![[DROP] Supreme World'S System (Sistem Dunia Tertinggi)](https://asset.asean.biz.id/-drop--supreme-world-s-system--sistem-dunia-tertinggi-.webp)
Transenden—Zero selalu teringat sesuatu setiap kali mendengar kata itu. Dia pernah melihat kata 'transenden' ketika dirinya memiliki 2 opsi untuk berevolusi dari Uniqe human.
Opsi yang pertama adalah Legendary human. Jika Zero memilih opsi ini, maka Zero dapat berevolusi ke tahap 'mitos' yang menyamai para dewa hingga mencapai 'transenden' yang melampaui ras-nya sendiri dan juga melampaui para dewa. Ras ini mengharuskan Anda untuk bertambah kuat dengan dirinya sendiri.
Opsi yang kedua adalah Arch human. Jika Zero memilih opsi ini, maka Zero dapat berevolusi menjadi manusia dewa atau 'God human' yang menyamai para dewa. Ras ini adalah ras terakhir dari jalurnya tersebut. Namun, Zero juga dapat melampaui para dewa berdasarkan seberapa berharga, luas dan kualitas wilayah yang dia kuasai. Ras God human juga bisa menjadi semakin kuat setiap memiliki manusia atau ras berakal lain yang menyembahnya.
Masing-masing jalur memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Zero mungkin saja menjadi seorang 'transenden'. Namun, dia terlalu ahli di banyak hal. Karena, transenden mengharuskan seseorang untuk memiliki tekad dan juga bakat yang tinggi pada satu hal. Meski begitu, Zero belum benar-benar memahami apa arti kata 'transenden' di dunia ini.
Berbeda dengan 'God human' yang dapat membuat dirinya bertambah kuat hanya dengan memiliki kekuasaan dan juga penyembah. Karena hal itu, Zero memilih menjadi 'Arch human'.
Dia hanya perlu memiliki kekuasaan. Dia akan menjadi OVERLORD.
"Apa kamu transenden?
Zero dengan cepat bertanya pada System.
'System, apa itu transenden?'
[Permintaan diterima.]
[Mencari jawaban.]
[Transenden adalah suatu istilah yang digunakan untuk suatu eksistensi atau ras yang telah melampaui batas-batas dari rasnya itu sendiri. Eksistensi yang mencapai transenden biasanya akan terus hidup untuk mencari 'kebenaran dunia.' Mereka seperti abadi, tidak akan menua, penampilan mereka seperti usia 30-an, waktu tidak akan berpengaruh pada mereka. Mereka bermusuhan dengan para dewa yang menyembunyikan 'kebenaran dunia.']
[Informasi ini sangatlah tinggi harganya.]
[500k poin system telah dikonsumsi.]
'Apa!? 100k? Yang benar saja!'
Semua itu hanya terjadi dalam beberapa milidetik saja. Akhirnya, Zero menjawab pertanyaan wanita itu.
"Aku bukan transenden. Aku adalah Crhono Zero, Arhc human."
Untuk beberapa alasan, wanita itu menjadi terkejut.
"Manusia? Arch human!?"
***
Cerita diundur sedikit ke beberapa hari yang lalu.
Di sebuah tempat yang tandus. Tanah-tanah hanya berisi hamparan abu-abu yang membuat bosan.
Di sana, terjadi ledakan, benturan dan suara yang memekakkan telinga. Ada dua keberadaan yang tampaknya sedang bertarung.
Mereka terus bertarung dan saling membenturkan pedangnya. Kecepatan bertarung mereka sangat cepat. Itu secepat cahaya.
Hempasan angin yang sangat kuat terjadi setiap kali mereka saling menyerang.
"Sial! Beraninya kau menghancurkan istanaku!?"
Seorang pria berteriak dengan kasar kepada wanita cantik di depannya ketika kedua pedang mereka saling berbenturan.
"Huhuhu ... Siapa suruh kau tidak memberikan apa yang aku mau."
Wanita cantik itu tertawa kecil seolah itu lucu.
"Baj*ngan! Dasar lac*r sialan ...! Noura! Aku pastikan kau akan menerima pembalasanku!"
Pria itu memutar pedangnya dan berniat menusuk tubuh wanita cantik, Noura. Noura secara reflek langsung menangkis serangan pria itu dengan pedangnya. Pedang pria itu terpental jauh. Noura melakukan gerakan yang tak terduga itu dan membuat pria itu terkejut.
"Huhuhu ..." Noura menutupi mulutnya sambil tertawa kecil untuk meledek, "Oh, Achilles, Achilles. Kau itu hanya seorang penguasa planet. Bagaimana bisa kau mengalahkan aku, Mizan Noura yang setara dengan 12 dewa Olympus?"
"Kuh ...!"
Achilles disadarkan kembali akan sesuatu.
'Sial! Padahal dia hanya manusia! Sialan! Dasar transenden sialan!'
Achilles mengeluarkan kata-kata kutukan dalam hatinya.
Keadaan sangatlah buruk bagi Achilles. Planetnya mengalami kerugian besar karena Noura.
Noura hanya tersenyum, sedangkan Achilles menunjukkan punggungnya dan pergi.
