![[DROP] Supreme World'S System (Sistem Dunia Tertinggi)](https://asset.asean.biz.id/-drop--supreme-world-s-system--sistem-dunia-tertinggi-.webp)
Makishima Takuto — dia adalah seorang remaja yang populer di sekolahnya. Makishima Takuto sangatlah populer baik di kalangan gadis maupun pria.
Saat itu, dia berumur 18 tahun, kelas 3 SMA dan hampir lulus. Makishima Takuto memiliki nilai yang tinggi di bidang akademik maupun atletik.
Di mata publik, dia memiliki kepribadian yang baik dan ramah. Namun di balik perbuatannya, sisi gelap Makishima Takuto semakin tidak terbendung.
Selama ini, dia terus menggunakan topeng sebagai orang yang baik hati, namun itu bukanlah sifat aslinya.
Suatu hari, hatinya sedang berada pada titik kritis dalam menahan sisi gelapnya. Dalam perjalanan pulang sekolah, dia diikuti oleh seorang gadis yang sering menguntitnya. Gadis itu menyukai Makishima Takuto, namun hanya bisa melihat dari kejauhan.
Di jalanan yang sepi, Makishima Takuto tiba-tiba terjatuh seolah-olah kehilangan kekuatan kakinya.
"Makishima-kun!"
Gadis sontak terkejut, dan dia langsung mendekati Makishima Takuto. Tapi, saat gadis itu mendekat, Makishima Takuto memiliki ekspresi kejam dan bengis.
Kepribadian buruk yang selama ini dia pendam, akhirnya muncul karena dia tidak bisa menahannya. Makishima Takuto menangkap dan menarik tangan gadis cantik itu.
Terkejut, gadis cantik berusaha melawan. Tapi Makishima Takuto memiliki kekuatan tubuh yang kuat.
"Ikuti aku!" Makishima Takuto berlari sambil menarik gadis itu.
Makishima Takuto dikenal sebagai pribadi yang baik, secara alami gadis itu tidak memiliki prasangka buruk mengenai Makishima Takuto. Dia mengikuti Makishima Takuto melewati beberapa jalanan.
Awalnya gadis itu mengira Makishima Takuto sedang sakit, tapi melihat kondisi Makishima Takuto saat ini, sepertinya dia baik-baik saja. Mungkin dia hanya memiliki suatu masalah.
Tapi anehnya, dia tidak menemukan satu orang pun sepanjang jalan. Tidak peduli bagaimana polosnya gadis itu, dia masih merasa aneh.
Suatu ketika, Makishima Takuto berhenti di sebuah bangunan kosong.
Gadis itu merasa tidak enak dan memanggil Makishima Takuto, "Makishima-kun …"
Makishima Takuto berbalik, gadis itu melihat ekspresi mengerikan. Wajah Makishima Takuto dipenuhi kekejaman dan kekejaman.
Dia merasa takut dan berusaha melarikan diri. Tapi, dia tidak bisa lepas dari cengkramannya.
Di lingkungan yang sepi, sudut mulut Makishima Takuto terangkat tinggi dan matanya membentuk bulan sabit. Dia menarik gadis itu dan membenturkannya ke dinding bangunan tak berpenghuni.
Bam!
Gadis itu mengerang kesakitan dan kekuatan tubuhnya menghilang. Dia tidak menyangka kalau Makishima Takuto akan berbuat seperti ini.
Dengan ekspresi dingin dan kejam di wajahnya, Makishima Takuto melepas dasi dan mengikat tangan gadis cantik itu.
"Makishima-kun! Hentikan! Apa yang kamu lakukan!?" Gadis itu menjerit ketakutan.
Makishima Takuto hanya tertawa jahat dan memukul wajah cantik gadis itu, "Diam!"
"Teriaklah, tidak ada yang akan menyelamatkanmu! Hahaha, akhirnya aku bisa bebas! Ahahaha!" Makishima Takuto tertawa gila.
"Apa … apa yang kamu maksud?" Gadis itu bingung.
Sementara itu, Makishima Takuto berhenti tertawa dan menjilati bibirnya dan berkata, "Aku sudah lama menahan hasrat ini dari dulu. Sialan, mengingat itu membuatku muak. Akhirnya sekarang aku dapat bebas."
Berkata demikian, dia merobek baju gadis itu dengan kasar. Kancing baju tersebar, kulit putih nan halus terekspos dan gunung kembar yang lumayan menonjol dengan penahan berpola yang mengundang gairah.
