[DROP] Supreme World'S System (Sistem Dunia Tertinggi)

[DROP] Supreme World'S System (Sistem Dunia Tertinggi)
Chapter 117 ~ Lapangan Olympus


__ADS_3

Berjalan di lorong koridor, yang panjang dan senyap, dua pria tampan berjalan di sana.


Satu orang berambut hitam panjang dengan pandangan penuh semangat, dan satunya berambut putih dengan kepala yang tertunduk.


Beberapa saat setelah berjalan di sepanjang koridor, mereka berhenti.


Pria berambut putih berkata, "Di sebelah sini, Tuan."


Mendengar perkataan Zeus, pria berambut hitam tersenyum, "Inikah ruang audien Olympus?"


"Benar, Tuan."


Setelah menjawab, Zeus mendorong pintu yang besar dan membungkuk sambil mengarahkan kedua tangannya ke dalam.


"Silahkan, Tuan."


Tanpa ragu, Zero langsung melangkah masuk. Setelah memasuki ruang audien, atmosfer di sekitar Zero terasa berbeda.


Keagungan dan superioritas dapat dirasakan di ruangan ini. Kemudian, dia melihat singgasana megah yang terbuat dari material khusus yang tidak diketahui.


Di atasnya, sebuah permata marah menyala dapat dilihat, menambah aura keagungan.


Namun, Zero tidak tertarik dengan itu semua. Dia berbalik untuk melihat Zeus dan berkata dengan bersemangat, "Tunggu apa lagi? Cepat, bawa aku ke sana!"


"Baik, Tuan! Saya permisi!" Zeus berkata sebelum sosoknya berkedip dan menghilang.


Sesaat kemudian, dia muncul di depan singgasana. Sambil mengucapkan sesuatu, tiba-tiba kalung berpermata merah mulai terangkat di depan Zeus.


"Terbukalah!" Zeus berteriak, di saat bersamaan, sinar merah keluar dari kalung dan masuk ke dalam permata raksasa di atas singgasana.


Di dalam permata itu, cahaya merah berputar-putar dan berhenti di pusat. Sesaat berikutnya, cahaya merah meluas dan menyebabkan seluruh permata mengeluarkan cahaya yang terang dan semakin terang.


Tiba-tiba, ruang di sekitar mulai terdistorsi oleh kekuatan misterius. Zero memperhatikan ini karena dirinya pernah melaju dengan kecepatan yang sangat cepat yang mampu menembus ruang.


Ada sedikit getaran yang terjadi di ruang audiens, namun Zero dan Zeus masih tenang seperti air di sumur kuno.


Di detik berikutnya, cahaya merah mulai terkondensasi di depan permata merah. Kemudian, cahaya merah melesat, jatuh di depan Zeus.


Setelah itu, sebuah lubang yang di pinggirnya berwarna merah mulai keluar.


Zero tahu apa itu.


Itu adalah Gate!


Sebelumnya, Zero pernah menggunakan itu ketika dia mulai memasuki Dunia Dewa dengan Barosa. Kemudian, dia pernah melihat hal yang sama ketika para Transenden datang dan begitu pula dengan pasukan Olympus.


Di dunia ini, tampaknya belum ada teleportasi. Mereka hanya menggunakan Gate sebagai transportasi jarak jauh.


Tanpa menunda, aku langsung terjun ke dalamnya dan Zeus menyusul.


Seolah-olah berada di lorong yang panjang, mereka terbawa menuju ujung lorong.


Beberapa saat setelahnya, mereka keluar dari Gate dengan cepat.


Di tempat mereka berada saat ini, gelap, lembab dan senyap. Suara tetesan air dapat terdengar dari arah tertentu.


Melihat ke atas, mereka dapat melihat kristal-kristal berwarna-warni yang mengeluarkan cahaya redup seperti bintang di malam hari. Namun, mereka cukup tinggi dan redup sehingga tidak mampu menerangi tempat.


Sementara itu, Zeus melirik ke belakang untuk menemukan semacam bola energi biru pucat. Di dalamnya, partikel energi yang tak terhitung jumlahnya terus bergerak membuat arus energi dan berputar-putar di dalamnya.


Namun, Zero tidak terlalu tertarik dengan itu. Dia hanya melihat ke depan dengan cukup bersemangat.


Zero berseru, "Inikah Pesawat Tempur Luar Angkasa!?"


Zeus segera melirik ke arah Zero.


Di hadapan mereka, sebuah Pesawat Tempur Luar Angkasa yang dibungkus warna hitam pekat dapat terlihat. Desainnya keren dan memanjang. Di masing-masing sisi, terdapat pendorong super dan meriam energi.


