![[DROP] Supreme World'S System (Sistem Dunia Tertinggi)](https://asset.asean.biz.id/-drop--supreme-world-s-system--sistem-dunia-tertinggi-.webp)
Maaf baru update. 🙏
***
"Untuk mendapatkan hadiah tersebut, kau harus memenuhi ketentuan dan persyaratan tentunya."
Mr. X yang misterius, datang kepada Zero untuk memberikan hadiah. Namun, Zero tidak mengetahui alasan dibaliknya.
"Kau pikir ini iklan? Hadiah bersyarat? Tapi, yah, hadiah memang harus diberikan dengan ketentuan tertentu. Jadi, apa syaratnya?"
Zero tidak begitu yakin dengan hadiah yang dibicarakan Mr. X, tapi sepertinya dia adalah pihak yang tidak bisa bertindak sesuka hati. Pihak lain memiliki kekuatan yang jelas lebih kuat dari dirinya sendiri.
Mau bagaimana lagi, dia hanya bisa mengikuti alur dan skenario Mr. X.
"Mudah saja, bertarunglah denganku."
"Bertarung? Dalam konteks apa 'bertarung' yang kau maksud ini?"
"Tentu saja bertarung seperti biasa. Siapapun pemenangnya, kau akan tetap mendapat hadiahnya. Tapi, kau harus mengerahkan seluruh kekuatanmu. Tidak ada aturan, kau bebas melakukan berbagai cara untuk menang. Tentu, aku tidak akan menyandera siapapun."
Zero mengerutkan kening, "Kau tahu kalau planet ini tidak bisa menahan dampaknya, kan? Apa kita akan pindah tempat?"
Mr. X, tertawa dan berkata, "Fufufu, tentu saja, kita harus pindah."
Snap!
Saat Mr. X menjentikkan jarinya, Zero dan Mr. X tiba-tiba muncul di luar angkasa. Keduanya membungkus tubuh mereka dengan Energi Sihir dan dapat bernapas.
Energi Sihir itu tidak hanya melindungi mereka dari bahaya luar angkasa seperti radiasi, atau dinginnya ruang angkasa. Energi Sihir itu juga menandakan bahwa mereka telah sepenuhnya siap untuk bertarung.
Zero melihat sekitar.
Itu adalah tempat yang luas. Ada bintang yang mulai kehilangan vitalitasnya, banyak Planet Mati yang mengorbit padanya.
Menyusuri tempat dengan Divine Detect, Zero tidak merasakan tanda-tanda kehidupan di manapun.
"Di mana ini?" tanya Zero.
"Umm, kalau tidak salah, ini bekas wilayah pinggiran pertarungan Transenden dan Dewa pertama."
Pertarungan Transenden dan Dewa pertama?
'Oh, itu adalah pertarungan yang membuat Leonidas melemah, ya. Noura pernah menceritakannya padaku. Tapi, bukankah masih ada dampak dari hasil pertarungan itu?'
Mr. X menjawab pertanyaan di dalam hati Zero, "Itu karena aku telah menghilangkannya."
"Apa? Menghilangkannya?"
"Ya, ya, mari kita sudahi obrolannya. Bisa kita mulai pertarungannya?"
"Okay, aku siap kapan saja."
Mr. X sama sekali tidak menyiapkan posisi bertarungnya, sementara Zero menyiapkan posisinya.
Lawan kali ini diluar nalar Zero, kemungkinan besar Mr. X ini berasal dari Dunia Lain, sama seperti Zero.
Sebelum pertarungan dimulai, Zero merenung dengan kecepatan berpikir yang sangat cepat.
Ini adalah pertarungan, bukan pertandingan seperti turnamen. Dengan kata lain, pertarungan tidak akan berhenti jika salah satu pihak mengaku kalah, atau salah satu pihak mati.
Dan lagi, di sini tidak ada pihak ketiga atau penengah, dengan kata lain wasit. Itu memperkuat spekulasiku.
Untuk syarat pemenangnya ... tunggu, dia berkata bahwa syarat mendapatkan hadiah adalah bertarung dengannya. Dengan kata lain, bukankah itu berarti aku tidak perlu menang?
__ADS_1
Seolah membaca pikiran Zero, Mr. X tersenyum. Zero mengerutkan kening melihat senyum tersebut.
Mr. X berbicara, "Kita akan mulai dalam hitungan ke tiga."
Satu, Dua ....
Waktu tiga detik yang berlangsung terasa sangat lama ketika keringat dingin mengalir di wajah Zero.
"Tiga!" teriak Mr. X.
Tanpa sedikitpun jeda, Zero mengerahkan Energi Sihirnya hingga batas dan melesat menuju musuhnya, Mr. X. Kecepatannya sangat cepat hingga teleportasi pun tidak sempat dilakukan dengan jarak seperti itu.
Namun Mr. X tidak bergerak dan dia hanya mengulurkan tangannya ke depan. Zero dengan wajah serius mengeratkan otot-ototnya, melapisinya dengan Energi Sihir dan menghantam Mr. X.
Bam!
Ledakan teredam di luar angkasa ditransmisikan melalui gelombang kejut yang luar biasa kuat. Mr. X memblokir pukulan kuat itu hanya dengan satu telapak tangannya.
"Hm?" Zero melihat kondisi Mr. X. Namun, musuhnya hanya berdiri diam tanpa bergerak sedikitpun.
Kekuatan pukulannya di sebarkan oleh Mr. X ke sekitarnya sehingga tidak lagi memiliki kekuatan untuk memberikan kerusakan ataupun dorongan. Itu sebabnya gelombang kekuatan menyebar keras, terutama ke belakang Mr. X.
