![[DROP] Supreme World'S System (Sistem Dunia Tertinggi)](https://asset.asean.biz.id/-drop--supreme-world-s-system--sistem-dunia-tertinggi-.webp)
Di suatu tempat di hutan belantara, suatu kelompok yang terdiri dari 3 pria dan 1 serigala berlari. Namun anehnya, mereka tidak menyentuh tanah ataupun benda lain sebagai pijakan. Mereka menggunakan udara sebagai pijakan dan melompat jauh.
Suatu saat, Zero berhenti secara tiba-tiba.
Kyaaa!
Tiba-tiba, suara wanita terdengar di telinga semua orang.
"Suara ini … mungkinkah …" Mata Zero melebar ketika mendengar teriakan wanita yang merdu.
'Mungkinkah ini waktunya event klise yang ada di cerita-cerita isekai?! Menyelamatkan wanita cantik dan …'
Sebelum meneruskan pikirannya, Zero menggelengkan kepalanya dan menatap lurus ke arah tertentu dengan wajah serius. Zero bergumam, "Aku rasa ini waktunya melepas segel yang telah menemaniku selama 17 tahun hidupku."
Sambil berbicara, Zero melesat ke arah yang ditatapnya. Sementara itu, kelompoknya saling memandang dan mengangkat bahu, tanda tidak tahu. Kemudian, mereka langsung mengikuti Zero.
Dari suara teriakan ini, Zero samar-samar mengetahui lokasi dan jaraknya.
10 kilometer di depan!
Dengan indera pendengaran yang ditingkatkan, Zero bisa mendengar hal semacam ini dengan jelas. Terdengar benturan logam dan erangan kesakitan. Oleh karena itu, Zero bergegas dan menggunakan kecepatan yang lumayan.
Dalam tiga detik, Zero berhenti dan bersembunyi di semak-semak untuk mengamati. Zeus, Barosa dan Balph di belakangnya juga ikut bersembunyi.
Saat itu, Zero mengutuk dengan keras, "F*ck! Makhluk macam apa itu!?"
Di saat bersamaan, semua orang ikut menatap apa yang dilihat Zero.
Tiba-tiba …
"Argh! Mataku!" Zeus berteriak.
Zeus dulunya itu playboy. Entah sudah berapa banyak wanita dari berbagai generasi yang sudah ia nodai?
Kecantikan dan keindahan wanita hampir menghiasi harinya setiap hari. Melihat penampilan orang di depannya, Zeus merasa terhina dan jijik.
"Urgh, sial, tidak aku sangka ada makhluk seperti ini." Barosa menggelengkan kepalanya.
Di sana, mereka melihat seorang pria kekar dengan parang di tangannya. Lalu, di hadapannya ada seorang pria berpenampilan seperti perempuan yang norak.
Rambutnya panjang ikal, pipinya sedikit cekung dan riasan di wajahnya sangat tebal. Dia tersungkur di tanah dan terus berteriak ketakutan.
Pria kekar berkata, "Sial, kenapa aku harus berurusan dengan banci seperti ini, sih!?"
Pria kekar itu memandang dengan jijik, pria banci itu menunjukkan wajah yang sangat buruk. Air mata melunturkan riasan wajahnya dan ingus keluar di hidungnya.
"Kumohon (hiks) jangan (hiks) bunuh aku (hiks). Biarkan aku pergi, kumohon! Biarkan aku hidup!" Pria banci itu memohon dengan terisak-isak.
Pria kekar yang mendengar hal ini menyeringai kejam dan berkata dengan jijik, "Aku dengar kalau kau adalah penata rias Mygard Ally. Hmm, namanya siapa yah. Ah benar, Elkie. Ck, ck, ck, aku dengar rumor kalau kau itu memiliki rupa yang buruk, tapi … ck, ck, ck, ini melilebihi imajinasiku."
Tiba-tiba, pria kekar itu mengangkat parangnya dan bersiap menyerang. Elkie yang mengetahui hal ini, dia buru-buru berkata, "Tidak, hentikan! Aku akan mempersembahkan tubuhku padamu! Jadi, tolong …"
Sebelum menyelesaikan kalimatnya, pria kekar itu mengayunkan parangnya dan menatap dengan jijik, dia berkata, "Brengsek, siapa yang mau? Bapak lu aja sana!"
Pada saat yang sama, parang itu menebas leher Elkie tanpa kesulitan.
Slash!
Ekspresi yang dipenuhi tertinggal di wajahnya yang mengerikan. Kepalanya terbang dan jatuh tidak jauh.
Di kejauhan, Zeus berteriak pelan dengan girang, "Hahaha, bagus! Habisi dia! Jangan beri kemudahan!"
Pria kekar itu mengutuk dan berbalik, "Lain kali, aku akan bermain dengan wanita cantik. Tapi, sepertinya aku akan kehilangan selera untuk sementara. Sial, aku akan menyewa rumah bordil seharian penuh nanti."
