![[DROP] Supreme World'S System (Sistem Dunia Tertinggi)](https://asset.asean.biz.id/-drop--supreme-world-s-system--sistem-dunia-tertinggi-.webp)
Entah berapa lama pertarungan berlangsung.
"Ahahahaha!"
Boom-boom-boom!
Mr. X tertawa ketika bertarung tanpa kesulitan dengan Zero yang mengerahkan segala kekuatannya.
Rentetan ledakan yang teredam terus menerus muncul di luar angkasa. Ruang berfluktuasi dan kacau.
Planet-planet dan bintang-bintang bertaburan dan hancur berkeping-keping.
"Elektro Space Blizzard!"
Zero berseru, mengubah Violet Star Energy menjadi Energi Petir dan Energi Ruang. Dia menggabungkan keduanya dan melepaskan serangan petir ruang yang menggelegar di luar angkasa menuju musuhnya.
Baut petir yang tak terhitung jumlahnya membentuk semacam badai raksasa. Tidak hanya jumlahnya, kekuatannya bukan main-main.
Dengan Kekuatan Ruang yang ditambahkan, hambatan ruang tidak berlaku. Kecepatannya meningkat disertai kepadatan yang ditingkatkan olehnya juga.
Sementara itu, Mr. X menyeringai. Dia merentangkan tangannya seolah menerima serangan Zero. Namun——
"Space Art (Seni Ruang), Reflect The Vengeance (Mencerminkan Pembalasan)!"
Mr. X menciptakan semacam tirai cahaya abu-abu yang besar di depannya. Saat serangan petir Zero melengkung ke pusat, yaitu ke Mr. X, petir bersatu dan menghantam tirai cahaya.
Peng-peng-peng!
Tidak seperti harapan, ledakan tidak terjadi. Sebaliknya, petir yang seharusnya menyerang kini terpental dan berbalik menuju asalnya.
"Apa?!" teriak Zero terkejut.
Dia tidak bisa menahan keterkejutan pada penampilannya. Tapi, dia masih memiliki Kartu As yang belum digunakan sejak awal pertarungan.
Zero merentangkan tangannya ke samping dan mengayunkan keduanya ke depan.
"Item Card, Sealing Item (Menyegel Barang)!"
Badai petir yang berbalik terpengaruh oleh kekuatan misterius dan menjadi partikel cahaya emas. Kemudian partikel-partikel tersebut mengalir, menyatu dan menjadi kartu.
Zero menangkap kartu tersebut di sela-sela jari telunjuk dan tengah. Terdapat gambar serangan petir dan namanya "Elektro Space Blizzard" tertulis di atas kartu. Di situ juga tertera nilai kerusakan yang dapat ditimbulkan.
Item Card ini adalah skill yang misterius. Itu memiliki kekuatan menyegel segala sesuatu, kecuali makhluk hidup ke dalam kartu. Memang membutuhkan harga yang tinggi untuk melakukannya, tetapi itu adalah harga yang setara.
Zero telah melakukan berbagai eksperimen dengan skill ini, tetapi belum pernah menggunakannya dalam pertarungan nyata.
Namun, Mr. X tidak nampak terkejut.
"Hooh, Item Card, ya. Itu memang skill yang luar biasa. Tapi, kau pasti belum sepenuhnya mengerahkan kekuatan asli skill itu."
Dia berbicara seolah mengetahui banyak tentang itu, menyebabkan Zero mengerutkan kening dengan tidak senang.
"Tidak apalah, itu tidak akan mempengaruhi ku juga. Baik, ayo kita mulai lagi!"
Mengatakan itu, Mr. X menghilang di tempat dan muncul di belakang Zero.
Spontan, Zero memiringkan kepalanya ke samping untuk menghindari pukulannya. Ada sentuhan sengatan yang terasa di pipi Zero.
Melihat lebih jelas, ternyata ada kekuatan listrik di pukulan itu. Tanpa penundaan, Zero menjauh dengan teleportasi.
Mr. X tidak mengejar. Dia hanya tertawa, "Kukukuk, aku akan menunjukkan sesuatu kepadamu."
Dia membuka portal untuk Dimensional Storage dan mengambil sesuatu seperti batu. Tidak ada yang spesial dari itu. Batu penuh bongkahan dan berlubang-lubang. Tapi Zero merasa ada sesuatu yang salah pada batu itu. Ada kekuatan tak asing yang menyelimutinya.
Selesai mengambil beberapa batu, Mr. X melemparkannya pada Zero dengan kecepatan penuh.
Tentu saja itu mudah dihindari dan ditangkis.
Seharusnya begitu——
"Apa?! Asteroid!"
Batu yang kecil kian membesar hingga berdiameter ratusan kilometer sebelum menabrak Zero yang terkejut.
Ukuran ini bukan lagi bisa dihindari.
Mengumpulkan kekuatan Violet Star Energy, Zero melemparkan bola energi ke depan.
Boom!
Asteroid pecah dan meledak. Di belakangnya ada juga asteroid lain yang menyusul.
