![[DROP] Supreme World'S System (Sistem Dunia Tertinggi)](https://asset.asean.biz.id/-drop--supreme-world-s-system--sistem-dunia-tertinggi-.webp)
Black Pegasus — Zero menamai Pesawat Tempur Luar Angkasa buatan suku Geolien. Bentuknya yang elegan dan sesuai dengan romansa seorang pria, Zero terinspirasi nama Pegasus.
Warna pesawat yang dipernis hitam mengingatkan Zero pada kata "Black".
Black Pegasus, Pegasus Hitam.
Pegasus adalah makhluk dalam mitologi Yunani yang menyerupai kuda bersayap. Kemampuan fisik dan kecepatan dalam terbang membuatnya terkenal, tidak kalah dengan penampilannya. Sedangkan "Black" identik dengan sesuatu yang jahat. Namun, Zero hanya mengacu kata "Black" dari penampilan saja.
"Ini, Tuan!" Zero menyerahkan sebuah kubus yang dilapisi logam.
"Apa ini?" tanya Zero, tidak tahu.
"Ini adalah Memory Cube. Kubus ini bisa menampilkan informasi yang disimpan dalam bentuk hologram. Anda hanya perlu menuangkan Energi Sihir ke dalamnya." Zeus menjelaskan.
"Baiklah, aku akan mempelajarinya sebentar." Zero mengambil Kubus logam tersebut.
Tampaknya, Zeus belum mempelajari panduannya. Kalau tidak, dia hanya perlu mengirimkan pengetahuannya ke Zero seperti ketika Noura mengirimkan pengetahuannya tentang Energi Kosmos.
Tanpa ragu-ragu, Zero meletakkan Memory Cube di telapak tangannya dan menuangkan Energi Sihir ke dalamnya.
Tiba-tiba, Memory Cube merespon.
Bentuk kubus meregang. Sudut-sudutnya mengembang dan menyisakan lingkaran logam di tengah. Di saat bersamaan, cahaya biru terlihat di celah yang terbuka karena kubus itu berkembang.
Tidak butuh waktu lama, Memory Cube mengambang dan lingkaran logam di tengah memunculkan cahaya biru. Lonjakan cahaya biru membentuk pilar kecil dan menyebar ke seluruh area dalam radius satu meter, membentuk hologram.
Panel hologram pun muncul. Panel tersebut berisi daftar isi halaman-halaman.
"Lalu, apa yang harus aku lakukan berikutnya?" Zero bertanya.
"Anda hanya perlu menggesernya," jawab Zeus.
Zero segera paham. Dia memiliki Sistem dengan memiliki mekanisme yang mirip. Jadi, dia langsung menggeser permukaan panel hologram ke samping.
Ternyata benar, halaman berikutnya muncul dan seterusnya.
Dengan kemampuan indera Zero yang tinggi, kecerdasan dan skill tertentu, Zero selesai membaca seluruh panduan dalam waktu satu menit dan memahami seluruhnya.
Zero mengambil Energi Sihir di Memory Cube. Memory Cube jatuh ke tangan dan Zero menyimpannya.
"Baiklah, mari kita mulai permainannya!" Zero tersenyum bersemangat, meregangkan jari-jarinya dan menggelengkan kepalanya untuk peregangan.
Dia mulai duduk di kursi tengah.
Zero tiba-tiba berkata, "Ngomong-ngomong, Zeus, apakah kau pernah menggunakan pesawat ini?"
Zeus menggaruk-garuk pipinya dan berkata dengan malu, "Um, itu … aku butuh waktu lama untuk memahami panduannya. Jadi, um … aku belum pernah menggunakannya."
Zero mendengus mendengar hal ini, "Sepertinya kau tidak mengerti romansa pria."
Saat itu, Zero segara memegang setir kendali pesawat.
[Mengambil alih kendali pesawat.]
Tiba-tiba, notifikasi Sistem terdengar. Di saat bersamaan, seolah-olah merespon, cahaya biru mulai muncul di berbagai tempat berdasarkan garis-garis gelap yang sebelumnya tidak bercahaya.
Kesan futuristik bertambah lagi. Zero menjadi lebih bersemangat.
Jantungnya mulai terpacu kembali.
Zeus sempat terkejut dengan perubahan lingkungan. Namun, dia segera beradaptasi.
Zero tiba-tiba berkata, "Zeus kamu atur sumber tenaga!"
"Baik!"
Setelah memahami panduannya, Zero secara alami mengetahui sumber tenaga Black Pegasus.
