[DROP] Supreme World'S System (Sistem Dunia Tertinggi)

[DROP] Supreme World'S System (Sistem Dunia Tertinggi)
Chapter 77 ~ Awal Pertempuran


__ADS_3

Zero menggenggam pedangnya dengan erat. Pemandangan di mana ribuan pesawat tempur menembaki para Dewa terlihat jelas di segala arah.


Para Transenden menyerang pasukan High God yang menghampiri.


Pertempuran berjalan dengan baik sejauh ini. Kemudian, Zero mengalihkan pandangannya pada pertarungan Noir dengan Hera.


"Earth Spear!"


Sebuah lingkaran sihir raksasa terbentuk. Energi sihir berkumpul di dalamnya dan membentuk tanah kerucut yang seukuran dengan bulan.


"Rasakan ini!"


Hera melepaskan serangannya ke arah Noir yang tengah membereskan pasukan High God.


"....!"


Merasakan bahaya, Noir langsung melihat ke arah serangan. Itu adalah tombak tanah yang seukuran dengan bulan.


Tombak itu melaju dengan cepat ke arah Noir. Namun, Noir segera melepaskan serangannya untuk bertahan.


"Void Hurricane!"


Kemudian, badai berwarna ungu yang sangat besar menelan tombak tanah milik Hera. Tidak cukup sampai di situ, Void Hurricane yang menelan Earth Spear mengikis tanah itu dan terus melaju ke arah pasukan Hera.


Hera mendecakkan lidah dan mulai mengeluarkan sihir yang baru.


"Chain Lightning!"


Ribuan petir menyerang dan melawan badai ungu yang membawa puing-puing Earth Spear.


Noir dengan tenang terbang menghadapi petir berantai yang sangat kuat.


Bam, bam, bam!


Petir-petir menghantam Noir. Namun, itu tidak melukainya. Dia menggunakan barrier dari Transendental Energy dan energi kosmos.


"Oh, kau menggunakan energi kosmos, ya? Ok, baiklah kalau begitu …."


Hera tersenyum dan puing-puing tanah yang terkena petir tiba-tiba saling menarik. Puing-puing itu berkumpul pada Noir.


Ternyata, puing-puing itu menjadi magnet setelah menerima kejutan petir dengan tegangan yang sangat tinggi.


Tak, tak, tak!


Kemudian, barrier milik Noir tertutupi oleh tanah hingga menjadi seperti bulan.


Hera tertawa seolah menandakan kemenangannya.


"Hahahahaha! Tamatlah riwayatmu!"


Kemudian, Hera mengambil bola kristal dari penyimpanannya dan merapalkan mantra.


Sejauh ini, mereka tidak merapal mantra, karena sihir yang digunakan dapat dipahami dengan logika. Dengan kata lain, sihir yang mereka gunakan merupakan sihir tingkat rendah. Namun, Hera sekarang merapal mantra. Itu berarti, dia benar-benar akan menggunakan sihir yang belum dipahami.


"Wahai dunia, berilah aku kuasa-mu. Berikanlah aku izin untuk menggunakan hukum-mu. Menarik segalanya dan menelan segalanya. Kegelapan tak berujung yang merusak hukum lain. Black Hole!"


Kemudian, sebuah lubang hitam seukuran bola basket tercipta di atas bulan yang baru itu.


Zero yang melihat hal itu menjadi tertarik, "Hoo, jadi itu black hole, ya? Setelah dilihat dari dekat, itu benar-benar kuat."


Dia menahan tubuhnya agar tidak tersedot ke dalam lubang hitam. Kemudian, bulan dengan inti Noir itu menjadi hancur dan terserap ke dalam lubang hitam.


Setelah beberapa saat, suara Noir terdengar.


"Huh, kau bahkan menggunakan energi sihir dan kosmos untuk membuat ini? Dan lagi, kau merapal? Hahaha, sungguh bodoh!"


Tiba-tiba, semua benda di sekitar Noir terhempas dan tersedot ke dalam lubang hitam. Namun, Noir tidak tersedot dan masih melayang dengan barrier ungu transparan.


"K-Kau …!" Hera terkejut melihat Noir yang tidak menerima efek dari lubang hitam.


Kemudian, Noir mengangkat salah satu tangannya.


"Aku beritahu kau satu hal. Segala sesuatu yang kau dapatkan dari orang lain itu tidak berguna. Hanya jika kau menciptakan satu hal. Maka kau akan berguna."


Energi ungu naik ke tangan Noir dan menghubungkan lubang hitam dengan dirinya.