"Kyaa!" Gadis itu menjerit.
Makishima Takuto menjilat bibirnya dan ekspresinya saat ini benar-benar berbeda dari Makishima Takuto baik hati yang gadis itu kenal. Seolah-olah … mereka adalah dua orang yang berbeda.
Pada akhirnya, Makishima Takuto memperkosa gadis itu dengan kasar dan menyiksanya di saat bersamaan.
Beberapa jam kemudian, wajah Makishima Takuto merasa lega dan puas, sementara gadis itu tersungkur tak berdaya dengan ekspresi putus asa, terkejut dan sedih.
Air mata masih membekas di wajah gadis yang kacau itu. Setelah beberapa saat berpikir, Makishima Takuto akhirnya memutuskan untuk membunuh gadis itu.
Dia mencekiknya hingga mati. Sebelum menyembunyikan mayat gadis itu, tiba-tiba cahaya dengan pola aneh muncul di bawah kakinya.
__ADS_1
Setelah cahaya menghilang, dia muncul di Kekaisaran Paliji.
.....
Di atas Arena Tarung, Makishima Takuto berdiri berhadapan dengan seorang pria paruh baya berpenampilan lusuh bernama Cocka.
Dari penilaian Zero, Cocka ini terbilang kuat. Statistiknya jauh melampaui orang dengan level yang sama.
Sementara itu, Makishima Takuto juga sama. Statistik keseluruhan dari awal ke dunia ini sudah tinggi, dan dengan naik level, statistiknya menjadi makin tinggi sehingga mampu melawan musuh yang levelnya jauh di atasnya.
Level Makishima Takuto adalah 98 dengan rata-rata statistik 9 ribu, sementara Cocka berlevel 279 dengan rata-rata statistik 7,9 ribu.
Meski level Makishima Takuto kalah, statistiknya jauh lebih tinggi.
"Baiklah, pertandingan pertama kali ini — Sang Pahlawan Makishima akan bertarung melawan Master Petarung Lusuh Cocka!"
"Manakah dari keduanya yang akan menang?"
"Pahlawan? Ataukah Master Petarung Lusuh?"
Komentator mulai berbicara, perkataannya seolah menyihir, mampu membuat para penonton menjadi gugup.
"Tanpa menunggu lebih lama lagi, mari kita saksikan pertarungannya! Pertandingan Pertama … dimulai!"
Ekspresi Pahlawan menjadi lebih serius, sementara Cocka terlihat santai.
Deng, deng!
Ketika suara lonceng bergema, Cocka langsung bergegas menuju Makishima Takuto. Baju yang lusuh dan compang-camping berkibar oleh angin saat dirinya berlari menembus udara.
Makishima Takuto segera bersiap menghadapi Cocka, saat mencapai jarak serangan, Cocka melangkahkan kakinya jauh hingga membungkuk dan memukul Makishima Takuto dari bawah.
"Pukulan Angin!" seru Cocka.
Makishima Takuto jelas menyadari anomali yang terjadi saat pukulan ini muncul. Tekanan angin di tangan Cocka menjadi lebih padat dan kuat.
Bam!
Benturan keras menyebabkan gelombang angin yang halus menyebar. Makishima Takuto terpental sejauh beberapa meter sebelum akhirnya berhenti tanpa mengubah posturnya.
Makishima Takuto jelas merasakan kekuatan yang cukup besar dari itu, dia menatap tajam ke arah lawan.
Cocka yang memukul, matanya terbuka lebar karena terkejut. Dia tidak menyangka kalau Makishima Takuto ini mampu bertahan tanpa kerusakan yang dibayangkan.
"Pak Tua, pukulanmu lumayan juga." Makishima Takuto mengibaskan tangannya yang menahan pukulan beberapa kali, "Tapi … itu belum cukup!"
Selesai berbicara, Makishima Takuto langsung melesat maju dengan kekuatan pada kakinya.
"Wind Boost (Dorongan Angin)!" Saat melesat, kecepatannya bertambah oleh dorongan angin di kakinya.
"Bersiaplah!" Ekspresi bersemangat dan kebebasan muncul di wajah Makishima Takuto.
Pak Tua Cocka tidak punya waktu untuk berdiam diri, dia menggerakkan tubuhnya dan menggunakan berbagai keterampilan tambahan.
"Strength Up, Speed Up, Sense Up!"
Kekuatan, Kecepatan dan Indera Cocka menguat. Statistiknya meningkat untuk sementara.
