[DROP] Supreme World'S System (Sistem Dunia Tertinggi)

[DROP] Supreme World'S System (Sistem Dunia Tertinggi)
Chapter 158 ~ Kekalahan Pasukan Kekaisaran Paliji


__ADS_3

Alexander memiliki statistik rata-rata yang hampir mencapai satu juta. Berbeda dengan Charles yang hanya memiliki statistik kurang dari 80 ribu.


Perbedaan yang sangat jauh. Alexander sebenarnya dapat menyelesaikan pertarungan dengan mudah, tetapi dia sedikit tertarik dengan Energi Kuning yang dimiliki Kekaisaran Paliji. Karena itu, dia tidak langsung menggunakan kekuatan penuhnya, melainkan 9-10% kekuatan asli.


Dan itupun dia belum menggunakan skill ataupun sihir.


"Ada apa? Tidak bisa menahan serangan ku?"


Alexander memprovokasi Charles. Memang benar bahwa ledakan tadi sudah lebih dari cukup untuk membuatnya terluka parah. Tapi jika dia menggunakan sihir pertahanan, dia pasti bisa menahannya dengan mudah.


Sayangnya itu terjadi tiba-tiba. Dia belum sempat untuk menggunakan sihirnya.


Charles menggeram dan mengeratkan giginya saat menahan amarah. Dia juga tidak menyangka kalau hal seperti ini akan terjadi.


Kemudian dia mengontrol amarahnya dan berdiri dengan wajah tak kenal takut.


"Harus kuakui, kau memang kuat. Tapi, itu belum cukup."


Saat berbicara, dia menyiapkan kuda-kudanya. Memegang pedang di satu tangan dengan erat dan satu tangan lain di depan.


"Kali ini aku akan serius."


Tiba-tiba Energi Sihir yang kuat menyembur dari Charles. Hal itu menyebabkan banyak orang terpukau dibuatnya.


"Seperti yang diharapkan dari ketua Kesatria Kuning!"


"Benar, Energi Sihir yang dimiliki benar-benar kuat."


Prajurit Kekaisaran Paliji memuji dan motivasi mereka meningkat.


Alexander ingin tertawa tetapi menahannya. Energi Sihir yang dilepaskan Charles tidak lebih dari kentut dibandingkan apa yang dimilikinya.


"High Strength! Speed Up! Defense Up! …."


Charles menyerukan berbagai skill peningkatan statistik dengan cepat. Kemudian, setelah selesai, api yang panas mulai keluar dari pedangnya.


"Fire Swordmanship (Ilmu Pedang Api) … Scarlet Slash!"


Dia melaju ke arah Alexander dan menebaskan pedangnya meski di luar jangkauan. Tebasan api berwarna merah melesat setelah Charles menebas.


Mendengus ringan, Alexander maju menghadapi tebasan api tersebut. Tapi di titik kritis, Alexander menghindari serangan itu dan terus berlari ke arah Charles.


Charles yang melihat serangannya di hindari menjadi marah.


"Masih belum!" teriak Charles.


Kemudian, dia mengayunkan pedangnya dan menembakkan tebasan api berkali-kali. Namun, Alexander terus menghindar dengan sedikit gerakan dan jarak semakin sempit.


Mengeratkan giginya, dia menghentikan serangan membabi buta.


"Fire Swordmanship!"


Api di pedang menyala lebih membara.


"Yellow Energy!"


Aura kuning menyelimuti sosoknya.


"HAAA!"


Saat Alexander telah sampai, dia menebaskan pedangnya dengan cepat berkali-kali. Alexander tidak menangkis dan menghindari setiap serangan tanpa terkena sedikitpun.


Beberapa saat berlalu, mereka terus bertarung tanpa Alexander menyerang dan terluka. Saat Charles mulai kesal, Alexander tiba-tiba berkata, "Waktu habis, mari kita sudahi main-mainnya."


Karena marah, celah muncul di gerakan Charles dan dia juga terkejut dengan perkataan Alexander yang tiba-tiba.


Menyiapkan pukulannya, Energi Sihir berkumpul di tangan Alexander.


"Pukulan … Pusaran Angin!"


Energi Sihir diubah menjadi elemen angin yang berputar-putar di tangannya. Bagaikan kilat, Alexander melesatkan tinjunya tepat di jantung Charles.


