[DROP] Supreme World'S System (Sistem Dunia Tertinggi)

[DROP] Supreme World'S System (Sistem Dunia Tertinggi)
Chapter 104 ~ Ada apa ini?


__ADS_3

Catatan Author.


Hai, para pembaca SWS (Supreme World's System)!


Sekedar memberitahukan, saya sudah menerbitkan sekuel dari SWS. Jika tertarik silahkan kunjungi beranda saya.


Jika kalian tertarik, silahkan berkomentar.


Saya akan melanjutkan sekuel tersebut dengan frekuensi update yang lebih cepat.


***


Zeus, seorang Dewa tingkat mitos. Dulu, kekuatannya tidak sebanding dengan Leonidas sang Transenden terkuat. Namun, setelah beberapa dekade pasca pertempuran Dewa dan Transenden pertama selesai, kekuatan Zeus terus meningkat.


Dapat dipastikan bahwa sekarang kekuatannya menyamai Leonidas di kondisi puncaknya dahulu. Sebagai Dewa tertinggi di antara para Dewa, dia memiliki sebuah istana bernama Olympus.


Letaknya terus berubah-ubah, melayang di luar angkasa tanpa tujuan.


Di balik itu semua, dia menyimpan sebuah rahasia.


Rahasia yang disembunyikan dari orang lain.


Rahasia itu adalah … Sistem Dunia.


Ya, benar. Sistem Dunia.


Dia mengatur dunia dengan 'konsep level' seperti game. Namun, sistem ini memiliki banyak kecacatan.


Di sisi lain, itu semua disebabkan oleh 'level Sistem Dunia yang terlalu rendah'.


Yah, sebut saja sebagai dasar. Tapi, disebut dasar juga terlalu berlebihan. Jadi, sebut saja 'cacat'.


Sistem Dunia ini belum sepenuhnya terbentuk. Oleh karena itu, terdapat batasan terhadap makhluk-makhluk di dalamnya.


Mengetahui bahwa sangat-sangat sulit untuk menyempurnakan Sistem Dunia, Zeus memiliki berbagai rencana. Dari rencana utama hingga rencana cadangan.


Rencana utama Zeus adalah kerja sama dengan suku tercerdas, suku Geolien. Dengan pengetahuannya, suku Geolien mungkin dapat membantu Zeus untuk mempercepat penyempurnaan.


Sebagai suku yang haus akan pengetahuan, tentu saja suku Geolien tidak ingin melewatkan kesempatan emas ini.


Meski begitu, beberapa hal harus dipastikan demi terjalinnya kerja sama tanpa pengkhianatan. Oleh karena itu, selama beberapa periode, suku Geolien melakukan berbagai hal agar dapat dipercaya Zeus.


Suatu hari, dia memperhatikan sebuah individu yang luar biasa. Eksistensi baru, tercipta di Planet Ares.


Individu itu adalah Crhono Zero. Ketika Zero berevolusi menjadi God-Human, Zeus memperhatikan Zero dengan tertarik.


Kemudian, Zeus bertemu langsung dengan Zero. Merasa bahwa Zero berbahaya, Zeus berusaha melenyapkan Zero.


Namun seketika, dia berubah pikiran.


Itu karena kemampuan Zero dalam mengontrol Energi Kosmos sangatlah tinggi!


Harapan lain muncul dalam benak Zeus.


"Kalau seperti ini, aku akan berhasil!"


Rencana cadangan Zeus muncul.


Rencana itu adalah pergi ke dunia lain.


Zeus membujuk Zero untuk bekerja sama, namun ditolak. Ketika Zeus bertarung untuk memaksa, Zeus merasakan perasaan nostalgia yang membuat dirinya nyaman, sekaligus merasa bersalah.


Mengetahui bahwa keinginan terbesarnya adalah bersaing adil dengan seorang rival , Zeus merasa bahagia.


Pertarungan yang adil dan bersih.


Itu yang membuat Zeus tercerahkan ketika bertarung dengan Zero di dunia maya.


