[DROP] Supreme World'S System (Sistem Dunia Tertinggi)

[DROP] Supreme World'S System (Sistem Dunia Tertinggi)
Chapter 66 ~ Pukulan Overking Lion Law


__ADS_3

Leonidas — siapa 12 Dewa Olympus yang tidak mengenal dirinya? Dia adalah makhluk Transenden terkuat yang membuat para dewa kewalahan. Dia tampak begitu sempurna.


Teknik beladiri yang tidak dapat diikuti dan setara atau bahkan melebihi God of War Ares. Tubuh kuat yang setara dengan Talos, pemilik tubuh terkuat. Kekuatan Transendental yang melebihi semua Transenden. Intuisi dan pemikiran yang sangat cepat. Serta pengendalian tubuh dan mental yang dapat dibilang sempurna.


Perang besar yang terjadi antara 10 Transenden dan 12 Dewa Olympus sangat luar biasa. 12 Dewa Olympus menggunakan kewenangannya untuk memberi perintah kepada triliunan Low angel, miliaran angel, jutaan High angel, ribuan Uniqe angel, ratusan Legendary angel dan puluhan Primordial angel. Serta ratusan ribu pasukan tentara Dewa dan ribuan pasukan elite Dewa.


Semua itu hanya melawan 10 orang saja. Mereka adalah para Transenden yang telah melampaui batas ras masing-masing dan melampaui batas sistem dunia karenanya.


Pertempuran terbesar yang pernah terjadi di alam semesta terjadi. 10 makhluk Transenden dengan santai menggunakan skill dan teknik pembantaian masal atau serangan area luas.


Dalam sekejap, 10% pasukan 12 Dewa Olympus musnah. Kemudian, pertempuran terus berlanjut. Semakin lama, musuh yang dihadapi 10 Makhluk Transenden menjadi kuat. Namun, itu masih tidak sebanding dan masih sama seperti musuh sebelumnya.


Setelah pertempuran yang terjadi selama beberapa jam, para Dewa tingkat Legendaris atau Legendary God, sekarang muncul dan berhadapan dengan 10 Makhluk Transenden.


Legendary God — keberadaan mereka adalah keturunan dari 12 Dewa Olympus dan biasanya menjadi pengawal para 12 Dewa Olympus itu. Mereka begitu kuat dan membutuhkan waktu yang cukup lama bagi 10 Makhluk Transenden untuk mengalahkan keberadaan mereka yang dapat dibilang cukup banyak.


Seharusnya, pertempuran antara 10 Makhluk Transenden dan Legendary God itu berlangsung selama kurang lebih satu bulan atau paling cepat 2 minggu. Namun, keberadaan satu makhluk Transenden, sang Transenden terkuat, Leonidas, mengungkapkan seluruh kekuatannya. Pertempuran yang berat sebelah pun terjadi.


Legendary God kewalahan dengan kekuatan Leonidas. Teknik, pemikiran dan juga tubuhnya, begitu luar biasa hingga Legendary God tidak dapat mengatasi serangan Leonidas.


Singkat cerita, pertempuran yang seharusnya berlangsung cukup lama, kini hanya berlangsung selama sehari saja. Itu terjadi tidak lain karena sang Transenden terkuat, Leonidas.


Kemudian, kerugian yang diterima 12 Dewa Olympus sangatlah besar. Pada akhirnya, mereka sendirilah yang harus menghadapi 10 Makhluk Transenden itu.


Pertempuran yang menghancurkan sebagian alam semesta terjadi. Planet, bintang dan galaksi hancur. Tatanan bintang dan galaksi tidak bisa diperbarui. Jika bisa juga, itu membutuhkan waktu miliaran tahun.


Pertempuran yang tidak diketahui berapa lama itu terjadi, membawa banyak petaka kepada semua makhluk di alam semesta. Mungkin pertempuran itu terjadi hingga ribuan tahun tanpa henti. Benar-benar vitalitas dan ketahanan stamina yang begitu tinggi.


Hingga beberapa ribu tahun berlalu, pertempuran mencapai puncaknya. 10 Makhluk Transenden terpojok dan kehabisan cara untuk mengalahkan 12 Dewa Olympus. Namun, 12 Dewa Olympus yang ikut kewalahan juga, masih harus berdiri. Setidaknya, 12 Dewa Olympus harus menghabisi setengah dari makhluk Transenden atau hanya satu makhluk Transenden yang bernama Leonidas.


