![[DROP] Supreme World'S System (Sistem Dunia Tertinggi)](https://asset.asean.biz.id/-drop--supreme-world-s-system--sistem-dunia-tertinggi-.webp)
"Jadi, apa yang akan kita lakukan?" Lide bertanya kepada Noura.
Mengingat kesannya Noura terhadap Zero, Noura tidak yakin kalau Zero akan bekerja sama dengannya. Lagipula, masalah utamanya adalah siapa sebenarnya Zero ini? Dan lagi, apa tujuan Zero menyembunyikan kekuatannya?
Apapun itu, jelas kalau tujuannya tidak baik. Dalam hal ini, Noura adalah satu-satunya orang yang mengetahuinya dan merasa paling cemas.
Lide melanjutkan, "Situasinya sekarang di luar kendali. Hades itu … aku tidak tahu cara jahat apa yang telah dia gunakan untuk memperoleh Energi Iblis yang menakutkan. Tapi yang pasti, dia telah menjadi lebih kuat dari Zeus. Dah dilihat dari situasinya, Zero tampak cukup kesulitan menghadapi Hades."
Noura juga merasakan hal yang sama. Meski ada beberapa hal yang kurang jelas dari latar belakang Zero, sepertinya dia tidak berniat jahat terhadap Transenden. Belum lagi, mereka sama-sama bermusuhan dengan pihak Dewa.
Dengan kecerdasannya ini, Noura menyimpulkan bahwa meski Zero tidak memiliki keinginan membantu Transenden, dia sama-sama musuh dari Dewa dan Zero tidak memiliki dendam terhadap Transenden.
Seperti kata pepatah terdahulu, "Lawan dari lawan adalah kawan."
Dengan ini, Noura membuat keputusan dalam sekejap dan menjawab, "Kita akan membantunya!"
"….."
Sementara itu, Noura memandang rekan-rekannya yang tersisa.
Mary, Lide, Hage, Purla, dan Noir — sementara yang lain, Leonidas sedang dalam masa pemulihan, Gorm menghilang entah ke mana setelah bertarung dengan Ares serta Kas yang juga menghilang setelah melawan Apollo di dimensi kecil Apollo. Meski beberapa orang telah menghilang, yang lain tidak mengkhawatirkannya.
Memang terdengar cukup tak berperasaan, tapi itu semua terjadi semata-mata karena kepercayaan mereka terhadap yang lain.
Memastikan rekan-rekannya mengangguk, pengkhianat Olympus — Artemis, Hephaestus dan Hermes; sebagai pengkhianat, mereka tahu kalau mereka tidak memiliki tempat lagi untuk berdiri di sisi Dewa. Jadi, mau tidak mau, mereka juga harus membantu Transenden menyingkirkan anggota Olympus yang akan menghabisi mereka.
Hermes yang tadinya berniat menjadi mata-mata untuk Zeus, kini hanya bisa mengikuti perkembangan sebagai pengkhianat.
"Haah … baiklah, aku akan membantu." Hermes mengangkat tangan, menghela nafas panjang dan berkata seolah-olah terpaksa.
Melihat lebih jauh lagi, Artemis dan Hephaestus juga setuju dengan anggukan. Mengkonfirmasi persetujuan yang lain, Noura menghela nafas panjang dan mengangguk.
"Baiklah, kalau begitu …" Noura membalikkan badannya ke tempat Zero, "Semuanya, kita akan menuntaskan semua masalah!"
Bersamaan dengan itu, rombongan Transenden dan Dewa itu mulai menghilang di tempat. Meninggalkan berkas cahaya yang cantik.
***
Beberapa saat sebelumnya.
"Tuan Barkley, apa yang harus kita lakukan?" Seseorang dari suku Geolien bertanya
Barkley Tesla, seorang pemimpin alien dari suku Geolien. Kecerdasan yang luar biasa memberkahinya. Dengan tenggelam dalam renungannya, dia menjawab dengan tegas, "Siapkan seluruh pasukan! Kita akan membantu Hades!"
Tanpa memberikan penjelasan, bawahannya segera memahami apa yang dipikirkan Barkley Tesla.