Mr. X terus mengambil dan melempar asteroid kepada Zero. Memang benar itu tidak menimbulkan luka, tapi dia pasti akan terhempas oleh dorongan itu.
Semakin lama semakin menyebalkan, Zero tidak menahan diri lagi dan akhirnya melesat maju menghadapi asteroid di depannya. Mr. X menyeringai mengantisipasi Zero
Dengan ayunan tangan yang dipenuhi daya ledak, asteroid pecah menjadi berkeping-keping. Namun——
__ADS_1
Mr. X berseru pelan, "Space Art, Expand (Membesar)!"
Dia melempar bola bercahaya putih ke Zero. Semakin lama, bola itu semakin besar.
Hawa panas dari radiasi menyebar.
Sebelum menyadarinya, bola bercahaya telah membesar seukuran matahari. Jelas, Zero terkejut dan bingung untuk melakukan apa sejenak.
Lalu, dia mengubah Violet Star Energy menjadi ber-elemen air.
"Water Shockwave Burst (Ledakan Gelombang Kejut Air)!"
Bola energi ber-lemen air memiliki tingkat kemurnian yang tinggi dengan sifat air. Ketika meledak secara terarah ke depan, gelombang air yang dahsyat menyerbu matahari putih raksasa.
Saat panas bintang bertemu dengan air yang kuat, uap langsung muncul. Namun kekuatan energi air yang murni memungkinkan mereka untuk dapat bertahan dan mampu bersaing dengan panas bintang.
Akibatnya, momentum bintang berkurang setengahnya dan terus berkurang secara signifikan. Namun, ukuran bintang itu tidak berhenti.
"Bintang masif, ya," gumam Zero dengan nada dingin.
Bintang super masif adalah bintang super raksasa yang bahkan matahari layaknya sebuah debu jika dibandingkan. Ukurannya berkali-kali lebih besar.
Jika seperti itu, ini akan merepotkan. Mendesah dengan tidak senang, Zero mengubah Violet Star Energy lagi.
Water Shockwave Burst sepertinya tidak akan cukup kuat. Jadi, Zero memikirkan sesuatu yang lain. Sesuatu yang lebih tinggi dibandingkan air untuk melawan api.
Yap, tentu saja, es.
Violet Star Energy berubah warna. Bola energi menjadi biru pucat kemudian putih pucat.
Zero mengarahkan tangannya ke bintang masif di depan.
"Absolute Zero!"
Itulah yang Zero gunakan.
Bintang masif sudah berada sangat dekat, bola energi putih pucat meledak dengan hawa dingin yang membekukan segalanya.
Seketika itu juga, bintang supermasif berhenti dan membeku dengan permukaan yang kehilangan panas dan mati. Bintang tersebut kehilangan vitalitasnya, tidak ada lagi cahaya.
"Hmm, sepertinya ini cukup berbahaya."
Zero menyilangkan tangannya ke depan. Dia membentuk penghalang dari Violet Star Energy dan bersiap untuk sesuatu.
Sesaat kemudian, ledakan besar terjadi di tempat. Bintang masif yang kehilangan vitalitasnya meledak, menciptakan supernova—tidak, itu hypernova.
Hypernova adalah ledakan bintang dengan daya kurang lebih 100 kali supernova.
Ledakan mahadahsyat terjadi, melepaskan berbagai materi dan gelombang energi. Cahaya yang sangat terang yang mampu membuat segala sesuatu menjadi putih menyebar ke segala penjuru, membuat mata Zero tertutup.
Kekuatan ledakan ini mampu membuat dirinya terhempas, meski tidak terjadi kerusakan yang berarti.
Devil's Eyes of The Dark!
Zero mengaktifkan mata iblisnya. Cahaya yang sangat amat terang tidak lagi berpengaruh.
Ada satu alasan kenapa dia repot-repot melakukan ini.
"Hai~"
Saat itulah sosok Mr. X muncul dari dalam ledakan. Dia memukul saat Zero berada di tengah-tengah posisi bertahan.
Penghalang pecah dan tinjunya menyelam ke daging di tangannya.
"Urk ...."
Zero menggeram rendah, pukulan itu cukup menyakitkan dan membuat tulangnya retak. Dia terhempas sambil menahan rasa sakit dan mulai pergi menjauh dari lokasi ledakan.
.....
Zero muncul di lokasi yang berjarak beberapa ratus tahun cahaya dari lokasi ledakan hypernova.
"Haah ... haah ...."
Dia terengah-engah sementara kedua tangannya bergetar. Melihat ke tangan kanannya, dia melihat bekas pukulan yang membiru dan rasa sakit berdenyut. Tapi itu bukan masalah.
Karena pukulan tersebut menggunakan Energi Kosmos, pemulihan alami dari tubuhnya menjadi lambat. Jadi, dia memulihkan lukanya sendiri dengan sihir pemulihan.
Tulangnya yang retak dan dagingnya yang rusak kembali pulih.
Beberapa saat kemudian, Mr. X muncul di dekatnya.
"Hei, kenapa kau lari? Padahal aku sudah repot-repot menyiapkan tempat pertarungan kita, lho."
