[DROP] Supreme World'S System (Sistem Dunia Tertinggi)

[DROP] Supreme World'S System (Sistem Dunia Tertinggi)
Chapter 69 ~ Reuni (3)


__ADS_3

Aula perkumpulan 12 Dewa Olympus.


"Hades, syukurlah kau datang ke sini."


Zeus bersyukur kepada kakaknya, Hades sang penguasa dunia bawah, yang mau mengikuti rapat. Dia biasanya tidak akan mau pergi karena dia suka berada di dunia bawah.


"Hmph! Ini masalah yang menyangkut seluruh alam, termasuk wilayahku. Tentu saja aku akan ke sini dan menghabisi akar permasalahan itu."


Hades berkata dengan sombongnya. Tubuhnya dipenuhi aliran lava yang sepertinya merupakan pembuluh darahnya. Kulitnya hitam kasar seperti obsidian dan memiliki sepasang tanduk yang hitam. Meski begitu, tidak semua kulitnya hitam kasar seperti obsidian. Hanya ujung jari hingga sikut dan dari telapak kaki hingga lutut. Yah, itu terlihat seperti armor alaminya.


Zeus hanya menanggapi Hades dengan senyuman.


Kemudian, Zeus mulai menunjukkan ekspresi yang serius.


"Semuanya, seperti yang sudah kalian ketahui. Leonidas masih hidup."


"...."


Dewa-dewa terdiam dan mendengarkan.


"Kita tidak tahu bagaimana dia bisa selamat. Namun, ada satu hal yang pasti bagiku."


"...."


Gulp.


Para Dewa menelan ludah.


"Dia sudah melemah."


Athena menanggapi perkataan Zeus.


"Memang benar bahwa dia telah melemah. Aku setuju dengan itu. Namun, tetap saja ... seperti yang kalian ketahui. Transenden lain berkeliling ke berbagai penjuru dunia untuk menemukan Leonidas.


Mereka yakin dengan keberadaannya. Meski begitu, serangan yang kita gabungkan untuk menyerang Leonidas memiliki dampak yang sangat besar. Bahkan ledakan itu terjadi hingga jutaan tahun dan menghancurkan sebagian gugusan bintang. Jadi, jelas bahwa Leonidas memiliki konsekuensi agar dapat selamat dari kita."


"Tepat sekali, Athena. Itulah yang aku pikirkan."


"Terima kasih atas pujianmu."


"Iya, sama-sama."


Hermes bertanya karena sebuah keraguan, "Tapi, ayah, bagaimana bisa kita tidak dapat menyadari kehadiran Leonidas selama ini? Apakah dia baru datang ke sini karena ledakan itu mendistorsi ruang dan waktu sehingga dia terlempar ke zona waktu di masa depan?"


"Hmm ... pertanyaan yang bagus. Aku rasa-"


Ketika Zeus hendak menjawab pertanyaan Hermes, Poseidon yang pendiam menjawab.


"Dia kehilangan energi Transendental miliknya. Namun, mengingat kepribadiannya yang selalu membuat terobosan, dia pasti langsung memiliki skill untuk menyembunyikan kehadirannya hingga 100%.


Kemudian, sekarang, dia dapat mengeluarkan energi Transendental. Namun, karena suatu alasan, dia menggunakan skill yang kuat dan menghentikan skill yang menghilangkan hawa keberadaannya."


"Apa!? Bagaimana mungkin dia bisa menghilangkan keberadaannya hingga 100%!?"


Hermes berteriak tidak percaya. Zeus memegangi dagunya untuk merenungkan hipotesis Poseidon dan berbicara.


"Tidak, aku rasa itu mungkin. Meski tidak 100% terbukti, sudah jelas kalau Leonidas adalah seorang jenius yang dapat melakukan segala hal. Jadi, perbandingannya adalah 50:50."


"Meskipun begitu, ayah, masih mustahil untuk-!?"


"Cukup! Hentikan, Hermes!"


Ketika Hermes sedang berbicara, Hera menyela dan menghentikan kalimat Hermes.


"...."


Hermes hanya bisa terdiam. Kemudian, suasana menjadi sedikit canggung karena tidak ada yang berbicara.


Zeus memecahkan suasana yang canggung.