"Apa!?"


Hera terkejut ketika melihat lubang hitam yang mengecil dan terserap ke dalam energi ungu yang menghubungkan Noir dengan lubang hitam.


"Matter Drain!"


Kemudian, lubang hitam menghilang menjadi energi tambahan bagi Noir.


Zero terkejut melihat hal itu. Namun, bukan hanya Zero saja yang terkejut. Para Dewa yang lain juga terkejut.


Kemudian Noir menjilat bibirnya dan berkata, "Um, ini lumayan enak. Terima kasih atas makanannya."


Hera yang melihat tingkah Noir, menjadi marah. Tubuhnya bergetar karena emosi yang berlebihan.


"Kamu … kamu …!"


Hera yang marah segera mengangkat tangannya yang memegang kristal biru.


"Hancurkanlah segalanya, Breaking Magic, Destrucktive Element!"


Lingkaran yang luar biasa tercipta di depan Hera. Energi kosmos dan sihir terserap dan lingkaran sihir berputar.


Akhirnya, sinar penghancur keluar dari lingkaran sihir ke arah Noir. Itu adalah sinar biru gelap dengan petir-petir yang mengiringinya.


Swooosh.


"....!"


Noir sempat terkejut sebelum akhirnya tersenyum kembali.


"Kau ini benar-benar bodoh, ya?"


Kemudian, energi ungu meluas dan berusaha memakan serangan penghancur.


Sluurrp.

__ADS_1


"Matter Drain!"


Serangan penghancur menghilang seolah tidak pernah ada.


Zero yang mengamati pertarungan telah memahami cara kerja Matter Drain.


"Singkatnya, Matter Drain adalah proses mengubah suatu materi menjadi energi murni," gumam Zero.


Cara kerjanya seperti ini.


Noir melepas energi miliknya dan membuat lingkaran sihir di dalamnya. Kemudian, energi miliknya menyelimuti sebuah materi hingga keseluruhan.


Setelah itu, materi akan dijadikan input atau masukkan yang akan diproses oleh lingkaran sihir menjadi energi murni. Setiap atom yang menyusun materi akan diolah oleh lingkaran sihir dan menjadi energi tak kasat mata yang sangat murni.


Energi murni itu disebut … kosmos.


"Hmmm, meski begitu, ini adalah penemuan yang hebat. Aku mungkin bisa mengubah suatu materi menjadi materi lain yang bertentangan. Iya, aku akan mencobanya."


Zero telah memutuskan. Dia akhirnya terbang menuju pasukan Hera berada.


Di pasukan Hera …


"Apa!? Transenden itu berhasil menahan serangan pamungkas milik Dewi Hera!?"


"Bagaimana ini!? Istriku sedang menunggu di rumah!"


"Sial! Apakah aku seharusnya tidak datang ke sini!?"


Para Dewa yang berada di pasukan milik Hera menjadi kacau. Moral mereka menurun dan Hera sendiri menjadi semakin marah. Namun, itu bukan karena Noir dan keluhan pasukannya.


"Athenaaaa!!!" Hera berteriak dengan tatapan tajam yang mengarah ke Athena.


Kemudian, Zero datang di tengah kekacauan itu.


"Hehehe, aku akan panen EXP kali ini."


Zero mengayunkan pedangnya dengan cepat ke leher salah satu High God yang setinggi 200 meter-an.


Slash!


Leher High God itu terbelah dan kepala terpisah dari tubuhnya. Namun, Dewa lain tidak menyadarinya.


Itu karena Zero menyerang dari belakang pasukan yang sedang kacau.


[Anda telah mengalahkan High God, Varkal.]


[Anda mendapatkan 3 triliun EXP.]


[Akumulasi pengalaman akan dijumlahkan dengan efek title dan skill yang Anda miliki.]


[Anda level up.]


[Anda level up.]


[Anda level up.]


[Anda level up.]


[Anda level up.]


Kemudian, salah satu teman High God yang Zero bunuh melihat ke belakang.


"Hei, Varkal. Apakah sebaiknya kita kabur … saja …?"


High God itu tercengang setelah melihat tubuh temannya melayang di luar angkasa dengan kepala dan tubuh yang terpisah. Melihat hal itu, Zero segera melesat dengan sangat cepat sebelum High God itu berteriak.


Slash!


"… Is … tri … ku!"


High God itu tewas dalam sekejap.


Ini barulah teknik pembunuhan Assassin yang sesungguhnya.


Kode pertama seorang Assassin: Membunuh tanpa jejak.