Dia maju ke depan dan melihat Makishima Takuto yang mengayunkan kakinya. Cocka mendengus dan menghindari tendangan Makishima Takuto dengan membungkuk.
Memanfaatkan celah setelah menyerang, Cocka berniat untuk menyerang balik. Dia telah mempersiapkan pukulannya saat tangan yang terkepal telah diselimuti angin yang menggulung. Tapi, Makishima Takuto menyeringai.
Pada umumnya, Makishima Takuto tidak bisa mengambil langkah lain setelah menendang karena posturnya tidak memungkinkan. Namun dunia ini memiliki keajaiban yang disebut Sihir.
Makishima Takuto berseru dengan suara rendah, "Rock Thorn (Duri Batu)!"
Tanah di Arena Tarung berguncang saat tanah yang keras seperti batu mencuat dari tanah dengan ujung yang runcing. Tidak ada waktu untuk merespon, Cocka hanya bisa menggagalkan serangan dan memukul duri batu dari samping.
__ADS_1
Duri batu hancur dan pecahannya menyebar.
"Woooooaaaahh!" Para penonton bersorak karena ketegangan dalam pertarungan.
Cocka akhirnya memutuskan untuk menjaga jarak dari Makishima Takuto.
'Orang ini … berbahaya!' seru Cocka dalam hatinya.
Untuk sesaat, kedua orang di atas arena terdiam.
"Apa kau tidak ingin menyerang? Kalau begitu, aku yang akan menyerang lebih dulu!" Makishima Takuto kembali beraksi.
Kali ini, dia mengangkat tangannya ke atas. Udara di sekitar menjadi kacau ketika belasan bilah angin terbentuk dan menyerang Cocka.
"Wind Blade!"
"Apa!?" Cocka terkejut. Dia langsung bergerak menghindari setiap bilah angin.
Cocka tidak menyangka kalau Makishima Takuto mampu menampilkan belasan bilah angin secara bersamaan. Itu adalah hal yang hanya bisa dilakukan oleh orang setingkat Sage.
Meski Cocka begitu lincah, dia masih tergores oleh bilah angin. Darah memercik dari beberapa bagian tubuh yang terkena bilah angin.
Hosh … hosh …
Nafas Cocka terkesiap dan dia kelelahan. Sebelum kembali tenang, Makishima Takuto telah maju dengan tangan terkepal.
Cocka terkejut dan hendak melawan, tetapi lawan lebih cepat. Makishima Takuto membuka tangannya dan api tiba-tiba muncul di telapak tangannya.
Makishima Takuto memukul perut Cocka ketika api di tangannya mulai membesar dan melahap tubuh lawan.
"Pembakaran!" seru Makishima Takuto pelan.
Serangan itu bukanlah skill, melainkan kemampuan yang dia keluarkan ketika memanfaatkan Energi Sihir untuk berubah menjadi api di tangannya.
Api besar melahap sosok di Cocka, udara memanas dan angin terdistorsi oleh gelombang panas.
Beberapa saat kemudian, sosok Cocka meluncur keluar dari kobaran api besar dan terpental jauh. Saat terjatuh, tubuh Cocka sudah terlihat gosong dan penuh luka bakar.
Para penonton tercengang dan tertegun. Suasana Arena Tarung menjadi senyap.
Tiba-tiba, seseorang bertepuk tangan dan berteriak, "Woaaahh!"
Orang lain pun mengikuti seruan, dan memuji Makishima Takuto.
"Seperti yang diharapkan dari Pahlawan! Dia benar-benar luar biasa!"
"Benar, aku tidak menyangka Master Petarung Lusuh yang terkenal akan kalah tanpa bisa melukai Pahlawan."
"Pantas saja para Pahlawan mampu menghentikan Magic Beast, meski baru beberapa bulan di sini."
Saat semua orang sedang memuji, komentator dan juri berdiskusi. Di awal pertandingan, dia tidak bisa berkomentar karena tertegun oleh pertarungan Makishima Takuto dengan Cocka.
Sekarang dia telah pulih dan sadar.
Kemudian, komentator berteriak, "Pemenangnya adalah … Pahlawan Makishima!"
***
Tekan like jika kamu suka cerita ini.
Tekan love jika kamu suka novel ini.
Dukung author dengan vote dan hadiah.
Beri saran, kritik atau hal yang ingin ditambahkan dalam cerita di kolom komentar.
Terimakasih
__ADS_1