![[DROP] Supreme World'S System (Sistem Dunia Tertinggi)](https://asset.asean.biz.id/-drop--supreme-world-s-system--sistem-dunia-tertinggi-.webp)
"Athena, jelaskan strategi yang telah kamu susun!" perintah Zeus pada Athena.
"Baiklah," jawab Athena.
Kemudian, Athena berdiri sambil mengambil selembar kertas.
"Seperti yang kalian ketahui, Leonidas tidak akan berpengaruh besar dalam pertempuran kali ini. Namun, kita juga tidak boleh lengah. Para Transenden pasti telah bertambah kuat sejak pertempuran terakhir pada jutaan tahun yang lalu."
"...."
"...."
"...."
Para Dewa lain mendengarkan dengan seksama.
"Kemudian, ada satu masalah saat ini. Salah satu pasukan terkuat yang kita miliki, pasukan yang dipimpin Ares mungkin tidak akan ikut. Tapi, menurut analisis ku, Ares telah terdeteksi di dekat Planet Ares, beberapa saat yang lalu. Kemungkinan besar, dia sedang bertarung dengan salah satu Transenden yang telah tiba di sana."
"..."
"...."
"...."
Ekspresi para Dewa masih tenang.
"Baiklah, pembahasan terkait masalah, cukup sampai di sini dulu. Berikutnya, kita akan membahas lawan-lawan yang akan kita hadapi."
"..."
"..."
"..."
"Pertama, Zeus. Karena Leonidas tidak akan aktif dalam pertempuran, kau akan membantu yang lain bila mereka kesusahan."
"Hmmm, baiklah. Aku terima," jawab Zeus dengan nada meremehkan.
"... Berikutnya adalah Poseidon. Mengingat kau termasuk dalam 3 Dewa terkuat dan Dewa yang berspesialisasi dalam bidang air, kau akan bertarung melawan Mizan Noura."
"...." Poseidon hanya terdiam tanpa menanggapi.
"Berikutnya, yang ketiga adalah Hera. Kau ahli dalam bidang sihir. Karena itu, kau akan melawan Noir yang kuat dalam bidang sihir juga. Namun, karena lemah dalam pertempuran, kau sebaiknya membawa pengawal untuk menjagamu."
"Sigh, iya, iya." Hera tampak marah dalam menanggapi Athena.
Kemudian, pembahasan berlanjut dengan ringkasan sebagai berikut.
•Hermes melawan Lide.
•Aphrodite melawan Purla.
•Apollo dan Hephaestus melawan Kas. (Pria yang mengenakan pakaian dan kulit belang-belang berwarna hitam putih.)
•Artemis melawan Mary.
•Hestia melawan Cafra.
•Hades melawan Hage.
1 jam kemudian …
"Baiklah, cukup sekian dulu. Karena Ares tidak hadir, kemungkinan besar itu karena bertarung melawan Gorm yang ahli dalam pertarungan jarak dekat. Sedangkan aku akan memimpin pasukan dan membantu kalian dalam pertempuran."
"..."
"..."
"..."
Kemudian, Athena duduk sambil meletakkan kertas tadi.
"...!" Athena terkejut.
Ketika dia hendak duduk, dia sekilas melihat Zeus tersenyum dengan penuh kesombongan. Padahal, Zeus tidak pernah membuat senyum seperti itu.
'Apa mungkin itu perasaanku saja?' pikir Athena.
Athena tidak mempermasalahkan hal itu lagi. Kemudian, Zeus meletakkan kedua sikunya di meja bundar dan memeluk jari-jarinya.
"Baiklah, semuanya telah diberi peran masing-masing. Sekarang, kembali dan persiapkan pasukan terbaik kalian masing-masing. Setelah itu, aku akan memberi aba-aba kepada kalian untuk membuka Greater Gate ke Planet Ares," kata Zeus dengan wajah serius.
Kemudian, para Dewa hanya menjawab dengan ciri khas mereka masing-masing.
***
Waktu yang sama ketika Zero baru memulai evolusi.
"Haaaa!"
Ares memukul wajah Gorm dengan keras.
"Ugh!"
Gorm yang gagal bertahan, mengerang dan berusaha mempertahankan kuda-kudanya.
"Haaah ... haaah ... haaah ...."
"Haaah ... haaah ... haaah ...."
Keduanya melayang di luar angkasa dengan armor yang berantakan.
Darah keluar dari hidung dan mulut Gorm, sedangkan Ares hanya pada bagian mulutnya saja.
"Haaaa!"
Kali ini, Gorm maju dengan terbang dan menuju ke Ares dengan kecepatan melebihi cahaya.
