[DROP] Supreme World'S System (Sistem Dunia Tertinggi)

[DROP] Supreme World'S System (Sistem Dunia Tertinggi)
Chapter 116 ~ Pemandian Olympus


__ADS_3

Mengingat kembali dirinya ketika memindai keseluruhan Istana Olympus di Taman Olympus, Zero memindai sebuah lokasi luas yang berisi kolam air. Meski tidak terlalu jelas, Zero dapat yakin kalau itu adalah lokasi pemandian.


Karena hal itu, setelah dia merampok semua harta di Ruang Harta Olympus, Zero langsung bergegas ke sana. Dia ingin merasakan sensasi ketika mandi untuk pertama kalinya.


Namun, Zero ingat kalau ada satu misi yang belum diselesaikan.


Itu adalah misi 'Selidiki & Buktikan'.


[Nama: Selidiki & Buktikan!


Kesulitan: B --


Ras Geolien, ras paling cerdas di dunia membuat para Dewa menjadi iri. Peradaban maju membuat para Dewa tidak bisa mendapatkan teknologi Geolien. Namun, para Geolien tidak ingin membuat masalah dengan ras terkuat, Dewa.


Oleh karenanya, pemimpin ras Geolien dari generasi ke-3, membuat kontrak kerja sama dengan pemimpin para Dewa, Zeus.


Pertempuran pun tidak pernah terjadi. Namun, suatu hari, kemunculan eksistensi di luar nalar para Geolien muncul. Itulah yang disebut Transenden.


Pertempuran Transenden dan Dewa terjadi. Namun, para Geolien tidak memihak siapapun.


Sebuah konspirasi yang dibuat para Geolien, para Dewa dan para Transenden terjadi!


Syarat penyelesaian: ???


Hadiah penyelesaian: 100,000,000 Poin System & Geolien's Intelligence.


Hukuman kegagalan: Mati.]


Setelah memeriksa misi ini, Zero sedikit bingung dengan bagaimana cara agar menyelesaikan misi yang bahkan syarat penyelesaiannya masih tersembunyi. Karena itu, Zero memutuskan untuk membangkitkan Zeus.


.....


Di sebuah gedung yang besar, sesosok pria tiba-tiba muncul dari udara kosong.


Melihat ke sekitar, Zero menemukan pintu masuk ke gedung tersebut.


Di sana, ada tiga jenis pintu masuk.


Yang pertama adalah pemandian khusus perempuan, yang kedua adalah campuran dan yang terakhir khusus untuk laki-laki.


Di tempat ini, Zero mengeluarkan sebuah kartu dari partikel cahaya.


Di kartu tersebut, terdapat gambar Zeus dan beberapa informasi mengenai dirinya.


Tanpa melihat detail kartu tersebut, Zero memejamkan mata dan mengangkat Item Card Zeus di depan wajahnya di sela-sela antara jari telunjuk dengan tengah.


"Item Card Activate (Aktivasi Item Card) … Discharge (Melepaskan)!" Bersamaan dengan teriakan Zero, Item Card Zeus tiba-tiba bercahaya.


Kemudian, cahaya tersebut mulai berubah menjadi partikel cahaya yang jatuh di hadapan Zero.


Tanpa menunda, Zero berteriak lagi, "Soul Taker, Penyaluran!"


Pada saat itu, cahaya biru pucat mulai muncul di tangan Zero dan bentuknya seperti hantu. Namun, tekanan yang dikeluarkan sangatlah kuat!


Itu adalah jiwa dari Zeus!


Pada saat itu, jiwa Zeus mulai bersatu dengan partikel cahaya keemasan dan jatuh ke tanah, membentuk sosok yang sedang berlutut. Partikel cahaya secara perlahan terus memupuk sosok itu hingga mulai membentuk tubuh Zeus.


Sesaat kemudian, sosok Zeus yang sedang berlutut muncul dengan jelas. Rambut putih perak dengan wajah tampan.


Hanya dengan menggunakan celana panjang yang seperti selendang, Zeus menampilkan lekuk tubuh yang sempurna yang tidak kalah dengan penampilan Zero. Otot-otot tubuhnya tampak sangat terlatih dan kokoh, meski ukurannya tidak besar.


Pada saat itu, Zeus yang telah terbentuk sempurna mulai berbicara.


"Saya, Zeus, siap melayani Anda!"


Ini adalah kejadian yang telah Zero saksikan beberapa kali. Yang pertama adalah pada kebangkitan Raja Iblis Margus, kemudian Dewa Karaztam Barosa. Jadi, meski Zero tidak tahu kenapa mereka tiba-tiba menjadi seperti ini setelah kebangkitan, dia tidak terlalu memusingkannya.


Zero membalas dengan acuh tak acuh, "Ah, iya, iya. Aku ingin bertanya beberapa hal padamu."


"Apapun itu, Tuan! Saya siap membantu! Bahkan jika …" Zeus terus melanjutkan omong kosongnya.


