kalimat Zero terhenti ketika prasangka baru muncul dalam benaknya.


"Mungkin ... Apakah mereka memiliki cara untuk mengalahkan Titan?!"


Zero melihat ke arah Lioka dan Phankar kembali.


"Phankar, bisa kau memanjat tubuh Titan itu?" tanya Lioka sambil berlari.


Phankar menjawab, "Aku bisa. Tapi ..."


"Tapi?"


"Tubuhnya terlalu panas. Aku tidak akan bisa mencapai kepalanya. Mungkin, aku hanya bisa sampai lututnya saja."


"Lututnya saja?!"


Mereka berdua melihat Titan yang memiliki tinggi 2,7 km itu. Lioka bergumam dan mengutuk, "Sial! Jika bukan karena 'Transenden' dari manusia itu, hal ini tidak akan terjadi."


Phankar yang bingung bertanya, "Transenden?"


Lioka menatap Phankar sambil melewati beberapa pohon.


"Transenden adalah makhluk 'inferior' yang dapat bersanding dengan makhluk 'superior' dengan kemampuannya sendiri."


"Jadi, begitu ..."


"Tapi, saat ini ... Kita tidak dapat mengkhawatirkan hal itu. Kita harus menghentikan Titan it-"


Kalimat Lioka terhenti ketika dia merasakan bahaya dari depan.

__ADS_1


"PHANKAR, MENGHINDAR!" teriak Lioka.


"Apa?"


Lioka merupakan 'guardian' terkuat dan telah menyamai kekuatan dewa tingkat menengah. Namun, tidak untuk Phankar dia belum melampaui batasnya.


Lioka segera menyenggol Phankar dengan keras ke samping dengan tubuhnya.


"Apa yang-"


Tanpa Phankar sadari, kaki Titan jatuh dari atas dan menginjak Lioka ketika dia terpental.


"LIOKA!" teriak Phankar.


Bagi Phankar, Lioka hanyalah 'guardian' terkuat yang terlalu setia pada Tuannya. Phankar tidak tahu alasan Lioka menjadi 'guardian', tapi Phankar sebenarnya sangat menghormati kekuatan Lioka.


Booom!


Wooosh!


Kaki Titan menginjak tanah dengan keras. Ledakan terjadi dan pohon-pohon bergeser karena tanah terangkat.


Itu adalah efek dari skill Pounding Titan.


Zero melihat hal itu.


"Sepertinya mereka tidak tahu kelemahan Titan. Mereka mungkin putus asa. Jadi, mereka hanya maju dan mengorbankan nyawa seperti orang bodoh."


Zero menatap Phankar yang berteriak dan menangis melihat ke bawah kaki Titan. Mata Zero hanya dipenuhi ketidakpedulian dan kehampaan.


"TIDAAAK!" jerit Phankar sambil mengeluarkan air mata.


Zero memejamkan mata.


"Yap, sudah kuputuskan. Aku tidak dapat mengalahkan mereka saat ini. Itu terlalu beresiko." kata Zero sambil menepuk tangannya satu kali.


Zero melihat sekitar dan melihat pemandangan di mana kawanan serigala terluka parah. Ada yang terkena api ledakan dari bola apinya dan ada yang terkena luka bakar karena melawan Lioka.


"Kabur, ah!" kata Zero.


Kemudian Zero berseru, "Hei, para serigala! Kita akan pergi, lho!"


Para serigala hanya menunduk sambil berjalan terpincang-pincang.


"Baik!" balas Balph.


Hanya Balph saja yang membalas. Karena, hanya dia saja yang dapat berbicara.


Zero membalikkan punggungnya. Zero mungkin dapat menghabisi satu Titan. Namun, Zero masih merasakan kehadiran Titan lain di belakang Titan itu.


Zero segera melesat untuk melewati kediaman Keluarga Furry dan memutarinya. Memang benar, Titan lain juga datang dari berbagai sudut. Namun, Zero pasti dapat mengatasi beberapa di antaranya.


Tidak seperti hawa mengerikan yang dia rasakan dari belakang Titan pertama. Zero melesat dengan cepat dan terhenti seketika.


