[DROP] Supreme World'S System (Sistem Dunia Tertinggi)

[DROP] Supreme World'S System (Sistem Dunia Tertinggi)
Chapter 146 ~ Arena Tarung


__ADS_3

Dyne tertawa kecil ketika mendengar Zero berbicara dengan James.


"Ya ampun, Master, kamu masih suka melakukan hal seperti ini, ya."


Di masa lalu, Zero suka menyelamatkan orang, tetapi harus membayarnya dengan tubuh mereka. Meski dikatakan tubuh, itu sebenarnya hanya jasa saja.


Dyne yang telah memahami niat Zero sejak bertemu Jamed ketika dirinya masih disegel, maju dan berbicara, "Bocah, tidak perlu takut. Yang dimaksud Master adalah minta dirimu untuk memandu berkeliling kota ini."


Zero menoleh ke Dyne, kemudian tersenyum kecil. James yang telah mendengar ini, pikirannya tercerahkan. Dia pikir dirinya harus dijual untuk digantikan sebagai uang. Ternyata, yang diinginkan Zero hanya jasanya, dengan kata lain, dirinya harus bekerja menggunakan tubuh.


James menghela nafas dan berkata, "Um, baiklah, aku akan melakukannya."


Zero langsung berkata, "Kalau begitu, ayo pergi."


"Eh? Sekarang?" tanya James dengan bingung.


"Tentu saja sekarang, kau pikir kapan kita akan mulai?" Zero bertanya dengan heran.


"Eh, itu … bagaimana dengan adikku?"


Zero berkata, "Tenang saja, tidak usah khawatir. Dia hanya perlu beristirahat beberapa hari saja. Oh iya, aku akan membayarmu untuk ini."


Sambil berbicara, Zero mengeluarkan sekantong koin perak dan melemparkannya. James menangkapnya dengan tersentak.


"Ini …" James terkejut dengan jumlah koin perak sebanyak itu. Dengan 100 koin perak ini, dia bisa makan selama satu tahun jika hemat atau 3 bulan untuk bisa menikmatinya.


Koin perak semacam ini adalah hal sepele bagi Zero. Tanpa melihat ke belakang, Zero dan Dyne langsung pergi ke luar.


.....


James memandu Zero sembari memperkenalkan tempat-tempat yang menarik. Dia telah hidup di kota ini sebagai pencuri selama 3 tahun. Di waktu itu, dia telah mengembara ke setiap sudut kota untuk mencari mangsa dan membuat rute melarikan diri.


Secara alami, dia cukup terbiasa dengan Kota Hiera ini. Meski Kota Hiera adalah Ibukota Kekaisaran Paliji, kota itu juga memiliki sisi buruknya.


Wilayah kumuh dan organisasi gelap seperti Black Scorpion adalah salah satunya. Meski kekuatan Kekaisaran cukup besar, mereka tidak terlalu ingin membuang tenaga untuk Organisasi Black Scorpion. Tapi, jika Black Scorpion telah melewati batas, tentu saja Kekaisaran tidak akan tinggal diam.


Kota Hiera memiliki tiga Zona besar.


Area terluar adalah Zona Rakyat, itu dihuni oleh rakyat biasa. Kemudian memasuki dinding dalam, mereka dapat menemukan Zona Bangsawan. Di dinding yang lebih dalam, itu adalah Zona Kekaisaran.


Setelah memperkenalkan banyak tempat di Zona Rakyat, mereka tiba di suatu tempat di sebelah Selatan.


Bangunan besar melingkar seperti Koloseum terlihat. James memperkenalkan, "Semuanya, biar ku perkenalkan. Ini adalah Arena Tarung! Kota Hiera melarang keras adanya pertarungan, akan tetapi … itu berbeda dengan tempat ini."


Zero dan Dyne melihat ke bagian atas Arena Tarung yang tinggi. Untuk masa seperti ini, dapat dikatakan bahwa bangunan itu sangatlah megah. Jelas, biayanya sangat besar.


James berkata lagi, "Arena Tarung merupakan satu-satunya tempat di mana seseorang dapat bertarung tanpa khawatir dengan hukum. Jadi, pertarungan di sana sangat kejam. Tidak jarang ada petarung yang mati di arena."