Melihat dengan takjub, Zero segera mengulurkan salah satu tangannya dan bergumam, "Card Item, Sealing Item (Menyegel Item)!"

__ADS_1


Tiba-tiba, Pesawat Tempur Luar Angkasa itu mulai memancarkan cahaya keemasan yang intens. Kemudian perlahan, Pesawat Tempur Luar Angkasa mulai memudar menjadi partikel cahaya.


Bersamaan dengan itu, partikel cahaya mulai membentuk aliran dan jatuh di tangan Zero, mengambil bentuk kartu.


Itu adalah kekuatan dari World Skill: Card Item!


Skill itu memungkinkan Zero untuk mengubah benda mati menjadi kartu, seperti menyegel benda tersebut dalam bentuk kartu. Namun, Zero jarang menggunakan ini karena konsumsi sumber dayanya cukup besar dan dia tidak terlalu membutuhkan.


Meski begitu, jika dia membunuh makhluk hidup, maka dia akan mendapatkan Item Card dari makhluk tersebut.


Setelah itu, kartu telah terbentuk sempurna. Di dalamnya, terdapat gambar Pesawat Tempur Luar Angkasa yang mengesankan dengan panjang sekitar 10 kilometer.


Zero tidak menyimpan ini di dalam Penyimpanan Sistem karena itu akan memakan satu slot penyimpanan. Namun, dengan dijadikan kartu, maka itu akan disimpan pada slot khusus kartu.


Setelah menyimpannya ke dalam Penyimpanan Sistem, Zero memutar badannya dan melihat bola energi yang sebelumnya dilihat Zeus. Sementara itu, Zeus terpana dengan kemampuan aneh Zero untuk membuat Pesawat Tempur Luar Angkasa menjadi kartu.


Zero bertanya dengan tatapan tertarik, "Benda apa itu?"


"Itu adalah inti dari Istana Olympus ini, Tuan." Zeus segera pulih dan menjawab dengan rendah hati.


"Oh, inti, ya." Zero tersenyum kecil.


"Benar, seperti yang Anda ketahui setiap planet memiliki inti yang mampu membuat gravitasi. Nah, inti ini memiliki fungsi yang sama. Namun, dia memiliki fungsi lain juga. Inti ini dapat menyerap Energi Kosmos di luar dan membuatnya menjadi sumber energi dari penghalang di luar." Zeus segera menjelaskan dengan rinci.


Zero segera mengalihkan pandangannya ke Gate lagi, karena tidak tertarik. Saat berikutnya, mereka kembali ke ruang audien.


Tempat yang mereka datangi sebelumnya adalah bagian bawah Istana Olympus. Karena tidak ada jalan untuk ke sana, maka mereka menggunakan Gate sebagai perantara.


Setibanya di ruang audien, Zero kembali bertanya ketika dia mengingat sesuatu, "Oh, iya, Zeus!"


Zeus buru-buru datang, "Ada apa, Tuan?"


"Tadi, aku mendapatkan Primordial Titan Blood Essence (Esensi Darah Primordial Titan). Apa menurutmu fisikku cukup untuk menahan dampaknya?"


"…!!" Zeus terkejut dengan ini. Segera, dia membungkuk dan menjawab, "Sa-saya kurang paham dengan ini, Tuan. Jika itu adalah Anda ketika bertarung dengan saya, maka Anda belum cukup kuat. Tapi …"


Zeus melanjutkan sambil melihat tubuh Zero, "Saya rasa Anda sudah cukup mampu. Sepertinya, tubuh Anda telah mendapat peningkatan yang signifikan sejak terakhir kali kita bertarung. Ditambah lagi dengan kolam elixir sebelumnya yang menempa tubuh Anda, saya rasa itu sudah cukup!"


Pada saat itu, Zero 90% bonus poinnya ke dalam Statistik Vitalitas.


Tiba-tiba, Zeus merasakan tekanan besar yang berbeda dari sebelumnya. Matanya terbelalak karena terkejut dan memandang Zero dengan ketidakpercayaan.


"Ini …" Zeus tertegun ketika merasakan vitalitas yang luar biasa terus bertambah pada tubuh Zero secara dramatis.


Sesaat berikutnya, angin berhembus kencang dan menyebar ke sekitar. Zeus merasakan sedikit tekanan dan menutupi wajahnya dengan tangan untuk mempertahankan matanya yang terbuka.


Rambut Zero bergoyang dan terangkat naik.


