[DROP] Supreme World'S System (Sistem Dunia Tertinggi)

[DROP] Supreme World'S System (Sistem Dunia Tertinggi)
Chapter 21 ~ Dewa Karaztam, Barosa


__ADS_3

Di sebuah pulau yang cukup besar dengan sebuah kastil di atasnya. Tidak ada pulau lain di sekitarnya. Saat mata melihat ke laut, tidak ada pulau yang dapat dilihat sampai menembus cakrawala. Semua yang terlihat hanyalah hamparan air laut yang tak berujung.


Di dalam kastil pulau tersebut, lebih tepatnya di depan pintu ruang tahta, tampak seseorang yang memakai pakaian serba biru tua dengan mengenakan topeng. Topeng yang orang tersebut kenakan berwarna putih di kanan dan hitam di kiri. Topeng itu juga memiliki beberapa motif yang unik di dahinya. Orang tersebut memandangi pintu ruang tahta dengan menghadap ke atas.


Benar... orang tersebut adalah aku...Chrono Zero.


'Heeh... besar sekali pintu ini. Memangnya orang seperti apa yang tinggal disini, sampai-sampai membuat pintu raksasa sebesar ini!'gumamku dalam hati sambil melihat tingginya gerbang.


Setelah itu, aku menempelkan kupingku ke pintu itu dan mengetuknya dengan pelan.


*Tok... Tok...*


"Fumu, ketebalannya 5 meter... tingginya 100 meter... lebarnya 50 meter dan... pintu ini terbuat dari logam yang cukup kuat, kemungkinan... orang yang lewat memiliki tinggi tubuh 4/5 dari tinggi pintu. Meski, logam ini lebih lemah dari logam yang ada di gerbang kastil ku! Tapi, yaah... ini lumayan!"gumam aku.


"Meski begitu, ini adalah hal yang aneh karena tidak ada suara yang terdengar dari dalam ruang tahta. Apakah mereka telah kabur?"tanya aku pada diri sendiri.


"Aku rasa tidak mungkin! Mungkin mereka sedang bersiap-siap di dalam! Baiklah, jika seperti itu, aku mungkin dapat berevolusi ke tingkat Raja!"pikirku.


"Oh iya Berapa level kau sekarang, ya?"


"Open status!"


......................


" Level 753, kah? sepertinya sudah hampir waktunya !"


Di hadapan pintu ruang Tahta yang sangat besar, aku dengan mudah mendorongnya untuk membuka pintu ruang tahta.


*Creak*


*Hrrrrrrh*


Pintu besar, keras dan berat ruang tahta, menyebabkan getaran pada lantai. Sehingga suara yang menggelegar terdengar saat pintu tergeser.


Pintu perlahan-lahan mulai terbuka. Di dalamnya, terdapat banyak para malaikat yang sudah bersiap-siap untuk melawanku dengan menodongkan senjata dan merapal mantra sihir. Malaikat yang berkumpul membuat pandanganku terhalang untuk melihat singgasana Barosa.


"Yo, semuanya! Mari langsung kita mulai pestanya!"ujarku sesaat setelah membuka penuh pintu ruang tahta dengan merentangkan kedua tangan seakan-akan sedang memulai pertunjukkan sirkus.


"Huoaaaaaah!!!"teriak para malaikat secara serentak sambil menyerangku.


*Pphuuw... Pphuuw*


Anak panah di lepaskan secara bersamaan dan teratur.


*Whooosh*


Panah biasa dan sihir melesat dengan sangat cepat. Begitu pula dengan sihir serangan para Malaikat.


"Wahai Dewa Yang Agung... Berilah Kami Sedikit Kekuatan Cahayamu... Untuk Memusnahkan Musuh-musuhmu... Penusuk Kegelapan, Holy Light Spear Launcher!"ucap mantra para penyihir malaikat dengan serentak.


Hujan panah, sihir dan berbagai macam serangan jarak jauh menghampiriku secara bergantian. Mereka terus menerus menyerangku secara bergantian sampai asap mulai keluar.

__ADS_1


Asap tersebut berwarna putih, sehingga bayanganku terlihat jelas. Mereka terus menyerangku dengan brutal sampai bayanganku terlihat menjadi samar-samar dan terjatuh. Sehingga, tidak terlihat oleh mereka lagi.


'Stealth! Lalu, Comouflage!' ucapku dalam hati.


Aku menggunakan skill stealth untuk menipu mata para malaikat atau membuat ilusi pada diriku dengan membuat bayangan yang terlihat samar-samar dan terjatuh. Sedangkan skill Comouflage, digunakan untuk membuat diriku menjadi tidak terlihat.


Karena itulah seketika, mereka mulai berhenti menyerang. Asap perlahan mulai menghilang, namun para malaikat sama sekali tidak melihat tubuhku.


...[ ANDA TELAH MENDAPATKAN 75,890,600 POIN EMOSI DARI PARA MALAIKAT YANG TERKEJUT ]...


Tapi dengan cepat, sebuah serangan seperti bola keluar dari dalam kabut tersebut. Bola yang keluar berukuran kecil seperti kelereng, dengan warna merah cerah.


*Whooosh


Bola tersebut terus melesat menembus tubuh para malaikat.


*Slub... Slub...


Kecepatan laju bola tersebut sekitar 10,000 km/jam. Dengan kecepatan inilah yang membuat para malaikat tidak sempat menghindarinya. Kemudian...


"Explode!"


*Boooom


Seketika, bola tersebut meledak. Ledakan yang dihasilkannya cukup dahsyat, dengan asap bom berwarna merah dan jingga. Sekitar 95% malaikat telah musnah dan menjadi card item.