"Setiap sebulan sekali, Arena Tarung akan dibuka. Di sana, Budak Tarung dari berbagai kalangan diizinkan masuk, pemenangnya tentu mendapat kesenangan dan hadiah yang melimpah."


"Tapi, kalian beruntung. Besok, Turnamen Tarung yang biasa diadakan 3 tahun akan dilaksanakan."


Zero melirik ke kerumunan orang yang mengantri seperti ular di pintu masuk Arena Tarung.

__ADS_1


"Apakah mereka datang ke sini untuk mendaftar?" tanya Zero sambil menunjuk ke kerumunan.


James mengangguk, "Benar, mereka pasti telah berlatih keras untuk Turnamen besok."


Orang-orang yang mengantri ini sangat panjang.


"Apa mereka semua akan ikut dalam Turnamen?" tanya Zero.


"Iya, sebelum ke acara utama, panitia akan menyeleksi melalui pertarungan bebas. Orang-orang yang kalah akan tersingkir, sementara 100 orang yang tersisa akan melaju ke babak berikutnya." James menjawab dengan penuh pengetahuan.


Zero mengangguk, "Ini menarik, lalu apa hadiah Turnamen Tarung ini?"


James tertawa kecil, "Hehehe, aku dengar hadiah tahun ini adalah 100 keping emas dan peluang untuk menjadi kesatria Putri Milesa."


"Oh? Apa hanya ini?"


"Tentu tidak, pemenang utama juga akan


mendapat hadiah lain. Mungkin berupa senjata atau sesuatu semacam itu."


Zero telah memahami berbagai hal, diam-diam merenung.


'Tampaknya, hadiah utama belum diketahui secara pasti. Tapi, menjadi kesatria Putri Melisa? Siap itu? Lelucon!'


Meski Zero tidak tertarik pada bagian hadiah, dia masih tertarik untuk mengikuti Turnamen Tarung ini. Yah, alasan sebenarnya adalah Zero ingin mengacaukan turnamen kali ini.


Zero tersenyum diam-diam. Sementara itu, Dyne yang melihat ekspresi Zero, menggelengkan kepalanya.


***


Di Lembah Koluba, di mana Pegunungan Koluba, gunung tertinggi berada, pertempuran antara Kekaisaran Paliji dan Kekaisaran Selestial berlangsung.


Salah satu pelayan Zero, yang sekarang diberi nama Crhono Alexander, memimpin peperangan dengan sigap. Sudah setengah hari sejak peperangan berlangsung tadi pagi.


Dari periode tersebut, masing-masing pihak tidak diberi ruang untuk beristirahat.


Di benteng yang telah dibangun, Crhono Alexander berdiri dengan rambut perak yang berkibar. Mata kanannya biru, sedangkan mata kirinya berwarna hijau.


Mengenakan pedang panjang di pinggangnya, dia memiliki koper besar di bawah. Untuk lebih jelasnya, koper itu berisi senjata yang telah diberikan Zero untuk Alexander.


Sebagai orang yang terlahir di laboratorium, Crhono Alexander memiliki keahlian di setiap bidang, tetapi bidang yang paling dia kuasai adalah Kepemimpinan.


Nama samaran sebelumnya adalah Albert, dengan urutan Kekuatan Tempur berada di posisi ke-3 dari pelayan Zero yang lain.


Seorang prajurit tiba-tiba datang, memberi hormat dan berseru, "Komandan, Kesatria Hitam Kekaisaran Paliji telah muncul!"


Crhono Alexander yang mendengar hal ini berkata ketika melihat sekelompok kesatria berkuda hitam mulai datang dari pihak lawan, "Iya, aku akan menangani mereka."


Dahulu, Kekaisaran Paliji berperang dengan Kerajaan Goethe yang sekarang menjadi wilayah afiliasi Kekaisaran Selestial. Hampir setiap tahun mereka berperang di Lembah Koluba, tapi itu masih berskala kecil.


Jadi, Kerajaan Goethe dahulu pernah mengirim mata-mata dan sekarang Kekaisaran Selestial memiliki sejumlah besar informasi.


Kali ini, semenjak Kekaisaran Selestial didirikan, Kekaisaran Paliji menjadi semakin gencar. Akhirnya, pasukan elit Kekaisaran Paliji dikerahkan ke sana.

