[DROP] Supreme World'S System (Sistem Dunia Tertinggi)

[DROP] Supreme World'S System (Sistem Dunia Tertinggi)
Chapter 125 ~ Black Pegasus vs Argonaut


__ADS_3

Maaf telat, saya kehabisan kuota. Jadi baru sekarang updatenya.


***


Suku Geolien telah membuat keputusan penting. Mereka akan menggunakan Lautan Asteroid sebagai tempat pertempuran, di mana keberuntungan lebih unggul daripada kemampuan.


Sementara itu, Zero terus mengejar dan menyerang pesawat Argonaut tanpa henti. Zeus juga ikut membantu dengan mengisi Sumber Daya.


"Hei, hei, hei, mau kemana kamu, alien!?" Zero tertawa kecil dan mengejek suku Geolien. Tapi karena tidak menggunakan pengeras suara, perkataan Zero tidak didengar.


Zero tiba-tiba menyadari sesuatu. Suku Geolien ini sepertinya sedang menuju ke Lautan Asteroid.


Zero mengangkat alisnya dan tersenyum penuh pemahaman, "Jadi begitu."


Dia melirik ke Zeus yang sedang mengisi Sumber Daya dan berkata, "Zeus, cepat duduk. Kita akan mulai pertunjukkannya."


"Hah? Pertunjukkan?" Zeus bertanya-tanya, tapi setelah melihat ke layar, dia segera mengerti dan mengangguk. Dengan cepat, dia duduk ke bangku yang kosong.


.....


"Habisi para Alien itu?!" Mizan Noura berseru, memerintahkan Transenden yang lain.


Pesawat tempur milik suku Geolien memiliki peringkat yang lebih rendah langsung dikepung oleh berbagai serangan.


Satu per satu, pesawat tempur meledak dengan indah. Para Transenden tidak tahu siapa orang yang ada di pesawat tadi. Akan tetapi, karena orang itu melawan suku Geolien, dia haruslah menjadi rekan seperjuangan.


Hanya dalam beberapa menit, semua pesawat tempur meledak dan hancur tanpa sisa.


.....


Di Lautan Asteroid, dua aliran cahaya saling mengejar, menghindari asteroid besar dan saling menembakkan cahaya multi warna.


Setelah menderita kerugian akibat serangan Black Pegasus, Kamuflase Argonaut rusak dan sosoknya terungkap.


Asteroid yang tak terhitung jumlahnya berkumpul dengan menyisakan celah kecil. Argonaut naik ke atas dengan kecepatan sedikit lambat. Di belakangnya, Black Pegasus terus menembakkan rudal cahaya dan Meriam Energi.


"Hahaha, kemarilah! Jangan kabur seperti pengecut!" Zero menggunakan fitur Pengedar Suara untuk mentransmisikan suaranya di luar angkasa. Suku Geolien yang mendengar ini, mendecakkan lidah. Mereka menjadi sangat marah karena malu dan dihina.


Pemimpin mereka, Tesla Barkley dengan wajah tenang, memberikan instruksi terus menerus.


"Tim Kendali, ambil jalur di sebelah kiri!"


Argonaut langsung berbelok tajam ke celah sempit di antara asteroid. Zero berhenti tertawa dan wajahnya menjadi serius. Dia berhenti menembakkan serangan.


"Kalian ingin bermain keberuntungan, hah? Baiklah, mari kita lihat, keberuntungan kalian bagus atau tidak." Zero mendengus dingin dan mempercepat lajunya. Di celah kecil, aliran cahaya mengalir melewatinya.


Zero mengendalikan Black Pegasus, memiringkan pesawat secara vertikal dan mengejar Argonaut. Ketika telah keluar dari celah, pemandangan yang menakutkan terlihat.


Asteroid yang tak terhitung jumlahnya terus berlarian tanpa tujuan, menabrak asteroid lain dan siapapun yang melewatinya pasti akan hancur ditabraknya.


Di tempat itu, memang celah antar asteroid cukup lebar. Akan tetapi, ketika suatu celah kosong, celah itu langsung di lalui asteroid. Ketika asteroid saling bertabrakan, pecahan kecil berhamburan dan melesat ke segala arah.


Kecepatan Argonaut dan Black Pegasus sedikit di turunkan. Jika terlalu cepat, asteroid yang menabrak akan memberikan dampak yang sangat besar. Namun jika diperlambat, dampak tabrakan tidak akan terlalu berpengaruh.


Ini adalah Zona Mematikan yang ada di Lautan Asteroid, Zona Asteroid yang Menghancurkan. Segala sesuatu yang lewat akan ditabrak dan hancur.


Argonaut tanpa keraguan sedikitpun, langsung memasuki Zona Asteroid yang Menghancurkan. Zero pun langsung memasuki area itu.


Sebelumnya, Zero telah melewati tempat ini sekali. Dengan kemampuan kontrolnya, dia dapat yakin 90% untuk lolos dari Zona Asteroid yang Menghancurkan. Namun bagi suku Geolien, mereka hanya bisa berusaha dan mengandalkan keberuntungan.


