[DROP] Supreme World'S System (Sistem Dunia Tertinggi)

[DROP] Supreme World'S System (Sistem Dunia Tertinggi)
Chapter 81 ~ Pertarungan yang lain (1)


__ADS_3

Beberapa menit sebelumnya …


Pertempuran antara Transenden dan Dewa telah dimulai. Hephaestus dan Apollo bertemu dengan Transenden Kas.


(Catatan: Kas adalah Transenden yang tampak seperti pantomimer. Kulitnya seperti dicat belang hitam-putih. Dia tidak banyak bicara.)


Hephaestus membawa palu besar dibelakang dan Apollo membawa tombak emas. Di belakang mereka, ratusan Legendary-God berdiri dan bersiap untuk menyerang Kas.


Di sisi lain, ratusan pesawat milik suku Geolien tampak siap menyerang para Dewa untuk membantu Kas.


Hephaestus berbicara, "Sudah lama, ya … Transenden, Kas."


"...."


Kas diam menanggapi sapaan Hephaestus. Kemudian, Apollo melangkah maju.


"Kau ini masih sama saja seperti dulu, ya. Aku tidak peduli tentang sifatmu itu, tapi … aku ingin menghadapimu sekali lagi."


"...."


Apollo mengacungkan tombaknya ke arah Kas.


"Apollo, ini …." Hephaestus merasa keberatan terhadap pernyataan Apollo. Mereka telah sepakat untuk bekerja sama dengan para Transenden, tapi Apollo malah menantang Kas.


"Apa, hah!? Terserah ku untuk melakukan ini. Tapi, aku rasa kau ada benarnya," Apollo berbalik ke belakang dan melihat pasukannya, "Aku akan menghabisi para keroco ini dulu."


Sontak, pasukannya terkejut dan bingung dengan apa yang dikatakan Apollo. Kemudian, Apollo mengangkat tombaknya dan mengayunkannya secara horizontal.


"Star Hemisphere!"


Tebasan emas keluar dari tombak Apollo dan menyerang pasukannya. Itu adalah serangan dari Belahan Bintang atau Star Hemisphere yang memiliki kekuatan sangat dahsyat.


"Ack!"


"Kuack!"


"Gah!"


Jeritan dan erangan para Legendary-God terdengar di ruang angkasa yang kosong.


Dengan tatapan dingin, Apollo melihat ratusan Legendary-God musnah dalam sekejap. Itu hanya menyisakan puluhan saja. Bahkan mereka yang selamat menerima luka yang fatal.


"Aku tidak ingin ada yang mengganggu, jadi … kalian harus mati," kata Apollo sambil melirik ke Kas.


Kemudian, ribuan pasukan pesawat tempur suku Geolien tampak bergerak dan akan menyerang Apollo. Namun, Kas mengangkat tangan kanannya seolah menyiratkan untuk berhenti atau jangan ikut campur.


"...."


Komandan yang memimpin pesawat tempur mengangguk di dalam pesawat tempur.


"Semuanya, serahkan ini pada Kas! Kita akan melihat situasi terlebih dahulu! Jika kondisi berbahaya, musnahkan para Dewa itu!" seru komandan itu lewat saluran komunikasi.


"Baik, pak!"


Semua ketua dalam pesawat tempur berseru dengan serentak.


Kemudian, Hephaestus yang tidak ingin menambah masalah, hendak menghentikan Apollo.


"Apollo, kau benar-benar … apa kau sudah-!"


Hephaestus meraih pundak Apollo hanya untuk diabaikan. Apollo terus melangkah dan mengecilkan ukurannya seperti Kas.


"Hei!" Hephaestus terus mencoba menghentikan Apollo. Namun, itu sia-sia. Dia mungkin tidak ingin melawan Transenden karena perasaannya terhadap Leonidas. Namun …


"Aku belum membayar hutang darinya, sih. Jadi, akan ku bayar hutang itu!" ujar Apollo dengan tiba-tiba dan melepaskan mantel miliknya.


Dia hanya memakai celana panjang dan tubuh bagian atasnya terekspos. Itu adalah tubuh atletis yang terdapat banyak luka sayatan di setiap bagiannya. Tangan, perut, punggung dan dadanya dipenuhi bekas luka yang tidak dapat hilang.


"Ini …!" Hephaestus terkejut melihat itu dan menutup mulutnya.


Kemudian Hephaestus berkata, "Baiklah, aku mengerti. Tapi, jangan berlebihan, ya?"


"Kuhuhu, kau pikir aku siapa, hah?! Aku tahu, aku tahu. Aku hanya ingin sparring saja," jawab Apollo.


