[DROP] Supreme World'S System (Sistem Dunia Tertinggi)

[DROP] Supreme World'S System (Sistem Dunia Tertinggi)
Chapter 107 ~ Masalah Semakin Kompleks


__ADS_3

"Manik itu … tampaknya mengandung energi ledakan yang dahsyat." Zero berkata dengan ekspresi serius ketika sedang melesat menuju lawannya.


Mengingat bahwa kekuatannya telah meningkat drastis setelah mengalahkan Zeus, Zero sekarang hampir setara dengan kekuatan Leonidas di masa jayanya. Ditambah dengan skill dan Tato Penguasa, sekarang Zero telah melampaui Leonidas dalam kondisi full buff-nya.


Namun, tidak ada yang menyadari hal ini. Mereka hanya tahu bahwa kekuatan Zero telah meningkat pesat semenjak pertempuran dimulai. Meski begitu, ekspetasi mereka masih kecil, mengingat sulitnya untuk menaikkan level seiring berjalannya waktu. Jadi, mereka masih menganggap Zero lemah.


Dan lagi, tidak ada bukti pasti dari kemenangan Zero terhadap Poseidon dan Zeus.


Di saat yang bersamaan, suasana di sekitar manik biru gelap mulai kembali tenang. Beberapa saat kemudian, manik itu melesat dalam kecepatan yang tak terduga.


SWOOSH!


Manik itu membelah ruang dan waktu, seakan-akan mulai memasuki dunia 4D dan melebur di dunia 3D, menjadi tidak jelas.


Melihat fenomena ini, pengetahuan Zero yang terbatas karena penjelajahan alam semesta di bumi yang kurang, kembali tidak berguna. Namun, berkat statistik Intelligent (Kecerdasan) dan Insight (Wawasan) nya, Zero mulai memahami segala sesuatu yang terjadi.


Seperti yang diketahui, tidak ada satupun benda yang mampu bergerak dalam kecepatan cahaya. Namun, manik itu bukanlah benda yang memiliki karakteristik sesuatu seperti di bumi.


Itu adalah energi, yang pada dasarnya sama-sama memiliki sifat seperti cahaya, tapi sedikit berbeda. Perbedaannya adalah bahwa energi ini memiliki sifat keajaiban.


Keajaiban yang dimaksud adalah kemungkinan untuk merubah energi menjadi suatu hal yang lain, seperti Energi Sihir mampu memanipulasi berbagai elemen.


Melihat itu, Zero berhenti melesat. Selanjutnya, dia membuat pijakan kokoh dengan sihir, membuat gravitasi kuat di pijakan dan mengayunkan pedangnya dari belakang, ke atas dan kemudian ke bawah dalam garis diagonal.


Zero's Sword Art, Supreme Style: Space-time Slash!


(Seni Pedang Zero, Gaya Tertinggi: Tebasan Pembelah Ruang-waktu)


Dalam waktu yang seakan-akan berhenti, pedang Zero berada di depan, bersamaan dengan kilat yang menghilang di hadapannya.


Kilat itu adalah manik yang dipotong Zero dengan memotong ruang-waktu di garis laju manik tersebut. Ketika manik itu akan menabrak Zero, garis ruang-waktu yang terbelah menimbulkan The Void (Kekosongan), yang membawa manik itu ke tempat antah-berantah.


"Hosh … Hosh … Sialan, ini cukup membebani." Zero berkata sambil mengatur nafasnya ketika tangannya bergidik karena terbebani.


"Serangan ini mirip seperti Atomic Mega-flash Slash (Tebasan Mega Kilat Atom), hanya saja berupa satu tebasan yang kuat. Jadi, ini cocok untuk menghadapi sesuatu yang mampu dihilangkan hanya dengan satu serangan."


Atomic Mega-flash Slash merupakan Supreme Style yang berupa ayunan pedang tak terhitung jumlahnya dengan memotong setiap atom lawan dan di saat bersamaan, setiap tebasan itu membelah ruang dan waktu. Serangan ini sangat kuat, namun di saat bersamaan konsumsi sumber dayanya sangat besar. Itu bahkan harus mengorbankan semua stamina dan Energi Sihirnya.


.....