"Sistem, hancurkan asteroid yang akan menabrak!" Zero berkata dengan senyum.


Ketika mulai masuk ke Zona Asteroid yang Menghancurkan, satu asteroid terlempar dan mengarah ke Argonaut. Ukurannya sedang, sekitar beberapa ratus kilometer saja.


"Tim Penyerang, aktifkan Meriam Energi!" Tesla Barkley berteriak dengan keras.


Moncong meriam langsung berubah sudut ke arah tertentu. Dengan cepat, Energi Sihir dikonversi menjadi suatu energi yang mengandung kekuatan destruktif yang besar. Sesaat berikutnya, Meriam Energi ditembakkan, sinar cahaya multi warna langsung melesat ke arah asteroid berukuran sedang itu.


BOOM!

__ADS_1


Dengan suara ledakan, asteroid itu hancur menjadi kerikil yang tak terhitung jumlahnya. Tidak henti sampai disitu, Meriam Energi terus melesat lurus ke depan, menghancurkan semua benda yang menghalangi.


Sementara itu, Black Pegasus yang di belakangnya, melaju tanpa masalah.


Ketika ada asteroid yang mendatanginya, corong rudal cahaya akan mengarah ke asteroid dan menembakkan rudal cahaya tanpa henti hingga akhirnya tidak menjadi ancaman. Itu semua berkat Sistem.


Sistem mengidentifikasi semua benda yang mendekat pada radar, kemudian mengoperasikan senjata dan menghancurkan halangan.


Zero hanya perlu fokus pada penghindaran dan penyerangan menggunakan Meriam Energi.


Kedua pesawat itu terus melaju dengan hati-hati. Menghindari dan menghancurkan semua asteroid yang menghalangi. Meski begitu, Zero terus mengejar Argonaut dan terkadang menembakkan Meriam Energi.


Beberapa asteroid terkadang berhasil menabrak penghalang Argonaut, menyebabkan beberapa kerusakan kecil. Namun, jika kerusakan kecil terus diakumulasi, kerusakan akan menjadi besar dan beberapa fasilitas tidak akan berfungsi.


Dua aliran cahaya terus melaju, meninggalkan garis cahaya yang saling bertautan.


Tiba-tiba, Zero merasakan sesuatu yang aneh. Ini adalah pengalaman pertamanya ketika merasakan perasaan ini.


Emosi yang tidak mengenakan, membuat semangat dan keinginan memudar. Zero yang asing dengan ini menjadi malas.


Namun segera, dia menyadari nama dari emosi ini.


Bosan!


Pikiran Zero tercerahkan. Sepertinya, dia sudah tidak terlalu tertarik lagi dengan suku Geolien dan pengoperasian pesawat.


Menghela nafas, Zero berkata, "Haah, aku akan langsung mengakhiri ini."


Pada saat itu, sosok Black Pegasus menjadi samar-samar dan menghilang.


Kamuflase!


Zero mengaktifkan mode Kamuflase dan menghilangkan keberadaannya.


Suku Geolien yang bertugas pada navigasi mengerutkan kening. Dia melihat radar, namun dia menemukan bahwa keberadaan Black Pegasus menghilang dari radar.


"Ketua! Pesawat itu menghilang dari radar!" Orang itu berteriak.


Lautan Asteroid sangatlah berbahaya. Jadi, tidak heran jika pesawat yang mengejarnya hancur tertabrak asteroid.


Semua orang segera memahami ini dan raut wajah mereka menjadi lebih cerah. Meski begitu, Tesla Barkley masih merasa tidak enak. Sepertinya, ada sesuatu yang salah.


Dia segera memerintah, "Jangan lengah! Kita sedang di Lautan Asteroid! Armada perang di belakang pasti tidak bisa bertahan. Kita akan langsung pulang ke rumah!"


Raut wajah semua orang yang cerah menjadi serius. Mereka segera memobilisasi pekerjaan mereka dengan teliti.


"Apakah benar semudah itu mereka bisa dihancurkan? Ada sesuatu yang salah di sini." Tesla Barkley merenung.


.....


Zero merasa bosan. Dia tidak memiliki ketertarikan terhadap uji coba pesawat Black Pegasus. Jadi, dia ingin segera mengakhirinya.


Mengaktifkan mode Kamuflase, Zero mempercepat laju Black Pegasus dan melewati semua asteroid yang menjadi halangan dengan mudah. Raut wajahnya acuh tak acuh, seperti anak kecil yang bosan dengan mainannya.


Setelah beberapa menit, Black Pegasus keluar dari Zona Asteroid yang Menghancurkan. Sekarang, dia memasuki zona yang lebih aman dan tenang.


Beberapa saat kemudian, dia telah keluar dari Lautan Asteroid.


"Fiuh …" Zero menghembuskan nafas dengan lelah. "Sepertinya, rasa bosan lebih buruk dari yang aku duga."