"VOID DRAGON FIST!!"
SWUSSHHH!
Transcendental Energy milik Gorm yang berwarna hijau, berubah menjadi ungu gelap. Kemudian, energi itu membuat ilusi yang membuat tangan Gorm menjadi seperti kepala naga yang sedang membuka mulut.
"...!"
Ares terkejut dan menutupi kepalanya dengan kedua tangan.
Bam!
__ADS_1
Tinju Gorm menembus pertahanan kedua tangan Ares dan memukul Ares tepat di wajahnya.
"Kuh!"
Swooshh!
Ares terhempas dengan sangat cepat dan menabrak bulan.
Boooom!
Ledakan tanpa suara terjadi.
Kawah muncul di bulan yang mengorbit di Planet Ares. Bulan itu memiliki ukuran yang hampir mirip dengan bumi. Namun, kawah yang tercipta dari terhempasnya Ares, sekitar seperempatnya. Hal itu juga menyebabkan bulan bergeser beberapa puluh meter dari orbitnya.
Gorm berhenti sejenak untuk melihat keadaan Ares. Kemudian, dia melesat kembali ke Ares.
'Void Dragon Fist adalah pukulan yang dibuat oleh master-ku. Beliau terinspirasi dan menciptakan pukulan ini ketika sedang berhadapan dengan Raja Naga Vail. Saat itu, beliau kesusahan dalam menghadapinya. Namun, karena pukulan ini, dia berhasil mengalahkan Raja Naga itu. Dan lagi, pukulan ini mampu menyaingi seri Overking Lion milik Leonidas,' gumam Gorm dalam hati.
Mungkin kalian bertanya-tanya, Kenapa Gorm dapat berpikir lebih cepat dari kecepatan cahaya?
Alasannya hanya ada satu. Dia adalah Transenden.
Semua makhluk yang telah menjadi entitas superior mampu berpikir dengan sangat cepat. Bahkan melebihi kecepatan tubuh mereka yang bergerak dalam kecepatan yang melebihi cahaya.
'Seharusnya, Ares akan tersentak dengan pukulan tadi. Mengingat kalau dia adalah Myth God, dia pasti akan terkena efek paralyze setidaknya untuk 0,3 detik,' pikir Gorm.
Di sisi lain, Ares yang telah berhasil mengurangi damage dari serangan Gorm, masih mendapatkan luka serius.
Dia tertutup debu-debu dari bulan. Di tengah-tengah kumpulan itu, Ares mengalami patah tulang pada kedua tangannya dan tulang hidungnya hancur.
Ares mengerang kesakitan, "Ugghhhh."
Namun, Ares mampu menahan rasa sakit itu dan segera bangkit.
Kemudian, Ares mengarahkan kedua tangannya ke arah Gorm yang sedang memeriksa keadaan dirinya.
Ares bergumam, "War Destroy ...!"
Kumpulan energi emas mulai berkumpul di depan kedua telapak tangan Ares. Mula-mula, energi emas itu hanya sekecil biji sawi. Namun, tanpa membutuhkan satu detik, energi emas yang menyelimuti Ares berkumpul padanya dan menjadi berukuran sebesar bola bisbol.
'Ku hehehe, ini adalah sihir original yang aku kembangkan sendiri. Dengan memanfaatkan karakteristik unik mana milikku, aku mengkondensasi mana hingga menjadi sangat padat dengan ukuran sekecil mungkin. Kemudian, ketika kepadatan telah mencapai batas, kondensasi mana ini akan meledak. Namun, aku dapat mengendalikan ledakan itu,' kata Ares dengan senyum diwajahnya.
Saat itu juga, Gorm melesat ke arahnya dengan kecepatan yang luar biasa.
"Discharge!" teriak Ares.
Swooosh!
Sinar laser emas keluar dari bola emas dan mengarah langsung ke jantung Gorm. Akibat dari kecepatan itu, ruang menjadi bengkok dan terdistorsi.
"...!" Gorm terkejut.
Dia langsung berhenti berkat kecepatan akselerasi pikiran. Namun, itu saja belum cukup. Dia tidak bisa menghindar. Hanya ada satu jalan.
'Apa itu!?' teriak Gorm dalam benaknya.
Gorm segera membuat barrier berwarna hijau dari Transcendental Energy miliknya.
Pyar!
Seperti suara kaca yang pecah, barrier milik Gorm hancur seketika.
Gorm terkena serangan Ares.
Dia memuntahkan darah. Namun, serangan Ares meleset dari target yang semestinya.