"Haaah ... Baiklah, sekarang waktunya-!"
Noura terkejut dan mengalihkan pandangannya ke belakang dengan sangat cepat sambil menarik keluar pedangnya. Cahaya merah seperti laser terpancar ke arahnya dengan sangat cepat. Noura yang memiliki statistik insight atau wawasan yang tinggi, langsung menyadarinya.
Clang!
Noura berhasil membelokkan laser merah yang menuju ke arahnya dengan sekali ayunan pedang. Sesosok raksasa yang sangat jauh dan jauh terlihat di luar angkasa dengan mata Noura.
Noura berteriak dengan senyum yang terangkat tinggi, "AREEES!?"
Dewa perang, Ares dan Noura bergerak secara bersamaan. Mereka melaju terbang dengan sangat cepat. Itu kecepatan yang 10 kali lebih cepat dari cahaya.
Benturan yang sangat dahsyat terjadi ketika pedang besar Ares dan Noura berbenturan di tengah-tengah atmosfer. Seperti ledakan bom nuklir yang sangat dahsyat, awan-awan di planet itu menyingkir dari area tersebut.
__ADS_1
Keduanya terus bertarung dan saling menyerang. Setelah beberapa saat pertarungan berlangsung, Ares mengubah ukurannya menjadi seukuran manusia, seperti Noura.
Pertarungan mereka pun berlanjut hingga beberapa hari. Akhirnya, tiba di waktu sebelum Zero tertabrak oleh Noura.
"Martial arts God of War, HEAVY FAST SWORD!"
Dewa Ares menarik pedang besarnya
ke belakang dari samping. Mana alam dan energi pedang berkumpul ke bilah pedang besar hingga membentuk aura merah tua menyelimuti bilah.
"Breaking the earth sword, the first step, SINGLE SLASH!"
Sedangkan Noura memasukkan pedangnya ke sarungnya. Suatu energi yang belum diketahui berkumpul dan menyelimuti sarung pedang yang mengirim energi ke bilah. Aura cokelat keemasan terlihat ketika Noura hendak menarik pedang.
Di saat yang bersama pula, Ares mengayunkan pedangnya. Energi merah dan energi cokelat keemasan saling bertabrakan beserta kedua bilah.
Clang!
Ledakan yang sangat dahsyat terjadi ketika dua pedang itu bertemu.
Booom!
Tekanan angin semakin berat. Sepertiga planet hancur akibat benturan itu. Sedangkan Ares dan Noura terpental jauh dengan kecepatan yang melebihi cahaya.
Sepertinya, Ares dan Noura kehilangan kesadarannya sebentar. Akhirnya, Noura yang terpental menabrak tubuh Zero.
Zero yang hendak membunuh Lamy terkejut, meski tidak dapat menghindarinya.
***
Noura bertanya kepadaku dengan terheran-heran.
"Bagaimana kau bisa ada di sini?"
Zero hanya menjawab Noura dengan tatapan seolah tidak peduli.
"Yah, banyak hal yang terjadi. Jadi, siapa kamu? Kamu harus bertanggung jawab atas hal tadi, lho."
"Perkenalkan, namaku adalah Mizan Noura. Aku seorang Transenden yang dikenal sebagai Sword Saint of Breaking The Earth."
Noura memperkenalkan dirinya sambil sedikit membungkuk.
"Jadi ... Apa yang akan kau berikan sebagai kompensasi?" tanya Zero.
"Um ... Soal itu ..."
Noura bingung untuk mengatakan sesuatu. Dia mungkin suka bertindak seenaknya, namun dia juga memiliki harga diri yang tinggi. Sehingga, dia memiliki rasa bertanggung jawab yang tinggi pula.
'Mystery appraisal!'
[...]
[Extra skill: Mystery appraisal tidak dapat memeriksa status target dengan sempurna.]
[Anda hanya mendapatkan beberapa informasi.]
[Nama: Mizan Noura/???/wanita.
Level: ???
Ras: ???
Class: ???
Statistik:
• • • • • • • • • •
Skill: Wind magic Lv. ??? ??>, Water magic Lv. ??? ??>, ...
Background: ???
Kelebihan: ???
Kekurangan: ???
Kondisi: ???]
Seluruh informasi hanya dipenuhi dengan tanda '?' saja. Tiba-tiba, ekspresi Zero mengeras ketika mendengar notifikasi System.
[Karena target seseorang Transenden, target mengetahui apa yang Anda lakukan.]
Ekspresi Noura juga ikut mengeras. Keningnya mengerut dan menatap tajam ke arah Zero. Kemudian, notifikasi System yang baru terdengar.
[Individu 'Mizan Noura' menggunakan 'Trancendent Eyes' untuk melihat status Anda.]
[Salah satu fungsi utama System 'Memblokir Penilaian' telah memblokir 'Trancendent Eyes' milik individu 'Mizan Noura.']
[Semua eksistensi yang mencoba melihat status Anda tanpa izin, akan langsung diblokir otomatis oleh System.]
__ADS_1
[100k Poin system telah dikonsumsi.]
