[DROP] Supreme World'S System (Sistem Dunia Tertinggi)

[DROP] Supreme World'S System (Sistem Dunia Tertinggi)
Chapter 162 ~ Mr. X dan Tujuannya


__ADS_3

Di atas arena tarung, dua orang saling berhadapan.


Salah satu orang berpenampilan lusuh dan tidak terawat, usianya sekitar akhir 30-an.


Di sisi lain, seorang pemuda tampan yang telah mencapai usia matang menatap pria tua di hadapannya dengan serius.


'Siapa sebenarnya pak tua ini?!' Zero berpikir keras di hatinya.


'System, apa aku pernah mengenal atau bertemu dengannya?'


[Target tidak diketahui asal usulnya.]


[Tidak bisa mengidentifikasi]


[Tidak bisa membaca informasi.]


Respon Sistem sungguh aneh. Ini tidak pernah terjadi sebelumnya.


Semenjak Sistem memulai asimilasi «Bayi Dunia 81636», dengan kata lain seluruh dunia ini, Sistem tidak bekerja dengan baik. Tapi itu terbatas pada perintah yang membuat Sistem bertindak.


Dengan kata lain, Sistem saat ini hanya mampu memberi informasi yang dibutuhkan Zero. Tapi dia masih bisa membeli barang atau sesuatu di toko Sistem.


Fitur penyembuhan otomatis juga tidak berfungsi seperti saat Perang Dewa dan Transenden. Sistem tidak bisa mempengaruhi dunia luar secara langsung.


Zero tidak pernah mengatakan nama aslinya, kecuali pada orang terpercayanya. Jadi, saat pria paruh baya itu memanggil nama aslinya, Zero bereaksi.


"Siapa kau ini, pak tua? Bagaimana kau bisa mengenalku?"


Zero tidak berusaha menyembunyikan, jadi dia bertanya dengan blak-blakan. Tapi, entah kenapa dan bagaimana, dia merasa ada sesuatu yang salah dan aneh.


Pak tua itu berkata sambil membungkuk dengan hormat, "Hei, sudah kukatakan kalau jangan memanggilku 'pak tua', Mr. (Mister) Zero."


Saat pada kata "Mr. Zero", pria tua itu mengangkat kepalanya dan melihat Zero. Sementara Zero tidak peduli, dia berkata lagi, "Panggil aku X, Mr. X."


Mr. X?


Jelas-jelas bukan nama aslinya. Yah, biarlah.


Zero berbicara, "Jadi, Mr. X, dari mana kau tahu nama asliku?"


"Oh, soal itu, ya? Bukankah kau sendiri yang memberitahuku?"


'Kapan aku memberitahumu!?' Zero merasa ingin menikam orang ini dengan pedang.


Mr. X ini jelas mengetahui bahwa Zero tidak ingat kapan memberitahu nama aslinya.


Meski tidak seratus persen, itu menandakan bahwa Mr. X tidak mengetahui nama aslinya dari Crhono Alexander atau yang lain.


"Aku tidak ingat kalau aku pernah memberitahumu tentang itu. Tapi, yah, terserahlah."


Zero masih percaya diri dengan kekuatannya yang telah menjadi penguasa alam semesta.


Zero menjadi lebih rileks dan berkata, "Lalu, apa kita akan bertarung? Aku akan mengalahkan mu dan kemudian melihat ingatanmu!"


Mr. X tertawa, "Hahaha, kau? Mengalahkanku? Dengan dirimu yang saat ini, satu triliun dirimu juga takkan pernah bisa mengalahkanku!"


Zero mengernyit, 'Bukankah orang ini terlalu percaya diri?'


Seolah mengetahui pikiran Zero, Mr. X menghentikan tawanya dan tersenyum, "Aku tahu. Aku tahu kau telah mengalahkan Zeus, penguasa server—ahem, maksudku dunia ini."


Ekspresi Zero berubah.


Siapa Mr. X ini?


Bagaimana dia tahu kalau Zero telah mengalahkan Zeus, tetapi masih percaya diri?