Setelah kematian pria banci, Zero mulai memperhatikan sekitar. Banyak orang yang bertarung, terluka dan tewas. Setelah mengamati sejenak, Zero mengalihkan pandangannya ke arah tertentu.
__ADS_1
Di kereta kuda, Zero melihat tiga sosok orang. Satu wanita, dan dua pria. Satu wanita dan satu pria sepertinya dipojokkan oleh pria lain.
Wanita dan pria itu terlihat masih muda, mungkin seumuran dengan Zero. Dan pria yang lain memegang belati di tangannya sambil menyeringai. Sosoknya tampak berusia tiga puluhan dengan rambut hitam kecoklatan.
Pria paruh baya itu berkata, "Nona Mygard Ally, hari ini adalah hari kematianmu!"
Mygard Ally mengerutkan kening dan berkata, "Sepertinya ada yang mengirimkan permintaan kepadamu."
Pria paruh baya itu terkekeh dan berkata, "Hehehe, seperti yang diharapkan dari Anda. Benar, ada seseorang yang mengirimkan permintaan kepadaku."
"Jadi begitu. Orang itu sepertinya telah mengetahui keberadaan ku, ya." Mygard Ally menghela nafas.
Sementara itu, pemuda di depannya dengan armor lengkap, mengangkat pedangnya ke pria paruh baya dan berkata, "Nona, tenang saja. Aku tidak akan membiarkan Anda terluka sedikitpun!"
Wajah tegas pemuda di depannya tampaknya bisa dilihat Mygard Ally meski berada di belakang. Dia tersentuh.
"Regard …"
Tepat pada saat itu, suara gemerincing logam terdengar. Pria paruh baya langsung berbalik dan mengayunkan tangannya yang memegang belati.
Clang!
Bunyi benturan logam terdengar. Sebuah pedang menghantam belati pria paruh baya dengan keras.
"Cih!" Pria paruh baya itu tidak senang. Dia mendorong tangannya dengan kuat dan seorang kesatria yang menyerangnya terdorong keluar dari kereta kuda.
"Vintage!" seru pria paruh baya.
Kesatria bernama Vintage terkekeh dan berkata, "Apa? Kau hanya mengirim beberapa cecunguk kepadaku, bagaimana bisa mereka bertahan, Ketua bandit Greed Wolf … Leonio?"
"Brengs*k, jangan berpikir kali ini kau akan selamat!" Ketua bandit Greed Wolf marah.
"Hahaha, tentu saja. Tapi, aku tidak bisa membiarkanmu menyakiti orang yang kulayani." Pada saat berkata, Vintage mencuri pandang ke kereta kuda dan mengedipkan mata.
Pemuda yang bernama Regard melihat hal itu, dia menganggukkan kepalanya. Kemudian, dia berbisik kepada Mygard Ally, "Nona, kita akan memanfaatkan situasi kali ini untuk pergi. Ayo!"
Regard buru-buru menarik tangan Mygard Ally. Saat menyentuh tangannya, tanpa disadari jantungnya berdebar dengan kencang.
Ah, sudah lama aku tidak pernah menyentuh Nona Ally?
Regard turun dari kereta dan berlari bersama Mygard Ally. Di saat tentara bayaran dan prajurit dari Kota Algarin bertarung dengan bandit Greed Wolf, mereka terus berlari, mencoba masuk ke kedalaman hutan ke arah sungai berada.
Melihat keanehan di wajah Vintage, Leonio sang pemimpin bandit tidak bisa membantu tetapi mengerutkan kening. Dia menengok ke kanan dan kiri, kemudian dia menemukan satu wanita dan satu lelaki yang sedang berlari.
Vintage yang melihat ini berkata, "Jangan berpikir untuk pergi!"
Kemudian, Vintage berlari ke arah Leonio sambil membawa pedangnya.
Clang!
Pedang Vintage menabrak belati Leonio. Dengan menggertakkan gigi, Leonio berteriak ke arah tertentu, "Kalian!"
Kerumunan orang kekar yang sedang menghadapi seorang prajurit menengok. Bagian depan baju mereka disulam kepala serigala.
"Kejar dua orang itu! Tangkap hidup ataupun mati! Jangan biarkan mereka kabur!"
Kerumunan orang langsung mengangguk dan mengejar Mygard Ally dan Regard. Mengetahui hal ini, Mygard Ally dan Regard semakin panik. Mereka berlari sekuat tenaga hingga ketika hampir mencapai area pinggiran sungai, Mygard Ally tersandung oleh akar yang mencuat keluar dan terjatuh.
"Ah!" teriak Mygard Ally.
Bruk!
Regard segera menghentikan langkahnya, dia berusaha membantu Mygard Ally untuk berdiri ketika dia melihat kerumunan bandit sedang mengejar mereka. Di antara para bandit tersebut, seseorang bertengger di dahan pohon dengan memegang busur panah di tangannya.