Sementara manik biru gelap menghilang dengan satu tebasan, semua orang sedang tercengang.


"Mustahil! Bagaimana bisa orang itu melakukannya!?"


"Benar, serangan itukan gabungan dari 3 petinggi Olympus! Siapa sebenarnya pemuda itu? Aku sama sekali tidak pernah melihat atau mendengar orang seperti itu!"


Hal yang sama juga terjadi pada Athena, Hera dan Hades.


"Yang benar saja. Apakah dia benar-benar sekuat ini?" Athena berkata dengan penuh ketidakpercayaan.


"Grrr!" Hera masih menggeram, tidak bisa berkata-kata.


Hades yang mempunyai rencana rahasia, merasa ragu dan ada sedikit ketidakberdayaan di kalimatnya, "Mustahil! Apakah rencanaku akan gagal?"


Di saat semua orang penuh dengan rasa tidak percaya, Zero tidak ingin membuang waktu.


"Baiklah, akan aku akhiri."


WOOSH!


Kemudian, Zero melesat menjadi aliran cahaya yang sangat cepat.


"...!!"


"...!!"


"...!!"

__ADS_1


Athena, Hera dan Hades terkejut dengan kecepatan Zero. Dalam sekejap, Zero telah sampai di depan ketiganya.


"Ingat, jangan jadi pendendam."


SLASH!


Zero mengayunkan pedangnya dan memotong leher Hera. Kemudian, kepalanya melayang di ruang hampa dengan ekspresi kemarahan yang masih terpasang.


Ketika tidak ada seorangpun menyadari, sebuah cahaya merah bergerak cepat, keluar dari tubuh Hera tanpa dideteksi siapapun. Dan cahaya itu tampak kasat mata. Hanya beberapa orang atau jenis mata saja yang mampu melihatnya. Bahkan Zero sendiri tidak menyadarinya.


Ternyata, cahaya itu pergi ke seorang pria di belakang Athena, Hades.


Setelah beberapa saat, tubuh Hera mulai berubah menjadi partikel cahaya.


[Anda telah mengalahkan Dewi Pernikahan, Hera.]


[… Poin EXP telah diperoleh.]


[Item Card Hera …]


[Anda memperoleh jiwa Hera.]


[Anda level up.]


[Anda level up.]


[Anda level up.]


.....


Tanpa memberi jeda, Zero langsung pergi ke target berikutnya. Target berikutnya adalah … Athena.


Zero berkata sambil bersiap menebas Athena, "Sepertinya, kamu memiliki beberapa trik di balik semua ini."


Dalam kalimatnya, terbesit pernyataan tersirat.


Athena mengeluh di dalam hatinya, 'Sial! Sepertinya aku salah memperhitungkan ini! Aku kalah! Rencanaku gagal! Seharusnya … aku mengidentifikasi variabel ini dulu.'


SLASH!


"Huh, seperti yang aku duga. Wanita ini … dia tidak mempedulikan aturan dari Kontrak Jiwa. Tapi, apa yang sebenarnya dia lakukan untuk dapat sepercaya diri itu?"


Seperti yang tertulis dalam Kontrak Jiwa antara Transenden dan Athena, "Pihak Transenden (termasuk Zero) dilarang menyerang Athena dan begitu pula sebaliknya hingga kematian datang secara alami kepada kedua belah pihak. Bagi pelanggar, mereka akan dikenai hukuman oleh Dunia."


"Tapi, kenapa Athena begitu berani melanggar aturan ini?"


Ini adalah pertanyaannya. Namun, kita tinggalkan dulu untuk saat ini. Di masa depan, beberapa urusan semakin kompleks dan banyak yang harus diselesaikan.


[Anda telah mengalahkan Dewi Kebijaksanaan, Athena.]


[… Poin EXP telah diperoleh.]


[Anda memperoleh fragmen 1/3 dari jiwa Athena.]


.....


Ketika melihat notifikasi terakhir di atas, mata Zero terbelalak.


"Apa maksudnya ini?"


"Apakah ini berhubungan dengan alasan Athena berani melanggar aturan Kontrak Jiwa?"


"Sepertinya, dia sudah menyiapkan segalanya dengan matang. Memang pantas untuk disebut Dewi Kebijaksanaan."