Keadaan semakin buruk bagi para Transenden. Hanya Leonidas yang mampu menahan semua serangan 12 Dewa Olympus. Leonidas tersenyum dan melempar rekan seperjuangannya ke portal yang tidak diketahui ke mana tujuannya.


Dalam penglihatan semua rekannya, punggung lebar Leonidas terlihat dan tampak begitu besar. Waktu menjadi seperti terdistorsi dan terasa lambat karena emosi yang tidak diketahui.


Seraya melihat senyum tipis Leonidas yang menghadapi 12 Dewa Olympus, para Dewa menyatukan kekuatannya untuk menyerang Leonidas dengan sekuat tenaga. Seluruh energi sihir para Dewa dan juga energi Cosmos berkumpul membentuk bola biru yang indah.


Perlahan dengan pasti, bola itu semakin membesar dan terus membesar. Melebihi bintang terbesar dan massa yang sangat tinggi. Ruang dan waktu terdistorsi karenanya. Keindahan yang mematikan.


Serangan satu bola biru itu menyerang Leonidas yang bagaikan debu. Cahaya yang menyilaukan memasuki visi para Transenden dan tidak dapat melihat Leonidas lagi. Dentuman yang seharusnya menghancurkan dan mereka rasakan menghilang. Pertempuran itu menghilang bagaikan mimpi buruk.


Di sisi lain ...


Cahaya merah dari Aura yang menunjukkan Transendental dari Leonidas memperkuat tubuhnya hingga batas. Dia tidak dapat membuat portal atau melakukan teleportasi. Semua ruang dan waktu dalam triliunan kilometer tidak dapat didistorsi lagi. Leonidas menghadapi serangan bola biru raksasa.


"BREAKING THE TRANSCEND! LIMIT BREAK! BERSERK TRANSCEND! ATTACK ABSORPTION! THE GREAT BODY! STRONGEST BODY! HARDEST BODY! RED PURE ENERGY!..."


Teriakan yang tidak dapat dijangkau siapapun. Leonidas mengaktifkan segala macam buff untuk menahan serangan para Dewa. Tubuhnya menjadi sangat keras. Tidak pernah ada yang memiliki tubuh sekeras itu. Darah keluar dari mulut, hidung dan kuping Leonidas.


Dia menggunakan serangan pamungkasnya untuk melawan serangan gabungan para Dewa.


"PUNCH THE WORLD!"


Pukulan dunia. Dengan tangan kosong, dia menghadapi segala macam pertarungan. Dia dapat menggunakan semua jenis senjata dengan sangat baik. Namun, dia lebih suka menggunakan tubuhnya dari pada menggunakan senjata. Dia terus berlatih dan bertarung menggunakan tubuhnya.


Suatu hari, Leonidas mencapai ranah Transenden. Meski begitu, dia tetap berlatih hingga akhirnya menjadi kuat dan diakui oleh Dunia itu sendiri. Dia diberikan 'Ultimate skill: Punch The World.'


Saat ini, otot-ototnya menjerit karena hawa panas dan tekanan yang terjadi. Dia tetap menahannya. Dia tidak bisa kabur. Dia hanya bisa melawan atau bertahan. Akhirnya, dia memilih keduanya.


Bertahan dengan segala macam buff dan memperkuat serangan dengan buff. Dia menggunakan Punch The World untuk pertama kalinya.


Tiba-tiba energi putih yang sangat lembut dan murni menyelimuti tangannya. Tangannya bercahaya. Dia merasa kuat dan kuat. Dia bisa bertahan, meski harga yang harus dibayar juga besar.


Para Dewa kabur dengan portal sebelum bola biru raksasa menjadi sempurna, Leonidas sendirian. Tidak akan ada yang pernah melihat Punch The World, selain Leonidas dan Dunia itu sendiri.


Aura putih berbentuk tangan yang mengepal terlihat dengan Leonidas sebagai intinya. Leonidas melesatkan pukulan lurus ke inti bola biru raksasa. Pukulan raksasa dengan ukuran yang setara dengan bola biru raksasa saling bertabrakan. Pukulan dari tangan asli Leonidas menembus lapisan demi lapisan hingga intinya.


Booom!


