![[DROP] Supreme World'S System (Sistem Dunia Tertinggi)](https://asset.asean.biz.id/-drop--supreme-world-s-system--sistem-dunia-tertinggi-.webp)
Di Taman Olympus, Zero mengerutkan kening dan tatapannya tampak aneh ketika memperhatikan sesuatu.
Di depannya, ada patung yang mengeluarkan air dan di bawahnya kolam air. Sementara ada prasasti pada tabel batu di dekat kolam.
Zero membacanya, "Air Seni Dewa?"
Di sana tertulis kalau kolam itu adalah air seni dari 12 Dewa Olympus. Adapun manfaatnya, dikatakan kalau air seni Dewa ini memiliki efek yang mampu membersihkan jiwa seseorang dan tubuhnya. Ya, dapat dikatakan kalau itu bisa menghilangkan benda-benda asing yang ada di dalam tubuh, seperti racun atau semacamnya.
Meskipun begitu ...
Air seni ...
"Sial! Apakah ini toilet milik Dewa?!" Zero mengutuk keras. Walaupun dia tidak memiliki emosi, dia masih memiliki harga diri dari pengetahuan umum!
Dan lagi, kenapa ada Air Seni Dewa di taman?
Zero menundukkan kepala sambil menunjuk jarinya ke patung anak kecil bersayap dengan wajah tersenyum dalam pose kencing.
Energi Sihir perlahan mulai terkumpul di ujung jarinya dan itu melesat menghancurkan patung batu tersebut.
"Haa ..." Zero menghela nafas seolah-olah merasa kecewa.
Namun, tiba-tiba sebuah ide muncul di benaknya.
Segera, dia memasukkan kolam Air Seni Dewa itu ke dalam penyimpanan Item Box, bukan Sistem. Karena tidak ingin membuang waktu, Zero melepaskan Energi Sihirnya untuk memindai Istana Barosa.
Tidak disangka, ternyata istana ini sangat luas! Setidaknya, Istana Olympus memiliki ukuran seluas Benua Asia di Bumi.
Tampaknya, Istana Olympus dibagi menjadi lima area. Taman, Pemandian, Aula Olympus, Lapangan dan bangunan Istana, masing-masing dari mereka menempati seperenam dari luas wilayah, kecuali bangunan Istana yang menempati dua per enam sisanya.
Ketika selesai memindai, Zero mulai berjalan ke arah tertentu. Tujuannya adalah Istana itu sendiri.
Dalam sekejap, sosok Zero berkedip dan menghilang dari Taman Olympus.
.....
Di koridor istana, Zero tiba-tiba muncul dan berhenti.
Dia berusaha untuk memindai area istana ini untuk menemukan tempat yang dia tuju. Melewati berbagai ruangan, dia merasakan penghalang kuat di salah satu ruangan.
Segera, Zero menghilang lagi di sana dan tiba di tempat yang dia tuju.
Sesampainya di sana, Zero melihat pintu besar dengan rangkaian pola rumit dan kuno. Di luarnya, tirai cahaya tembus pandang yang mengandung multi warna dapat dilihat. Sementara itu, terdapat rantai besar yang menyegel pintu bersama dengan gembok yang menguncinya.
Dari situ, Zero dapat mengetahui bahwa penghalang di pintu itu cukup kuat. Namun, itu tidak akan menjadi masalah bagi Zero yang sekarang.
Dia adalah penguasa dunia ini.
Memejamkan mata, Zero melepaskan Domain's Lord-nya. Dalam area satu kilometer, Zero dapat melakukan apa saja.
Tiba-tiba, Zero melepaskan gelombang tak kasat mata yang mampu menetralisir Energi Sihir. Di saat yang bersamaan, tirai cahaya multi warna mulai berkedip-kedip dan redup sebelum akhirnya menghilang.
__ADS_1
Zero segera membuka matanya, namun pintu ini ternyata masih tersegel. Mengamati adanya keanehan, Zero segera menyadari bahwa itu semua disebabkan oleh rantai yang menyegel pintu.
Kemudian, Zero perlahan melambaikan tangannya. Tiba-tiba, partikel cahaya mulai muncul dan Zero tampak sedang memegang sesuatu dari itu. Beberapa saat kemudian, partikel cahaya berubah menjadi pedang dengan satu bilah, seperti katana.
Itu adalah World Sword Authority!
Mengangkat tangannya, Zero kemudian mengalirkan Energi Sihir yang kuat ke dalamnya. Api yang panas tiba-tiba berkobar dan menyelimuti bilah World Sword Authority. Dengan ayunan yang pelan, tebasan api berbentuk bulan sabit yang besar muncul dan dengan cepat langsung terbang menuju gembok yang mengunci rantai.
Panas yang membara itu tampaknya mampu melelehkan ruang di sekitar, menyebabkan gangguan yang kuat. Ketika bilah api itu mengenai gembok itu, penghalang tak terlihat melindunginya dengan kuat. Namun segera, penghalang itu hancur dan disusul dengan hancurnya gembok.
Rantai raksasa jatuh keras ke tanah ketika gembok yang mengunci mereka telah hancur.
Tiba-tiba, pintu raksasa yang tadinya di segel terbuka dengan sendirinya. Dilihat sekilas dari luar, ruang di dalamnya sangatlah gelap. Bahkan Zero tidak mampu melihatnya dengan penglihatannya sekarang.
Zero pun memasuki ruang gelap itu tanpa ragu.
