[DROP] Supreme World'S System (Sistem Dunia Tertinggi)

[DROP] Supreme World'S System (Sistem Dunia Tertinggi)
Chapter 68 ~ Reuni (2)


__ADS_3

Di suasana yang canggung, Zero memperkenalkan dirinya.


"Perkenalkan, namaku adalah Crhono Zero dari ras Arch human. Salam kenal, para, Transenden," salam Zero dengan nada datar dan meremehkan.


Gorm yang memiliki tempramen pemarah, langsung menarik kerah Zero.


"Kamu! Kamu pikir, kamu siapa, hah!? Beraninya kau tidak sopan pada kami! Apa kau tidak tahu siapa kami, hah!?"


Apakah dia bodoh?


Jelas, Zero sudah mengatakan, "... Salam kenal, para Transenden."


Tapi, kenapa dia masih tanya?


Zero bertanya-tanya, siapa orang yang bodoh di sini?


Zero hanya terus menatap lurus ke arah Gorm, yang tampak marah.


"Brengsek! Beraninya bocah sepertimu-!" Teriakan Gorm terhenti ketika Noura menepuk pundaknya.


"Apa, sih, hah!?" teriak Gorm pada orang yang menepuk pundaknya.


Gorm melirik ke arah orang itu dan terkejut.


"Eh-!?"


Orang itu adalah Noura.


"Bisakah kau berhenti?" tanya Noura dengan senyum yang mengintimidasi.


"Ba-baik."


Seperti es yang di dekat api, Gorm menunduk dan mundur dengan ketakutan.


Kemudian, Noura memperkenalkan Zero.


"Orang ini adalah Crhono Zero. Yah, kalian tahu, dia adalah orang yang berbakat. Jadi, aku 'memungutnya'."


"Oh, jadi begitu."


Para Transenden menganggukkan kepalanya. Sedangkan Zero menatap tajam ke arah Noura.


"Apa? Apa ada yang salah denganku?"


"Tidak, tidak ada." Zero mengalihkan pandangannya dengan helaan nafas.


Zero hanya bisa melupakan kata 'memungut' yang dilontarkan Noura.


"Sekarang, bisa kita bahas masalah saat ini?"


Itu adalah gadis berambut hitam yang berbicara.


"Kau benar, mari kita bahas masalah ini sekarang."


Zero menyikut perut Noura dengan pelan dan berbisik, "Noura, siapa perempuan itu?"


"Ah, iya. Kamu belum mengenalnya, ya? Dia adalah Noir Branza. Noir itu orangnya selalu serius. Jadi, yah, dia kurang enak diajak bercanda."


"Hei, apa yang sedang kau lakukan?" tanya Noir.


"Ah, tidak, tidak ada apa-apa. Baiklah, mari kita mulai. Dari mana aku harus memulainya, ya?"


Noura berniat untuk menjelaskan situasi saat ini. Kemunculan Deimos ketika Zero dan Noura bertemu Leonidas, kemudian kemunculan pasukan God of War Ares dan yang terakhir, pertarungan antara Leonidas dan Ares.


"Meskipun begitu ... tampaknya, para Dewa Olympus menyadari keberadaan Leonidas. Jadi, aku rasa mereka akan datang ke sini."


Kemudian, pria berambut ungu yang selalu memasang ekspresi sinis membuka mulut.


"Bukankah kita hanya perlu bersembunyi dulu, hingga Leon sembuh?"

__ADS_1


Noura membalas, "Tidak semudah itu, Purla. Mengingat bahwa Leonidas telah hidup di sini selama ribuan tahun, namun kekuatannya belum pulih juga."


"Bukankah kita hanya perlu memberinya elixir saja? Dengan begitu, meski Leon tidak langsung sembuh, setidaknya kita dapat mempercepat proses penyembuhannya."


Di tengah-tengah perdebatan antara Noura dan Purla, pria botak yang selalu memejamkan mata dan mengenakan celana panjang saja, berbicara.


"Tidak, aku rasa, penyebab menjadi lemahnya Leonidas bukan karena dia terluka."


"Lalu?" tanya Purla dengan tatapan sinis.


Pria botak itu berhenti bicara untuk sesaat. Karenanya, suasana menjadi menegangkan.


"... Kemungkinan besar, ini berhubungan dengan 'The World Truth'."


Mata semua orang terbelalak, kecuali Zero dah Leonidas yang sedang berbaring di tempat tidur.


"Apa yang ... Hage, dari mana kau dapat menyimpulkan hal itu, hah!?"


Purla yang selalu menatap sinis menjadi marah dan memegang pundak pria botak bernama Hage itu.


"Itu ..."


Hage tidak bisa memberi jawaban pasti. Jadi, dia hanya terdiam.