Namun, siapa sangka kalau Zero tiba-tiba menyerangnya ketika Zeus sedang bercerita dan mengendurkan pertahanannya?


Lalu, apa gunanya pertarungan yang adil?

__ADS_1


Sial! Kenapa dia memukulku?!


Meski pukulan Zero tidak seberapa, Zeus merasakan pukulan besar pada batinnya. Ini benar-benar melukai Zeus secara mental!


Karena amarah yang memuncak dan tak terkendali, Zeus dikalahkan oleh Zero dengan mudah.


***


Di saat yang bersamaan.


Dunia Domain Zeus memiliki perbedaan waktu yang besar terhadap dunia nyata pada saat itu. Zeus dapat mempercepat waktu dunianya dengan dunia nyata. Namun, itu semua membutuhkan banyak kekuatan mental.


Oleh karena itu, ketika di dunia nyata masih melihat ledakan besar yang terjadi karena pukulan Zeus dan Zero bertabrakan di luar angkasa yang hampa, beberapa Transenden, Dewa dan suku Geolien masih terperangah.


Bagaimana bisa orang itu menyaingi Zeus?


Di tengah-tengah kebingungan, seorang anggota dewan 12 Dewa Olympus, istri Zeus, Hera, ikut terkejut.


"Astaga! Siapa anak nakal itu?!" tanya Hera, menutupi mulutnya karena terkejut dan merujuk pada Zero.


Ketika dia memikirkan ini, Hera merasakan sesuatu di kalungnya.


"Hah? Ada apa ini?"


Hera segera mencopot sebuah mutiara kecil di kalung yang menempel di dadanya.


"Ini …"


Sebuah mutiara hitam dengan banyaknya gemerlap cahaya warna-warni yang mengingatkan pada galaksi, terlihat mulai retak.


Hera bertanya-tanya dengan penuh khawatir dan ragu, "Apakah Zeus telah … tewas?"


Saat itu juga, mutiara galaksi itu pecah dan kehilangan cahayanya.


Hera berteriak keras tidak percaya, "Tidaaaak!!"


Suara yang memekakkan telinga menyebar ke segala penjuru. Hal itu menyebabkan orang-orang mengalihkan perhatiannya ke Hera.


Seorang prajurit dari kubu Olympus bertanya, "Apa? Apa yang terjadi dengan Dewi Hera?"


Seseorang keluar dari celah ruang dan berteriak, "Waaahh!"


Itu adalah Crhono Zero!


Mendengar teriakan lain, semua orang mengalihkan pandangannya lagi ke asal suara.


Zero terlempar dari celah ruang dan berputar-putar tak menentu.


Kemudian, Energi Sihir menyembur dari tubuhnya dan dia menyetabilkan postur tubuhnya.


"Huft … Hmm, mari kita lihat! Ada di mana aku ini?" tanya Zero sambil melihat ke sekitar.


Tempat gelap di mana kekosongan yang mendominasi, Zero mendapati dirinya sedang dikelilingi oleh banyak orang yang semuanya memperhatikan dirinya.


Zero menggaruk-garuk belakang kepala, dan bertanya dengan canggung, "Ada apa ini?"


***


"Tidak! Tidak mungkin! Zeus! Tidak mungkin dia mati!"


Hera terus menjerit di dalam hatinya. Matanya bergetar hebat ketika menatap sebuah pecahan mutiara hitam di tangannya. Tubuhnya menggigil dan rasa dingin merambat ke tulang belakangnya setelah sekian lama tidak merasakan hal ini.


Namun kali ini, rasa dingin ini sangat-sangat dingin. Meski tidak membekukan secara fisik, tapi itu bisa membekukan jiwanya!


"Tidak … Zeus … Hiks … Hiks …"


Air mata jatuh ke pecahan mutiara. Hera menangis tersedu-sedu.


Sebagai kakak perempuan Zeus sekaligus istri sahnya, Hera sangat menyayangi Zeus. Bahkan jika Zeus memiliki banyak wanita, dia hanya membenci wanita itu, bukan Zeus.