Nadanya yang mengejek tidak membuat Zero terprovokasi, dan dia hanya diam menanggapi.
"Oke, oke, kau tidak ingin ngobrol, ya."
__ADS_1
Mr. X mengambil busur dari penyimpanannya. Dengan hati-hati, dia menarik busur yang kemudian memproyeksikan anak panah dengan sendirinya. Itu adalah anak panah cahaya yang terbentuk dari Energi Kosmos dan Energi Sihirnya
Dia membidik Zero dan melepaskan panah dari busur.
Swoosh!
Kecepatannya memberikan dampak shockwave dan sonic boom saat melaju menuju target.
Tidak berani menerima secara langsung, Zero mengeluarkan Pedang WSA (World Sword Authority). Kekuatannya memang kurang, tetapi pedang itu tidak bisa dihancurkan.
Jadi, dia menepis anak panah itu dan menghindarinya. Mr. X berteleport di belakangnya dan dia mengayunkan pedangnya setelah mengantisipasi.
Namun, dia hanya memukul bayangan saja. Mata iblis Zero mencari-cari keberadaan Mr. X ke sekeliling dan dia tiba-tiba merasakan hawa kehadiran di dekatnya.
Boom!
Mr. X memukul Zero tapi berhasil diblokir dengan Pedang WSA. Tidak berhenti di situ, Mr. X melancarkan pukulannya yang sangat kuat terus-menerus.
Fisik Zero saat ini, Titan's Physique Unmatched (Fisik Titan Tiada Tanding) masih belum cukup berkembang dan itu masih belum sebanding dengan milik Mr. X.
Jika dia memiliki serangan Mr. X dengan tubuhnya, itu hanya akan menyebabkan cedera. Apalagi saat teknik bela diri akan tidak berguna dengan menghadapi lawan yang satu ini.
Jadi, dia tidak memiliki pilihan selain menggunakan Pedang WSA yang tak terhancurkan untuk bertahan.
"Rasakan ini!"
Mr. X menemukan celah pada Zero dan memukulnya di pipi. Kekuatan yang dipenuhi daya ledak menyebabkan ledakan dahsyat dan targetnya terhempas.
Zero meludahkan darah, pandangannya kabur dan pikirannya terguncang.
Mr. X memanfaatkan waktu itu untuk mengunci ruang agar Zero tidak bisa menggunakan teleportasi.
"Hehehe, aku masih belum selesai!"
Pada akhirnya, Zero terus bertarung melawan Mr. X dengan cara bertahan tanpa bisa menyerang balik.
.....
"Ini yang terakhir!"
Perut Zero ditendang dan dia memuntahkan darah. Kesadarannya mulai kabur ketika akhirnya terhenti dari terhempas di sebuah asteroid.
Tubuhnya babak belur seperti kain lap. Tubuhnya lebam-lebam dan berdarah. Nafasnya kasar dengan darah keluar di berbagai tempat.
Pemulihannya melambat dan tidak bisa mengimbangi kerusakan yang muncul.
Mr. X muncul, mencekik leher Zero dan mengangkatnya.
"Kau akan menyerah, ataukah mati?" tanya Mr. X dengan dingin.
Cuih!
Mr. X dibalas dengan ludah. Untungnya ada aura yang menghalangi itu dari mengenainya.
Zero berkata dengan susah karena lehernya tercekik, "Menurutmu siapa aku ini, hah? Menyerah? Omong kosong, jangan bercanda denganku!"
"Oke, kalau begitu, aku akan mengakhiri ini."
Tangan Mr. X yang lain terangkat di depan wajah Zero.
Mr. X mengumpulkan kekuatan di telapak tangannya dan mengarahkannya tepat di wajah Zero.
'Jadi, inikah akhirnya? Dikalahkan oleh orang tak dikenal … yang benar saja. Sial, aku tidak bisa melawannya. Haah, lagipula, siapa sih orang ini? Dia tiba-tiba muncul dan menggangguku.'
Menutup matanya, Zero pasrah dan tidak melawan. Dia menerima takdirnya.
'Sistem sialan, dia tidak berguna di saat-saat seperti ini.'
Zero mengutuk Sistem yang saat ini sedang menyerap dunia.
'Kalau tidak salah, itu tinggal 89 hari lagi, kan? Jika saja Sistem telah menyelesaikan penyerapannya, aku yakin bisa mengalahkan orang ini meski bayarannya akan besar. Tunggu, tidak, kenapa aku harus bergantung pada Sistem? Lagipula, dunia ini akan hancur setelah Sistem menyelesaikan penyerapannya.'
Kilas balik pengalaman hidupnya muncul dengan cepat.
'Oi, oi, oi, ada kilas balik juga? Haah, terserahlah.'
Saat itu juga, cahaya di tangan Mr. X mengenai Zero di kepalanya.
***
Tekan like jika kamu suka cerita ini.
Tekan love jika kamu suka novel ini.
Dukung author dengan vote dan hadiah.
Beri saran, kritik atau hal yang ingin ditambahkan dalam cerita di kolom komentar.
__ADS_1
Terimakasih