[DROP] Supreme World'S System (Sistem Dunia Tertinggi)

[DROP] Supreme World'S System (Sistem Dunia Tertinggi)
Chapter 183 ~ Beastman (2)


__ADS_3

Di Karaztam, terdapat banyak ras humanoid yang memiliki kecerdasan yang lebih rendah dari manusia. Tapi sebagai gantinya, mereka memiliki karakteristik unik dan kemampuan yang lebih unggul dari manusia.


Bangsa Iblis dan Bangsa Beastman, mereka terdiri dari berbagai macam ras yang disebut suku.


Ras Goblin, terdapat suku Goblin Hutan, Goblin Pegunungan, Goblin Perairan dan masih banyak lagi.


Masing-masing dari suku tersebut memiliki keahlian yang berbeda dari yang lainnya. Meski mereka kemiripan yang sangat tinggi dengan manusia, masih ada beberapa hal yang membuatnya sangat berbeda.


Secara biologis, goblin memiliki kemampuan reproduksi yang tinggi dan pertumbuhan mereka cukup cepat. Sebagai ganti hal-hal tersebut, mereka memiliki pertumbuhan terbatas pada hal fisik yang setara dengan anak-anak dan mereka hanya memiliki umur yang pendek.


Untuk menyelesaikan masalah tersebut, mereka memerlukan evolusi ke tingkat yang lebih tinggi sebagai Hobgoblin. Dengan itu, mereka bisa bersaing dengan manusia dalam hal fisik dan memiliki ciri khas yang lebih identik dengan manusia.


Namun demikian, berapa banyak goblin yang bisa berevolusi hingga menjadi Hobgoblin?


Dengan keterbatasan fisik dan umur, sangat sulit bagi mereka untuk berevolusi. Itulah masalahnya.


*


Di hutan yang rimbun, pos pertahanan Bangsa Iblis kedatangan tamu tak diundang yang banyak. Dari sikap kebrutalan tamu-tamu tersebut, dapat dipastikan bahwa tujuan mereka tidak baik.


Penguasa Beastman yang memiliki karakteristik seperti singa adalah pemimpin pada serangan kali ini. Di tempat-tempat lain juga mengalami hal serupa.


Penguasa Beastman tersebut memiliki julukan, yaitu Raja Singa Berapi.


Jika Zero melihatnya, dia secara sekilas akan berasumsi bahwa Penguasa Beastman ini memiliki garis darah Singa Api yang ditemuinya saat berada di Hutan Terlarang dahulu.


Tentu saja itu benar, Raja Singa Berapi berasal dari Suku Singa Api yang terkenal.


"Ayo, para pejuang Beastman! Tunjukkan taring kalian pada para iblis pecundang itu!"


Raja Singa Berapi sambil berlari dengan liar, dia meneriakkan kata-kata provokasi sekaligus meningkatkan moral pasukan.


"Habisi para baj*ngan iblis!"


"Ambil tanah air kita!"


"Akan kucincang habis daging mereka dengan cakar ini!"


Melihat semangat tempur yang menggelora dari pasukannya, Raja Singa Berapi mengangguk dengan puas.


Melihat kerumunan tak tahu malu dari Bangsa Beastman, pasukan Iblis tidak bisa menahan diri untuk terlihat marah.

__ADS_1


Dalam invasi mereka sebelumnya, mereka telah menekan dan mengalahkan pasukan Beastman dengan mudah. Tapi atas perintah atasan, mereka berhenti menyerang dan menunggu kepulangan.


Sekarang, Bangsa Beastman tak berotak ini dengan ceroboh berkata bahwa mereka adalah pecundang.


Mau tak mau, mereka merasakan kemarahan tak tertahankan di hati mereka.


Ogre Merah yang menjadi pemimpin pos pertahanan tersebut menjadi marah. Api yang menggelora tampak muncul di belakang sosoknya.


Ogre Merah mengatupkan giginya dan berteriak keras, "Pasukan, bersiap!"


Semua pasukan bersiap di posisi.


"Serang!"


Sesaat berikutnya, pasukan Iblis memulai serangan gelombang pertama.


Anak panah yang tak terhitung jumlahnya ditembakkan. Batu-batu yang dimuat di ketapel dilemparkan oleh goblin.


Dengan seringai di wajahnya, Raja Singa Berapi tidak memperlambat langkahnya.


"Hempasan Api!"


Saat anak panah yang tak terhitung jumlahnya menghampiri bersama bebatuan krikil, Raja Singa Berapi mengayunkan tangannya dengan kasar.


