![[DROP] Supreme World'S System (Sistem Dunia Tertinggi)](https://asset.asean.biz.id/-drop--supreme-world-s-system--sistem-dunia-tertinggi-.webp)
"Haaa ... haaa ... haaa ..."
Leonidas terengah-engah setelah menggunakan Myth skill: Overking Lion Law. Itu adalah skill penyerangan yang hanya bisa digunakan oleh keturunan dari ras Beastman, Lion King.
Setelah dia mencapai Transenden, Leonidas mengembangkannya hingga dihargai dan mencapai tingkat mitos oleh Dunia.
"Cough! Cough!"
Leonidas terbatuk dengan keras dan menutupi mulutnya dengan tangan. Leonidas melihat telapak tangannya setelah batuk yang keras reda.
"Sial. Aku masih lemah."
Darah merah terpampang jelas di tangannya. Kemudian, dia menatap tangan satunya, yang digunakan untuk memukul God of War Ares.
Darah berceceran keluar dari tangan yang lemas dan mulai berwarna ungu. Dia memegangi tangannya itu sambil berusah untuk berjalan ke Martial Arts Shack.
Crhono Zero dan Mizan Noura bergegas ke sana untuk melihat kondisi Leonidas.
"Hai, Leonidas! Sudah kuduga, kau masih kuat sampai sekarang."
"..."
Noura menghampiri Leonidas yang berjalan terpincang-pincang.
"...!"
Noura yang baru melihat kondisi Leonidas terkejut.
"Ya, ampun! Leonidas, bagaimana kau bisa seperti ini?"
Segera, Noura merangkul tubuh Leonidas.
"Kenapa kau selalu memaksakan diri, sih?"
"Hehehe."
Noura berkata dengan menggembungkan pipinya, sedangkan Leonidas hanya tertawa ringan.
Zero dari kejauhan memperhatikan hal tersebut.
'System, apakah kau bisa menyembuhkan orang itu?'
[Jawab: Individu Leonidas telah mencapai Transenden dan melepaskan diri dari ikatan Dunia. Individu Leonidas dapat disembuhkan, namun poin System yang Anda miliki saat ini tidak mencukupi untuk menyembuhkan Individu Leonidas.]
'Begitu, ya.'
Wajah Zero tampak gelap. Dia merenungkan sesuatu. Sekarang, Zero bisa merasakan kehadiran Leonidas sejak membuat pukulan luar biasa.
'Ini gawat, ya. Kemungkinan besar, kehadiran Dewa Ares dan keluarnya Aura Transenden milik Leonidas akan dirasakan oleh 12 Dewa Olympus yang lain. Jika aku tidak dapat menyembuhkannya, ini bisa menjadi gawat. Kami tidak bisa kabur kemanapun.'
***
Cretuk ...
Cretuk ...
Runtuhan batu jatuh ke tanah hitam. Sebuah tempat di mana suhunya sangat tinggi. Lava terlihat mengalir di berbagai tempat dengan lambat.
Sebuah tempat yang tampak seperti gua dapat terlihat. Di sana, terdapat seseorang yang wajahnya tampak hancur dan uap keluar dari tubuhnya.
"Ughh ..."
Erangan keluar dari dalam gua yang gelap dan panas. Orang itu adalah Ares. Dia terpukul hingga sampai di suatu planet yang dekat dengan bintang orbitnya.
Perlahan, semua tubuhnya yang hancur pulih. Ares membuka matanya dan menunjukkan iris matanya yang berwarna merah menyala.
Ares melihat ke sekitar dengan linglung.
"Ini ..."
Ares yang tampak bingung, mulai mengingat kejadian sebelumnya.
Kemudian, dia tersenyum sendiri dengan penuh semangat.
"Hahahahahaha!"
Dia tertawa dengan sangat keras. Gua yang tercipta karena dirinya, bergetar seolah akan runtuh kapan saja. Dia memegangi wajahnya dan terus tertawa.
Setelah beberapa saat, dia berhenti tertawa dan menunjukkan raut wajah yang tampak serius.
"Baiklah, aku tidak ingin para 'Tua bangka' itu ikut campur. Aku harus segera menikmati pertarungan dengan mereka lagi."
Kemudian, dia bangkit dan keluar dari gua itu. Melihat bintang besar atau matahari di langit, Ares tiba-tiba melayang.
"Armored God of War."