Sementara itu, Zero merasa tidak enak. Sebelum kematiannya, Zeus adalah orang yang cukup licik dan picik. Namun, dia adalah Seniman Bela Diri yang memang tidak bisa dipandang rendah. Karena itu, harga dirinya sangatlah tinggi. Bahkan jika dia tahu kalau dia akan mati, Zeus tidak akan pernah merendahkan harga dirinya untuk bertahan hidup.


Namun, saat ini, dia mengucapkan banyak omong kosong seperti 'Anjing Penjilat' di bumi.

__ADS_1


Tanpa menghiraukan ocehan Zeus, Zero berjalan menuju pemandian. "Sudah, ikuti aku!"


"Ah, baik, Tuan!" Zeus segera tersadar dan mengikuti di belakang.


Tapi, tiba-tiba Zero berhenti dan mengerutkan keningnya.


Melihat hal ini, Zeus tidak bisa tidak bertanya, "Tuan?"


Ketika Zeus bertanya, dia tercengang oleh aura membunuh yang intens yang keluar dari Zero.


Wajah Zeus berubah pucat dan keringat dingin mulai muncul di kulitnya.


Sementara itu, Zero berbalik dengan wajah yang marah.


Dia menggerakkan lehernya ke kanan dan ke kiri bersamaan dengan bunyi patah, Zero berkata dengan tekanan membunuh, "Aku ingat bahwa kamu mengatai 'ibuku brengsek', bukan?"


Kulit Zeus semakin pucat, seolah-olah kehilangan seluruh darahnya.


Zero bertanya lagi, "Apa maksudnya itu?"


Dengan tekanan yang sangat kuat, jiwa Zeus sangat tertekan olehnya. Dia tidak bisa bergerak dan mulutnya terbuka seolah-olah ingin mengatakan sesuatu, tetapi tidak bisa.


"I … itu …" Zeus tergagap-gagap, tidak bisa berpikir untuk menyusun kata-kata.


Tepat ketika Zero membunuh Zeus, Zeus mengatakan kalimat terakhirnya dengan mengutuk Zero.


Meski Zero terlahir tanpa diketahui apakah memiliki orang tua atau tidak, dia masih menghargai eksistensi yang disebut Orang Tua. Karenanya, Zero mengeluarkan aura membunuh pada Zeus dan memintanya untuk memberi penjelasan.


Melihat respon Zeus yang tidak bisa apa-apa, Zero menghela napas panjang dan berkata, "Sudahlah, aku akan mandi."


Setelah itu, Zero kembali berjalan menuju pemandian. Tentu, dia memasuki pemandian khusus pria.


Sementara Zero telah masuk, Zeus berkulit pucat langsung jatuh ke tanah. Nafasnya tidak teratur, seolah-olah dia baru saja selamat dari kematian.


Tenaganya terkuras habis hanya untuk mempertahankan kesadarannya.


Zeus mengutuk dirinya sendiri, "Sial! Kenapa aku mengatakan itu!?"


Namun segera, dia memulihkan dirinya dan bangkit untuk menyusul Zero.


...


Menunggu Zeus masuk, Zero melihat-lihat ke sekitar dan menemukan bahwa pemandian ini mirip dengan pemandian di Jepang.


Ada batu-batu besar yang kemungkinan itu adalah asteroid yang disusun rapi di sekitar kolam. Tapi, warna airnya adalah ungu!


Setelah Zeus menyusul, Zero bertanya pada Zeus, "Hei, Zeus, apa-apaan ini? Kenapa airnya berwarna ungu?"


Zeus masih mengenakan celana panjang tanpa baju dan menunduk sambil berkata, "Hamba menjawab, air di kolam ini adalah air dari elixir. Tidak seperti elixir biasa yang bisa diminum dan dioleskan, elixir ini hanya bisa berfungsi jika digunakan dari luar. Dan untuk khasiatnya, Anda bisa mencobanya sendiri."


Zero terdiam sebentar, sementara Zeus melanjutkan, "Di samping kolam elixir, ada kolam obat. Itu adalah kolam yang terbuat dari campuran berbagai bahan-bahan obat yang saling mendukung. Itu mampu menyembuhkan luka dengan cepat. Bahkan itu mampu menangkal sedikit efek Energi Kosmos yang mampu menghambat regenerasi."


Zero ingat kalau dia pernah mengambil cairan ungu di ruang harta sebelumnya. Namun, karena dia hanya memperhatikan tiga benda di altar, dia tidak terlalu tertarik dengan yang lain.


Pada saat itu, Zero langsung melangkah sambil mencopot handuknya dan memasukkan kakinya ke kolam elixir .


Tiba-tiba, sensasi yang menyengat tubuhnya seperti disengat listrik, menyebar ke seluruh tubuh melalui kakinya.


Namun, alih-alih menarik kaki, Zero langsung menceburkan diri ke dalamnya dan bersandar di batu pinggiran.


Zeus hanya berdiri di belakang tanpa ikut berendam.


"Bagaimana, Tuan?" Zeus bertanya dengan sedikit rasa bangga pada nadanya.


Sementara itu, Zero merasakan otot-ototnya mulai rileks, seolah-olah beban yang dia bawa telah hilang. Di sisi lain, air elixir ini cukup kental.


