[DROP] Supreme World'S System (Sistem Dunia Tertinggi)

[DROP] Supreme World'S System (Sistem Dunia Tertinggi)
Chapter 177 ~ Jauh di Benua Timur


__ADS_3

"Sekarang, bicaralah."


Zero menyilangkan kakinya sambil meletakkan cangkir teh yang dihiasi pola emas indah.


"Baik, jadi begini. Pertama kali Anda dan saya bertemu, jiwa Anda berwarna putih putih di luar dan titik hitam di dalam."


Ceril menjelaskan tanpa sedikit pun rasa gugup; Zero mengangguk dengan penjelasannya.


Dari penjelasan ini, Zero bisa menarik beberapa kesimpulan, 'Warna putih itu tampak—seakan-akan mencoba menahan titik hitam.'


Ceril melanjutkan, "Cahaya putih nan murni itu memberikanku perasaan hangat dan nyaman, lebih dari hangatnya dan lembutnya cahaya mentari di pagi hari."


"Di sisi lain, titik hitam yang kecil itu menimbulkan rasa takut yang amat, namun samar. Ada juga perasaan jahat dan menghancurkan di dalamnya."


Sampai penjelasan ini, Zero mendapatkan kesimpulan yang lebih berani.


Mari kita sebut bagian putih jiwa sebagai Putih dan titik hitam sebagai Hitam.


'Putih yang menahan Hitam yang jahat.'


Itu adalah kesimpulan paling logis yang bahkan orang paling bodoh dapat menyimpulkan hal itu.


Apa? Kamu tidak bisa menyimpulkan itu sendiri?


Ish, ish, ish, kamu benar-benar …


Ahem, lupakan.


"Sekarang, setelah kita bertemu lagi hari ini. Saya melihat perubahan pada jiwa Anda, Yang Mulia."


Zero mengangkat alisnya, inilah yang benar-benar ingin dia ketahui, Perubahan.


Sejak pertemuan mereka di istana ini, Zero samar-samar menebak ada sesuatu yang salah mengenai jiwanya, terlihat jelas pada ekspresi Ceril yang tidak biasa saat itu.


"Jadi, perubahan macam apa yang kamu lihat itu?" tanya Zero dengan santai.


"U-um, ini …"


Ceril mulai gugup kembali. Tapi ini tidak seperti yang sebelumnya. Ini adalah kebingungan dalam memilih kata-kata yang cocok atau mungkin sedikit tidak enak untuk dikatakan.


"Jiwa Anda, Putih dan Hitam mulai berbaur. Keduanya tampak bercampur dan terus terjadi gelombang seperti asap hitam dan putih yang saling mencoba bersatu."


"Ternyata begitu." Zero merenungkan pernyataan tersebut dengan tangan memegang dagu.


'Ini mungkin salah satu akibat dari pelepasan Segel Jiwa yang dilakukan Sistem,' pikir Zero.


Secara samar, Zero menebak bahwa asimilasi Sistem dengan Dunia ini berhubungan dengan pelepasan Segel Jiwanya. Itu dibuktikan pada perubahan yang dia alami setiap hari.


Emosi dan indera perasa miliknya kian meningkat. Dia juga mengalami kesulitan dalam mengontrol hasrat dan hormonnya.


Apa ini juga akibat dari pelepasan Segel Jiwa?


'Jika begitu, ini akan menjadi buruk!' pikir Zero.


Tapi ada juga kemungkinan lain yang mungkin penyebab dirinya tidak bisa mengontrol 100% tubuh.


Mr. X!

__ADS_1


Orang aneh itu pernah menembakkan seberkas cahaya merah jambu kepadanya. Tapi dia tidak merasakan apa-apa.


Oke, kembali ke obrolan.


"Hanya itu? Apakah ada hal lainnya?" tanya Zero, selesai merenung.


Proses pemikirannya sangatlah singkat, bahkan tidak ada 0,1 detik. Jadi, itu terjadi seolah-olah tanpa adanya penyerapan informasi dan memahami apa yang dikatakan Ceril.


Tapi Ceril ini tidak terlalu paham dan peduli tentang perilaku orang-orang. Jadi dia mengangguk dan berkata, "Ya, ada hal lainnya."


"Hooh, apa itu?"


"Ini juga tentang warna. Tapi anehnya, di antara peleburan Putih dan Hitam, ada warna samar yang ikut bercampur."


Zero mengangkat alisnya sedikit, jelas tertarik tentang hal ini.


"Warnanya ada banyak, dan bersifat tembus pandang. Terkadang ada warna yang tiba-tiba menjadi kuat, namun tetap samar."


Biar aku jelaskan tentang ini. Menurut pemahaman Zero tentunya.


Pada peleburan Putih dan Hitam, keduanya tampak seperti asap yang bergerak seperti gelombang, berusaha melebur dan bersatu. Pada titik ini, ada warna lain yang menyelimuti keduanya.


Itu memiliki berbagai macam warna seperti pelangi. Namun, itu terlalu samar dan tidak akan terlihat jika tidak diperhatikan baik-baik, intinya hampir tembus pandang.


Terkadang pada beberapa waktu, terdapat warna di antara warna selain Putih dan Hitam yang menjadi terlihat jelas. Dalam bentuk kabut tentunya.


Ini sedikit membingungkan Zero mengenai asal-usul kabut pelangi tersebut.