Seketika itu juga, potongan-potongan puzzle yang tidak diketahui bentuknya mulai menyatu.

__ADS_1


Distorsi Ruang yang sangat kuat di Karaztam yang menyebabkan pergeseran titik teleportasi Zero ke Hutan Terlarang.


Penampilan seorang pria yang melewati Zero di jalanan ibukota tanpa adanya hawa keberadaan.


Satu demi satu petunjuk mulai menyatu.


Zero mendengus dan menjaga ketenangan, "Huh, bukankah kau berlebihan? Satu triliun diriku tidak bisa mengalahkanmu? Jangan bercanda. Satu saja sudah cukup!"


Selesai berbicara, Zero melesat menuju tempat Mr. X berada. Namun—


Saat Zero memukul Mr. X, tubuh lawan terasa seperti kosong dan menjadi bayangan yang merupakan after-image Mr. X.


"Apa?!"


Zero terkejut, menyadari Mr. X yang kini berada di belakangnya.


"Kau ...."


Zero benar-benar bingung dan terkejut.


'Bagaimana bisa? Bagaimana dia melakukannya? Aku tidak melihat pergerakannya sama sekali!'


Sekalipun Zero menekan statusnya, statistik yang dia miliki masihlah puncak dari keberadaan yang bisa ditampung oleh Dunia Karaztam.


Jika dia melebihi batas tampung, Dunia Karaztam akan menjadi tidak stabil, yang mengakibatkan terjadinya bencana alam besar.


Namun, bagaimana bisa Mr. X bergerak tanpa bisa dilihat oleh Zero?


Meski Mr. X sekuat Zeus, tidak seharusnya Mr. X mampu membuat Zero tidak dapat melihat pergerakannya. Dengan kata lain, hanya ada satu kemungkinannya, yaitu Mr. X lebih kuat dari Zeus.


Keringat tanpa sadar menetes dari wajah Zero saat dirinya membalikkan badan.


Di belakangnya, pria paruh baya yang lusuh berdiri dengan seringai di wajahnya.


"Apa kau belum sadar?" tanya Mr. X.


Zero ingin tahu apa yang dibicarakan Mr. X, tetapi dia langsung mengetahui.


"—!! A-apa-apaan ini!?" teriak Zero tidak percaya.


Zero melihat ke sekeliling, di mana para penonton berada hanya untuk melihat mereka semua diam seperti patung dengan berbagai macam pose.


"Apa aku perlu menjelaskan?" tanya Mr. X.


Tidak perlu penjelasan, Zero mengetahui bahwa para penonton dan aktivitas semuanya, kecuali dirinya dan Mr. X, terhenti.


Tidak ada yang bergerak.


Minuman yang tumpah, airnya terhenti di udara.


Burung di langit, melayang di tempat.


Zeus, Viona, Barosa dan Balph masih menonton dengan wajah seperti biasa.


Zero merasakan segalanya terhenti.


Waktu telah berhenti!


'Bagaimana mungkin!?' teriak Zero dalam hati sambil menjaga ketenangan di permukaan.


Mr. X menyadari bahwa Zero telah memahami apa yang telah terjadi, jadi dia berkata, "Sepertinya aku tidak perlu menjelaskan. Baiklah, bisa kita mulai pertarungannya?"


Snap!


Mr. X menjentikkan jarinya, di saat yang sama, waktu kembali berjalan.


Zero tidak bisa lagi menyembunyikan keterkejutan.

__ADS_1


'Dia bisa mengendalikan Waktu!'


Zero berasumsi bahwa alasan dirinya tidak bisa melihat pergerakan Mr. X adalah waktu telah berhenti untuknya.


Komentator kembali berbicara, tapi terkejut oleh perubahan posisi yang tiba-tiba. Zero seharusnya berada di timur, tapi posisi mereka saling berganti dengan Mr. X kini di timur.


"Bagaimana? Apa kau masih percaya diri?" tanya Mr. X sambil menjentikkan jarinya lagi.


Snap!


Waktu terhenti lagi.


