[DROP] Supreme World'S System (Sistem Dunia Tertinggi)

[DROP] Supreme World'S System (Sistem Dunia Tertinggi)
Chapter 171 ~ Persaingan Kaisar dan Alexander


__ADS_3

Omni-suit—keberadaannya telah diketahui Zero karena Mr. X. Entah siapa Mr. X, Zero bisa menebak bahwa Mr. X merupakan keberadaan dari dunia lain, sama seperti Zero.


Hanya saja, terdapat perbedaan.


Sebenarnya ini menyangkut mengenai teori Multiverse.


Sejak munculnya syarat aktivasi Sistem untuk pergi ke dunia lain, Zero sempat kebingungan dengan bagaimana cara ia pergi ke dunia lain.


Setelah mengetahui caranya, dia teringat akan teori Multiverse.


Dunia ini juga termasuk ke dalam Multiverse tersebut. Sekarang, entah seberapa banyak di luar sana selain dunia yang di bumi.


Zero tidak mempercayai hal yang disebut 'tak terbatas'.


'Tak terbatas' hanyalah suatu istilah untuk sesuatu yang belum bisa diukur, bukan tidak bisa diukur.


Sama seperti pertanyaan mengenai luasnya alam semesta ini.


Apakah kamu tahu berapa luasnya itu?


Manusia masih terjebak dalam konsep 'tak terbatas' yang dimaksud. Jika suatu rumus, atau alat atau mungkin sesuatu yang bisa digunakan untuk mengukurnya, maka 'tak terbatas' itu tidak bisa disebut lagi 'tak terbatas'.


Dengan kata lain, Zero mempercayai bahwa segala sesuatu yang ada memiliki batasan.


Semua yang fana memiliki 'keterbatasan'.


Tunggu, kenapa kita sampai ke pembahasan ini?


Ahem, kita kembali lagi.


"Daripada berspekulasi, lebih baik memastikannya secara akurat."


Zero tidak basa-basi lagi dan menggunakan skillnya, "Mysteri Appraisal!"


Setiap informasi tersembunyi ditampilkan.


[Nama : Omnisuit.


Peringkat : Normal >> Unik (Pertumbuhan).


Ketahanan : 100%/100%.


Dahulu kala, entah berada di mana dan kapan, suatu eksistensi di dunia menyebabkan kehancuran ke berbagai dunia.


Para penguasa dunia bekerja sama untuk melawan eksistensi tersebut.


Tidak mau mati, dia merubah dirinya menjadi item yang bernama Omnisuit.


Fungsi :


*Meningkatkan pertahanan, serangan, kekuatan dan kecepatan sebanyak 10 kali.


*Opsi lain belum terbuka.]


"Hm? Meningkatkan statistik berdasarkan persentase?"


Kebanyakan item memiliki fungsi peningkatan berbasis jumlah angka, bukan persentase.


Dengan adanya peningkatan 10 kali lipat, tidak heran bagi Raja Iblis Markus (Ayah Raja Iblis Margus) untuk dapat bersaing dengan Barosa saat itu. Dia bahkan hampir menguasai seluruh benua. Namun pada akhirnya, itu hanyalah item.


Kurangnya energi menjadi salah satu penyebabnya menjadi kalah dalam pertarungan melawan Barosa.


"Belum lagi, tertera opsi lain belum terbuka dan tampaknya item ini tipe pertumbuhan. Peringkatnya bisa naik seiring berjalannya waktu. Entah akan seberapa kuat nantinya item ini."


Adapun asal-usul Omnisuit, itu masih menjadi misteri yang belum terpecahkan. Mysteri Appraisal bahkan tidak bisa mengungkapkan informasi lebih lanjut.


Zero bertanya-tanya mengenai kemampuan skillnya sendiri.

__ADS_1


Saat itu juga, Zero merasakan tanah bergetar.


"Hm? Apakah Alexander sudah sampai di sini? Dia bekerja dengan cepat seperti biasa."


Zero mengambil Omnisuit dan menyimpannya. Kemudian, dia buru-buru pergi ke luar.


***


Setelah Zero pergi, ternyata pertempuran ranjang Kaisar Eude telah selesai.


Sementara itu, di luar pintu Alexander telah mencapai istana dan sekarang berada di depan Kamar Kaisar.


"....."


Alexander telah mencari Kaisar Eude ke mana-mana, sebelum akhirnya mendapatkan informasi dari salah satu pelayan istana bahwa Kaisar Eude berada di kamarnya.


BANG!


Alexander menendang pintu dengan keras. Akibatnya, pintu terhempas seperti panah yang terlepas dari busurnya.


Kaisar Eude yang turun dari ranjangnya segera merespon dengan terampil. Dia menangkap pintu yang terhempas dan meletakkannya dengan hati-hati agar tidak melukai wanita yang berserakan di lantai.


Ngomong-ngomong, dia juga menggunakan sihirnya untuk melindungi para gadis dari serpihan.


Saat debu menghilang, sosok Alexander terlihat.


Matanya yang memiliki warna berbeda melihat sekitar dengan jijik. Banyak wanita telanjang dengan ************ terbuka dan wajah yang tidak senonoh saat mereka pingsan.


"Sungguh menjijikkan," ujar Alexander pelan.


"Apa katamu!?" Pak tua, yaitu Kaisar Eude berteriak marah.


Tampaknya, orang ini mendengar perkataan Alexander. Wanitanya dihina, jelas dia marah.


Meski dia memiliki banyak wanita, dia sangat mencintai mereka.


Baiklah, aku akan memaafkan pak tua ini. Tapi, boleh kita sebut dia Kakek Legend?


Tapi, siapakah Alexander?