__ADS_1


Salah satunya adalah Kesatria Hitam milik Kekaisaran Paliji. Mereka dikenal dengan kebrutalannya di medan pertempuran. Kekuatan kasar yang tinggi dan permainan yang brutal menjadi ciri khas mereka.


Setiap pasukan baik kawan maupun lawan yang mendengar mereka, semuanya akan bergidik. Sejak tiga hari yang lalu ketik perang skala besar dimulai, Kesatria Hitam telah menyebabkan banyak kerusakan pada pihak Kekaisaran Selestial.


Jenderal besar dari pihak iblis sempat dikerahkan untuk menekan mereka, tetapi itu belum cukup karena jumlah mereka lebih banyak.


Jenderal Iblis memang kuat, tetapi jumlah mereka hanya empat. Menghadapi 50 Kesatria Hitam dengan kemampuan 4 Jenderal Iblis saja sudah dianggap hebat. Tapi, kerusakan tidak bisa ditoleransi dari pertempuran mereka.


Zirah besi hitam dan kuda hitam yang gagah adalah salah satu karakteristik penampilan mereka. Saat menyebrangi kerumunan pasukan, pasukan pihak sendiri akan menghindar, sementara pihak lawan akan dilumat dan diinjak oleh mereka.


Dalam hal ini, Crhono Alexander sebagai pemimpin dalam peperangan kali ini tidak bisa tinggal diam. Jika hal-hal sebelumnya berlanjut, bukan hanya kerusakan fisik saja yang akan terjadi, melainkan turunnya moral prajurit yang lain.


Crhono Alexander menoleh ke samping dan melihat empat iblis yang berasal dari berbagai ras. Dia berkata, "Ayo, kalian urus prajurit musuh. Aku akan melawan Kesatria Hitam sialan itu."


"Baik!" jawab keempatnya. Mereka semua langsung menghilang ke medan perang.


Setelah itu, Crhono Alexander mengambil koper hitam besar yang ada di sampingnya. Kemudian, dia melompati batas benteng dan jatuh ke bawah dengan cara yang mengesankan.


Setiap prajurit iblis dan manusia dari Kerajaan Goethe sebelumnya, bertarung dengan prajurit Kekaisaran Paliji. Pihak Crhono Alexander berada di atas angin, tetapi jika Kesatria Hitam datang untuk mengganggu, para prajurit akan terganggu dan akhirnya jatuh dari angin.


Saat sosok Crhono Alexander jatuh ke medan perang, tidak ada satupun yang menyadarinya. Melangkah melewati setiap pertarungan dengan perlahan sembari mendengarkan jeritan perjuangan dan keputusasaan.


Di kejauhan, sekelompok kesatria berkuda serba hitam terlihat. Crhono Alexander berhenti, menaruh koper dan membukanya.


Di dalam koper, terlihat beberapa jenis senjata. Senapan rifle untuk jarak jauh, pistol, bom cahaya, granat dan senjata api beruntun.


Sebagai permulaan, dia mengambil dua pistol dan menaruhnya di pinggang. Kemudian, dia memasangkan granat dan bom cahaya di bajunya.


Dari informasi yang telah diketahui, level rata-rata Kesatria Hitam berada di angka 400. Itu terbilang sangat tinggi, mengingat sulitnya menaikkan level di dunia ini.


Sambil berpikir, Crhono Alexander telah menyiapkan diri dan menutup kembali kopernya. Dia berdiri tegap dan matanya yang heterocrhomia menatap ke pasukan Kesatria Hitam yang datang.


Rambut dan pakaiannya berkibar, saat pikirannya terfokuskan, medan perang yang ramai menjadi hening. Pikirannya menyatu dengan alam dan keberadaannya seolah-olah menghilang.


Beberapa saat kemudian, suara pacuan kuda yang berlari terdengar. Langkah kaki kuda yang cepat dan banyak membuat ilusi seperti genderang perang.


Crhono Alexander mengambil pistol di pinggangnya dan berkata, "Misi … dimulai!"


Bang, bang, bang!


Sesaat berikutnya, suara tembakan terdengar keras di medan perang yang kejam.


***


Tekan like jika kamu suka cerita ini.


Tekan love jika kamu suka novel ini.


Dukung author dengan vote dan hadiah.


Beri saran, kritik atau hal yang ingin ditambahkan dalam cerita di kolom komentar.


Terimakasih

__ADS_1


__ADS_2