Memang benar kemampuan menghentikan waktu sangatlah kuat, tapi harganya pasti sangat besar. Sama seperti Theodor sang Regressor yang kembali ke masa lalu dengan banyak pengorbanan sebagai gantinya.


Itulah asumsi Zero.


'Pertanyaan berikutnya, sejauh mana jangkauan penghentian waktu itu? Lalu, kemampuan apa lagi yang dimilikinya?'


Dalam waktu yang sangat cepat, Zero terus berpikir untuk menjawab berbagai pertanyaan di benaknya dan mengantisipasi berbagai macam hal.


Kemudian, Zero mengulur waktu sambil berpikir dengan berbicara, "Baiklah, harus aku akui bahwa kau sangat kuat. Menghentikan laju waktu sangatlah mengesankan. Aku sendiri bahkan belum bisa menemukan rahasia dari kekuatan dan hukum waktu. Tapi, aku yakin harga yang harus dibayar sangatlah mahal untuk menghentikan waktu."


Mr. X tertawa, "Kau benar, harganya memang mahal. Tapi itu bagimu, bagiku sendiri itu adalah hal yang murah."


Zero sempat berpikir, 'Apa dia menggertak?'


Tapi, Zero tidak bisa memastikannya melalui ekspresi, nafas, gerak tubuh dan lainnya.


'Jika dia benar-benar dapat dengan mudah menghentikan waktu, itu mungkin karena jangkauannya tidak jauh. Jika aku mampu keluar dari radius penghentian waktu dengan teleportasi, aku yakin kalau aku bisa mengalahkannya.'


Mr. X seolah mengetahui pikiran Zero, dia berkata, "Kau mungkin berpikir untuk kabur, tapi aku rasa itu akan sulit. Ruang di planet ini terdistorsi, tapi itu tidak akan merusak benda-benda di dalamnya. Hanya saja, sangat sulit untuk memasuki Dunia Ruang dan jarak teleportasi milikmu sangat diperkecil."


Bagaimana dia mengetahuinya? Apa itu berarti dia dapat menggunakan Kekuatan Ruang? Orang ini tidak sederhana! Dia sangat berbahaya!


Mr. X melanjutkan, "Lagipula, meski kau kabur, kau tidak akan bisa keluar dari radius penghentian waktu. Apalagi, tidakkah kau khawatir dengan Viona?"


"—!! Berengs*k! Apa maumu sebenarnya!"


Mendengarnya membawa nama Viona, Zero merasa marah dan niat membunuh yang sangat kuat memancar. Zero tidak tahu darimana lawannya mengetahui berbagai hal mengenai dirinya, tetapi ancaman dari lawan sudah cukup untuk membuatnya marah. Dia sudah berpikir untuk mengantisipasi tentang penyelamatan Viona dan yang lain, tetapi itu sangat sulit dan merepotkan.


Alih-alih terintimidasi oleh hasrat membunuh, Mr. X hanya menyeringai tanpa terpengaruh.


"Ups, maaf, maaf. Aku tidak akan melakukan hal tercela seperti itu. Tenang saja."


"....."


Zero hanya menanggapi dengan tatapan tajam dan penuh antisipasi. Mengepalkan giginya, Zero bertanya, "Apa tujuanmu? Aku tidak ingat pernah bertemu dengan dirimu? Apa kau memiliki dendam denganku?"


"Baiklah, biarkan aku memperkenalkan diri sekali lagi."


Energi misterius bergulir dan menggulung sosok Mr. X. Kemudian, saat energi misterius menghilang, penampilan Mr. X berubah.


Rambut pirang panjang, telinganya memanjang ke belakang dan sosoknya seperti pemuda seumuran Zero.


"Perkenalkan, namaku X (Eksu), Mr. X. Yah, itu bukan nama asliku juga, sih. Tujuanku di sini adalah untuk memberimu beberapa hadiah."


***


Tekan like jika kamu suka cerita ini.


Tekan love jika kamu suka novel ini.


Dukung author dengan vote dan hadiah.


Beri saran, kritik atau hal yang ingin ditambahkan dalam cerita di kolom komentar.


Terimakasih

__ADS_1


__ADS_2