Ledakan tanpa suara di luar angkasa yang hampa terjadi. Getaran yang seharusnya menjadi suara, berubah menjadi seperti gelombang radio yang pergi ke berbagai bintang. Ledakan paling dahsyat yang mungkin pernah terjadi selain Big Bang terjadi. Radius ledakan terus meluas hingga menghancurkan galaksi, bintang dan planet-planet. Lubang hitam yang seharusnya menyerap semua hal, menjadi kewalahan dengan ledakan itu.


Ledakan yang terjadi hingga miliaran tahun itu, membuat perubahan besar dalam tatanan dunia. Gugusan bintang bergeser menjauh dari ledakan seperti magnet yang memiliki kutub yang sama. Mereka saling mengejar, namun tidak pernah terkena.


Di sisi lain, para Transenden yang selamat, dikirim ke dimensi yang mungkin berbeda. Oleh karena itu, para Transenden berpetualang mengelilingi dunia dan dimensi untuk menemukan Leonidas. Mereka percaya bahwa Leonidas pasti selamat. Kepercayaan itu membawa Noura hingga ke sini, ke Planet Ares.


Leonidas yang terus menjadi inti ledakan terbangun. Bersamaan dengan hal itu, ledakan terhenti. Cedera fatal membuat statistik miliknya menurun dengan signifikan.


Hingga akhirnya dia berakhir tinggal di Planet Ares dan tinggal di pegunungan Danaus.


Itulah kisah yang terjadi pada masa pertempuran antara Transenden dan Dewa.


***


Di masa sekarang ...


Zero kesulitan bergerak karena tekanan dari Legendary God, Deimos. Udara di sekitarnya menjadi berat dan sulit untuk bernafas. Zero merasa di dalam air, di laut dalam. Ini mungkin setara dengan tekanan air di laut dalam ketika Zero di bumi sebagai High human.


'Sigh, aku tidak mendapatkan apa-apa dari ini. Yah, setidaknya aku sudah tahu kehebatan Transenden dan Legendary God.'

__ADS_1


Zero bangkit dari sandarannya dan melihat ekspresi tercengang Noura. Zero bertanya-tanya, 'Apa yang menyebabkan Noura seperti ini?'


Entah karena kekuatan Leonidas melebihi harapannya atau mungkin kekuatan Leonidas telah menurun drastis dari sebelumnya. Itulah kesimpulan yang Zero ambil.


Noura membuka mulutnya seolah berusaha untuk percaya.


"Bagaimana ... bagaimana dia bisa menjadi begitu lemah?"


Tubuhnya menggigil ketika menggumamkan itu. Zero hanya terkejut mendengar hal itu.


'Kekuatannya lebih lemah? Dia sudah menghancurkan gunung, lho!?'


'Yah, mungkin ... seorang Transenden bisa langsung menghancurkan satu planet?'


Zero berjalan menghampiri Noura dengan gerakan yang kaku. Dia memeriksa akumulasi pengalaman adaptasi Distorsi Ruang tingkat 8.


[Akumulasi adaptasi Anda dari Distorsi Ruang tingkat 8 adalah 39,07%.]


[1167 detik lagi hingga akumulasi adaptasi mencapai 100%.]


Zero memandangi layar hologram yang hanya bisa dilihat olehnya. Tinggal 14 menit lagi hingga dia akhirnya bergerak dengan bebas. Dia akhirnya sampai di samping Noura.


"Tidak usah bersedih hati. Aku akan membantu memulihkan lukanya jika aku bisa."


Noura melirik ke arah Zero dengan air mata yang hampir keluar.


"Terimakasih ...*Hiks* ... terimakasih ..."


Tiba-tiba, akumulasi adaptasi dari Distorsi Ruang tingkat 8 terhenti. Itu mungkin karena Deimos yang kalah dari Leonidas.


Di tengah-tengah kesedihan Noura, kumpulan awan gelap terbuka sinar matahari keluar. Cahaya matahari menerangi bagian bawah yang terkena cahayanya. Kemudian, sosok raksasa terlihat terlihat turun dari sana.


Itu adalah God of War Ares yang berambut merah. Menunjukkan gigi putihnya, pasukan miliknya ikut turun mengikuti dirinya. Ares melihat sekitar. Hutan-hutan menjadi gundul dan pegunungan hancur.


"Wah, wah, wah. Ini adalah reuni yang tidak terduga, benar? Tidak aku sangka, Leonidas sang Transenden terkuat masih hidup selama ini. Seperti yang diharapkan dari Transenden terkuat."


Ares melipat tangannya dan memuji Leonidas di depannya dengan nada mengejek. Aura merah yang menyelimuti tubuh Leonidas tampak marah dengan gelombang yang semakin tidak tenang.