Hubungan incest terlarang ini merupakan hal yang biasa dalam kehidupan sosial para Dewa, terkhususnya bangsa Olympus. Seperti Apollo yang merupakan gay, menyukai sesama lelaki, beberapa Dewi juga menyukai sesama wanita.

__ADS_1


Moral masyarakat Dewa ini begitu buruk!


Tapi, saat ini aku tidak akan membahas hal ini.


Hera yang tidak percaya atas kematian Zeus, mulai mengalihkan pandangannya kepada seorang pria muda yang diperhatikan oleh semua orang.


Matanya penuh amarah dan rambut pirangnya terangkat. Aura membunuh menyembur keluar dan bermanifestasi menjadi aura hitam-merah yang menyelimuti tubuhnya.


Hera berseru dengan sangat marah, "Kamu!! Brengsek sialan!!"


SWOOSH!


Hera melesat cepat menuju Zero dengan penuh amarah. Perhatiannya hanya tertuju pada pria tampan yang tersenyum canggung sambil menggaruk-garuk kepalanya, Zero.


Di saat bersamaan, Zero langsung dengan jelas merasakan aura membunuh yang sangat kuat. Sebagai mantan pembunuh bayaran yang dikenal sebagai Dewa Pembunuh, tentu saja Zero mampu mengenali ini dengan jelas.


Aura membunuh, walaupun Zero tidak memiliki sedikitpun emosi, dia dapat mengendalikan fluktasi jiwa miliknya. Dan dengan itu, Zero mampu menciptakan aura membunuh buatan yang sangat kuat.


Meski begitu, Zero dapat membedakan aura membunuh asli dan buatan. Keduanya memiliki perbedaan dan Zero memahaminya.


Oleh karena itu, Zero dapat merasakan aura membunuh yang begitu murni dan kuat.


Zero pura-pura tersentak kaget, "Astaga! Ada apa dengan wanita itu?"


Di saat bersamaan, semua orang juga melihat aliran cahaya yang melesat cepat dengan aura membunuh yang intens.


Banyak orang berkomentar.


"Bukankah itu Dewi Hera?"


"Kenapa dia tampak begitu marah?"


"Apa kau bodoh? Tentu saja dia marah."


"Oh, apa kau mengetahui sesuatu, Tuan?"


"Hehehe, baiklah biar aku, Dewa yang pintar ini menjelaskan. Apa kau tidak menyadari keanehan bahwa hanya pria itu yang terlihat?"


"Apa? Benar juga. Setelah aku perhatikan, Yang Mulia Zeus tidak kelihatan. Apa yang terjadi dengannya?"


"Hehehe, inilah kenapa kau tidak naik pangkat. Kau itu bodoh."


"Apa? Aku bodoh?"


"Sudah, sudah. Aku akan menjelaskan. Begini, kemungkinan besar, Yang Mulia Zeus membuka Domain World miliknya. Dengan kecepatan waktu yang berjalan di dunia itu, Yang Mulia Zeus bertarung dengan pria itu. Tapi …"


"Tapi?"


"Tapi, beliau kalah dan mati."


"Apa? Bagaimana mungkin!?"


"Itulah sebabnya Dewi Hera marah. Sepertinya, mutiara galaksi yang mendeteksi kehidupan Yang Mulia Zeus telah rusak."


"Wah, kamu benar-benar hebat, ya. Mampu membuat kesimpulan seperti itu. Apakah kau bisa mengajariku agar menjadi pintar?"


"Heheh, baiklah. Karena kau bersikeras, aku akan—"


BOOM!


Sebelum percakapan dua orang itu selesai, suara ledakan yang memekakkan telinga terdengar.


Hera berteriak saat itu juga, "Bajing*n sialan! Kamu harus mati!!"


***


Tekan like jika kamu suka cerita ini.


Tekan love jika kamu suka novel ini.


Dukung author dengan vote dan hadiah.

__ADS_1


Beri saran, kritik atau hal yang ingin ditambahkan dalam cerita di kolom komentar.


Terimakasih


__ADS_2