Segera, bawahan itu menjawab, "Baik!"
'Zeus telah tiada. Satu-satunya harapanku hanyalah Hades. Dan bocah itu … Crhono Zero, sepertinya dia telah mengetahui skema yang aku buat dengan Zeus. Jadi, meski Hades memiliki peluang rendah untuk menang, aku masih harus membantunya. Kali ini, pertempuran yang menentukan telah tiba. Satu langkah salah saja, kami, suku Geolien akan musnah.' Barkley Tesla berpikir demikian sambil berdiri dan melihat keluar jendela pesawat luar angkasa.
Pemandangan yang indah dari bintang dan benda langit yang tak terhitung jumlahnya, menghiasi bidang pandangnya.
Barley Tesla menghela nafas panjang sambil menikmati momen itu, "Haah … apakah aku telah membuat pilihan yang salah, ya?"
Seperti langkah penentuan dari permainan catur, kesalahan sedikit saja akan membuat skakmat. Oleh karena itu, semua pilihan telah ditentukan saat ini juga.
Pilihan mundur dan bersembunyi ataukah membantu Hades dan melihat misteri The World Truth. Kali ini, Barkley Tesla telah memutuskan untuk membantu Hades.
***
Skill Dosa Besar.
Dari namanya saja, itu sudah pasti berarti ke hal yang buruk. Sebagai penguasa Dunia Bawah (Underworld) atau biasa disebut neraka, Hades adalah orang yang tertutup. Seolah-olah tidak memiliki ketertarikan terhadap dunia luar, Hades terus di Dunia Bawah.
Meski demikian, dia telah menyusun rencana ambisius yang memungkinkan dirinya untuk menyaingi adik kecilnya, penguasa segalanya, Zeus.
Mengetahui sesuatu dari reruntuhan kuno, Hades mengumpulkan semua skill Dosa Besar hingga tersisa satu. Itu adalah Wrath (Kemarahan) yang didapat Hera.
__ADS_1
Ketika melihat Energi Iblis melonjak dari tubuh Hera, Hades tidak bisa menahan diri untuk bersuka cita. Setelah mengambil skill Wrath dan menggabungkannya, kekuatan Hades pasti akan tidak tertandingi.
Oleh karena itu, ketika Hera tewas, sebuah cahaya merah tak kasat mata yang hanya bisa dilihat oleh beberapa orang saja tampak keluar dari Hera dan masuk ke Hades.
Itu semua karena Hades menggunakan daya tarik Energi Iblis yang menarik Dosa Besar lain ke sisinya.
Akhirnya, setelah sekian lama, penantian yang dia tunggu telah datang.
Meski ada beberapa hal yang membuatnya tercengang dan tidak terduga, dia masih yakin dapat mengatasi semua halangan.
Setelah melalui proses penggabungan Dosa Besar terakhir, tubuh Zeus mengalami transformasi antara tubuh dan baju zirah-nya.
Sebelumnya, Hades memakai zirah yang terbuat dari Hellstone yang hanya terdapat dari neraka dan salah satu benda terlangka. Dengan menempelkan beberapa Hellstone ke tubuhnya dan berkat evolusi dari Energi Iblis, tubuh serta Hellstone menyatu dengan dirinya.
Tanpa penempaan dan proses pembuatan zirah, Hades mendapatkan baju zirah yang luar biasa kuat. Pertahanan yang Hades miliki telah meningkat berkali-kali lipat. Namun disaat bersamaan, penampilannya tampak seperti Iblis yang mengerikan.
Di saat bersamaan, dia menyadari hal yang aneh.
Meski pertahanannya meningkat sangat tinggi, kekuatan serangannya melemah dan juga kecepatannya berkurang secara signifikan.
Sebagai Dewa yang bukan dikhususkan untuk bertarung jarak dekat, Hades tidak terlalu mempermasalahkan hal ini. Malahan, dia bersyukur karenanya.
Dengan pertahanan yang tinggi, dia tidak perlu takut terhadap serangan lawan-lawan yang tangguh ketika menyerang lawan tanpa khawatir.
Namun, saat ini!