Setelah beberapa obrolan ringan dengan Ceril, dia mengakhiri pertemuan malam itu. Karena dia tidak mengantuk dan merasa tidak butuh tidur, dia memutuskan untuk memikirkan perihal kabut pelangi pada jiwanya.


Di suatu tempat, terdapat hutan rindang dengan pohon-pohon tua berusia beberapa abad yang menjulang tinggi. Jika diukur, tingginya sekitar 30 sampai 50 meter saja.


Dan diantara pohon-pohon itu, terdapat pohon raksasa dengan diameter batangnya sekitar 50 meter dan memiliki tinggi seratus meter lebih.


Ini adalah pohon raksasa berusia satu milenium. (Author: Seribu tahun maksudnya.)


Pohon itu tampak dijadikan sebagai rumah pohon bagi penduduk setempat. Desain rumah tersebut cukup unik.


Tidak hanya di dalam yang dijadikan ruang, pinggirnya juga diberi semacam rumah kecil.



Istana Pohon Benua Karazmal, Treepold.


Di Karaztam, terdapat lima benua. Di sebelah barat diisi manusia, di pusat diisi bangsa iblis dan di timur, tempat bagi para makhluk humanoid bercampur binatang.


Beastman.


Itu adalah salah satu bangsa paling umum yang ada dalam cerita fantasi.


Di dalam pohon tersebut, terdapat ruang luas yang mirip dengan ruang tahta suatu kerajaan.


Duduk di kursi singgasana yang tinggi, seseorang berperawakan manusia yang berotot dengan rambut merah yang lebat seperti singa sedang menyandarkan kepalanya dengan tangan.


Dia tidak memakai baju dan hanya mengenakan celana yang terbuat dari kulit binatang buas. Otot-ototnya membengkak dan penampilannya sangat ganas.


Kharisma yang dikeluarkannya secara sadar tidak sadar membuat semua orang yang ada di ruangan tersebut tunduk padanya.

__ADS_1


Dia mendengarkan laporan dari bawahannya dan mengangguk, "Kerja bagus."


Kemudian, dia melihat ke orang-orang di bawahnya yang memiliki penampilan manusia, namun terdapat beberapa karakteristik hewan.


"Bagaimana menurut kalian? Bangsa Iblis telah menghentikan invasi selama satu bulan terakhir."


Pria kekar itu bertanya dengan ditujukan pada mereka.


Salah seorang pria berkacamata dengan telinga mirip kancil mengangkat tangannya.


Secara alami, pria kekar memperhatikan itu dan mengangkat alisnya, bertanya, "Oh, ada apa, Louw?"


Pria berkacamata bernama Louw mendorong kacamatanya ke posisi yang nyaman dan berkata, "Seperti yang diketahui Paduka. Bangsa Iblis telah menginvasi kita selama beberapa tahun terakhir. Mereka memiliki prajurit-prajurit kuat yang tak kalah hebat dengan para prajurit kita. Sayangnya, jumlah mereka terlalu banyak dan pihak kita mengalami korban yang besar."


Pria kekar yang ternyata adalah pemimpin beastman mengangguk, "Benar, hatiku juga merasa tersentuh melihat perjuangan dan semangat yang berkobar dari para prajurit kita itu."


Louw kembali berkata, "Tidak hanya itu, mereka berhasil mengambil sebagian wilayah milik kita. Para lelaki dan anak-anak dibunuh, sementara para wanita dijadikan mainan."


Mata Raja Beastman menjadi berapi-api, disertai kemarahan dan niat membunuh. Dia memukul sandaran tangan singgasana dengan keras hingga ruangan bergetar.


Bam!


Ia mengutuk, "Sungguh makhluk-makhluk laknat!"


Di sisi lain, pria bertelinga kancil yang tampak cerdas itu, Louw hanya memiliki pandangan dan ekspresi biasa.


"Karena itu, mengingat kerugian dan perilaku mereka saat ini, menurut pendapat pribadiku, Bangsa Iblis ini memiliki masalah internal di pusat."


"Hm? Masalah internal?" Raja Beastman yang marah mengangkat alisnya dan tertarik.


"Benar, Paduka. Tapi ini baru berupa spekulasi. Hamba perlu mengutus pengintai untuk mencari informasi yang akurat."


"Hahaha, baiklah, aku mengizinkanmu menggunakan Pasukan Bayang. Jika spekulasimu itu benar …"


Mata Raja Beastman berkilat aneh dengan cahaya keganasan dan hasrat bertarung, dia menyeringai dan menampilkan taring tajamnya, "He-he-he, saat itu juga, aku akan mengundang sembilan Penguasa Beastman yang lain untuk ikut berpesta. Aha-ha-ha!"


Tawa Raja Beastman menggema di Istana Pohon, Treepold. Orang-orang bergidik ketika mendengar tawanya yang seperti raungan sang raja hutan, singa.


Tiba-tiba langit menjadi gelap dan ditutupi awan hitam.


Di saat yang sama, petir menggelegar dan hujan yang deras melanda. Langit tampak sangat gelap, seperti malam tanpa bulan.


Udara bergetar seolah-olah akhir dunia mulai mendekat.


Badai besar akan datang sebentar lagi.


***


Tekan like jika kamu suka cerita ini.


Tekan love jika kamu suka novel ini.


Dukung author dengan vote dan hadiah.


Beri saran, kritik atau hal yang ingin ditambahkan dalam cerita di kolom komentar.


Terimakasih

__ADS_1


__ADS_2