Dalam sekejap, armor pelindung bersinar dengan warna emas menyelimuti tubuhnya. Jubah warna merah melambai-lambai dan sepatu emas yang lancip mencapai lutut memberi kesan yang kharismatik.
"Bersiaplah, Leonidas, Noura!"
Ares langsung bergegas terbang dengan kecepatan yang melebihi cahaya. Tujuannya adalah Planet Ares, yang berada di garis lurus. Jaraknya sekarang sekitar 500 ribu tahun cahaya.
***
__ADS_1
Di saat yang bersamaan.
Di sebuah kamar, ada seorang pria dengan rambut putih sedang telanjang dan bercinta dengan banyak gadis. Ketika berada di tengah-tengah permainan mereka, orang itu terhenti.
"...!"
Dia merasakan sesuatu.
'Hawa kehadiran ini ...!'
Saat itu juga, pasangannya bertanya dan menggodanya.
"Ayolah, ada apa Tuan Zeus? Bisa kita lanjutkan lagi~?"
Dengan ekspresi menggoda, wanita itu mendekati telinga Zeus yang terkejut.
"Tidak, ada masalah yang terjadi kali ini. Aku akan menanganinya sendiri."
Zeus mendorong tubuh pasangannya dan mengambil pakaian khas Yunani kuno.
"Eehh~ Begitu, ya. Mau bagaimana lagi. Kembali dengan cepat, ya~!"
Membuka pintu, ekspresi Zeus terlihat menegang.
'Ini gawat! Bagaimana bisa dia masih hidup!? Aku harus segera menghubungi yang lain!'
Zeus dengan penampilan muda dan rambut putih bersih, berjalan dengan gugup. Tubuh sempurnanya menggigil mengingat masa lalu.
Itu semua karena Leonidas. Transenden terkuat yang diserang oleh 12 Dewa Olympus. Namun, apa-apaan ini?
Leonidas masih hidup!?
Zeus merasakan energi Transendental yang merupakan aura merah yang menyelimuti tubuh Leonidas. Dia dengan gugup menghubungi semua 12 Dewa Olympus, tak terkecuali God of War Ares.
Menggunakan telepati masal, Zeus mengirim pesan ke yang lainnya.
-Semuanya, berkumpul di ruang Aula Olympus.
-Apa? Ada apa memangnya?
Hades sang penguasa Dunia Bawah bertanya pada Zeus. Dia sekarang berada di dunia yang berbeda, sehingga tidak dapat merasakan kehadiran Leonidas.
-Transenden terkuat, Leonidas masih hidup.
-Apa!?
Hades dibuat terkejut, sedangkan yang lain telah terkejut karena merasakan energi Transendental Leonidas. Ares yang di hubungi oleh Zeus, tidak mendengarkan dan masih melaju ke tempat Leonidas berada.
***
"Kenapa kau memaksakan diri?"
"..."
Leonidas terdiam sesaat ketika ditanyai Noura.
"Itu ... Aku hanya ingin mengetes kekuatanku," kata Leonidas dengan mengalihkan pandangannya dari Noura.
"Dasar, kau ini selalu memaksakan diri terus. Jangan melakukannya lagi, lho."
Zero yang mendengar percakapan itu hanya terdiam dan bersandar di bingkai pintu. Zero membuka mulutnya.
"Apa yang akan kita lakukan sekarang?"
"...."
"...."
Noura dan Leonidas saling menatap dan tidak memberi jawaban. Zero menambahkan lagi.
"Seperti yang kalian tahu, Leonidas tidak menyembunyikan luka. kehadirannya ketika menggunakan aura merah-apalah itu. Jadi, menurutku, para Dewa Olympus itu akan menyadarinya. Aku rasa."
Penjelasan Zero membuat Noura mengingat sesuatu.
"Oh, benar. Aku memiliki itu."
Tanpa pikir panjang, Noura mengambil sesuatu dari Dimensional Storage.
"Ah, ini dia."
Noura mengeluarkan beberapa lembar kertas berwarna kuning pucat seperti kertas lama.
Zero bertanya, "Apa itu?"
"Ini adalah item yang kami, para Transenden buat untuk memanggil diri mereka sendiri. Singkatnya, ini adalah gulungan teleportasi. Apakah kau pernah mendengar 'pemanggilan orang dunia lain'?"
"Ya, aku tahu itu. Jadi, dengan kata lain, ini adalah item summoning atau pemanggilan, banar?"
"Tepat sekali."