Zeus memperhatikan Zero, dia segera mendatanginya dan bertanya, "Tuan, apakah ada masalah?"


Zero menoleh dan berkata dengan lesu, "Yah, tidak ada apa-apa. Hanya merasa bosan saja."


Zeus bertanya lagi, "Kalau begitu, bagaimana dengan suku Geolien itu?"


Mendengar ini, Zero menunjukkan seringai dan berkata, "Tentu saja harus dihabisi."


Setelah itu, Zero segera menemukan posisi yang cocok untuk menyiapkan serangan diam-diam.

__ADS_1


.....


Di Lautan Asteroid yang berbahaya, siluet cahaya bersinar terang dengan indah. Melewati asteroid dengan berbagai ukuran dan menghancurkannya.


Dibutuhkan waktu 2 kali lebih banyak untuk keluar dari Zona Asteroid yang Menghancurkan dibandingkan dengan Zero. Mereka mulai memasuki zona yang tenang.


Semua orang merasakan perasaan bangga dan bahagia. Zona Asteroid yang Menghancurkan terkenal dengan kesulitannya untuk dilewati.


Mungkin, tidak ada yang pernah melewati Zona Asteroid yang Menghancurkan dengan selamat. Dengan kata lain, mereka adalah satu-satunya orang yang berhasil melewati Zona Asteroid yang Menghancurkan!


Semua orang menyembunyikan kebahagiaan dan kebanggaan di hati mereka. Tesla Barkley bahkan merasakan hal yang sama. Tapi, dia masih merasa ada sesuatu yang janggal.


Menahan rasa bahagia, mereka dengan serius mengoperasikan pesawat. Jangan sampai hanya dengan satu kesalahan kecil, pencapaian mereka hancur.


Setelah beberapa saat, mereka melihat celah di antara asteroid. Pemandangan di sana menunjukkan bahwa tidak ada asteroid lagi.


Wajah suku Geolien menjadi cerah dan hampir bersorak sorai dengan bahagia.


Di tempat lain, Zero telah menemukan lokasi yang nyaman untuk menyiapkan serangan terakhir.


"Sistem, aktifkan mode Ultimate Attack!"


[Mengaktifkan mode Ultimate Attack.]


Tiba-tiba, sosok Black Pegasus mengalami perubahan. Di beberapa tempat, lempengan baja terangkat dan menunjukkan senjata tersembunyi.


Tembakan dan Meriam Energi mulai mengeluarkan cahaya multi warna. Energi yang mengandung kekuatan destruktif mulai terkondensasi di Meriam Energi dan tembakan.


Tidak butuh waktu lama, akumulasi energi yang dibutuhkan telah mencukupi.


Ketika radar mendeteksi keberadaan Argonaut, Zero menyeringai dan menekan tombol tembak, "Tembak!"


BANG! BANG! BANG!


Terdengar rentetan suara tembakan dari luar. Cahaya multi warna melesat menjadi aliran cahaya yang indah.


Target mereka adalah Argonaut!


Dengan mode Ultimate Attack, aliran cahaya mulai menyatu di tengah perjalanan, membuat pilar cahaya yang besar.


Di sana, suku Geolien bergembira karena pencapaian mereka. Salah satunya adalah orang yang bertugas mengawasi radar dan navigasi. Tepat ketika memperhatikan layar radar, matanya terbelalak.


Radar menunjukkan keberadaan Black Pegasus!


Dia hendak membuka mulut, namun menemukan bahwa tawa gembira semua orang menjadi terhenti. Dia segera melihat cahaya terang di depan layar.


Semua orang merasakan bulu kuduk mereka berdiri tegak.


"Tidak!" Tesla Barkley berteriak tidak terima. Saat itu, dia buru-buru melakukan sesuatu.


Di saat bersamaan, sinar multi warna yang besar dalam sekejap mencapai mereka, menyapu Argonaut. Penghalang di luar mulai retak dan terdengar suara pecah. Segera, sinar multi warna yang mengandung kekuatan destruktif mulai merembes dan memasuki Argonaut.


Semua orang dilanda kepanikan oleh situasi tak terduga. Mereka buru-buru melakukan segala cara untuk bertahan hidup. Namun, usaha mereka sia-sia.


Sinar cahaya multi warna langsung menutupi mereka seperti air pasang. Tubuh mereka dalam sekejap terkorosi dan berubah menjadi abu.


Tidak berhenti sampai di situ, sinar cahaya multi warna terus melesat menembus Lautan Asteroid, menghancurkan semua yang menghalangi.


Zero bergumam seolah-olah memahami sesuatu, "Hm, jadi begitu. Ini adalah serangan dari ledakan yang terarah. Dengan kata lain, kekuatan tembak ini berasal dari ledakan yang tidak menyebar."


***


Tekan like jika kamu suka cerita ini.


Tekan love jika kamu suka novel ini.


Dukung author dengan vote dan hadiah.


Beri saran, kritik atau hal yang ingin ditambahkan dalam cerita di kolom komentar.

__ADS_1


Terimakasih


__ADS_2