"Athena, bisa kau buat rencana kedepannya? Dan juga, buat rencana untuk kemungkinan terburuk dan kemungkinan Transenden lain ada di sana."


Zeus berdiri dari kursinya dan berjalan keluar.


"... Baiklah. Aku akan menganalisa semua Transenden. Mungkin membutuhkan waktu tiga jam."


"Baiklah, aku serahkan padamu," kata Zeus sambil menepuk pundak Athena dan pergi ke luar aula.


Hera, istri Zeus itu memiliki ekspresi marah. Sedangkan Athena hanya memejamkan matanya untuk mengendalikan emosinya. Dia sepertinya tidak suka dengan Zeus.


"Baiklah, aku pergi dulu. Kita akan berangkat dalam 4 jam lagi."

__ADS_1


Pintu aula terbuka dan Zeus kembali ke aktivitas sebelumnya. Beberapa Dewa pergi menggunakan teleportasi untuk kembali ke kediaman mereka sendiri.


Kini, tinggal Hera dan Athena yang tersisa.


Ketika Hera berjalan keluar, dia menatap tajam ke arah Athena dengan niat membunuh.


"Athena, sebaiknya kau jauh-jauh dari Zeus. Jika tidak, kau akan tahu konsekuensinya.


Athena bangkit dari duduknya dan berhadapan dengan Hera. Mata mereka saling berhadapan. Mata Hera dipenuhi amarah, sedangkan Athena dipenuhi dengan ketidakpedulian.


"Sebaiknya kau sendiri yang mengontrol suamimu."


Athena pun menunjukkan punggungnya dan menghilang dengan teleportasi. Hera yang melihat hal tersebut menjadi marah.


"Kamu ...!"


Namun, itu sudah terlambat. Athena telah pergi. Hera hanya bisa menenangkan diri dan berjalan ke luar dengan anggun.


"Aku harus menyingkirkannya setelah masalah ini."


***


"Mizan Noura! Leonidas! Keluar kalian!"


God of War, Ares yang telah dipukul Leonidas, kembali lagi dengan pakaian tempurnya.


Gorm yang melihat Ares bertanya, "Apakah dia sudah gila?"


Para Transenden — Noura, Gorm, Lide, Mary, Noir, Purla, Hage, Cafra dan pria pendiam dengan riasan seperti badut serta Arch human, Crhono Zero — memandangi Ares yang menantang Noura dan Leonidas.


Ares melanjutkan, "Ada apa, hah!? Apa kau takut? Lawan aku sini!?"


Ares mengarahkan pedangnya ke arah Martial Arts Shack dan terkejut.


"Eh!?"


Ares baru menyadari banyak Transenden yang berada di sana.


"Lho?"


Gulp.


Ares menelan ludah ketika melihat aura intimidasi yang sangat banyak.


Keringat dingin mengalir dari tubuh Ares. Keringat itu membuat telapak tangannya basah dan gemetar.


Kemudian, salah seorang Transenden, Gorm, berteriak.


"Woi!"


"Hiik!"


Ares terkejut mendengar teriakan tiba-tiba Gorm. Gorm mengambil pedang di belakangnya dan mengarahkannya ke Ares.


"Kemarilah! Aku yang akan menjadi lawanmu!"


Ares yang kembali tenang, menunjukkan senyumnya. Dia baru sadar bahwa ini adalah hal yang dia inginkan. Dia pun membalas.


"Tidak, kita akan bertarung di sini saja!"


Clip!


Ares menusukkan pedang yang di dalam sarung ke tanah. Aura emas terpancar dari tubuh Ares dan menyebar ke sekitar.


Itu adalah mana unik milik God of War Ares.


"Hehehehe ... seperti yang diharapkan dari Dewa Perang. Baiklah, aku akan ke sana."


Gorm langsung melompat ke bawah dan tiba di hadapan Ares.


Keduanya saling menatap dan tersenyum. Ares mengenakan armor perang yang lengkap. Itu adalah 'Soul Item' yang hanya dimiliki oleh beberapa entitas yang diberikan hak khusus oleh Dunia.


Ares melihat perlengkapan bertarung milik Gorm.


"...!"