'Apa-apaan ini!?'
Diberkahi pertahanan yang kuat, Hades tidak ingin menyia-nyiakan kelebihan semacam itu. Karenanya, dia juga berlatih pertarungan jarak dekat.
Setelah penggabungan terakhir Dosa Besar, zirah Hellstone yang besar kini telah menciut tipis dan mengecil hingga seukuran tubuhnya yang dulu. Berkat itu, pertahanan meningkat sangat pesat dan di saat bersamaan, batasan kekuatan serangan dan kecepatan telah dihilangkan.
Itu adalah zirah yang sempurna!
Namun, keyakinan tersebut runtuh ketika serangan Zero mampu merusak zirah yang melindungi lengannya. Bagian tersebut retak dan sebongkah kecil bagian telah terpisah.
Dipenuhi ekspresi ketidakpercayaan, Hades segera kembali tenang.
'Benar, keahlianku bukan pada pertarungan jarak dekat!'
Setelah pikirannya menjadi tenang, dia melepaskan Energi Iblis yang kuat dan menghempaskan Zero hingga beberapa kilometer.
Kemudian, Hades mulai menggumamkan sesuatu dalam ketenangan, mengangkat kedua tangan ke samping seolah-olah merangkul sesuatu.
Di saat berikutnya, ruang di sekitar mulai memuai, terdistorsi oleh sesuatu. Setelah itu, setitik cahaya yang terang muncul bersamaan dengan hawa panas yang mengerikan.
Dalam sekejap, ratusan bola cahaya yang tampak seperti matahari mini muncul di sekitar Hades.
Perlahan, Hades membuka matanya dan memandang Zero dengan dingin seolah-olah tidak menganggap Zero ada.
Dia berkata dengan tenang, "Musnahlah!"
Bersamaan dengan itu, semua matahari mini yang panas melesat ke Zero dalam kecepatan yang mencengangkan.
.....
"Itu … plasma!?" seru Zero, pelan.
Tanpa disangka, Hades mengeluarkan plasma panas dari kekosongan.
Plasma merupakan salah satu klasifikasi sifat benda seperti padat, cair dan gas. Namun, itu lebih seperti gas yang terionisasi.
Contoh sederhananya adalah petir, aurora dan lampu neon. Sebenarnya, plasma ini sangatlah konduktif terhadap listrik.
Karena itu, hampir sebagian besar benda yang paling umum di dunia sebenarnya adalah plasma, contohnya bintang.
Yah, itu adalah hal yang wajar. Hades merupakan penguasa neraka yang pasti identik dengan api. Namun, di kekosongan yang mutlak ini, oksigen sama sekali tidak ada. Hal ini menyebabkan api tidak akan muncul, kecuali memberi oksigen di lapisannya.
__ADS_1
Nah, pada hal ini, sama seperti yang terjadi pada matahari yang merupakan gas raksasa super panas.
Hades membuat gravitasi kuat dan bersamaan dengan itu, dia memanaskan gas hidrogen. Dengan hal itu, reaksi fusi nuklir terjadi dan bersamaan dengan terbentuknya plasma yang menciptakan cahaya.
Gravitasi yang terbentuk manarik hawa panas serta menekan gas hidrogen. Sedangkan hawa panas terus berusaha keluar. Di dalam inti tersebut, proton-proton (sub atom bermuatan listrik positif) dipaksa untuk bersatu. Melalui terbentuknya plasma yang berfungi sebagai semacam perantara, proton-proton tersebut terus bergerak dan menabrak satu sama lain, akhirnya membentuk unsur baru.
Itulah fusi nuklir. Hal yang merumitkan dan menyulitkan untuk dijelaskan.
Karena penciptaan gravitasi tersebut, ruang di sekitar Hades mulai terdistorsi. Di tengah-tengah semua hal ini, Zero berpikir keras untuk mencari cara.
'Plasma ini bukanlah api, tapi menghasilkan panas yang kuat. Jika seperti itu, aku tidak bisa mengendalikannya. Jika saja dia menggunakan api, itu pasti akan memudahkan diriku. Yah, meski ini adalah ruang hampa udara, aku yakin kalau di dunia sihir yang penuh keajaiban, pasti ada api yang mampu menyala di luar angkasa.'