Noura yang melihat hal tersebut langsung menarik pundak Purla untuk berhenti. Dia menggelengkan kepalanya ketika Purla melihat dirinya.


"Sigh!"


Purla mendecakkan lidahnya dengan kesal dan menarik bajunya ke depan untuk memperbaiki bajunya yang kusut. Dia hanya bisa mundur ketika Noura sudah memutuskan.


Wanita berambut coklat tua bergelombang, seperti Mary memecah suasana canggung.


"Noura, tidakkah sebaiknya kita melindungi Leon dan menghadapi 12 Dewa Olympus saja? Menurutku, kita semua sudah bertambah kuat. Namun, begitu juga dengan 12 Dewa Olympus.


Meski begitu, menurut analisaku, para Dewa itu tidak memiliki hubungan yang baik. Terlalu banyak masalah internal. Dan lagi, yah, ini setidaknya dapat mengurangi hutang kita pada Leon."


Noura merenungkan perkataan wanita itu.


Noura memandangi rekan-rekannya. Semua orang juga memandangi Noura dan mengangguk dengan berbagai ciri khas.


Dari hal itu, Zero menyadari dua hal.


Yang pertama, The World Truth sepertinya memberikan kesan negatif pada para Transenden. Hal itu dapat terlihat ketika Zero memperhatikan mata para Transenden terbelalak. Mata mereka mengandung amarah dan niat membunuh.


Yang kedua, tampaknya, Noura adalah pemimpin para Transenden atau Transenden terkuat setelah Leonidas tentunya. Itu sudah jelas. Ketika Noura menghentikan Gorm yang mencoba menyerang Zero dan menghentikan Purla.


Namun, masalah penting yang mereka hadapi, bukanlah hal itu. Melainkan 12 Dewa Olympus yang akan mereka lawan.


'Meski begitu, bagaimana cara kami untuk melawan 12 Dewa Olympus?' pikir Zero.


Sekarang ini, jutaan tahun telah berlalu semenjak insiden pertempuran antara 10 Transenden dan 12 Dewa Olympus. Namun, pada akhirnya, hasilnya seri. Hanya saja, agar korban tidak berjatuhan terlalu banyak, Leonidas mengorbankan dirinya sendiri. Sebenarnya, Leonidas sendiri ingin mencoba kekuatan dari


Jadi, dia akhirnya memilih untuk melawan para Dewa sendirian. Namun, tidak disangka kalau efek dari penggunaannya adalah penurunan seluruh statistik sebanyak 99,99%. Akhirnya, dia hanya menjadi sekuat High God dan tidak bisa menggunakan aura merah yang merupakan energi Transendental miliknya.


Meskipun begitu, dia tetap berlatih dan berlatih. Membuat keterampilan yang dapat menghilangkan keberadaannya sebanyak 100%. Kemudian, suatu hari, dia berhasil mengeluarkan energi Transendental. Dari hal itu, mungkin dia akhirnya bisa mengalahkan Legendary God. Kemudian, dia berlatih dan berlatih lagi. Mengasah berbagai teknik dan berburu monster kuat. Terkadang, dia juga menghabisi beberapa Dewa yang datang ke rumahnya.


Suatu hari, dia sedang berlatih di hutan. Namun, dia dikejutkan oleh sesuatu yang melewati penghalang di Martial Arts Shack miliknya dengan mudah dan di susul dengan orang lain berikutnya. Dengan hati-hati, dia mendekati orang-orang itu dan tiba di Martial Arts Shack-nya.


""Siapa kalian?""


Menggunakan niat membunuh, suara miliknya menjadi mengintimidasi. Kemudian, dia dikejutkan oleh penampilan seseorang yang dikenalnya. Itu adalah Mizan Noura.


Kemudian, kejadian selanjutnya sudah kalian ketahui.


Suasana di reunian antara para Transenden menjadi canggung. Akhirnya, semua orang terkejut karena sesuatu.


"...!"


"...!"

__ADS_1


Ada kehadiran kuat yang melaju ke tempat mereka dengan sangat cepat. Itu benar-benar cepat dan kuat. Zero yang memiliki , langsung mengetahui siapa pemilik kehadiran ini.


Itu adalah God of War Ares.


Semua orang keluar dari Martial Arts Shack, kecuali Leonidas. Tiba-tiba ...


Boom!


Sesuatu jatuh dari langit dan mendarat dengan kecepatan yang sangat tinggi ke tanah. Akibatnya, ledakan yang kuat terjadi.


Pohon-pohon raksasa bergoyang seakan-akan dapat roboh dalam sekejap. Namun, tetap saja, area yang terkena ledakan itu menjadi kawah dan area di sekitarnya hancur.