Saat ini, Zero memiliki Fisik Titan Tiada Tanding yang membuat kekuatan fisiknya luar biasa kuat. Namun, kekuatan itu menghilang oleh Mr. X.
Tapi ada satu hal yang lebih mengejutkan Zero.
"Ini adalah ...."
Zero menatap Mr. X dengan tidak percaya.
"Fufufu, benar, ini adalah seni bela dirimu, «Zero Martial Art»." Mr. X tersenyum dan memotong kalimat Zero.
Zero Martial Art, itu adalah seni bela diri yang diciptakan oleh Zero.
Segala sesuatu dimulai dari kekosongan, itulah makna 'Zero'.
Dengan kekosongan sebagai dasar dari segala bentuk teknik, yang kemudian dikembangkan oleh penggunanya, kekosongan atau 'Zero' memiliki berbagai variasi.
Tujuh Pelayan Zero yang berasal dari bumi menerima ajaran ini.
Dasar mereka sama, tapi masing-masing individu memiliki keunikan tersendiri. Jadi, meski setiap individu menggunakan Zero Martial Art, teknik dan pengembangan mereka berbeda meski memiliki hasil yang sama.
Dengan kata lain, Zero Martial Art tidak terbatas pada masing-masing gerakannya, Zero Martial Art dapat terus dikembangkan oleh penggunanya dengan keunikannya sendiri.
Salah satunya adalah Mr. X ini.
Sekilas tidak ada yang terjadi. Tanpa adanya posisi tempur, itu adalah bagian dari kekosongan atau 'Zero', yang berarti dasar dari Zero Martial Art.
Saat Zero memukulnya, Mr. X menghadapinya dengan telapak tangan. Di telapak tangannya, dia menghempaskan kekuatan dan memfokuskannya membentuk runcing atau sesuatu seperti ujung panah.
Ini adalah hal yang sulit dilakukan.
Kekuatan yang diberikan untuk memblokir tidak boleh terlalu kuat untuk menghilangkannya, melainkan tepat berada di bawah tingkatan kekuatan lawan.
Itu tidak boleh terlalu lemah, jika tidak itu akan sia-sia.
Saat kekuatan yang dihasilkan menabrak kekuatan fisik Zero, kekuatan di telapak tangannya yang runcing akan hancur sementara kekuatan fisik Zero sedikit ditembus.
Inilah fungsi kekuatan yang runcing.
Kekuatan di telapak tangan yang hancur tidak sepenuhnya hilang, dengan dorongan bagian kekuatan yang lebih besar di belakangnya, kekuatan yang hancur kembali didorong. Tapi, karena kekuatan Zero, kekuatan yang hancur melarikan diri ke sisi Mr. X yang lebih lemah.
Akibatnya, kekuatan Zero yang ditembus bocor dan mengikuti jalur pelarian kekuatan yang hancur ke belakang sisi Mr. X.
__ADS_1
Itulah proses terjadinya penyebaran kekuatan.
"Bagaimana kamu bisa memiliki Zero Martial Art?" Zero bertanya-tanya dengan heran.
"Fufufu, entahlah, bagaimana, ya~"
Zero mundur dan mengambil jarak, memastikan dirinya untuk tidak terkena serangan balik.
"Baiklah, bisa kita lebih serius?" tanya Mr. X dengan wajah lelucon.
Zero tidak terpengaruh oleh provokasinya dan hanya menjawab, "Baiklah, ayo maju!"
Energi Kosmos di luar angkasa yang tersebar di berbagai tempat mulai tertarik ke sisi Zero dan Mr. X.
Energi Kosmos merupakan energi paling murni yang dapat dikatakan sebagai asal dari segala energi di alam semesta. Asalnya belum diketahui.
Hal yang pasti adalah Energi Kosmos memiliki kekuatan yang sangat besar yang mampu mendukung energi lain.
Energi Sihir Zero berpadu dengan partikel energi biru yang merupakan Energi Kosmos. Kemudian, kedua energi tersebut menyatu hingga berubah menjadi warna ungu.
Itu adalah Violet Star Energy.
Sementara itu, Mr. X menciptakan energi berwarna merah.
Kedua energi yang diciptakan menyelimuti keduanya.
Boom!
Sesaat berikutnya, kedua sosok menghilang dan terjadi gelombang ledakan tepat di antara keduanya.
Boom-boom-boom!
Zero dan Mr. X bergerak dalam kecepatan yang lebih cepat dari penglihatan mata sampai-sampai tidak terlihat lagi siluetnya.
Hanya terjadi rentetan ledakan energi tak berujung di mana-mana.
Sosok Zero dan Mr. X muncul. Tapi jarak mereka sangat jauh dan keduanya tidak bisa melihat satu sama lain ketika Planet Mati menghalangi.
Keduanya berseru.
"Blue Burst!"
"Crush Force Burst!"
Zero dan Mr. X mengumpulkan massa energi masing-masing.
Saat seruan selesai, serangan energi biru dan merah bertabrakan di Planet Mati dan menghancurkan planet tersebut.
Meski jarak mereka jauh, persepsi ilahi masing-masing memungkinkan mereka mengetahui posisi lawan.
Setelah kehancuran planet, pertarungan berlanjut tanpa henti. Tapi selama pertarungan itu, Mr. X sama sekali belum mengeluarkan 1% kekuatannya.
***
Tekan like jika kamu suka cerita ini.
Tekan love jika kamu suka novel ini.
Dukung author dengan vote dan hadiah.
Beri saran, kritik atau hal yang ingin ditambahkan dalam cerita di kolom komentar.
__ADS_1
Terimakasih