![[DROP] Supreme World'S System (Sistem Dunia Tertinggi)](https://asset.asean.biz.id/-drop--supreme-world-s-system--sistem-dunia-tertinggi-.webp)
Alur cerita yang seharusnya menyelematkan wanita cantik, tiba-tiba berubah karena teriakan wanita itu sebenarnya adalah pria tulen. Setelah kematian pria banci itu, Zero dan Zeus merasa puas.
Ketika mengawasi sekitar, Zero akhirnya menemukan seorang wanita muda yang cantik. Dia berlari dengan seorang pemuda.
Dilihat dari manapun, jelas bahwa wanita itu adalah target dari orang-orang itu. Tapi demi kesempurnaan, Zero mengamati lebih lama dan menunggu kesempatan yang tepat.
Jadi, ketika momen hidup-mati muncul, disitulah kesempatan berada.
Tepat ketika bandit besar mengayunkan pedangnya, Zero melompat. Dia menerjang tanpa diketahui siapapun hingga akhirnya tiba-tiba menendang bandit besar hingga tubuh bagian atasnya hancur.
Tubuh bagian bawahnya jatuh dan darah berceceran ke tanah.
"Pria besar yang mengganggu wanita kecil … Ck, ck, ck, tidak tahu malu!" Zero menyapu pandangannya pada para bandit yang terkejut.
Rambut hitam panjang, pakaian asing yang serba hitam dan penampilannya yang tiba-tiba membuat sosok Zero sangat membekas di hati Mygard Ally.
Zero berkata di dalam hatinya, 'Ku hahaha, bagaimana? Kau terpesona, bukan? Ini adalah teknik rahasia mencuri hati wanita! Aku akan menyebutnya Save The Girl!'
Tanpa disadari para bandit melangkah mundur. Zero yang melihat hal ini menyeringai. Tangannya di arahkan ke para bandit dengan pose menembak.
"Wind Bullet!" Tiba-tiba, pusaran angin terbentuk di ujung telunjuk Zero. Angin itu tampak memadat, padahal di dalamnya adalah aliran angin kecil yang sangat kuat.
Aliran angin yang kuat itu ditekan dan tidak bisa keluar hingga berbentuk seperti peluru.
"Bang!" Zero berseru, peluru angin ditembakkan.
SWOOSH!
Salah satu bandit tiba-tiba jatuh tergeletak.
Bruk!
Darah berceceran di mana kepalanya berada. Ternyata, di kepalanya ada lubang berdarah.
Semua bandit terkejut karena tidak melihat jalur dari peluru angin. Bahkan Mygard Ally menutupi mulutnya dengan takjub.
Sementara itu, semua bandit memandang mayat itu dengan ngeri. Mereka menghasilkan resonansi pikiran ketika melihat Zero kembali, "Orang ini berbahaya!"
Tepat ketik mereka melihat Zero lagi, Zero mengayunkan jarinya ke setiap bandit.
Bruk!
Satu orang jatuh lagi, kemudian satu orang lagi, kemudian …
Para bandit itu memutuskan untuk pergi. Tapi, mereka mendapati pandangan mereka tiba-tiba kabur dan tidak memiliki tenaga. Mereka terjatuh dan tewas di tempat.
Bersamaan dengan itu, jeritan putus asa para bandit berangsur-angsur menghilang. Regard telah pingsan karena kerusakan sebelumnya, sementara Mygard Ally masih terpana dengan kerjakan saat ini.
Tanpa disadari, jantungnya berdetak dengan cepat. Tiba-tiba, aroma amis dan bau yang kaya akan zat besi tercium di hidungnya.
Mygard Ally merasa mual dan menutupi mulutnya. Kemudian, dia melihat genangan darah di dekatnya. Itu adalah darah dari bandit besar yang hampir membunuh dirinya. Pemandangan ini mungkin sudah biasa di dunia ini, tetapi Mygard Ally baru pertama kali melihat hal ini.
Secara alami, dia merasa tidak enak dan tubuhnya gemetar. Kemudian, kepalanya terangkat dan melihat sosok Zero.