__ADS_1
Itu adalah Energi Sihir.
Meski ini terdengar praktis, bagi Zero, alangkah lebih baik jika sumber tenaga bisa menggunakan semua jenis energi seperti Energi Kosmos yang murni. Tapi, mau bagaimana mana lagi?
Dengan adanya pesawat ini saja sudah bisa dikatakan luar biasa.
Zeus segera memahaminya. Meski dia belum sepenuhnya membaca panduan, pengetahuannya sudah cukup untuk tugas ini.
Dia segera berbalik dan melihat bongkahan kristal ungu bulat padat. Bongkahan batu ini menempel pada dinding belakang ruang kendali.
Secara alami, Zeus mengetahui benda apa ini.
"Magic Source Crystal (Kristal Sumber Sihir)!" Zeus berseru pelan.
Magic Source Crystal adalah item yang langka. Bahkan bagi penguasa alam semesta seperti Zeus, dia tidak memiliki lebih dari sepuluh!
Magic Source Crystal mampu menyimpan, menyerap dan mengeluarkan sihir dalam jumlah besar. Oleh karena itu, Magic Source Crystal adalah item paling cocok untuk digunakan sebagai sumber tenaga.
Ada tiga cara untuk mengisi Magic Source Crystal.
Pertama, membiarkan Magic Source Crystal menyerap Energi Sihir alami, di lingkungan sekitar.
Kedua, mengisi ulang Magic Source Crystal dengan Magic Crystal (Kristal Sihir).
Ketiga, memasukkan Energi Sihir seseorang ke dalamnya.
Kali ini, Zeus mengeluarkan sejumlah Magic Crystal berwarna dari Dimensional Storage dalam jumlah besar.
Melihat Zeus mengeluarkan Magic Crystal, Zero menghadap ke depan. Di setir kemudi pesawat, Zero menekan bagian tengah kemudi.
Tiba-tiba, Magic Crystal yang dikeluarkan Zeus berubah menjadi partikel Energi Sihir dan terserap ke bongkahan kristal ungu besar, Magic Source Crystal.
Di setir kemudi, Zero melihat parameter sumber tenaga perlahan bertambah dalam bentuk melingkar.
Mula-mula berwarna merah, kemudian jingga, kuning dan hijau.
Tidak butuh waktu lama, parameter sumber tenaga di kemudi telah mencapai puncaknya, berwarna hijau.
Zero tersenyum. Dia menuangkan Energi Sihir ke Controller Ring dan menembakkan seberkas cahaya ke setir kemudi.
Segera, garis-garis biru mulai bermunculan di setir kemudi.
Zero segera menggenggamnya dengan senang hati. Jantungnya berdetak bersemangat.
[Menghidupkan pesawat.]
Setelah memenuhi kondisi sumber tenaga, Zeus bergegas ke salah satu kursi kemudi yang tersedia.
Zero dan Zeus langsung mengenakan sabuk pengaman.
Setelah bersiap, Zero dengan senyuman bersemangat, memegang setir kemudi.
Layar hitam berubah, menampilkan gambar lingkungan di depan. Bintang-bintang yang tak terhitung jumlahnya menghiasi angkasa yang hitam. Gugusan bintang dan nebula yang indah, ditampilkan dalam layar.
Zero mengerti ini.
Bergumam, dia berkata dengan rendah, "Sistem, tampilkan letak koordinat Planet Ares."
[Menampilkan koordinat.]
Dalam sekejap, lanskap ruang kendali berubah. Zeus ikut terkejut.
Pertempuran Transenden dan Dewa belum selesai. Malahan, pertempuran beralih menjadi pertempuran antara suku Geolien dengan Transenden dan Dewa.
Tiba-tiba, Zero dan Zeus seperti berada di luar angkasa. Tampaknya, ruang kendali menjadi kaca transparan.
Dari segala penjuru, hamparan lautan bintang dan kumpulan gas nebula terlihat. Zero dan Zeus sadar bahwa mereka masih berada di dalam pesawat. Bahkan posisi mereka masih duduk dan sabuk pengaman masih terasa.
__ADS_1
Zero menjadi lebih bersemangat.
Tiba-tiba, lanskap ruang mulai bergerak ke arah tertentu, ke atas.
Zero segera melihat arah tujuan lanskap. Di sana, Zero melihat bintang supermasif dengan belasan planet yang mengitarinya.