'Ughhh, untung saja aku berhasil menggeser jalur serangan laser itu. Jika tidak, aku mungkin akan mati.'
Serangan tadi hanya menembus paru-paru Gorm. Armor dada menjadi berlubang dan darah keluar.
Gorm segera menekan lukanya dan menggunakan sihir penyembuhan untuk mempercepat regenerasi.
Di sisi lain, Ares senang.
'Seperti yang diharapkan dari rival-ku.'
Ares yang telah sembuh, langsung melesat ke arah Gorm.
'Tapi, kekuatanku bukan hanya itu!'
Mata Ares menjadi bersinar. Iris-nya berubah menjadi berwarna emas yang bersinar.
'Golden eyes, activate!'
Menggunakan seluruh kekuatan, Ares mengepalkan tangan sekuat tenaga dan mengeraskan tangannya. Tiba-tiba, dia menjadi semakin cepat.
"...!" Gorm terkejut.
Setelah menyembuhkan lukanya, Gorm langsung menarik tubuhnya ke samping.
Akibatnya, serangan Ares meleset dan Gorm menangkap tangan Ares.
"Apa!?"
Gorm tersenyum dan menggunakan lututnya untuk menyerang dada Ares.
"Kuack!"
Ares tersenyum ketika dia diserang.
"...!" Gorm kembali terkejut.
Ares memutar tangannya untuk lepas dari genggaman Gorm dan mendorong tubuhnya ke atas dari belakang.
"Kick style, back kick under-attack!"
Kemudian, Ares menendang Gorm dengan telapak kaki seperti salto ke belakang.
"Keuk!"
Gorm tersentak kaget. Kepalanya terbentur tendangan Ares dan pandangannya menjadi sedikit kabur.
Kemudian, Ares melanjutkan serangannya dengan pukulan keras pada dada Gorm.
"Kuack!"
Ares berhenti untuk sesaat dan menggunakan jurusnya.
"Ultimate Slaughterer …!"
__ADS_1
Pukulan emas yang menyilaukan, menyerang Gorm secara membabi buta.
"… The Fist of One Billion Soldiers Slaughterer!"
Itu adalah pukulan pembantai 1 miliar tentara yang digunakan Ares dalam memerangi musuhnya. Semakin banyak musuhnya, semakin kuat pula daya serang yang akan tercipta.
"...."
Bam, bam, bam!
Gorm bahkan tidak diizinkan untuk mengeluarkan suara. Hanya ada pukulan yang tak terhenti.
'S-sial! Aku tidak bisa menggerakkan tubuh!?'
Sepertinya, Gorm terkena efek paralyze ketika mendapatkan serangan balik dari Ares.
Setelah beberapa detik, Ares berhenti memukul dan mundur beberapa langkah ke belakang. Gorm yang telah menjadi seperti kain lap tidak dapat bergerak.
"Ultimate Slaughterer …!
Tangan kanan Ares mengeras hingga batas.
Energi Cosmos biru yang tersebar di luar angkasa, berkumpul pada tinju Ares. Begitu pula dengan energi emas yang menyelimuti dirinya.
Kemudian, kedua energi itu berkumpul dan berputar dalam tinju Ares.
Gorm mendeteksi serangan yang mampu membunuhnya. Segera, Gorm membangkitkan kesadarannya dan berusaha menggerakkan tubuhnya.
Tubuh Gorm bergetar ketika bergerak dengan kaku. Namun, dia adalah Transenden. Dia mampu mengatasi cobaan yang berhubungan dengan mental. Meskipun mereka harus menghadapi trauma terbesar yang pernah mereka alami, mereka tetap dapat mengatasinya.
Gorm akhirnya mengangkat tangannya ke depan.
Kemudian, Gorm berusaha keras menahan rasa sakit dan mengendalikan Transcendental Energy untuk membuat barrier.
Transcendental Energy hijau miliknya berkumpul bersamaan dengan energi kosmos berwarna biru. Kedua energi itu berkumpul dan membentuk perisai lingkaran yang seperti cermin cembung.
Sekarang, perisai Gorm menjadi berwarna cyan, karena energi kosmos dan Transcendental Energy yang selaras, bersatu dengan harmonis. Sedangkan, tinju Ares tidak menyatukan energi kosmos dan energi sihirnya. Namun, Ares menyeimbangkan atau menyetabilkan kedua energi itu sehingga kekurangan masing-masing energi dapat ditutupi dan kelebihan energi dapat ditingkatkan kualitasnya.
Pertahanan yang memiliki sifat kesatuan dan serangan yang seimbang, saling bertabrakan.