__ADS_1
Rasa mual sedikit mereda. Tiba-tiba, semua mayat bandit berubah menjadi partikel cahaya keemasan. Mygard Ally terkejut oleh pemandangan itu.
Bau amis darah yang memuakkan berangsur-angsur menghilang dan rasa mual yang dialami menghilang. Tapi, tubuhnya masih tidak bisa berhenti gemetar.
Partikel cahaya yang tak terhitung jumlahnya mengalir menuju Zero. Dari belakang, dia tidak bisa melihat wajah Zero, jadi dia hanya melihat partikel cahaya berkumpul di depan Zero.
[Anda memperoleh Item Card …]
...
Notifikasi perolehan item card muncul dari Sistem. Partikel cahaya itu berubah menjadi kartu dan tersimpan dalam penyimpanan.
Setelah semua kartu disimpan, Zero berbalik. Rambutnya berkibar dan wajahnya yang tampan mengarah ke Mygard Ally. Tatapannya tajam, membuat Mygard Ally sedikit tersipu. Dia adalah putri dari Adipati atau Duke dari Keluarga Mygard di Kekaisaran Paliji. Secara alami, statistik Prestige (Martabat) miliknya sangat tinggi.
Itu menimbulkan perasaan rendah diri dan hormat bagi siapapun yang melihatnya. Tapi ketika dirinya melihat Zero, dia mengalami hal yang sama seperti rakyat biasa yang melihat dirinya. Rasa hormat dan kagum, itulah yang orang biasa rasakan ketika melihatnya. Tapi pria di depannya ini …
Statistik Prestige (Martabat) milik Zero sangatlah tinggi. Meski telah ditekan, itu masih sangat tinggi dan menyamai statistik Dewa.
Jadi, ketika Mygard Ally melihat Zero, perasaan ingin menyembah muncul tanpa disadari. Dia hendak membuka mulutnya untuk berbicara. Tetapi dia masih kesulitan secara mental karena kejadian sebelumnya.
Zero melihat tingkah lakunya, dia langsung mengetahui bahwa Mygard Ally ini mungkin pertama kalinya melihat hal seperti ini. Jadi, dia mendekatinya, mengulurkan tangan dan berkata, "Apa kau baik-baik saja?"
Sosok Mygard Ally yang tergagap berusaha meraih tangan Zero dengan wajah memerah. Zero meraih tangan Mygard Ally dan membantunya berdiri.
Zero pura-pura mengamati kondisi Mygard Ally yang wajahnya memerah dan berkata, "Sepertinya hanya luka memar di kaki saja, ya."
Sebelumnya, Zero telah melihat kalau Mygard Ally terjatuh. Jadi, dia secara alami mengetahui bahwa satu-satunya cedera adalah kakinya.
Sebelum dia sempat mengatakan sesuatu, Zero berseru ringan dan cahaya berwarna hijau muncul dari tangannya, "Heal!"
Rasa sakit di pergelangan kakinya seketika menghilang dan digantikan perasaan yang nyaman. Kemudian Zero berdiri, tiba-tiba di belakang Zero muncul tiga sosok.
Dua orang dan satu serigala. Mygard Ally terkejut karena hal itu.
Dua orang itu adalah pemuda yang tampan. Sedangkan sosok serigala itu sungguh bermartabat dengan bulu keperakan. Serigala itu sangat jauh berbeda dengan serigala yang dia kenal, seolah-olah berasal dari ras yang berbeda.
Melihat ke belakang, Zero menemukan Zeus, Barosa dan Balph. Tiba-tiba, Mygard Ally mengingat sesuatu. Dia berkata, "Ah, benar! Tuan Penyelemat, tolong habisi orang-orang jahat di sana! Mereka tiba-tiba muncul dan menyerang rombonganku!"
Zero memandangnya dan berkata, "Baiklah, kau tenang saja." Berbalik, Zero berkata pada pelayannya, "Kalian dengar? Habisi mereka!"
"Baik!" Zeus, Barosa dan Balph membungkuk dan mereka langsung menghilang di tempat.
.....
Clang! Clang! Clang!
