![[DROP] Supreme World'S System (Sistem Dunia Tertinggi)](https://asset.asean.biz.id/-drop--supreme-world-s-system--sistem-dunia-tertinggi-.webp)
Barosa menciptakan sebuah kepercayaan yang disebut Kepercayaan Barosa.
Dia menggunakan otoritasnya sebagai Administrator Karaztam untuk mengetahui berbagai hal dan mengirimnya ke Kepercayaan Barosa.
Dahulu, umat manusia hidup tanpa adanya moralitas dan tidak mengindahkan perkataan Barosa melalui kepercayaan yang dia buat.
Akhirnya, dia marah dan menghancurkan sejarah yang kemudian dia tata ulang kembali dunia.
Akhirnya, Kepercayaan Barosa kini masih berdiri dan moralitas masih dipegang teguh oleh masyarakat.
Suatu hari, dia memilih seorang gadis sebagai Gadis Suci (Saintess) untuk mengirimkan wahyu kepada umatNya. Siapa sangka kalau gadis itu menjadi sangat fanatik?
Pada saat kembali ke penginapan, dia berpapasan dengan Gadis Suci tersebut.
"Dewa …," ucap Gadis Suci tersebut.
Rombongan Barosa; Balph dan Zeus diam, kemudian melirik Barosa yang memiliki ekspresi terkejut.
"Kamu …."
Gadis Suci itu membawa orang lain. Mereka membawa Kesatria Suci Kepercayaan Barosa dan tiga orang, satu wanita dan dua pria.
Mygard Ally, Regard dan Vintage juga ada di sana!
Mereka juga tertegun dengan apa yang diucap oleh Gadis Suci.
Kemudian, Gadis Suci itu membanting kepalanya untuk bersujud.
◆◆◆
Itu semua berawal dari sehari sebelum kejadian tadi.
Mygard Ally dan pengikutnya pergi ke katedral pusat Kepercayaan Barosa setelah meminta bantuan pada Kaisar untuk menghentikan serangan Magic Beast di Perbatasan.
Mygard Ally merupakan gadis cantik yang religius, jadi dia akan mampir ke katedral pusat Kepercayaan Barosa.
Setelah mampir untuk berdoa atas keselamatan wilayah ayahnya, dia hendak pergi tetapi berpapasan dengan Gadis Suci.
"Oh, selamat sore, Saintess!"
Mygard Ally mengenali gadis itu, meski baru pertama kali bertemu.
"Iya, selamat sore, Anda siapa, ya?"
Gadis Suci itu tidak mengenali Mygard Ally. Jadi, Ally mengangkat gaunnya, membungkuk dan memperkenalkan diri dengan anggun.
"Saya Mygard Ally, putri semata wayang Duke Mygard Lesskart."
"Astaga, ternyata Nona Mygard."
Gadis Suci menutupi mulutnya yang terkejut.
"Ada urusan apa Anda datang ke sini?" tanya Gadis Suci dengan rasa ingin tahu.
Sangatlah jarang bagi bangsawan untuk pergi ke katedral tanpa urusan tertentu. Paling-paling mereka hanya menyumbang sejumlah koin emas untuk gengsi.
"Kami datang ke sini untuk mampir, sekaligus berdoa pada Dewa Barosa untuk keselamatan wilayah kami."
Kaum bangsawan sering menggunakan kata 'kami' atau jamak sebagai penegasan bahwa mereka melakukan sesuatu atau mencakup kelompok tertentu.
"Jadi begitu, jarang sekali ada bangsawan yang melakukan hal seperti itu." (Gadis Suci)
"Berbicara tentang yang lain, apa yang akan Anda lakukan?" (Ally)
"Ah, itu …," Gadis Suci mendekatkan wajahnya dan berbisik, "Jangan katakan pada siapapun. Saya mempercayai Anda sebagai sesama hamba Barosa."
Ally mengangguk.
"Sebenarnya, saya merasakan aura Dewa Barosa di kota ini." (Gadis Suci)
"Ap-!!" (Ally)
Ally hendak berteriak ketika mulutnya di tutup oleh Gadis Suci yang mengisyaratkan untuk diam.
"Sssttt! Jangan berisik, ini informasi rahasia." (Gadis Suci)
"Apa itu benar?" (Ally)
Karena beberapa alasan yang terjadi di masa lalu, Ally tampak tertarik dengan hal itu.
__ADS_1
"Untuk apa aku berbohong?" (Gadis Suci)
"Benar juga, apa Anda telah menemukannya?" (Ally)
"Belum, itulah kenapa aku mau keluar." (Gadis Suci)
"Kalau begitu, bolehkah saya ikut?" (Ally)
"Hm? Anda percaya?" (Gadis Suci)
"Tentu saja, tidak ada alasan untuk tidak percaya." (Ally)
Kebanyakan orang menganggap percakapan ini sebagai omong kosong, tetapi tidak bagi Ally.
'Ibu … aku akan mengabulkan mimpimu untuk bertemu Dewa Barosa,' kata Ally dalam benaknya.
"Baiklah kalau begitu, aku akan mengizinkannya. Besok, setelah Turnamen Tarung selesai, kita akan bertemu di depan katedral. Oke?" (Gadis Suci)
"Baiklah, kalau begitu, saya undur diri." (Ally)
Dan itulah pertemuan antara Gadis Suci dan Mygard Ally.
Keesokan harinya, Mygard Ally di undang oleh Raja untuk menonton pertarungan di Turnamen Tarung. Meski dia tidak suka dengan kekerasan, dia tidak enak untuk menolak ajakan raja.
Jadi dengan enggan dia pergi menonton Turnamen Tarung.
Di sana, dia melihat sosok pria yang dikenal dan wajahnya memerah.