Noura yang sudah tidak tahan berteriak, "SIALAN KAU ARES!! KAU BAHKAN TIDAK AKAN BISA MENGALAHKAN LEONIDAS SENDIRI! KAU HANYA BISA BERGANTUNG DENGAN DEWA SAMPAH YANG LAIN, BUKAN?!"


Ares hanya mendengus dengan mengejek, "Huh! Marahi saja para tua bangka itu! Aku hanya mengaku kemauan mereka saja."


Leonidas yang dari tadi diam memprovokasi Ares dengan tangannya.


"Tidak usah bicara lebih jauh. Tunjukkan saja kemampuanmu!"


"Tidak, jangan! Kau masih lemah, Leonidas!"


Namun, itu sia-sia. Leonidas sudah membulatkan tekadnya dan bersiap untuk melawan Ares.


Di sisi lain, pasukan Ares juga mulai memanas karena Tuan yang mereka layani diremehkan.


"Sialan! Dasar makhluk rendahan! Beraninya kau-!"


Pasukan yang hendak menarik pedangnya terhenti karena Ares memberikan instruksi untuk berhenti. Kemudian, Ares turun lebih rendah sambil mengubah ukuran tubuhnya seperti manusia. Dia menghampiri Leonidas yang melayang di udara.


"Sepertinya benar, ya. Meski kau selamat dari serangan 12 Dewa Olympus, kau sekarang tampak lebih lemah."


"Sudah kubilang untuk menunjukkan kemampuanmu, bukan? Langsung saja."


"!? Kuhuhuhu sepertinya kau sudah tidak sabar, ya~ Baiklah, ayo kita mulai!"


Keduanya memasang kuda-kuda dengan serentak meski tanpa aba-aba. Ares menyerang duluan.


"ONE MILLION PUNCH!"


Buk, buk, buk!


Serangan yang menghasilkan 10 ribu pukulan, mengarah ke semua titik vital yang dimiliki Leonidas. Menggunakan 'Transenden Sense' miliknya, Leonidas mampu menangkis setiap pukulan yang diluncurkan Ares.


"Keuck!"


Namun, lama-kelamaan Leonidas merasakan rasa sakit dan setiap pukulan Ares semakin kuat.


"Ugh!"


Dia membiarkan beberapa pukulan lolos dan mengenai lengan dan dadanya. Dia menahan semua rasa sakit dan memfokuskan kekuatan aura merah Transenden yang disebut Red Pure Energy untuk bertahan. Kumpulan Red Pure Energy melindungi beberapa bagian vital.


Pukulan yang sama, namun semakin kuat terus menghantam tubuh Leonidas.


"Oi, oi, oi, oi, oi, ada apa? Apa kau sudah tidak kuat? Acara utama baru saja akan dimulai tahu!?"


Tepat pada detik ke-100, Ares berhenti menyerang. Namun, Leonidas belum bisa menyerang balik. Tubuhnya gemetaran karena mengatasi serangan yang sangat kuat terus-menerus.


Kemudian, tanpa memberi jeda, Ares memegang kedua telapak tangannya dan menghantamkannya ke kepala Leonidas dari atas.


Puock!

__ADS_1


Leonidas jatuh dari tanah dengan sangat cepat.


Booom!


Seperti bom, ledakan terjadi ketika Leonidas jatuh ke tanah dengan kecepatan tinggi. Debu pasir menutupi bidang pandang di area itu. Meski begitu, Ares adalah Dewa perang sehingga dia dapat merasakan keberadaan Leonidas.


"...!"


Namun, apa-apaan ini? Ares tidak dapat merasakan kehadiran Leonidas sama sekali.


'Apa dia sudah mati?'


Noura dan Zero yang tidak merasakan keberadaan Leonidas terlihat tenang. Mereka sudah tahu kalau Leonidas dapat menyembunyikan keberadaannya hingga seolah tidak pernah ada.


'Tidak, tidak mungkin. Dia adalah Transenden, lho. Apalagi dia adalah Transenden terkuat. Meskipun dia menjadi lemah, tidak mungkin dia mati hanya dengan skill normalku.'


Ares dipenuhi kebingungan. Saat itu juga, ketika Ares hendak turun ke area hutan bekas jatuhnya Leonidas, Ares dikejutkan oleh sesuatu yang menuju ke arahnya. Dia melihatnya, tapi tidak merasakannya.