Gorm menggunakan armor pelindung dada, plackart vambrace atau pelindung lengan, greaves atau pelindung kaki, gauntlet atau sarung tangan dan pauldron di kanan bahu.


Note: Biar lebih mudah bayanginnya, berikut gambar contoh nama-nama bagian armor.


__ADS_1


Dari semua itu, ada hal yang membuat terkejut. Itu bukanlah kualitas perlengkapan perang yang lemah atau kuat. Melainkan ada lambang landasan untuk pandai besi atau paron, palu, percikan api dan juga tanda 'X' atau silang di belakangnya.


Ekspresi Ares menegang. Keningnya berkerut memandangi lambang itu.


Gorm menyadari maksud Ares dan tertawa.


"Ahahahaha! Sepertinya kau menyadari sesuatu, ya."


"...." Ares terdiam untuk mendengarkan.


"Benar, ini adalah perlengkapan yang dibuat oleh Hephaestus. Dewa Pandai Besi dan pandai besi terbaik. Hehehe ... salahmu sendiri, karena tergoda Aphrodite dan bercinta dengannya. Kau benar-benar suka barang bekas, ya? Hahahahahaha!"


"...." Ares mulai marah dan mencengkram pedangnya dengan kuat.


Aphrodite — dia adalah Dewi Kecantikan yang merupakan istri Dewa Pandai Besi, Hephaestus. Namun, entah karena apa, istrinya, Aphrodite, selingkuh dengan Ares dan menghasilkan beberapa anak. Mereka adalah Deimos dan Fobos dan beberapa lagi.


"Ck, tidak usah banyak bicara. Kita mulai saja."


"Hei, hei, ayolah~ Aku diminta oleh Hephaestus secara langsung, lho~"


Ares semakin geram dan menggertakkan giginya.


"Cih, oke, kau mau bermain seperti itu! Baiklah, aku akan meladenimu! Aku akan memberitahu Zeus bahwa Hephaestus itu berkhianat!"


Ares berniat menggunakan telepati ketika dia dihentikan oleh Gorm.


"Baiklah, baiklah. Aku akan berhenti omong kosong. Jadi, jangan kasih tahu Zeus, ya, Tuan Maniak Bertarung~"


"Bagus, aku sebenarnya tidak ingin diganggu para tua bangka itu. Jadi, kemarilah!"


"Yaaa!"


Ares mengeluarkan pedangnya dari sarung. Kemudian, sarung pedang itu menghilang.


Sedangkan Gorm mengambil greatsword miliknya.


Mereka saling menegangkan otot-otot kaki hingga batasnya. Kemudian, mereka melaju dengan kekuatan fisik murni mereka, tanpa menggunakan sihir dan buff dari skill. Itu benar-benar kecepatan yang luar biasa cepat. Benar-benar kecepatan yang melebihi cahaya, meski hanya menggunakan kekuatan fisik.


Pijakan kedua orang itu hancur dan membentuk kawah yang kecil dan dangkal.


"Haaaa!"


"Haaaa!"


Clang!


Bunyi pedang itu saling berbenturan.


Whoom!


Gelombang yang kuat memungkinkan distorsi ruang.


Booom!


Gelombang itu seperti ledakan suara atau angin yang sangat kuat. Benda-benda sekitar menyingkir dari kedua orang itu. Akibat dari itu juga membuat kawah besar di tanah.


Kletek!


Keduanya mencengkram pedang dengan kuat dan saling mendorong ke arah musuh di hadapan mereka. Keduanya saling menunjukkan senyum yang sangat bersemangat.


Zero hanya bisa melihat pemandangan itu saja.


[Efek diaktifkan.]


[Mata Anda akan beradaptasi dengan kecepatan yang melebihi cahaya.]


[Akumulasi adaptasi saat ini 0,50%.]


[Waktu untuk beradaptasi 97 detik lagi.]


Zero mendapati matanya terbelalak. Akhirnya, dia dapat melihat pertarungan yang sangat meriah.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Tekan like jika kamu suka cerita ini.


Tekan love jika kamu suka novel ini.


Dukung author dengan vote dan hadiah.


Beri saran, kritik atau hal yang ingin ditambahkan dalam cerita di kolom komentar.

__ADS_1


Dan juga, jangan lupa rate, ya 😄


Terimakasih


__ADS_2