Dengan pengalaman bertahun-tahun, Charles dengan sengaja atau tidak sengaja memunculkan pelindung Sihir di depannya.


BAM!

__ADS_1


"Urgh—gah!"


Aura kuning yang menyelimuti Charles bergejolak hebat, sementara pelindung Sihir yang diciptakan menjadi rusak oleh angin di tinju Alexander.


Armor kuat yang berkualitas tinggi langsung penyok sebelum hancur oleh pusaran angin kuat yang destruktif.


Charles memuntahkan seteguk darah, matanya terbelalak ke atas dan hanya bagian putihnya yang terlihat.


Tulang rusuknya patah oleh pukulan tersebut dan patahannya menusuk organ dalam; paru-paru dan jantung.


Seketika, Charles tewas di tempat. Kemudian, pusaran angin dan kekuatan pukulan yang kuat menyebabkan tubuhnya terhempas ke langit sambil berputar-putar.


Akibat putaran angin yang destruktif, tubuh Charles terus dicabik-cabik di udara.


Sesaat, keheningan yang bahkan membuat orang dapat mendengarkan suara jarum jatuh berlangsung.


Akhirnya, seseorang berteriak ngeri dari pihak Kekaisaran Paliji.


"H-hiikk! Mustahil! Kapten!"


Itu adalah wakil kapten Kesatria Kuning. Entah karena ketakutan atau marah, tubuhnya bergetar tak terkendali.


Tapi dia adalah pejuang Kekaisaran Paliji. Dia memiliki harga diri tinggi sebagai bangsawan dan kesatria no. 2. Dia bukanlah orang yang takut mati dan serakah hidup.


"Se-semuanya! Serang! Balaskan dendam kapten!"


Dengan menekan rasa takut, dia berseru dan memerintah pasukan.


Namun, kekalahan pemimpin mereka sangatlah mempengaruhi moral pasukan. Moral mereka benar-benar turun tajam, apalagi ketika melihat dengan kepala sendiri saat lawan mereka tidak mengalami luka sedikitpun.


Karena bingung, mereka tidak tahu harus apa.


Ada yang hendak kabur dan ada yang hendak melawan.


Masing-masing pemimpin tim menerima perintah wakil kapten Kesatria Kuning dan memerintah setiap pasukan.


Tapi sebelum itu, lawan mereka, Kekaisaran Selestial telah bersiap sejak lama. Pasukan pemanah dan artileri di atas benteng menembakkan serangan yang tak terhitung jumlahnya.


"Tidaaak!"


"Tidak, tolong ak-!"


Panah menembus tubuh mereka, batu kecil melukai mereka dan batu besar ******* tubuh mereka. Serangan para penyihir pun turun bercampur disertai nyanyian mantra.


Belum sampai di gerbang, pembantaian massal terjadi.


Sementara itu, tugas Alexander kira-kira sudah selesai. Tugasnya hanyalah meningkatkan moral pasukan dan bersiap untuk kemungkinan buruk yang mungkin akan terjadi. Ini semua dilakukan untuk perkembangan pasukannya melalui akumulasi pertempuran yang berkepanjangan.


Pasukan Kesatria Kuning yang berpengalaman dan loyal tidak dapat takut dan lari. Wakil kapten segera memberi perintah lanjutan.


"Jangan gentar! Hadapi mereka! Ayo maju!"


Jumlah mereka sangat banyak. Meski terjadi serangan satu sisi, jumlah serangan musuh hanya menyebabkan kurang dari seribu korban.


Pasukan Kekaisaran Paliji bergegas menyiapkan formasi yang kacau. Regu yang bertugas menghancurkan gerbang membawa kayu besar yang dibawa beberapa orang.


Namun, Pasukan Kekaisaran Selestial tidak akan membiarkannya. Mereka menjatuhi serangan, batu dan lain-lain untuk menghentikan musuh.


Jumlah yang begitu banyak membuat mereka tak kuasa. Regu pelindung yang membawa perisai besar juga melindungi regu penghancur gerbang milik lawan.


Kemudian, terjadilah pendobrakan.


"Satu, dua, tiga!"


Bam!


Regu penghancur gerbang menghitung dan secara bersamaan, mengayunkan batang pohon raksasa untuk mendobrak gerbang.


Kekuatan yang luar biasa menyebabkan gerbang bergetar kuat dan membuat baut mengendur.