Zero mulai mencengkram pegangan pedang WSA dengan erat, sedangkan Noura terbelalak matanya.
"Ba-bagaimana mungkin!?"
Noura mulai mengeluarkan hawa membunuh dan ancaman mengerikan. Meski begitu, 'serangan mental' seperti ini tidak akan mempengaruhi diri Zero. Zero tidak memiliki emosi dan tidak dapat merasakan apapun.
Namun, lawan di depannya adalah seseorang manusia yang telah menjadi Transenden. Itu Transenden.
Suatu eksistensi tidak disebut Transenden hanya karena melampaui batas fisik dan mental ras-nya. Melainkan juga, karena dia telah memperoleh 'pencerahan' mengenai alam dan dunia. Oleh sebab itu, ...
"Kuack!"
Darah merah keluar dari mulut Zero. Dia memuntahkan darah tanpa adanya peringatan apapun. Meski begitu, Zero masih tetap tenang dan masih berada dalam fokus tingkat tinggi dalam mengamati situasi dan lawan.
"Heee ... Kamu orang yang benar-benar menarik, ya," Noura tersenyum sembari menurunkan tangannya dari pedang dan melanjutkan, "Tidak hanya aku tidak dapat melihat status-mu, bahkan kau tidak bergeming sama sekali dengan aura membunuh yang aku keluarkan."
Sebelumnya, Noura melepaskan aura membunuhnya ke arah Zero. Karena dia seorang Transenden, dia dapat memanipulasi aura membunuhnya menjadi serangan fisik maupun mental.
Yang dia lakukan terhadap Zero tadi merupakan manifestasi dari niat membunuh yang terkondensasi. Sehingga serangan tak berwujud langsung mengenai Zero, terutama organ internalnya.
"..."
Zero hanya terdiam menanggapi perkataan Noura. Pada akhirnya, Noura membuka mulutnya lagi.
"Haaa ... Aku tidak tahu kamu itu orang yang pendiam atau apa, tapi ..." Noura memegang pedangnya dan menariknya dengan cepat, "... Kau itu tidak sopan tahu!?"
Serangan 'draw sword' dilepaskan Noura dan manifestasi kecepatan dan kekuatan transendensi menyatu dalam satu tebasan pedang.
Tebasan pedang secara diagonal dari bawah ke atas mengarah ke Zero.
"...!"
Tiba-tiba Zero mengalami kesulitan dalam menggerakkan tubuhnya. Itu karena kekuatan transendental yang sangat kuat menuju ke arahnya.
Serangan yang melebihi kecepatan cahaya dan dapat memotong ruang dan waktu mengarah ke Zero. Beruntungnya, Zero memiliki tingkat kendali tubuh yang mungkin melebihi 'Eksistensi Transenden'.
Dia juga memiliki beragam teknik dan cara untuk meningkatkan kualitas gerakan tanpa kesulitan. Tanpa diduga Noura, Zero berniat melawan serangan Noura dengan pedang WSA.
Clang!
Bunyi benturan yang luar biasa terdengar ke seluruh hutan. Ledakan terjadi dan hempasan angin begitu kuat. Angin-angin menerpa tubuh Zero dan membuat rambutnya terangkat.
Meski begitu, Zero tidak goyah. Lingkungan sekitar terdistorsi dan kawah muncul dengan Zero yang menjadi titik tengahnya.
Tornado muncul seketika dengan kuat dan hilang begitu saja. Tebing didekat Zero runtuh dan longsor.
"Haaa ... haaa ... haaa ..."
Kumpulan debu menutupi Zero yang terengah-engah. Tubuh dan celana Zero acak-acakan. Tubuhnya penuh luka gores dan memar.
Tangan-tangannya berdarah dan ada bekas luka seperti sayatan. Wajahnya yang halus dan tampan juga tidak luput dari luka sayatan. Akhirnya, Zero terlihat karena kumpulan debu tersapu angin.
Dengan terengah-engah, Zero membuka mulut sambil menatap Noura yang berada di pinggiran kawah.
"Dua ... Kau harus mengkompensasi lebih dari dua kali."
Noura tersenyum dari kejauhan seolah itu menarik. Dia bergumam, "Orang yang menarik."
Kemudian, Noura berteriak kepada Zero.
"Baiklah, aku akan memberimu kompensasi!?"
Zero memperhatikan perkataan Noura dengan lelah sebelum memperhatikan notifikasi System.
[Anda telah mengalahkan Lamia Descendant, Lamy.]
[Anda mendapatkan 1,5T poin EXP.]
[Akumulasi pengalaman akan dijumlahkan dengan efek title dan skill yang Anda miliki.]
[Anda level up.]
[Anda level up.]
[Anda level up.]
[Anda level up.]
[Anda level up.]
[Anda level up.]
[Anda level up.]
Dering notifikasi system keluar, saat jendela naik level terungkap sebanyak 88 kali.Tubuh Zero sekarang menjadi lebih kuat karena peningkatan statistik yang drastis. Kemampuan regenerasi Zero pun meningkat drastis.
Zero melihat statistiknya dan bergumam dengan pelan, "Level 985 ... ya."
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Terimakasih telah membaca karyaku.