Kemudian, dia mengambil anak panah di punggungnya dan mulai menariknya. Ketika selesai menargetkan Mygard Ally di bagian kakinya, dia melepaskan panahnya.
__ADS_1
Phuww!
Regard yang melihat hal ini segera bergegas ke depan. Dengan pedang di tangannya, dia melantunkan mantra pada pedangnya.
"Wahai angin yang membantu kehidupan, pinjamkan-lah kekuatanmu padaku, aku persembahkan tarian pedang, Wind Sword Dance (Tarian Pedang Angin)!"
Angin berhembus kuat, kemudian aliran angin yang terlihat oleh mata mulai menyelimuti pedang Regard. Sesaat kemudian, pusaran angin menghilang dan aura hijau yang lembut muncul di sosok bilah pedang.
Regard mengangkat pedangnya ke atas dan mengayunkannya secara vertikal.
SWOOSH!
Kekuatan Angin menyebar dan angin di sekitar bergerak. Ketika panah hampir sampai, angin yang kuat seperti badai menerpa anak panah, menyebabkan hilangnya momentum dan anak panah hancur menjadi serpihan kayu karena angin yang tajam.
Pemanah mendecakkan lidah. Dia buru-buru melepaskan panah tanpa memberikan sihir karena berpikir bahwa Regard tidak akan sempat untuk bergerak. Tapi, siapa yang menyangka kalau anak bau kencur itu cukup hebat?
Di saat bersamaan, kerumunan bandit berbadan kekar telah mendekat. Mereka memegang berbagai senjata di tangan mereka.
Regard menutup matanya dan menggerakkan kakinya ke kanan dan ke kiri. Langkahnya indah, seolah-olah sedang menari di panggung.
Pada saat yang sama, Kekuatan Angin di pedangnya semakin kuat. Pada langkah ke tiga, dia mengayunkan pedangnya ke kerumunan bandit.
SWOOSH!
Bilah angin yang besar terbentuk di udara. Kemudian, bilah angin itu melesat menuju para bandit. Menyadari kekuatan yang mengancam itu, bandit penyihir membentuk pelindung di depan.
BOOM!
Ledakan terjadi ketika bilah angin menabrak pelindung sihir. Tapi, bilah angin itu tidak terlalu merusak pelindung sihir. Bandit penyihir itu menyatukan kekuatannya dengan penyihir lain, Regard yang sendirian mana bisa menghancurkannya?
Menyadari fakta ini, Regard tidak bisa membantu tetapi membenci kelemahannya itu. Kemudian, sesosok bandit dengan tubuh besar datang. Dia memegang kapak panjang di tangannya.
Kapak yang besar dan panjang menyebabkan rasa intimidasi merasuki tubuh Regard. Saat bandit besar itu mengayunkan kapaknya, Regard buru-buru melindungi dirinya dengan pedang.
Clang!
Bunyi benturan yang keras terdengar, Regard terpental mundur sejauh beberapa meter. Mygard Ally yang terjatuh dan kakinya sakit tidak bisa berdiri.
Keputusasaan muncul di wajah cantiknya. Regard dengan tekad kuat langsung berusahalah berdiri.
"Kuhack!" Regard memuntahkan seteguk darah. Tulang bagian tangannya sepertinya retak karena menahan perseteruan tadi.
Pandangannya tiba-tiba menjadi buyar, dia melihat Mygard Ally yang pasrah dengan hidupnya. Melihat hal ini, Regard menggertakkan giginya karena marah.
Dia kuat dalam kemauan tetapi lemah dalam kekuatan.
Saat melihat bandit besar mengayunkan kapaknya ke Mygard Ally, Regard berusaha menutup matanya. Suara hancurnya tubuh daging terdengar di telinganya.
Dia membuka matanya lebar-lebar hanya untuk melihat sosok yang mengesankan muncul dan menendang bandit besar hingga menjadi hancur lebur.
Apa-apaan dengan kekuatannya itu?
Pakaiannya serba hitam, dia memiliki pakaian yang aneh dan sarung tangan hitam dengan logam berbentuk bintang di punggung tangannya. Rambutnya hitam sedikit ungu dan panjang menjuntai. Wajahnya sangat tampan dan matanya penuh dengan kesendirian dan ketidakpedulian.
Meski pakaiannya aneh, entah kenapa itu membangkitkan perasaan bahwa pakaian itu sangat keren.
Regard tidak bisa membantu tetapi merasa lega karena Mygard Ally baik-baik saja.
***
Tekan like jika kamu suka cerita ini.
Tekan love jika kamu suka novel ini.
Dukung author dengan vote dan hadiah.
__ADS_1
Beri saran, kritik atau hal yang ingin ditambahkan dalam cerita di kolom komentar.
Terimakasih