Deng~ deng~


Suara lonceng bergema di seluruh hutan dan memekakkan telinga. Zero tidak tahu apa artinya.


Balph tampak ragu sebelum menjawab.


"Itu ... itu adalah bunyi ketika Titan yang dapat menerobos 'barrier' muncul." jelas Balph dengan terhenti.


"Jadi begitu ..."


Zero memegangi dagunya dan berfikir ketika aura mengerikan terasa. Sesosok raksasa terbang melewati angin malam. Namun, itu bukanlah Titan. Itu adalah sosok ras dewa.


Tidak Zero sangka, belasan dewa dari kediaman Keluarga Furry keluar dan menuju ke arahnya. Mereka hanya melintas di langit tanpa melirik Zero.


"Sepertinya, pertunjukkan menarik akan terjadi," ujar Zero.


Tatapan para dewa yang terbang di langit malam tampak menegang sembari mengerutkan keningnya. Zero melihat Barosa ada di antara mereka.


"Meski begitu, aku harus pergi. Setidaknya, aku harus menjelajahi dunia para dewa ini."


Zero kembali melesat untuk keluar dari Great Forest Berm.


"Ayo pergi!"


Wooosh!


Api biru yang menyelimuti Zero mendorongnya menjadi lebih cepat. Sedangkan para serigala masih dapat mengejar Zero sambil memulihkan tubuh mereka sendiri.


Suara ledakan dan serangan para dewa dengan Titan terus terdengar. Namun, mereka tidak memalingkan wajahnya ke arah suara itu. Mereka tetap melaju ke depan dan mengitari kediaman Keluarga Furry.


Beberapa jeritan dari dewa kadang terdengar.


Beberapa menit telah berlalu. Zero dan yang lainnya sampai di dekat pinggiran Great Forest Berm di arah sebaliknya dari tempat mereka berada sebelumnya.


"Balph, mundurlah!" kata Zero.


Balph hanya terkejut sebelum akhirnya menuruti perintah Zero.


"Baik!" ucap Balph.


Zero merasakan kehadiran Titan di depannya.


"Titan itu ... untungnya lebih kecil dari pada yang sebelumnya." gumam Zero.


Zero memutuskan untuk pergi ke arah Titan itu. Titan itu hanya setinggi 1,3 km. Langkah kaki Titan juga tidak terlalu besar.


Saat itu juga, Zero telah menemukan Titan itu. Titan itu berhenti dan menatap Zero yang diselimuti api biru. Tanpa rasa malu, Titan itu berkeliaran di hutan tanpa busana. Air liur dapat terlihat keluar dari salah satu sudut mulut Titan. Tangan kanannya tampak lebih kecil daripada tubuh yang lain. Namun, Zero tidak terlalu memperhatikannya.


"Hai, kau akan menjadi Titan pertamaku, jadi ... berbahagialah!" seru Zero sambil melambaikan tangannya dan menyerang Titan.


Pedang biru menghiasi malam yang gelap dengan indah. Ayunan demi ayunan Zero kerahkan ke setiap titik vital.


Titan itu menyerang Zero dengan kedua tangannya secara membabi buta dengan mulut terbuka dan air liur yang menetes. Zero menghindari setiap serangan Titan dengan elegan sembari menyerang.


Namun, luka yang Zero berikan tidak cukup untuk membunuh Titan. Kecepatan regenerasi Titan sangat cepat. Zero hanya bisa menghambat gerakannya untuk sementara.


"Pantas saja para dewa kesulitan melawan kalian!" kata Zero sambil memotong jari-jari Titan.

__ADS_1


Zero tampak dengan fokus mengatur pernafasan.


"Kalian seperti kecoak saja!"


Kemampuan bertahan hidup Titan sangat tinggi seperti kecoak.


"Aku berniat mengalahkanmu dengan serangan pedang, tapi ... Sepertinya aku harus menggunakan salah satu kartu truf-ku, ya." ujar Zero sambil membuang pedangnya ke udara.


Kemudian, Zero mengangkat tangannya hingga ke dada.


"Myth skill: Hellfire!"


[Anda telah mengaktifkan Skill tingkat mitos, Hellfire.]


[Panas yang luar biasa telah membuat area sekitar terbakar.]