Dia bukan manusia biasa. Dia memiliki darah Zero yang mengalir di dalamnya.


Keberadaannya sendiri adalah sebuah mahakarya dengan berbagai keahlian. Salah satunya adalah dalam bidang pemerintahan.


Di dunia ini, dimana keajaiban dapat terjadi, dia juga memiliki aura keagungan tersendiri.


Jelas, dia tidak akan terpengaruh.


Kaisar Eude terkejut karena tidak ada reaksi dari Alexander, tapi dia berhasil menjaga ketenangan di permukaan.


'Pemuda ini tidak sederhana!' kata Kaisar Eude dalam hati.


'Kaisar ini, dia adalah satu-satunya manusia dengan kharisma setinggi ini yang pernah kutemui sejauh ini.' Alexander sedikit memuji lawan.


Tiba-tiba sebuah benda melayang mendekati kaisar.


"Hm?"


Alexander melihat sekilas dan menyadari bahwa itu hanyalah sebuah pakaian.


Ternyata, kaisar itu mengambil pakaian dengan sihirnya.


Setelah menggunakan pakaian, kaisar bertanya, "Bisa kita mengganti tempat?"


"Tentu, untuk itu aku menunggumu."


.....

__ADS_1


Di lapangan di area istana, dua orang berdiri ketika angin bertiup menerpa rambut mereka.


Satu sisi memiliki seorang pria tua beruban, namun tetap menjaga kebugaran fisiknya. Dan satu sisi pemuda tampan berambut perak yang berada di masa puncaknya.


"Aku Alexander, Crhono Alexander. Akulah Panglima Perang Kekaisaran Selestial!"


Alexander memperkenalkan dirinya dengan acuh tak acuh.


Kaisar Eude memang pernah mendengar berita mengenai pemuda berambut perak yang sangat kuat ini. Tapi dia tidak menyangka bahwa bocah bau kencur ini ternyata Panglima Perang.


"Sepertinya kau sudah mengenalku. Aku Kaisar dari Kekaisaran Paliji, Eude Polmar Paliji."


Kaisar juga memperkenalkan dirinya, tetapi tidak ada tanggapan dari pemuda di depannya.


"Aku ingin kamu untuk menyerah dan dieksekusi, tapi sepertinya kau tidak akan setuju."


Alexander menyiapkan kuda-kudanya saat berbicara.


"Hehehe, tidak perlu basa basi. Aku tidak tahu bagaimana caramu masuk ke sini, tapi aku tidak akan menyerahkan diri tanpa perlawanan!"


Kaisar telah meminta Sage Gargus untuk membantu pertempuran. Jadi, dia tidak tahu bagaimana bisa Alexander bisa sampai di sini.


Paling-paling dia hanya menerobos, sementara bawahannya melawan Sage Gargus.


Hal yang tidak kaisar duga adalah kenyataan bahwa Alexander telah mengalahkan Sage yang dimaksud.


Bersiap melawan, kaisar juga menyiapkan posisi tempurnya.


Mata kedua belah pihak saling berhadapan. Pada dua pasang mata tersebut, kehendak tak terlihat dari masing-masing pihak saling bertabrakan.


Lingkungan tampaknya terpengaruh, menyebabkan udara bergetar oleh kekuatan kehendak.


Ini tidak terlalu berpengaruh pada pertempuran sebenarnya, tapi dalam pertarungan orang-orang kuat, mereka secara alami mengeluarkan kehendak kuat yang dapat diindikasikan sebagai tolak ukur kekuatan.


Dalam pertarungan Zero, ini tidak berlaku.


Kehendak adalah semacam kekuatan abstrak atau tidak berwujud yang dikeluarkan oleh jiwa. Dalam jiwa seseorang yang kuat, mereka secara alami akan mengadakan kontes kehendak sejenak saat pertama kali bertemu.


Masing-masing petarung memiliki jiwa yang saling beresonansi. Tapi, jiwa Zero yang tersegel tidak dapat dirasakan oleh orang lain.


Jadi, lawan Zero tidak melakukan hal semacam ini padanya.


Tentu saja, kontes ini berdasarkan referensi kelayakan lawan. Jika seseorang tidak menganggap lawannya sebagai tandingannya, kontes kehendak tidak akan terjadi.


'Sungguh kehendak yang luar biasa! Aku tidak sebanding dengannya!' Kata Kaisar Eude dalam hati dengan keringat dingin keluar di tubuhnya.


'Aku akan mengakhiri pertarungan ini dengan cepat, setelah itu, aku bisa bertemu Master!' Alexander memancarkan kehendak yang kuat saat dia menekan ketidaksabaran untuk bertemu Masternya, Zero.


Sesaat kemudian, sosok kedua orang itu menghilang seperti hantu.


Bam!


Tiba-tiba, bunyi tabrakan dua benda tumpul terdengar beserta dampak ledakan yang keras. Gelombang udara menyebar, beriringan dengan kekuatan dahsyat yang dikeluarkan.


Tinju kedua orang itu bertabrakan saat Energi Sihir meningkatkan kekuatan otot-otot tubuh. Tanah pijakan di antara mereka retak seperti jaring laba-laba dan kian meluas.


Mata Alexander setenang biasa, tapi mata Kaisar Eude terbelalak tidak seperti biasa.


'Anak ini sangat kuat!' Ujar Kaisar Eude dalam hatinya dengan terkejut.


***


Tekan like jika kamu suka cerita ini.


Tekan love jika kamu suka novel ini.


Dukung author dengan vote dan hadiah.

__ADS_1


Beri saran, kritik atau hal yang ingin ditambahkan dalam cerita di kolom komentar.


Terimakasih


__ADS_2