Sistem dan Black Pegasus telah terintegrasi sepenuhnya. Jadi, Zero bisa meminta Sistem untuk menjalankan fasilitas yang tersedia tanpa menggunakan Controller Ring.
Setelah beberapa saat, Zero dan Zeus menyadari bahwa mereka bergerak ke arah tertentu yang di mana merupakan sebuah planet raksasa seukuran Jupiter.
Melewati gugusan gas nebula dengan cepat, Zero segera memasuki badai petir yang berkecamuk hingga tahun-tahun yang tak terhitung jumlahnya. Namun, mereka tidak terpengaruh.
Setelah beberapa saat, mereka keluar dari nebula tertentu, memasuki area yang kosong. Kemudian, mereka mulai memasuki lautan asteroid yang tak terhitung jumlahnya, dari besar dan kecil, dari cepat dan lambat.
Satu asteroid besar menuju Zero dan Zeus, namun itu hanya menembus mereka tanpa adanya kerusakan. Zeus menghela nafas lega, sementara Zero semakin bersemangat.
Tiba-tiba, mata Zero terbelalak.
Apakah kau ingat tentang pertarungan dengan Hades?
Benar, Zero menggunakan gabungan dari dua energi, Energi Sihir dan Kosmos. Kedua energi itu berevolusi menjadi bentuk baru, Violet Star Energy. Saat itu, Zero menciptakan dua Violet Star Energy dan menembakkannya ke Hades.
Energi terbaru yang terkondensasi dan luar biasa kuat ditembakkan dan menabrak, menyebabkan ledakan besar seperti teori awal mula dunia, Bigbang.
Saat ini, Zero menyaksikan tampilan dari ledakan yang masih tersisa. Hamparan area yang ditutupi warna putih, mencakup miliaran juta kilometer. Segalanya putih dan ada kekuatan destruktif yang terus meluas dalam kecepatan yang cepat.
Secara alami, Zero tahu kalau ini adalah hasil karyanya. Tapi, dia tidak tahu kalau ledakannya akan berlangsung selama berhari-hari.
Itu wajar. Ketika 12 Dewa Olympus bersatu melawan Leonidas, ledakan dari kekuatan gabungan mereka berlangsung selama jutaan tahun!
Ketika lanskap mereka memasuki hamparan ledakan, ruang di sekitar tampak sedikit bergetar. Bisa dilihat kalau kekuatan ledakan ini bisa mempengaruhi ruang.
Setelah beberapa menit, wajah Zeus yang pucat selama perjalanan, mulai menunjukkan ketenangan. Mereka telah melewati area ledakan.
Saat itu, beberapa miliar kilometer jauhnya, kedua pria tampan itu melihat sinar cahaya yang ditembakkan satu demi satu ke berbagai arah dengan cahaya multi warna. Mereka mengerutkan kening dan menyadari pemandangan di depan mereka.
Dalam sekejap, lanskap yang terus berjalan mendekati sebuah planet, hampir melewati medan pertempuran. Zero berseru, "Berhenti!"
Lanskap ruang berhenti bergerak. Kecepatan tadi benar-benar mengerikan. Setidaknya, kecepatan terbang Zero tidak akan menyamai ini.
Sekarang, lanskap ruang menampilkan medan pertempuran antara suku Geolien yang bertarung dengan Transenden dan pengkhianat Olympus.
.....
"Noura, kamu hadapi yang di sana!"
Seorang wanita berambut kecoklatan berteriak dengan keras. Suaranya membawa gelombang misterius yang mampu melewati ruang hampa.
Dia adalah Mary. Transenden serba bisa.
Kulitnya yang halus dan putih mulai berkeringat, menampilkan kulit area sensitif dengan kain yang menjadi sedikit transparan. Kedua puncak kembar yang kaya terus naik turun karena kelelahan. Dia menyeka keringat di dahinya, menampilkan kesan tertentu pada pria yang melihatnya.
Mizan Noura segera memahaminya. Dia bergegas menuju arah tertentu di mana banyak Pesawat Tempur menembakkan sinar cahaya multi warna ke berbagai arah.
"Sial! Bagaimana situasi Zero!?" Noura mengutuk karena lelah dan kesal dengan suku Geolien yang sulit dihadapi.
***
Tekan like jika kamu suka cerita ini.
Tekan love jika kamu suka novel ini.
Dukung author dengan vote dan hadiah.
Beri saran, kritik atau hal yang ingin ditambahkan dalam cerita di kolom komentar.
Terimakasih
__ADS_1