"...!"


Sesuatu yang berwarna merah menuju ke arahnya dari dalam kumpulan debu. Indera tempur God of War Ares terpicu dengan tiba-tiba. Ares segera menyerang menyerang sesuatu berwarna merah itu dengan serangan jarak jauh.


"Giant piston punch!"


Sesuatu berbentuk tangan raksasa menyelimuti tangan Ares yang hendak memukul. Dia langsung melesatkan pukulannya meski jaraknya masih jauh. Kemudian, tekanan udara seperti dipompa membuat hempasan angin yang cukup kuat untuk menghancurkan gunung melesat ke arah sesuatu berwarna merah.


Namun, sesuatu berwarna merah itu menghilang ketika Giant Piston Punch memukulnya. Seperti memukul udara yang benar-benar kosong, Ares dipenuhi kebingungan. Adrenalinnya terpacu dengan kuat.


"Haaa ... haaa ... haaa ..."


Ares terengah-engah karena adrenalin itu.


'Perasaan ini ...'


Dia memegangi dadanya dan tersenyum penuh gairah dan kebahagiaan. Namun, di samping dirinya, muncul Leonidas yang melesat ke arahnya.


Menggunakan pohon raksasa sebagai landasan untuk melompat ke Ares secara horizontal, pohon itu tumbang. Leonidas segera menggunakan skill miliknya. Otot-otot lengannya diperkuat hingga batas. Kekuatan luar biasa terkandung di dalamnya.


Otot-otot miliknya menggeliat seolah menjerit dan akan meledak. Namun, kemampuan kendali Leonidas mampu menangani itu menjadi keuntungan. Meskipun harus ada efek samping yang harus diterima, Leonidas masih sanggup menahannya dengan kecepatan regenerasi seorang Transenden.


Tanpa berlama-lama, Leonidas menggumamkan skillnya.


"Strongest transenden technique ..."


Leonidas menarik salah satu lengannya ke belakang. Aura merah terus berkumpul ke sana dan membentuk warna merah yang pekat. Terjadi kilatan petir dan percikan api ketika itu terjadi. Itu akibat dari pukulan yang ribuan kali lebih cepat dari cahaya.


"... Overking lion law!"


Seolah sedang menghukum atau mengeksekusi penghianat, pukulannya dipenuhi oleh keadilan dan energi positif.


Puock!"


"...!"


Indera dewa milik Ares tidak berfungsi karena hawa kehadiran Leonidas menghilang, menyebabkan Ares terkejut dan hanya bisa menerima serangan Leonidas. Pukulan yang mengenai pipi Ares membuat tulang gerahamnya bergeser.


Kondensasi dari energi alam dan Transendental membuat seorang Myth God merasakan rasa sakit yang teramat. Itu adalah pukulan fatal tanpa perlawanan.


Sesaat, tampak tidak terjadi apa-apa.


"..."


Gulp.


Semua orang terdiam melihat situasi itu dan menelan ludah. Itu karena tidak ada yang terjadi. Ares masih berdiri di tempat yang sama dan tangan Leonidas masih menempel di pipinya.


Kemudian, after effect terjadi dengan sangat dahsyat. Entah karena pendistorsian waktu atau apa, kejadian yang mencengangkan terjadi.


Ares menghilang dari sana. Pepohonan dan wilayah di depan pukulan Leonidas hancur hingga cakrawala.


Pukulan itu tidak terhenti sampai situ saja. Para penonton yang memiliki penglihatan jarak jauh mampu mengkonfirmasi sesuatu.


Bahwa pukulan dan efek pukulan itu terjadi hingga lurus ke depan dan menembus beberapa planet, bahkan bintang. Semua penonton ternganga, kecuali Zero dan Noura.


Noura menonjolkan payuda- maksudku dadanya ke depan seolah bangga. Meski itu bukan pencapaiannya.


"Lihat? Itulah kehebatan Transenden terkuat kami."


Zero yang melihat hal itu hanya dapat menerima takdir. Adaptasi Distorsi Ruang tingkat 8-nya terhenti pada detik 589. Zero menghela nafas panjang.


'Sigh, bisakah kalian bertarung lebih lama lagi?'


Di saat Zero mengeluh, para Dewa dan pasukan God of War Ares berusaha pergi menuju Ares yang entah ada dimana.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Terimakasih telah membaca karyaku 🙏

__ADS_1


__ADS_2