Ketika menyentuh kulit Zero, mereka langsung berusaha untuk masuk ke dalam Zero melalui pori-pori. Rasanya dia sedang dipijat-pijat secara serentak di seluruh sudut tubuhnya.


Zero menjawab sambil menguap, "Ya, ini lumayan."


Pada saat itu, Zero merasakan matanya menjadi mengantuk untuk pertama kalinya.


"Hoaaam~" Zero menguap dan menggosok-gosok sudut matanya yang berair.


Di dalam kolam elixir, tubuh Zero ditempa ulang menjadi lebih padat dari sebelumnya, dia merasa seperti sedang dipijat oleh tekanan elixir. Jika ada orang gemuk yang masuk ke sini, dapat dipastikan kalau tubuhnya akan dikompres menjadi atletis.

__ADS_1


Menjaga kesadarannya, Zero mulai berbicara, "Zeus, apa kau membuat perjanjian tertentu dengan suku Geolien?"


Zeus langsung menjawab dengan sedikit terkejut, "Be-benar, Tuan."


'Dari mana Tuan mengetahuinya?' Zeus bertanya-tanya di dalam hati.


Menurut tebakan Zero, ini memiliki kaitannya dengan 'Sistem Dunia' dunia ini. Sepertinya, mereka menyebut itu sebagai Kebenaran Dunia (The World Truth).


"Kalau tidak salah, itu terkait dengan para Transenden, benar?"


"Benar, Tuan."


Perjanjian antara Dewa dan suku Geolien merupakan hal yang cukup umum. Mereka memiliki hubungan bisnis di mana para Dewa menyediakan sumber daya tertentu, sedangkan suku Geolien mengolahnya dengan kecerdasan yang tinggi dan teknologinya.


Namun, jika itu berhubungan dengan Transenden, ini adalah hal yang rumit. Secara umum, suku Geolien adalah pihak netral yang tidak akan berurusan dengan persaingan antara Dewa dan Transenden. Oleh karena itu, ketika Zero mengatakan ini, Zeus tidak bisa tidak terkejut.


Tepat setelah Zeus menjawab, notifikasi Sistem muncul.


[Misi 'Selidiki & Buktikan' telah diselesaikan.]


[Anda telah menyelidiki teka-teki dengan benar dan membuktikannya dari pelaku.]


[Hadiah penyelesaian telah dikirimkan.]


Melihat hal ini, Zero tersenyum tipis.


Poin Sistem yang dia miliki saat ini adalah 200 juta!


Zero tidak tahu kenapa hadiahnya sangat tinggi. Tapi, asalkan ini menguntungkannya, siapa yang peduli?


Itu adalah sifat umum manusia.


Seratus juta berasal dari misi 'Melawan Penguasa Dunia' dengan mengalahkan Zeus dan seratus juta uang lain berasal dari misi 'Selidiki & Buktikan'.


Melihat Zero yang terdiam dan tidak melanjutkan topik, Zeus hanya menghela napas. Beberapa saat setelahnya, dia mengingat kalau seharusnya pertempuran belum selesai!


Zeus bertanya sambil mengumpulkan keberanian, "Tu-Tuan, um … itu … bagaimana dengan pertempurannya?"


Zero membalikkan kepalanya dan menatap Zeus sambil menyipitkan pandangannya.


"Apakah itu urusanku?" Zero berkata dengan dingin.


Mendengar jawaban Zero, Zeus tidak bisa tidak terkejut. Dia berteriak dengan lemah, "Apa?"


"Yah, itu bukan urusanku!" tegas Zero.


Dia melanjutkan, "Kamu sepertinya tidak tahu. Aku bukanlah Transenden! Lagipula, aku juga secara tidak langsung terseret oleh mereka. Jadi, mau tidak mau, aku harus bergabung dengan mereka. Tapi, karena aku sudah menjadi kuat, yaa, aku tidak terlalu peduli. Itu urusan mereka."


Zeus tercengang mendengar ini.


Ternyata, Zero, Tuannya adalah kacang yang lupa kulit!


Tiba-tiba, Zero berdiri dan berkata, "Baiklah, aku sudah selesai. Waktunya mengurus harta."


Zeus masih tertegun dan hanya melihat Zero dengan tatapan kosong. Namun, dia tidak memiliki niatan untuk mengkhianati Zero dan ada semacam rasa takut di hatinya, tanpa dia sadari.


"Omong-omong, apa kau menyimpan harta tersembunyi di sini?" Zero bertanya saat mengikat handuk ke tubuhnya.


Zeus segera tersadar dan menjawab, "Um … kalau Anda belum pernah masuk ke bawah tanah, seharusnya masih ada sesuatu yang belum diambil."


"Oh, apa itu?" Zero bertanya dengan rasa ingin tahu.


"Itu … Pesawat Tempur Luar Angkasa."


***


Tekan like jika kamu suka cerita ini.


Tekan love jika kamu suka novel ini.


Dukung author dengan vote dan hadiah.


Beri saran, kritik atau hal yang ingin ditambahkan dalam cerita di kolom komentar.


Terimakasih

__ADS_1


__ADS_2