Beberapa langkah setelah memasuki ruang tersebut, Zero merasa telah berada di ruang yang berbeda.
Tiba-tiba, sesuatu mulai muncul di hadapan Zero ketika ruang masih sunyi dan gelap.
[Selamat datang di Ruang Administrator.]
Itu adalah panel hologram yang sama seperti System milik Zero. Namun, tidak mengeluarkan suara. Jelas, ini bukan notifikasi dari System.
Ketika Zero selesai membaca ini, notifikasi System muncul, bertumpukan dengan panel hologram pertama.
[Kepemilikan 'Bayi Dunia 81636' telah diganti menjadi Anda.]
[Sekarang, Anda adalah Administrator 'Bayi Dunia 81636'.]
Zero tidak tahu dengan jelas apa ini sebelumnya, tapi setelah melihat pesan ini, Zero samar-samar telah mengetahui sesuatu.
Pada awalnya, Zeus adalah Administrator dari Bayi Dunia 81636. Namun setelah kematian Zeus, System entah bagaimana telah mengganti kepemilikan Bayi Dunia 81636 menjadi milik Zero.
Sebelum dirinya selesai berpikir, keanehan mulai terjadi.
[Penyaringan ■■■ telah dihapus.]
Zero tertegun. Tanda ■■■ ini telah berulang kali membuat Zero bingung. Itu terjadi pada status skill Zero dan beberapa pada notifikasi System. Sebelumnya, detail skill milik Zero tidak ada penyaringan seperti ■■■ ini sama sekali. Namun, setelah Zero berevolusi menjadi Uniqe Human, hal-hal ini mulai bermunculan.
Entah itu ■■■ pada jiwanya ataupun yang lainnya. Sepertinya, detail itu telah disensor karena beberapa hal. Karena Zero belum mengetahui dan itu tidak penting, dia mengabaikannya. Namun sekarang, Zero menyadari kalau ini sangat penting.
Zero mengingat kembali hadiah pada misi melawan Zeus.
Salah satunya adalah pengaktifan ■■■ yang asli!
Saat itu juga, notifikasi System berlanjut.
[Supreme World's System yang asli diaktifkan.]
[Bayi Dunia 81636 akan digunakan sebagai fondasi.]
__ADS_1
[Pengaktifan akan berlangsung selama 100 hari.]
Zero dengan cepat memproses informasi yang ada di panel System.
[Peringatan! Dunia ini akan lenyap dalam 100 hari!]
Ketika pesan terakhir ini berakhir, mata Zero terbelalak dan ekspresi terkejut memenuhi wajahnya. Namun, itu bukan ekspresi buatan!
Melainkan ekspresi Zero yang sesungguhnya!
Tapi, Zero bukan terkejut karena notifikasi terakhir. Melainkan hal yang lain.
Pada saat itu, tubuh Zero diam membeku. Dia tidak bisa menggerakkan tubuhnya.
Di dalam jiwa Zero, sebuah rantai yang tak terhitung jumlahnya yang telah menyegel Zero mulai mengendur. Meski perubahan itu sangat sedikit hingga tidak dapat dibedakan dengan sebelumnya, Zero dapat merasakannya!
Tubuh Zero merasakan gemetar yang luar biasa untuk pertama kalinya. Dia saat ini sedang merasakan perasaan lega seolah-olah telah terbebaskan dari kurungan yang mengurungnya selama dia hidup.
Kali ini, bukan hanya sekedar merasakan emosi belaka.
Kali ini, dia dapat merasakan setiap anggota tubuhnya. Darah panas yang mengalir, detak jantung dan yang lainnya.
Sensasi hembusan nafas, sentuhan udara …
Setiap detail-detail yang sederhana ini tampak sangat asing bagi Zero. Tapi, dia merasa nyaman.
Tanpa disadari, air mata membendung di matanya dan mengalir keluar melewati pipinya.
"Akhirnya … apakah ini …" Zero berkata dengan suara yang bergetar saat ekspresi kebahagiaan memenuhi wajahnya, "Aku … aku bisa merasakan semuanya!"
Zero mengepalkan tangannya dengan kuat dan mengangkatnya tinggi-tinggi ketika tubuhnya bergetar kesenangan.
Untuk beberapa saat, Zero tidak bisa memikirkan hal lain. Setelah dia hidup sejak bayi, dia mampu berpikir seperti pria dewasa. Namun, dia tidak memiliki emosi dan keinginan apapun, seolah-olah tidak memiliki jiwa.
Tanpa dia sadari, selama ini dia hidup dengan mengikuti insting yang muncul pada jiwanya. Menyebabkan dirinya bertanya-tanya apakah ini keinginannya?
Pada akhirnya, insting ini menuntun Zero pada keinginan sejatinya. Mendapatkan emosi dan mampu merasakan sensasi yang terjadi pada tubuhnya.
Ketika Zero dipenuhi antisipasi, ruang disekitarnya kembali menjadi sunyi dan gelap. Dia menyadari bahwa dirinya sendirian selama ini.
Sekarang, cahaya bisa memasuki ruang gelap tempat Zero berada saat ini.
Setelah meredam perasaan ini, Zero perlahan berjalan keluar untuk menikmati diri.
***
Tekan like jika kamu suka cerita ini.
Tekan love jika kamu suka novel ini.
Dukung author dengan vote dan hadiah.
__ADS_1
Beri saran, kritik atau hal yang ingin ditambahkan dalam cerita di kolom komentar.
Terimakasih