Apollo kemudian pergi ke hadapan Kas.


"Yo, Kas sang Transenden! Kita akan memulai ronde kedua kita. Kukuku, aku akan membayarmu untuk ini," ujar Apollo sambil menyentuh bekas luka yang ada di dadanya.


"...."


Namun, Kas hanya terdiam menanggapi itu.


Kemudian, Kas yang terdiam mulai mengangkat salah satu tangannya hingga setinggi dada dan mengibaskan nya.


Swiish!


Seketika, pisau-pisau kecil keluar dan dihimpit oleh jari-jarinya. Kemudian, tangan Kas yang lain juga dikibaskan dan pisau-pisau kecil muncul lagi.


Kas melambaikan tangannya yang penuh pisau kecil, seolah memancing Apollo untuk mendekat.


"—?! Orang ini …!? Baiklah, aku akan mendatangimu!"

__ADS_1


Swooosh!


Apollo melesat dan meninggalkan jejak cahaya kuning.


Dalam sekejap, dia telah tepat berada di d


hadapan Kas. Kemudian, dia menarik tombaknya dan berniat untuk menyerang Kas.


"…!!"


Melihat hal itu, Kas langsung membungkukkan badannya ke belakang.


Swiish!!


Apollo gagal mengenai Kas. Tida dibiarkan merespon, Kas langsung menyerang balik Apollo dengan melemparkan pisau-pisau kecil sambil mundur.


Slet! Clang! Slet! Slet! Slet! Clang!


Lengan atas Apollo terkena sayatan pisau kecil dan dia berhasil menangkis beberapa pisau kecil dengan tombak. Namun, tetap saja, banyak pisau yang mengenai tubuhnya.


Meski begitu, Apollo termasuk hebat. Dia berhasil melindungi titik-titik vital yang seharusnya diserang Kas.


Kemudian, Apollo memutar tombaknya dan melaju sambil berteriak menuju Kas


"Star Spearmanship … second style, spinning spear breaking the space!"


Swoosh! Swoosh!


Apollo tiba dihadapan Kas dalam sekejap. Dia mengangkat tombak yang berputar dan mengayunkannya.


Kas yang melihat hal itu, memasang wajah terkejut pemain pantomim. Bibirnya diangkat dan membentuk diagonal secara vertikal.


Apollo melihat ekpresi terkejut Kas dan tersenyum.


'Kukuku, bagaimana? Kau terkejut bukan? Kukuku, aku akan mengalahkanmu kali ini!!'


Namun …


Slub, slub, slub!


Apollo tertusuk puluhan pisau energi berwarna perak.


'A-apa!?'


Dia terkejut.


"Keuk!"


Darah mengalir keluar dari perut, dada dan tangan yang terkena tikaman pisau energi.


Kemudian, pisau energi yang berwarna perak itu menghilangkan dari tubuh Apollo.


"Uugghh!"


Tubuh Apollo menjadi seperti kain lap. Dia kemudian berusaha menyembuhkan luka-luka itu dengan sihir penyembuh.


Meski regenerasi tubuh milik Dewa sangat cepat, jika dalam pertempuran, waktu adalah segalanya. Mereka tidak akan mempunyai waktu untuk menyembuhkan. Namun, jika tidak, kemungkinan besar luka-luka itu akan terbuka dan semakin parah karena pertarungan mereka akan menggunakan seluruh kekuatan.


「Apollo yang sudah lama tidak bertempur melupakan ini.」


Sekarang, Kas yang maju duluan. Dia melesat maju menuju Apollo.


「Apollo telah bersantai terlalu lama.」


「Tubuhnya memang muda dan begitu pula dengan jiwanya.」


Dengan aura perak sebagai bekas lajur, Kas mengeluarkan pisau kecil yang terbuat dari Transcendental Energy. Itu memang tidak terlalu mematikan. Namun, itu mampu melukai Myth-God dan membahayakan nyawa mereka.


「Bukan karena kemampuan dalam pertempuran yang berkarat.」


Sambil melewati Apollo dari samping, Kas melemparkan pisau energi.


Swiish!! Swiish!!


「Dia menjadi lengah karena Memudarnya pengalaman bertempur.」


Kas terus melemparkan pisau energi. Dia menciptakannya dan melemparkannya.


「Itu adalah kesimpulan dari Kas. Namun, dia belum tahu banyak hal.」


"...!!" Apollo terkejut. Dia segara mengambil tombaknya dan berusaha menangkis ribuan pisau energi.


Clang, clang, clang!


Apollo memutar tombaknya tanpa jeda.