Tuan Zack!
Yah, itu nama samaran ku ketika bertemu dengannya. Jadi dia tidak mengetahui nama asli ku.
Melihat pertandingan itu, dia menjadi tertarik meski dari semua pertandingan dia hanya melihat pertandingan ku. Sementara yang lainnya, dia tidak begitu tertarik.
Tuan Zack yang dia lihat tampak sangat kuat ketika melawan orang berbadan kekar dan mengalahkannya dengan satu pukulan.
Pada akhir Turnamen Tarung di sore hari, dia akhirnya bertemu Gadis Suci di depan Katedral.
"Hei, di sini!"
Gadis Suci melambaikan tangannya.
Ally melambaikan tangannya.
"Semoga berkah Dewa Barosa menyertaimu." (Gadis Suci)
"Semoga berkah Dewa Barosa menyertaimu." (Ally)
Mereka membalas salam. Sepertinya, itu adalah salam bagi mereka sebagai sesama hamba Dewa Barosa.
Sebelum mereka tidak melakukannya karena Gadis Suci mengira Ally hanya bangsawan yang mampir saja. Tapi setelah mengenal, mereka jadi akrab dan saling salam.
"Jadi, ayo kita pergi." (Gadis Suci)
"Iya." (Ally)
Dengan itu, Kesatria Suci Kepercayaan Barosa dan pengikut Ally pun pergi mencari Barosa hingga akhirnya mereka bertemu.
◆◆◆
"Umm … ini …."
Barosa menggaruk-garuk pipinya dan berusaha senyum sebisanya, tetapi itu membuat penampilannya menjadi konyol.
Gadis Suci masih bersujud sambil bergumam dan memuji Barosa secara tidak jelas.
"Bukankah kalian kelompok Tuan Zack?"
Ally mengenali mereka. Yah, sebelumnya mereka pernah bertemu saat dirinya hampir tewas. Jadi, itu masih membekas di ingatannya.
Matang tampak mencari-cari seseorang yang jelas-jelas adalah Zack, yaitu aku. Regard yang memendam rasa pada Ally merasa ditusuk hatinya karena menyadari hal ini.
Zeus juga melihat Ally.
"Wah, wah, wah, ternyata Nona Ally. Ada apa ini?"
Zeus berkata sambil melihat Gadis Suci yang bersujud dan berusaha di angkat oleh Kesatria Suci.
"Oh, ini …."
__ADS_1
Ally juga kebingungan dengan perilaku gadis Suci.
"Hei, apa yang kalian lakukan!? Lepaskan aku!"
Gadis Suci berusaha melepaskan diri tetapi kekuatannya yang lemah hanya membuat dia berjuang putus asa.
"Dewa Barosa, tolong selamatkan aku!"
Barosa tidak tahu harus berkata apa.
'Tolong selamatkan apa!? Tidak hal yang berbahaya di sini!' Barosa membentak di dalam hatinya.
Mengatasi kebingungan, Barosa berdeham dan wajahnya menjadi dingin.
"Ehem, siapa kamu? Apa kita kenal?"
Kesatria Suci yang mendengar hal ini menjadi marah.
"Kamu … beraninya kamu berkata tidak sopan pada Saintess!"
Barosa mengabaikan sementara Gadis Suci itu menjadi sedih dan matanya berair, berkaca-kaca.
"Uwaaa …..!"
Gadis Suci akhirnya pun menangis sejadi-jadinya.
"H-hei, kamu …."
Ekspresi dingin Barosa menjadi sedikit panik.
"Dewa Barosa … *hiks* … Dewa Barosa tidak mengenaliku! *hiks* Dewa Barosa ... *hiks* … membenciku! Uwaaa!"
Ally menjadi bingung.
"Dewa Barosa? Bukankah dia Zir? Dia kan pengikut Tuan Zack."
Demi mencegah beberapa hal yang merepotkan, aku memberi nama samaran Zir pada Barosa.
Tapi aku tidak menyangka kalau kebetulan semacam ini bisa terjadi.
Seharusnya Barosa bisa merasakan kehadiran Gadis Suci, tapi kenapa dia tidak menghindar?
Setelah kutanyakan, ternyata dia tidak menggunakan deteksi. Karena dia kuat, dia merasa tidak perlu untuk melakukan hal seperti.
Jadi, aku menasehatinya agar tidak ceroboh dan terus waspada di masa depan.
"Jadi, bagaimana akhirnya?"
Aku bertanya pada Zeus yang berhenti bercerita.
"Yah, karena itu akan merepotkan, aku menghapus ingatan mereka dan kembali ke penginapan."
Itu langkah yang bagus.
Zeus mampu mengendalikan petir, dengan kata lain listrik juga mampu dia kendalikan. Tubuh manusia juga mengandung listrik, meskipun itu lemah.
Terutama di bagian otak yang digunakan untuk berpikir, listrik di sana bekerja untuk menyambung berbagai sel yang digunakan untuk berpikir dan menyimpan informasi.
Dengan kontrol listrik di otak, Zeus memanipulasi informasi dan menghapus ingatan semua orang.
"Kalau begitu, tidak ada masalah. Kerja bagus."
"Saya tidak layak untuk sanjungan Anda, Tuan."
"Oh, ya, ngomong-ngomong, aku akan memberimu hukuman, Barosa."
Dan dengan itu, percakapan diakhiri.
Kemudian, aku berbincang-bincang dengan Zeus mengenai hal-hal atau misteri dunia.
***
Tekan like jika kamu suka cerita ini.
Tekan love jika kamu suka novel ini.
Dukung author dengan vote dan hadiah.
Beri saran, kritik atau hal yang ingin ditambahkan dalam cerita di kolom komentar.
__ADS_1
Terimakasih