Dalam waktu yang sangat cepat ini, Zero menaruh Pedang WSA di Penyimpanan Sistem dan mengumpulkan Energi Kosmos di tangannya. Dalam sekejap, pusaran aura berwarna biru indah berputar di telapak tangannya. Bersamaan dengan itu, Energi Sihir juga keluar dari telapak tangan Zero.
Kedua energi itu berputar-putar tanpa henti dengan kecepatan yang tidak bisa dilihat mata. Sesaat berikutnya, warna energi itu berubah menjadi ungu muda yang indah. Dengan kontrol yang tinggi, Zero membentuk bola kecil seukuran bola pingpong di masing-masing kelima jarinya.
Di saat yang bersamaan, Zero berseru dengan Hades.
"Majulah!"
"Musnahlah!"
Bola-bola matahari mini Hades berterbangan ke arah Zero dengan titik yang menargetkan.
Ka-boom!
Sementara Zero bergegas melesat dan meninggalkan dentuman cahaya yang kuat, menghancurkan ruang sekitar.
SWOOSH!
Sambil menjaga Violet Star Energy seukuran bola pingpong di masing-masing kelima jarinya, Zero melesat cepat dengan momentum tak terhentikan. Ketika dunia tampak berakselerasi, Zero merasakan dunia sekitar menjadi memuai. Hanya titik lurus saja yang masih normal.
Melewati ratusan matahari mini, Zero terus menghindari mereka. Meski ruang yang terdistorsi berkat matahari mini cukup mengganggu, itu sama sekali tidak menurunkan kecepatan Zero dalam terbang.
"Apa!?" Hades tampak tercengang dan tercengang. Kontrol sihirnya sangatlah tinggi. Dengan Magic Power dan kontrol yang tinggi, seharusnya Zero telah diobrak-abrik menjadi kain lap penuh darah. Namun, Zero dengan mudah menghindari setiap matahari mini yang terus berdatangan tanpa mengurangi momentum kecepatannya.
Merasa khawatir, Hades menciptakan lebih banyak matahari mini. Namun, kali ini dia tidak membiarkan matahari mini untuk pergi menuju Zero. Melainkan membuat semacam formasi dari setiap matahari mini.
Dengan kontrol yang tinggi, Hades membuat matahari mini berputar-putar dari ke atas dan ke bawah, membentuk cincin api yang menakjubkan.
Sementara matanya tertutup, dia terus menciptakan matahari mini dan membuat mereka menjadi cincin yang melingkar dari depan ke belakang. Selanjutnya, gerakan matahari mini mulai berubah.
Mereka mulai bergerak dengan pola lain. Dari bentuk cincin dan terus berputar seperti roda, mereka membuat rotasi cincin ke tempat lain dengan sangat cepat. Kali ini, bukan hanya matahari mini, melainkan cincin matahari tersebut juga.
Sesaat berikutnya, Hades menghilang karena tertutupi cincin matahari yang berputar cepat. Tekanan dan hawa panas yang kuat membuat ruang memuai dan terdistorsi.
Hades berseru dengan perlahan, "Sun Ring Cage Attack-defense (Serangan-bertahan Kurungan Cincin Matahari)!"
'Orang ini, dia sangat berbahaya! Aku harus mengulur waktu terlebih dahulu untuk menyetabilkan Energi Iblis!'
Sesaat berikutnya, sebuah matahari mini melesat dari Hades yang terkurung cincin matahari.
SWOOSH!
Tanpa jeda yang lama, matahari mini kembali terlontar dan terus bermunculan dengan cepat untuk menyerang Zero.
Dengan hal ini, Zero mendengus tidak senang dan meremehkan, "Itu percuma saja!"
***
Tekan like jika kamu suka cerita ini.
Tekan love jika kamu suka novel ini.
Dukung author dengan vote dan hadiah.
Beri saran, kritik atau hal yang ingin ditambahkan dalam cerita di kolom komentar.
__ADS_1
Terimakasih