[10 milyar MP dikonsumsi untuk membuat 10 milimeter Hellfire.]


[Anda ingin menggunakan api penyucian atau api pengutukan?]


"Tidak. Tidak usah menggunakan salah satu jenis api."


[Jawaban dikonfirmasi.]


[Api Hellfire tidak memiliki atribut. Api Hellfire hanya memberikan kerusakan normal.]


Api merah menyala muncul di atas telapak tangan Zero. Apinya mungkin berwarna merah, namun suhunya sangat panas.


Itu setara dengan panas matahari — Tidak, itu melebihi panas matahari. Kira-kira, sekitar 1000 kali panas matahari. Namun, Zero tidak merasakan panas dari api, karena dia adalah orang yang menggunakan api itu.


Buktinya dapat terlihat jelas ketika cahayanya membutakan mata Titan hingga mundur dan pohon-pohon yang terbakar dengan hebat. Tanah-tanah tampak mengeluarkan uap karena panas yang dihasilkan.


"Hoooh, skill ini hebat sekali! Tidak kusangka akan seperti ini!" kata Zero dengan kagum sambil melihat api itu.


"A, AAAACKKK!"


Erangan Titan tanpa kecerdasan terdengar. Dia semakin mundur sambil melindungi matanya.


"Hei, hei, mau kemana kamu? Kita baru akan bersenang-senang, lho."


Senyum muncul di wajah Zero ketika dia mendekati Titan. Zero menghela nafas sambil melihat ke bawah.


"Haaah ... Apa yang aku lakukan, sih? Berbicara dengan Titan bodoh seperti orang gila. Aduh, sudah cukup buang-buang waktunya."


Zero melemparkan api itu ke dalam mulut Titan yang menganga karena kepanasan.


"Nih, makan!"


Itu adalah api kecil seukuran api lilin. Namun, panas yang dihasilkan begitu luar biasa. Tanpa sadar, Titan itu menelan api dan dia jatuh sambil memegangi lehernya.


"...?!"


Tanpa suara, Titan itu berjuang dari rasa sakit dengan berguling-guling dan menghancurkan area sekitar. Panas api merusak seluruh jaringan tubuh termasuk pita suaranya.


Api menyebar dari kerongkongan hingga ke seluruh tubuh hingga akhirnya menjadi butiran atom tak terlihat, bukan abu. Hellfire langsung padam ketika tubuh Titan telah musnah.


Zero memecah keheningan.


"Sudah berakhir ... ya."


Zero berada di tengah-tengah area yang hangus terbakar dan menatap tempat Titan tadi mati.


[Anda telah mengalahkan Titan tingkat rendah tanpa nama.]


[Anda telah mendapatkan 1,638T poin EXP.]


[Akumulasi pengalaman akan dijumlahkan dengan efek title dan skill yang Anda miliki.]


[Anda level up.]


[Anda level up.]


[Anda level up.]


[Anda level up.]


[Anda level up.]


[Anda level up.]


[Anda level up.]


...


Dering notifikasi System terus terdengar hingga ratusan kali. Tubuh dan mental Zero menguat drastis berkat peningkatan statistik otomatis setiap naik level.


Zero mengecek statusnya dan mengkonfirmasi.


"Level 897 ... ya."


Di area yang dipenuhi hawa panas, Zero melihat langit malam yang sudah terlihat berkat api yang membakar pohon yang rimbun sehingga langit menjadi terlihat. Beberapa pohon telah menjadi arang dan sisanya masih terbakar.


Panas api biru Zero mulai melambai-lambai tertiup angin.


"Sebentar lagi, ya." ucap Zero.


Waktu aktivasi 'mad mode' tinggal 4 menit 30 detik. Zero mulai kesulitan mengendalikan tubuh. Itu karena konsumsi MP yang terlalu besar dan beban tubuh terhadap 'mad mode.'


"Sial, makin susah saja."


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Tekan like jika kamu suka cerita ini.


Tekan love jika kamu suka novel ini.


Dukung author dengan vote dan hadiah.


Beri saran, kritik atau hal yang ingin ditambahkan dalam cerita di kolom komentar.


Terimakasih

__ADS_1


__ADS_2