Debu membumbung tinggi dan sepertinya ada api yang keluar dari kawah. Itu karena jika suatu benda melebihi kecepatan cahaya melaju, maka dapat menghasilkan percikan api dan kilatan petir di saat yang bersamaan.


Penampilan God of War Ares terlihat. Menggunakan armor emas dengan jubah merah. Sepatu emas runcing hingga lutut dan mahkota dengan permata merah menimbulkan kekaguman tersendiri saat melihatnya.


Rambut merahnya berkibar dan dia tersenyum. Dia membuka mulutnya dan berteriak.


"Mizan Noura, Leonidas! Keluar kalian!"


Suara yang mengandung energi sihir yang dapat membunuh spesies tingkat rendah menyebar ke seluruh penjuru. Teriakannya bahkan memberi dampak pada tubuh Zero.


Di sisi lain, para Transenden menatap Ares dengan heran.


Kemudian, Gorm membuka mulut, "Apakah dia sudah gila?"


***


Olympus — Dikatakan, Olympus adalah sebuah gunung, tempat para Dewa tinggal. Namun, di sini Olympus ini berada di sebuah tempat yang melayang di luar angkasa tanpa mengorbit apapun.


Bangunan putih yang megah dan berisi banyak harta. Itu adalah tempat tinggal penguasa alam semesta, Zeus.


Zeus dikenal sebagai dewa yang memiliki banyak wanita simpanan. Semua wanita cantik dari seluruh ras, pernah dia nikahi.


Sekarang, di aula Olympus — 12 Dewa Olympus berkumpul dengan ekspresi menegang. Semua Dewa itu memiliki ekspresi yang gelap. Namun, hanya 11 saja yang hadir.


Yang pertama adalah Zeus. Penguasa alam semesta, pengendali langit dan petir, anak bungsu dari Cronous dan Rhea. Dia adalah Dewa dari generasi ketiga, setelah periode Protogenoi dan Titan. Dia selalu bermain-main dengan banyak wanita, karena mudah tergoda. Karenanya, dia selalu dimarahi oleh Hera, kakak sekaligus istrinya.


Yang kedua ada Poseidon. Penguasa seluruh lautan dan kakak dari Zeus. Sifatnya sangat tenang dan pasif. Pandangannya selalu acuh tak acuh. Dia tidak terlalu peduli dengan perubahan. Namun, dia juga banyak wanita simpanan seperti Zeus.


Yang ketiga seharusnya diisi oleh Ares. Namun, dia absen karena pergi ke Planet Ares.


Berikutnya, yang keempat adalah Hera. Dia dikenal sebagai dewi pernikahan dan kesuburan. Dia adalah satu-satunya istri sah yang dimiliki Zeus.


Yang kelima ada Hermes. Dewa cerdas dan tampan. Dia adalah dewa berjiwa bebas. Dia dikenal sebagai dewa pengantar pesan. Dan juga, dia adalah anak dari Zeus dengan dewi bernama Maia.


Yang keenam ada Aphrodite. Dewi kecantikan dan juga cinta. Dialah orang yang membuat Zeus dan para Dewa lain menyukai wanita. Alhasil, para Dewa menjadi punya banyak wanita simpanan.


Kemudian yang keenam, Dewi kebijaksanaan Athena. Dia dikenal sebagai penyusun strategi perang yang handal. Dia juga dikenal sebagai dewi penjaga kesucian. Karena, dia adalah Dewi yang belum pernah berhubungan dengan lelaki.


Kemudian, disusul dengan Apollo. Dia adalah Dewa Matahari dan menyukai seni musik.


Selanjutnya ada Hephaestus. Dia adalah anak dari Zeus yang merupakan satu-satunya Dewa yang menjadi pandai besi.


Kemudian ada Artemis sang Dewi bulan dan kesucian. Dia menyukai binatang dan mempunyai kepribadian yang lembut.


Kemudian ada Hestia, kakak sulung Zeus. Dia dikenal sebagai Dewi Perapian. Dia selalu memberi kehangatan kepada pengikutnya.


Kemudian yang terakhir adalah Demeter. Dia adalah orang yang menggantikan Hades. Namun, karena ini adalah masalah serius, Hades datang untuk ikut berkumpul.


Akhirnya, rapat dimulai.


Zeus berbicara dengan jari-jarinya yang saling memeluk.


"Semuanya, kita akan membahas rencana untuk menghabisi para Transenden itu. Ini adalah kesempatan terakhir kita. Jangan sampai kita gagal lagi."


"...."


Semua orang terdiam dengan gelisah.

__ADS_1


"Mari kita mulai."


Para Dewa itu mulai mengalihkan pandangannya ke arah Zeus dengan serius.


__ADS_2