Tak lama kemudian, semuanya kembali tenang dengan satu-satunya perbedaan adalah kondisi Zero yang lebih kuat. Tubuhnya jauh lebih kokoh dan padat, namun elastis. Itu berada pada tingkat yang seharusnya tidak dimiliki makhluk hidup!


Zero membuka matanya dan bertanya sambil tersenyum, "Bagaimana?"


Tubuh Zeus menggigil dan tidak tahu bagaimana harus merespon.


Melihat kondisi Zeus, Zero mengalihkan pandangannya dan berbalik keluar.


"Aku akan pergi ke lapangan!" Zero tiba-tiba menghilang dan menyisakan suara saja.


Menyadari Zero menghilang, Zeus segera sadar, "Tunggu, Tuan!"


Zeus kembali tertegun.


"Lapangan? Benar juga! Apakah Tuan berniat untuk menggunakan Esensi Darah Primordial Titan?!" Zeus terkejut. Dia baru menyadari alasan Zero tadi bertanya.


Saat itu, Zeus langsung menghilang dan mengejar Zero sekuat tenaga.


Dia tampak khawatir akan sesuatu.


...

__ADS_1


Lapangan Olympus.


Mencakup area seperenam dari keseluruhan istana. Ada dataran luas dan beberapa tempat yang berisi peralatan untuk berlatih para malaikat.


Di tengah-tengah lapangan yang sepi dan sepi, sesosok pria tiba-tiba muncul.


Rambutnya yang hitam berkibar oleh angin. Pandangannya jernih seperti bayi. Namun, ada kebahagiaan yang tak terbendung di dalamnya karena sesuatu.


Itu tidak lain adalah keberhasilan mencapai tujuannya, mendapatkan emosi!


Pada saat itu, Zero mengeluarkan sesuatu dari Penyimpanan Sistem dan menggenggamnya.



Itu adalah Esensi Darah Primordial Titan!


Saat itu, Zero mengerutkan keningnya.


Dia tidak tahu bagaimana cara menggunakan ini.


"Jika dilihat baik-baik, bukankah ini mirip dengan potion (ramuan) dalam dunia fantasi?" Zero melihat dengan teliti, "Apakah aku harus meminumnya?"


Zero ragu-ragu. Benda cair di dalamnya adalah darah dari Titan. Secara alami, Zero tidak ingin meminumnya.


"Aku bukan vampir, lho!"


Setelah beberapa saat bergelut dengan pikirannya, Zero memutuskan untuk meminum Esensi Darah Primordial Titan. "Baiklah, lagipula aku memiliki Sistem. Jika terjadi apa-apa, aku bisa mengandalkannya."


Gulp, gulp.


Tanpa pikir panjang lagi, Zero langsung meminum Esensi Darah Primordial Titan.


"Bleh!" Zero menjulurkan lidahnya setelah meminum Esensi Darah Primordial Titan. "Sialan, rasanya benar-benar buruk. Ada asin dan sedikit manis, tapi aroma darahnya membuatku ingin muntah. Yah, setidaknya darahnya tidak membusuk. Jika tidak, ck ck …"


Tepat saat itu juga, Zeus muncul dan berseru, "Tuan! Berhenti!"


Zero melirik Zeus yang berseru dan bertanya, "Ada apa?"


Zeus melihat ke sekitar dan wajahnya menjadi pucat saat melihat botol tempat Esensi Darah Primordial Titan telah kosong.


Dia bertanya dengan tubuh bergetar dan keringat dingin yang mengalir, "Tuan … apa kau meminumnya?"


Zero segera melihat botol yang ada di tangannya dan berkata, "Iya, memangnya kenapa?"


Mendengar pernyataan langsung dari Zero, wajah Zeus menjadi lebih pucat lagi. Dia merasa telah jatuh ke jurang tak berdasar.


Zeus membuka mulutnya untuk mengatakan sesuatu. Namun, ada kekuatan misterius yang mengganjal tenggorokannya.


Zero yang melihat ini tidak bisa mengabaikannya. Dia segera bertanya dengan khawatir, " Hei, apa yang …"


THUMP!


Saat itu, Zero merasakan sesuatu yang terjadi pada tubuhnya sebelum selesai bicara.


Dia segera berseru, "Sialan!"


Zero mengutuk ketika rasa sakit mulai dirasakan dan semakin kuat.


(Apa yang terjadi pada Zero?!)


***


Tekan like jika kamu suka cerita ini.


Tekan love jika kamu suka novel ini.


Dukung author dengan vote dan hadiah.


Beri saran, kritik atau hal yang ingin ditambahkan dalam cerita di kolom komentar.

__ADS_1


Terimakasih


__ADS_2