Keadaan semakin gawat. Pasukan musuh semakin senang. Setelah beberapa kali mendobrak, akhirnya gerbang telah terbuka.


Bam!


Pasukan musuh bersukacita sementara banyak dari mereka bergegas masuk untuk membunuh lawan dengan gila.

__ADS_1


Pasukan Kekaisaran Selestial berjumlah 2.000 orang tidak mampu menahan serangan frontal dari pasukan 20.000 orang.


Namun, setelah lawan masuk ke dalam gerbang, teriakan menyakitkan terdengar.


"GYAAA!"


"Aaargh!"


"Guhk!"


Kemudian, tubuh lawan yang masuk ke gerbang terlempar ke luar.


"Ada apa ini?" Wakil kapten Kesatria Kuning bertanya dengan bingung.


Sebelum mendapat jawaban dari orang lain, dia melihat siluet raksasa setinggi tiga meter keluar dari gerbang.


Kemudian, raksasa itu berteriak, "Pasukan! Habisi baj*ng*n tak tahu malu ini!"


Di saat bersamaan, berbagai macam ras dari bangsa iblis mulai berdatangan dan membantai pasukan musuh.


Raksasa itu memiliki kulit merah dan badan yang kekar.


Red Ogre!


Ogre biasa hanya memiliki kekuatan fisik yang kuat saja. Tetapi ras Ogre yang memiliki warna memiliki kemampuan mengeluarkan Energi Sihir dan mengubahnya menjadi atribut tertentu.


Red Ogre ini bisa menggunakan Sihir Api, meski Sihir tersebut tidak bisa dilepaskan. Setidaknya, Sihir Api itu bisa meningkatkan dampak serangan fisiknya.


Tidak seperti Ogre tipe fisik, mereka menggunakan pedang besar. Saat dia mengayunkan pedangnya, api membara menyelubungi pedang dan memotong tiga hingga lima prajurit lawan menjadi dua sekaligus.


Api itu mampu melelehkan baju besi lawan.


Dengan itu, pasukan iblis; Goblin, Ogre, Kobold dan yang lain, bergegas menuju medan perang.


Meski jumlah mereka tidak terlalu banyak, sekitar 500 orang, mereka mampu menyapu lawan mereka seperti badai.


Pembantaian satu sisi terjadi lagi.


Keunggulan fisik bangsa iblis bukan hanya omong kosong. Meski jumlah mereka sedikit, mereka bagaikan pasukan elit yang tidak akan pernah kalah.


Goblin yang lincah, Ogre yang kuat dan Kobold yang ganas menyapu medan perang. Setidaknya, mereka memiliki kekuatan yang setara dengan Kesatria Kuning.


Setelah 500 bangsa iblis keluar, prajurit manusia tidak tinggal diam. Mereka ikut membantai musuh mereka, yaitu Kekaisaran Paliji.


Wakil kapten Kesatria Kuning menjadi pusing. Lawan mereka memiliki kualitas yang baik, meski kuantitasnya buruk.


Kesatria Kuning yang tersisa, berjumlah 49 melawan bangsa iblis. Namun, mereka dikeroyok oleh iblis lain dan akhirnya kalah.


Energi Kuning mereka tidak dapat membantu.


Inilah kekuatan bangsa iblis yang telah ditakuti sejak zaman dahulu.


Hanya dalam beberapa jam, pasukan Kekaisaran Paliji sebanyak 20.000 dimusnahkan tanpa sisa. Meski mereka menyerah, Alexander tidak memberikan belas kasih pada lawan.


◆◆◆


Sudut Pandang Orang Pertama — POV (Point of View) Crhono Zero


Saat ini, keesokan paginya aku pergi ke Arena Tarung bersama yang lain.


Setelah memberi nama pada Dyne, yang kini bernama Crhono Viona, hubungan kami menjadi lebih dekat.


Semalam, Zeus melaporkan kejadian yang tak terduga padaku.


Itu adalah … pertemuan Barosa dengan "hamba"-nya di jalan pulang.


***


Tekan like jika kamu suka cerita ini.


Tekan love jika kamu suka novel ini.


Dukung author dengan vote dan hadiah.


Beri saran, kritik atau hal yang ingin ditambahkan dalam cerita di kolom komentar.

__ADS_1


Terimakasih


__ADS_2