Kemungkinan, Noura keluar untuk pergi ke halaman. Menyebarkan masing-masing lembaran yang berisi lingkaran sihir, Noura terus berbicara.
"Kami berkeliling ke seluruh dunia untuk mencari Leonidas. Mengelilingi berbagai planet dan bintang, akhirnya kami memutuskan untuk berpisah dan menyebar ke seluruh penjuru."
__ADS_1
"...."
"Bagus, sudah siap."
Noura mengelap dahinya dan mengalihkan pandangannya ke arah Zero.
"Kau akan tertarik melihat ini."
"...."
Noura mulai menyebarkan sihirnya ke luar. Dia mengendalikan setiap sihirnya dan mengarahkan mereka untuk memasuki setiap gulungan sihir.
Dia terus memasok energi sihir ke dalamnya hingga lingkaran sihir hitam dari tinta mulai bercahaya dengan warna biru yang redup. Sedikit demi sedikit, lingkaran sihir mulai semakin terang.
Angin-angin di sekitar mereka mulai berhembus dengan kencang.
Setelah 15 menit Noura memasok energi sihirnya, cahaya yang menyilaukan mata bersinar dengan terang dan melebihi cahaya matahari. Zero dan Noura menutup mata mereka.
Whooosh.
Hawa kehadiran yang tampak kuat, namun tenang, secara bersamaan Zero rasakan. Itu kehadiran yang tidak mengancam.
Tiba-tiba seseorang berteriak dalam cahaya itu.
"Di mana!? Di mana musuhnya!?"
Seorang pria besar dengan pedang besar menggantung di bahunya, keluar dari cahaya yang menyilaukan.
"Bisakah kau tenang sedikit, Gorm?"
Pria besar yang diyakini bernama Gorm dipukul kepalanya, oleh seorang pria berambut hijau muda. Penampilan yang terlihat tenang dan pemikir yang mendalam, keluar setelah Gorm.
"Hai, sudah lama, ya ... Noura."
Pria berambut hijau itu melambaikan tangannya ke arah Noura.
"Iya, sudah lama, Lide."
Kemudian, kemunculan 3 wanita dan 3 pria mengakhiri cahaya.
Ada tiga wanita cantik dengan satu orang berambut hitam dan dua orang berambut cokelat gelap.
Kemudian, ada juga tiga pria yang lainnya. Satu pria tampan dengan tampilan bangsawan berambut merah, satu pria botak dengan memakai celana panjang saja dan pria berambut ungu dengan ekspresi yang selalu sinis.
Wanita cantik dengan rambut cokelat tua bertanya pada Noura.
"Ada masalah apa, Noura? Sampai-sampai kau memanggil kami semua ke sini."
"Mary, itu ... aku ...."
"Ya?"
"Aku berhasil menemukan Leonidas."
"Apa!?"
Semua orang terkejut. Mata mereka membesar karena itu.
"Benarkah!? Di mana dia sekarang?"
"Kapan kau bertemu dengannya?"
"Bagaimana keadaannya?"
Semua orang berdesakan mendekati Noura dan menanyakan banyak hal. Zero yang ada di belakang Noura sepertinya hanya menjadi angin lewat saja.
"Anuu ... bisakah kalian tenang dulu?"
Noura mendorong teman-temannya untuk memberi ruang.
"Huff ... dia berada di dalam sana."
Ibu jari Noura mengarah ke belakang, tempat Martial Arts Shack berada.
"Waahh!"
Para Transenden itu bergegas masuk ke dalam hanya untuk terkejut dengan kondisi Leonidas. Di samping itu, Leonidas juga terkejut dengan kedatangan rekan-rekan lamanya.
"Woah, benar-benar ada Leonidas!"
Wanita berambut cokelat lainnya terbelalak dengan wujud asli Leonidas.
"Yo, sudah lama, ya, semuanya!" sapa Leonidas dengan senyum hangat.
"Leon."
Mata para Transenden itu mulai berair dan tampak akan menangis. Saat itu juga, Zero dan Noura masuk ke sana.
Zero membuka mulut, "Baiklah, aku tidak ingin mengganggu reuni lama kalian, tapi ... kita langsung saja bahas masalah utamanya."
Gorm bertanya dengan heran, "Siapa kamu?"
Tampaknya, para Transenden ini baru menyadari kehadiran Zero. Lalu, apa gunanya mereka memiliki indera transenden!?
__ADS_1
Zero hanya bisa menghela nafas kecewa.