Anak panah dan bebatuan yang melesat menjadi tidak stabil di udara dan mengalami pergeseran target. Saat memasuki sapuan api, semua anak panah terbakar hingga hangus, sementara bebatuan kecil kehilangan kekuatan dengan menjadi abu.


Sungguh kekuatan yang dahsyat untuk dimiliki oleh seorang Beastman.


Pasukan Iblis yang melihat ini menjadi tertegun olehnya. Pasukan Iblis yang menyerang pada gelombang pertama tidak bisa menahan diri untuk mengeluarkan keringat dingin.


Pasukan Beastman yang melihat keperkasaan penguasa mereka menjadi semakin sengit.


"Ouu! Hidup Raja Singa Berapi!"


Momentum pasukan Beastman benar-benar tak terbendung.


Ogre Merah yang menyaksikan kehebatan Raja Singa Berapi juga tersentak kaget. Sebelumnya mereka berhasil menginvasi sejauh ini karena Penguasa Beastman tidak pernah muncul dalam peperangan manapun. Tapi dalam pertempuran kali ini, mata pasukan Iblis telah terbuka oleh dunia yang luas ini.


Ternyata, Bangsa Beastman juga memiliki individu kuat yang tidak kalah saing dengan Bangsa Iblis.


Ogre Merah menjadi panik.

__ADS_1


Kemampuan itu, diperkirakan kekuatan tempur Raja Singa Berapi mampu menyaingi Kepala Suku Ogre Merah.


Meskipun dia adalah tokoh elit di suku, dia masih tidak sebanding dengan kepala suku. Diperkirakan bahwa pertempuran ini tidak akan berakhir baik bagi Bangsa Iblis.


Saat Ogre Merah dipenuhi kepanikan, Raja Singa Berapi telah mempersempit jarak dan mulai melancarkan serangan pertamanya.


Kakinya memijak kuat pada tanah hingga tercetak jejak kaki yang dalam.


Saat berikutnya adalah auman buas yang menggelegar.


Roar!


Raja Singa Berapi mengaum dengan keras. Suaranya membuat rongga tubuh pasukan Iblis bergetar hingga mencapai ketakutan terdalam yang jauh di lubuk hati mereka. Mereka bahkan tidak menyadari rasa sakit di telinga mereka hingga mengeluarkan darah di tujuh lubang.


Tubuh mereka gemetaran, rasa takut yang bersembunyi jauh di dalam lubuk hati telah keluar ke permukaan entah bagaimana.


Menyaksikan segalanya dari sudut pandang pengamat, Zero bersama dua pelayannya, Alexander dan Viona memulai komentar tentang situasi pertempuran.


"Singa ini memiliki kemampuan juga," komentar Zero.


"Benar, taktik yang digunakan raja singa cukup mengesankan. Yah, taktiknya setidaknya bekerja bagi para beastman yang memiliki budaya dan jalan berpikir yang unik. Meski caranya barbar, itu berhasil. Menurutku, dia memang cocok untuk menjadi pemimpin para beastman."


Alexander mengevaluasi kepemimpinan Raja Singa Berapi dan juga taktiknya dalam berperang.


"Bagaimana menurutmu, Viona?"


Saat mereka berdua mengalihkan pandangan pada Viona, mereka menyaksikan dirinya sedang bergumam dengan tidak jelas.


"Bagaimana makhluk itu mengeluarkan api tanpa sihir? Bagaimana tubuh mereka mengalami perubahan menjadi binatang? Bagaimana dengan struktur tulang dan otot mereka? Kenapa mereka memiliki fisik yang lebih unggul dari manusia?"


Melihat nafas Viona yang berubah kasar dan terengah-engah, Zero dan Alexander tidak tahu harus berbuat apa. Mulut mereka berkedut dan menggelengkan kepala tanpa daya.


Viona memiliki kepribadian aneh, jika pada kasus normal dia terlihat anggun, dia akan menjadi semacam 'bergairah' saat tertarik dengan makhluk yang tidak dia ketahui.


"Mengesampingkan hal itu, Master, apa yang akan kita lakukan mengenai situasi kali ini? Haruskah kita menolong para iblis?"


Alexander bertanya setelah mengalihkan pandangannya pada Zero.


Zero menjawab setelah beberapa saat berpikir, "Tidak, tidak perlu menolong mereka. Jika para iblis ini memang kuat, mereka harusnya bisa bertahan. Kita saksikan saja bagaimana perkembangannya akan membawa kita pada situasi seperti apa."


"Dimengerti. Kalau begitu, ayo saksikan kemampuan apa yang dimiliki para beastman."

__ADS_1


Setelah mengonfirmasi jawaban Zero, Alexander dan yang lainnya kembali menyaksikan pertempuran itu.


__ADS_2