「Banyak misteri dan hal yang belum diketahui. Termasuk eksistensi Myth-God dan Transenden.」


Kemudian, Kas mengitari Apollo sambil terus menyerang.


Swiish, swiish!!

__ADS_1


Clang, clang!!


Menyerang dan menangkis. Mereka terus melakukan hal itu. Hingga suara yang tidak nyaman terdengar.


Kruk!


"...!?"


Apollo melihat tombak yang dia gunakan menjadi retak dan beberapa telah terkikis sedikit demi sedikit.


'Bahkan karya masterpiece Hephaestus tidak dapat bertahan dari Transcendental Energy?!' ujar Apollo dalam benaknya. .


Dia terkejut dengan kekuatan Transcendental Energy yang dimiliki para Transenden.


'Sungguh … Transenden memang lawan yang layak bagi Myth-God. Namun ….'


Kas melihat celah yang jelas ketika Apollo memasang wajah terkejut.


Swooosh!!


Dia melesat dengan sangat cepat menuju Apollo.


'Namun ….'


Apollo menunjukkan ekspresi terkejut lagi. Namun, itu hanyalah akting. Akting yang sama yang digunakan Kas.


Bagi Kas, ekspresi Apollo tampak natural, tanpa adanya rekayasa.


Memang benar kalau Apollo tidak pernah bertarung dalam beberapa periode jutaan tahun. Namun, kekalahannya terhadap Kas membuat dirinya berdiam diri di kediamannya.


Dia berdiam diri bukan karena malu. Namun, dirinya terus berlatih di dalam Dimensi pribadi miliknya dengan menciptakan bayangan Kas sebagai lawan.


Dia bertarung dan bertarung dengan bayangan itu. Kemudian, setelah bertarung dengan bayangan Kas triliunan kali selama ratusan ribu tahun, Apollo berhasil mengalahakan Kas tanpa terluka sedikitpun.


Itu adalah perjuangan yang dia lakukan setiap hari. Mengingat setiap gerakan yang akan dikeluarkan oleh Kas hingga dia akhirnya memahami pola pikir KasKas itu sendiri.


Akhirnya, dia kembali bertarung dengan mengupgrade perkembangan Kas melalui pola pikir yang telah dirinya pahami.


Setelah itu, Apollo mengambil kesimpulan bahwa kekuatan khas milik Kas adalah seni gerak yang dia lakukan, yaitu sirkus dan pantomim.


Kemudian, Kas menciptakan belati perak dan bersiap menyerang Apollo.


Assassin Circus Style …


Kas melesat dengan aura perak yang indah.


Sementara itu, aura kuning keluar dari tubuh Apollo.


..."Armored God of Sun!" seru Apollo....


Aura kuning merespon dan itu berubah menjadi armor lengkap yang indah dan cerah. Tombak yang rusak menjadi pulih kembali dan bersinar.


Kemudian, tombak itu berubah menjadi lebih panjang dan tampak lebih kuat. Bandana merah terlilit di perbatasan pegangan dan ujung tombak.


Itu adalah perwujudan dari item soul milik God of Sun, Apollo.


"…."


Di sisi lain, Kas masih tenang dan dia menarik lengannya.


Linked Silver Slash!


Kas tiba di hadapan Apollo dan melancarkan serangannya. Tebasan perak yang indah bertaburan dan menghiasi bidang pandang Apollo.


Bagi Apollo, momen ini terasa melambat.


'Ahh, serangan ini ….' Apollo merasakan sebuah sensasi.


Ada perasaan lega yang dirasakan Apollo ketika melihat itu.


'Berapa kali aku melihat ini? Jutaan? Miliaran? Tidak. Itu triliunan.'


Apollo telah bertarung dengan bayangan Kas selama jutaan tahun, dan itu sudah lebih dari cukup bagi dirinya menjadi terbiasa terhadap serangan Kas. Namun, itu tidak terjadi.


Apollo tersenyum dan bergumam di dalam hatinya.


'Kukuku, memang tidak ada habisnya aku terkagum-kagum. Namun, aku belum menggunakan energi sihir dan kosmos untuk melawanmu. Sekarang, aku akan mencoba seranganmu dengan bantuan sihir.'


Kemudian, aura kuning naik dan menyelimuti tombak itu.


Star Spearmanship, first style …


Apollo menghampiri serangan Kas, dan cahaya pada tombak bersinar semakin terang.


Sun-spear Pricks … Streak!!


Rentetan tusukan tombak dikerahkan Apollo dengan segenap tenaga.


Boom!


Tusukan tombak dan tebasan belati perak bertabrakan dan menciptakan ledakan yang sangat dahsyat.

__ADS_1


__ADS_2