...[ SELAMAT ANDA TELAH MENDAPATKAN 10 TRILIUN POIN EXP ]...


...[ ... ]...


'Aaaah, sensasi ini... Inilah salah satu hal yang dapat kurasakan!'gumamku dalam hati.


...[ ANDA TELAH NAIK LEVEL SEBANYAK 100 KALI BERTURUT-TURUT...


...ANDA MENDAPATKAN 100 MILYAR POIN BONUS ]...


'Hahaha, panen EXP di misi ini sangat memuaskanku. Bola tadi adalah salah satu hasil dari sihir yang kubuat dengan Magic creator. Magic Creator ini aku gunakan untuk membuat bola nuklir yang terkondensasi dari 100 kg bom nuklir, sampai menjadi sekecil kelereng...


Akibatnya, ledakan yang luar biasa terjadi. Aku menggunakan cara ini karena aku dapat membuat bom nuklir yang aku ketahui formulanya. Aku mengetahui formula ini, berkat salah satu pelayanku saat di bumi yaitu tujuh raja neraka. Para pelayan ku, yaitu 7 Raja neraka memiliki kemampuan yang unik dan hebat di masing-masing bidang yang mereka dalami.


Seperti namanya, kondensasi bom nuklir ini menjadi lebih dahsyat dari biasanya. Karena, reaktor nuklir yang aku tekan dengan sihir sehingga menjadi sekecil kelereng, membuat nuklir lebih aktif sehingga dapat meledak lebih besar dan kuat dibandingkan 100 kg bom nuklir tanpa di kondensasi.


"Ku huhuhu, ledakan bom tadi sangatlah dahsyat. Tapi, tidak kusangka masih ada malaikat yang tersisa dan... "


Sesosok raksasa yang sedang duduk di singgasana dengan lima malaikat tingkat tinggi dan beberapa malaikat tingkat biasa. Raksasa tersebut hanya menunduk, melihat aku dengan tatapan merendahkan. Fisiknya sangat besar, memiliki tubuh yang tinggi dan kekar, tapi tidak terlalu besar.


"Tinggi 92 meter dengan tubuh yang kuat. Pakaian yang dikenakan seperti pakaian Yunani kuno di bumi, kah?" gumamku.


Disisi lain...


Hagle, seekor burung yang kubuat saat di Kastil Iblis. Saat ini, sudah mencapai benua manusia, Sarte.

__ADS_1


Sepanjang perjalanannya, dia telah memburu berbagai monster yang ditemuinya sehingga membuat level yang dimiliki menjadi level 290. Dengan pemberian sedikit efek dari skill infinite perfect growth milikku, membuat status dan levelnya meningkat dengan cepat.


"Kyaaaak... Kyaaak" jerit Hagle.


Dia mulai memasuki Hutan Melris dan mulai menghubungiku dengan skill komunikasi jarak jauh, Legend Beast Soul Contact.


Skill tersebut hanya bisa dimiliki dan digunakan oleh ras binatang sihir legenda saat mencapai level 200. Skill ini memiliki kegunaan untuk berkomunikasi pada orang yang jiwanya terhubung dengan pengguna. Karena skill ini adalah skill yang mengkomunikasikan jiwa, skill ini mampu membuat pengguna dan penerima memahami bahasa yang digunakan masing-masing.


Meski skill ini sangat hebat dan hanya menggunakan sedikit mana, skill ini hanya dapat digunakan sehari sekali dan hanya dapat digunakan 1 menit saja saat masih level 1. Maksimal level skill ini adalah 10 saja. Oleh karena itu, untuk menaikkan levelnya sangat sulit dan membutuhkan waktu yang sangat lama. Namun, dengan skill Infinite perfect growth milikku, dia dapat dengan mudah menaikan level skill Legend Beast Soul Contact.


Saat ini, level skill yang dimiliki Hagle adalah 3 yang membuatnya mampu berkomunikasi sebanyak 3 kali sehari dan 30 menit di setiap pemakainya.


*Thud


"Huh?!"terkejut aku karena tiba-tiba merasakan sengatan pada otak.


'Tuan!'panggil dalam hati Hagle.


'Huh? Apa itu kau, Hagle?' tanyaku.


'Benar, Tuan! Saya adalah Hagle. Saya menggunakan skill yang baru saya dapatkan kemarin untuk menghubungi Anda!' ujar Hagle.


'Tunggu! Bukannya baru kemarin aku menciptakanmu, ya?'tanyaku lagi.


'So-soal itu... '


'Lupakan pertanyaanku! Ada apa kau memanggilku sekarang? Saat ini aku sedang sibuk! Bisa kau jelaskan dengan cepat?'


'Ba-baik, Tuan! Saat ini, saya telah tiba di Hutan Melris dan di sini sudah tidak ada siapa-siapa lagi. Di sini sama sekali tidak ada mayat manusia ataupun iblis. Mungkin semua mayat telah di bawa atau dikubur di suatu tempat. Apa harus saya cari keberadaan mereka lagi, Tuan?' jelas Hagle.


'Kerja bagus! Terus cari keberadaan teman temanku! Jika kau sudah menemukan mereka cepat hubungi aku, mengerti?!' jawab aku.


'Baik Tuan!' jawab Hagle.


"Kyaak!"


Di sisi lain...


"Baiklah, waktunya acara utama di mulai, kah? Benarkan... Barosa?!"ucapku.


"... "


Barosa sama sekali tidak mendengarkan perkataanku. Namun, tiba-tiba dia berkata...


"Habisi dia!?"


"Baik, Tuan!"jawab para malaikat dengan serentak.


Bersambung...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


...----------------...


__ADS_2