Bunyi benturan keras terus terdengar di mana-mana. Teriakan putus asa dan rasa sakit terus terdengar dari rombongan Mygard Ally yang terdiri dari tentara bayaran dan prajurit Kota Algarin.
Seorang pria kelar yang merupakan pemimpin tentara bayaran terengah-engah, sosoknya pucat dan ada banyak luka di sekujur tubuhnya.
"Brengs*k!" Pemimpin tentara bayaran mengutuk. Saat ini, dia dikelilingi oleh banyak bandit.
Meskipun dia kuat, dua tangan tidak bisa melawan empat tangan, beberapa serangan pasti akan mengenainya meski dia telah memblokir beberapa serangan. Alhasil, dia mengalami banyak luka.
__ADS_1
Melihat ke sekitar, dia menemukan bahwa anggotanya juga mengalami hal yang sama. Kebanyakan dari mereka telah gugur karena diserang oleh banyak orang. Dia merasa sangat marah dan sedih karena hal ini.
Menghela nafas berat, pemimpin tentara bayaran berkata dengan menahan amarah, "Jack, hari ini, akan aku pastikan kamu mati!"
Seorang pria paruh baya yang mendengar hal ini terkekeh, "Lelucon, kau pikir dirimu memiliki kekuatan untuk itu?"
Pria paruh baya bernama Jack itu menyeringai dan berkata, "Holdan, oh Holdan. Kamu hanya sendiri, sedangkan aku … kami berjumlah puluhan!"
Pada saat itu, puluhan bandit memasang posisi tempur secara serentak. Keringat mengalir di wajah pemimpin tentara bayaran, Holdan. Pada situasi saat ini, satu-satunya akhir bagi dirinya adalah kematian.
Bandit Greed Wold merupakan bandit kelas kakap yang terdiri dari orang-orang kuat dengan berbagai latar belakang. Mereka terkenal kejam dan serakah, semua target yang mereka incar tidak akan pernah selamat.
Holdan mengira bahwa mereka terkenal karena kekuatan mereka, tetapi tidak disangka bahwa mereka memiliki banyak trik kotor.
"Apakah kau memiliki kalimat terakhir?" Jack berkata sambil menyeka mulutnya dengan lidah.
Dalam situasi kemungkinan kematian 100%, tidak ada pilihan lain. Tapi, meski dia tidak bisa selamat, setidaknya dia bisa menimbulkan kerusakan yang besar pada bandit sialan ini.
Menarik nafas dalam-dalam, memegang erat pedangnya, Holdan berkata sambil bersiap menerjang pertempuran, "Tidak ada …"
BOOM!
Tiba-tiba, suara ledakan terdengar. Cahaya yang terang muncul di belakang Jack sang wakil pemimpin bandit. Jeritan para bandit yang tewas dan terluka karena ledakan itu terdengar ke mana-mana.
Semua orang mengalihkan pandangan mereka ke arah ledakan.
"Apa lagi kali ini?" tanya Holdan.
Ketika cahaya ledakan mereda, sesosok pria muncul dengan misterius. Dia berjalan santai dengan rambut putih yang berkibar.
Dengan pakaian terbuka, pria itu mengenakan celana panjang putih tanpa noda dan sehelai selendang putih menutupi tubuhnya. Tapi, itu tidak bisa menyembunyikan tubuhnya yang indah.
Zeus!
Zeus mengulurkan tangannya ke depan, bola cahaya yang mengandung kekuatan petir yang destruktif muncul.
Zeus berkata dengan acuh tak acuh, "Selanjutnya, kalian semua akan mati!"
Bola petir melesat, di tengah penerbangan, sambaran petir yang tak terhitung jumlahnya muncul dari bola tersebut. Sambaran petir itu menerjang ke arah kerumunan bandit dan menyerang mereka.
Kekuatan Petir yang ganas mengalir ke seluruh tubuh. Tapi anehnya, tidak ada tentara bayaran dan prajurit yang terkena dampak tersebut.
***
Tekan like jika kamu suka cerita ini.
Tekan love jika kamu suka novel ini.
Dukung author dengan vote dan hadiah.
Beri saran, kritik atau hal yang ingin ditambahkan dalam cerita di kolom komentar.
Terimakasih
__ADS_1