Kemudian, Zero mengalihkan perhatiannya ke suatu tempat.


"Baiklah, sekarang … kamu Hades, benar?" Zero bertanya kepada sesosok pria tertutupi batuan hitam dan lava di pembuluh darahnya.

__ADS_1


"….."


Alih-alih menjawab dengan arogan layaknya seorang Dewa kelas atas, Hades terdiam tanpa kata-kata. Namun, di dalam sorot matanya, tidak ada rasa takut maupun tak berdaya.


Matanya tampak dipenuhi semacam keserakahan yang membara. Entah karena alasan apa, Hades masih menunjukkan kepercayaan diri.


Padahal, orang-orang lemah (?) lainnya telah dihabisi dengan mudah.


Memahami sesuatu, Zero menurunkan penjagaannya dan menurunkan bahunya sedikit, "Haah, aku tidak tahu apa yang kau rencanakan, tapi …"


SWOOSH!


Sebelum menyelesaikan kalimatnya, Zero bergegas ke tempat Hades dan berniat membunuh Hades.


CLANG! BOOM!


Bunyi dentingan logam yang keras terdengar, bersamaan dengan ledakan yang kuat.


Ketika asap mulai menghilang, sosok Hades yang sedang berpose menahan pedang dengan tangannya terlihat. Orang itu menampilkan senyum mengerikan yang tampak mengejek.


Merasa ada hal yang aneh, Zero langsung melompat mundur.


"Sial, apa-apaan itu!?" Zero mengutuk terkejut.


"Pedang WSA ini mampu meniadakan pertahanan, lho! Bagaimana dia bisa menahan serangan tadi? Memangnya, pertahanan yang dia miliki sangat tinggi?"


'Bukankah seharusnya Zeus adalah yang terkuat? Kenapa Hades ini bisa menahan seranganku? Seharusnya, aku bisa mengalahkannya dengan mudah, meskipun tidak menggunakan kekuatan penuh.'


Zero terus berpikir dan mencari jawaban dari semua ini.


'Kemungkinan besar, dia memiliki rencana sendiri. Terlepas dari pentingnya pertempuran melawan para Transenden.'


Demikianlah kesimpulan Zero.


"Sialan, kenapa para Olympian ini punya begitu banyak rencana egois? Aish, sial! Apakah kalian tidak menganggap penting pertempuran ini?" Zero mengeluh dan menggerutu. Tapi, dia tidak bisa berbuat apapun.


Pengetahuannya terhadap dunia ini masih sempit. Dia sendiri saja masih 1,5 bulan berada di sini. Pertumbuhannya terlalu cepat, sehingga segala sesuatu yang terjadi di depannya selalu berada di luar pengetahuannya, sebelum dia akhirnya menyadarinya.


Ini merupakan salah satu dampak negatif dari pertumbuhannya yang terlalu cepat.


Setelah berhasil menahan pedang Zero tanpa tergores sedikitpun, Hades terkekeh dengan puas, "Hehehe, akhirnya …"


Tubuhnya tiba-tiba menggigil dan aura gelap disertai merah darah mulai keluar.


"Akhirnya …"


BOOM!


Tiba-tiba, suara ledakan terdengar. Aura gelap yang mengerikan itu, Energi Iblis, meletup keluar dengan keras dari Hades.


Dia tertawa keras seolah-olah keinginan terbesarnya telah tercapai, "Hahaha! Akhirnya, semua seri telah terkumpul!"


"Dengan ini, tidak akan ada yang bisa mengalahkanku! Ahahahaha!"


Zero melihat Hades dengan tatapan jijik, "Ada apa dengan orang ini?"


Setelah beberapa saat digunakan untuk tertawa, Hades mulai mengalihkan pandangannya ke Zero dengan tatapan tajam.


"Jadi, apakah kamu orang yang telah membunuh Zeus?" tanya Hades dengan suara yang mencekam.


***


Tekan like jika kamu suka cerita ini.


Tekan love jika kamu suka novel ini.


Dukung author dengan vote dan hadiah.

__ADS_1


Beri saran, kritik atau hal yang ingin ditambahkan dalam cerita di kolom komentar.


Terimakasih


__ADS_2