[Anda telah mengalahkan High God ….]


[Anda mendapatkan ….]


.....


Kemudian, tubuh High God itu berubah menjadi item card.


[Akumulasi pengalaman kelas Assassin Anda telah mencapai batas.]


[Kelas Assassin telah naik tahap dari menjadi tahap .]


[Akumulasi pengalaman kelas Assassin telah mencapai batas.]


[Kelas Assassin telah naik tahap dari menjadi tahap .]


[Akumulasi pengalaman kelas Assassin ….]


[…. menjadi tahap .]


.....


[Kelas Assassin telah naik tahap dari menjadi tahap .]


Slash!


Zero terus menebas High God di tengah-tengah notifikasi System yang terus berdering.


Sekarang Zero telah menghabisi 1/4 dari total pasukan yang dipimpin Hera. Dia terus membunuh dari yang paling belakang hingga akhirnya sampai di titik ini.


Zero berniat membunuh High God lagi.


'Ini yang ke-61!'


Tiba-tiba …

__ADS_1


Sliiiiing!


Cahaya yang menyilaukan keluar dari pedang WSA milik Zero.


'A-ada apa ini!?'


Sinarnya begitu menyilaukan sehingga para Dewa yang ada ditengah kekacauan mengalihkan perhatiannya kepada Zero. Namun, tidak ada yang bisa melihatnya.


"A-ada apa lagi ini!?"


"Apakah kehidupanku akan berakhir di sini?"


"Aku ingin pulang."


Para Dewa yang teralihkan menjadi semakin pesimis. Di sisi lain, Hera kebingungan dan Noir juga sama.


"Ada apa ini?" tanya Hera.


Noir yang tahu Zero menyerang dari belakang menjadi bingung.


"Apa yang sebenarnya Zero rencanakan, sih."


Di samping itu, Zero yang tidak tahu apa-apa mendengar notifikasi System.


"….!"


[World Sword Authority akan naik peringkat menjadi item Legendary.]


[World Sword Authority membutuhkan energi untuk berkembang.]


[World Sword Authority akan menyerap energi kosmos sebagai nutrisi.]


[World Sword Authority akan selesai naik peringkat dalam 1 jam.]


[Hitung mundur dimulai.]


[59 menit 59 detik.]


"Sial! Ada apa lagi ini!?"


Zero segera menjauh dan melepas pedang WSA.


Cahaya yang bersinar terus menyelimuti pedang.


Di sisi lain, Noir tengah berpikir apa yang direncanakan Zero.


"Ah! Jadi begitu! Dia berniat mengalihkan perhatian, ya!?"


Noir telah sampai pada satu kesimpulan.


'Memang benar kalau aku bisa bertahan dari serangan Hera. Tapi, aku kesulitan menyerang


dengan adanya pasukan miliknya. Tidak aku sangka kalau dia dapat menyimpulkan sesuatu hingga sejauh ini. Pantas saja Noura begitu percaya padanya.'


Tanpa membuang waktu, Noir mengangkat kedua tangannya dan mulai mengumpulkan energi untuk menyerang Hera.


***


Beberapa detik setelah cahaya keluar dari pedang WSA.


"Haaah … tamat sudah hidupku."


"Aku ingin bertemu ibu."


"Aku ingin pulang."


Para Dewa masih pesimis dengan keadaan. Namun, kapten pasukan itu segara berseru setelah melihat moral pasukannya.


"Semuanya! Itu adalah pengalih perhatian! Kita akan tetap hidup! Berjuanglah!"


".....!"


".....!"


".....!"


Semua pasukan melihat kapten mereka.


"Benar! Seperti yang dikatakan Kapten Barla! Kita harus berjuang!"


"Berjuang!"


"Berjuang!"


Moral pasukan kembali naik dan saat itu juga, sebuah bola energi raksasa seukuran bulan menjadi latar belakang kapten pasukan, Barla.


"...."


"...."


"...."


Ekspresi pasukan mulai pucat lagi.


"Ada apa? Ayo kita berjuang dan kembali ke rumah!?"


"...."


"...."


"...."


Tidak ada tanggapan. Kemudian, salah seorang High God menunjukkan ke belakang Kapten Barla.


"Itu …."


"Ada apa …," Kapten Barla menghadap ke belakang, "… Hah?"


Sebuah bola raksasa berwarna ungu yang sangat indah terlihat beserta bayangan pimpinannya, Hera.


"Ayo pulang!" ajak Kapten Barla.

__ADS_1


__ADS_2