Booom!
Ledakan yang sangat dahsyat terjadi.
"Kuack!"
"Kuack!"
Daya ledak dan tekanan dari hempasan membuat kedua orang itu mendapatkan efek recoil atau kick-back yang membuat mereka mengalami cedera internal dan memuntahkan darah.
Swoooshh!
Ledakan yang melebihi 10 ton bom nuklir terjadi di dekat bulan dan di dekat atmosfer Planet Ares.
Bulan bergeser lagi dari orbitnya dan atmosfir Planet Ares menjadi kacau untuk sementara.
Di sisi lain, Ares dan Gorm terpental jauh dan menabrak beberapa asteroid hingga terhenti di salah satu asteroid yang besar.
Keduanya mungkin terhempas ke tempat yang berlawanan. Namun, kondisi yang mereka alami itu sama.
Mereka terluka cukup parah karena efek recoil pada tubuh. Tubuh mereka berantakan seperti kain lap. Kepala mereka mengeluarkan darah dan banyak tulang yang tampaknya patah.
Meski mereka adalah makhluk superior dengan kecepatan regenerasi di luar akal sehat, mereka masih membutuhkan waktu yang cukup lama untuk memperbaiki cidera internal.
Cidera internal yang dimaksud kali ini bukanlah organ dalam. Melainkan jiwa mereka.
Ini adalah efek karena menggunakan energi kosmos yang digunakan untuk menyerang dan bertahan. Jika mereka tidak terkena ledakan itu, mungkin mereka tidak akan mengalami cidera internal. Namun, mereka terkena ledakan itu dari jarak yang sangat dekat dengan intinya.
Akibatnya, mereka membutuhkan beberapa jam untuk pulih kembali.
***
Di Planet Ares …
"Aku tanya kepadamu. Untuk apa kau membantu kami?" tanya Noura.
"...."
Para Transenden menatap Zero dengan ekspresi yang serius. Akibatnya, suasana menjadi hening dan menegangkan.
Para Transenden menunggu balasan yang memuaskan dari Zero.
Di sisi lain, Zero terdiam dan berpikir dengan cepat, menggunakan akselerasi pikiran.
'Pada awalnya, aku hanya akan menguasai wilayah-wilayah di Dunia Dewa. Aku hanya perlu berburu untuk menjadi God Human. Namun, ketika aku kabur dari kediaman Keluarga Furry, aku menghabisi Guardians of The Great Forest Berm. Akibatnya, susunan rune yang terukir dalam jiwa mereka hancur dan barrier pencegah Predator para Dewa muncul.
Itu adalah Titan. Musuh para Dewa dan makhluk terkuat setelah Dewa. Aku kabur dari satu Titan yang besar dan menghabisi satu Titan yang besar.
Akhirnya, aku berhasil keluar dari The Great Forest Berm berkat bantuan Balph. Aku hidup dengan aman saat itu. Namun, tanpa diduga, musuh ras asli Balph muncul.
Benar, itu adalah Lamy. Anak dari Lamia, Dewa setengah ular. Aku bertarung dan hampir menghabisinya. Namun, kejadian yang tak terduga terjadi.
Mizan Noura sang Transenden muncul dan menabrak ku dengan sangat keras, ketika aku hampir menghabisi Lamy. Akibatnya, aku terluka parah. Berkat System, aku berhasil pulih.
Aku meminta kompensasi dari Noura. Namun, aku tidak menyangka kalau dia akan menyerang ku. Meski begitu, aku berhasil bertahan dan aku telah memutuskan keinginanku untuk kompensasi.
Kompensasinya adalah meminta dirinya menjadi rekan.
Noura menceritakan banyak hal mengenai dunia ini. Namun, tanpa diduga, Dunia Dewa ini memiliki sejarah yang mirip dengan Mitologi Yunani.
Hanya keberadaan Transenden sajalah, hal yang tidak aku ketahui.
Singkat cerita, kami bertemu dengan Transenden terkuat, Leonidas dan Dewa Perang Ares. Akhirnya, pertempuran antara para Transenden dan 12 Dewa olimpus dimulai.'
Zero menatap wajah para Transenden.
'Lalu, apa alasan aku membantu mereka?
Apakah karena Empati?
Apakah karena keinginanku?
Apakah karena The World Truth?
Tidak, tidak, bukan itu alasanku.'
Di tengah-tengah keheningan dan ketegangan, Zero akhirnya membuka mulutnya.
"Alasanku hanya satu."
__ADS_1
"...."
"Ini adalah satu-satunya 'jalan' yang bisa aku tempuh sekarang."