[DROP] Supreme World'S System (Sistem Dunia Tertinggi)

[DROP] Supreme World'S System (Sistem Dunia Tertinggi)
Chapter 131 ~ Hutan Terlarang dan Penguasa Hutan


__ADS_3

Awal minggu, tolong minta vote-nya!


***


Butuh waktu hingga 15 menit untuk Barosa mengembalikan kesadarannya sendiri. Dampak teleportasi menjadi lebih besar karena Distorsi Ruang kuat yang aneh di Karaztam.


Zero bertanya, "Apakah kau tahu di mana kita berada?"


Pemandangan hutan asri yang asing. Pepohonan besar dan rindang, membuat teduh seseorang di bawahnya. Akar-akar yang besar mencuat dari tanah, saling melilit. Lumut-lumut menyelimuti pepohonan besar, menampilkan pemandangan hutan yang kuno.



Berosa menjawab sambil mengamati sekitar, "Hmm, kalau tidak salah … ini harus di salah satu hutan terlarang."


"Hutan terlarang?" tanya Zero.


Barosa mengangguk, berkata, "Masing-masing benua memiliki hutan terlarang sendiri yang berada di paling ujung di posisinya. Jika melihat keadaan geografis tempat ini, kemungkinan besar kita berada di benua barat atau mungkin timur." Jeda, dia berkata, "Hutan terlarang benua utara dan selatan memiliki iklim bersalju. Itu tempat yang dingin. Jadi itu adalah kesimpulanku."


Kemudian, Barosa melihat ke langit.


Matahari menunjukkan sudut 40° dari terbit. Dengan kata lain, ini masih terbilang pagi dan matahari masih berada di sisi timur. Lalu, dia menggunakan skill pendeteksi.


Setelah beberapa saat, dia membuka mata dan berkata, "Kita berada di benua barat, benua Sarte yang dihuni manusia." Berhenti, dia melanjutkan sambil mengarahkan jarinya ke arah tertentu, "Di bagian barat sana ada laut. Berarti, kita berada di benua Sarte."


Zero mengangguk dan berkata, "Baiklah, ini tidak sesuai rencana, tapi … kita akan melakukan teleportasi sekali lagi."


"—!?" Zeus dan Balph terkejut dan merasa keringat dingin muncul di punggung. Efek samping tadi sangatlah tidak nyaman, tentu saja mereka tidak ingin merasakannya lagi.


Zero mengabaikan mereka. Dia hendak memobilisasi Kekuatan Ruang, menyelimuti kelompoknya dan menggunakan teleportasi. Namun, pada saat ini, mereka tidak menghilang.


Barosa dan Balph yang sebelumnya memejamkan mata dan berusaha menahan efek samping, kini membuka mata.


"Eh? Kenapa kita masih di sini?" Kelompok Zero bersama-sama melihat Zero sedang mengerutkan kening.


Zero bergumam dengan tidak percaya, "Tidak bisa …"


Karena Distorsi Ruang, Zero tidak bisa menggunakan teleportasi. Tapi, apa penyebab Distorsi Ruang yang sangat besar ini?


Zero menghela nafas dan berkata, "Haah, sepertinya kita akan pergi tanpa menggunakan teleport."


Barosa dan Balph mendengar ini, wajah mereka menjadi cerah dan mengangguk dengan cepat tanpa bersuara.


Zero merenung sejenak, beberapa saat kemudian dia berkata, "Yah, ini tidak buruk juga. Dulu aku hanya lewat saja. Kali ini, aku akan memanfaatkan waktu yang tersisa untuk menjelajahi benua ini. Kita akan berjalan saja."


Zeus, Barosa dan Balph saling memandang, mengangguk dan berkata, "Apapun keinginanmu, Tuan."


Zero mengangguk dan melihat ke sekitar.



Pemandangan hutan terlarang ini sangat indah. Zero yang telah memperoleh emosi dan perasaan, kini menimbulkan perasaan kagum pada pemandangan yang indah.

__ADS_1


"Ayo, kita pergi!" Zero melambaikan tangan dan berjalan menuju arah timur.


Dengan kemampuan Crhono Alexander dan barang-barang yang telah Zero berikan, dia pasti baik-baik saja. Jadi, Zero tidak terlalu khawatir.


Zero, Zeus, Barosa dan Balph — kekuatan mereka sangatlah besar jika berada di dunia ini. Berkat kemampuan mereka yang tinggi, tidak ada orang di dunia ini akan menyadari keberadaannya. Seolah-olah mereka adalah benda mati.


Dan karena itu juga, jika aura mereka bocor sedikit saja, maka akan ada kekacauan besar yang akan terjadi. Planet berlevel rendah seperti Karaztam tidak akan bisa menampungnya. Bencana alam yang besar mungkin akan terjadi di berbagai tempat.


Bahkan Balph yang paling lemah bisa memporak-porandakan planet ini dengan mudah. Yah, mungkin keberadaan naga akan sedikit menyulitkan.


Kemudian, Zero menekuk kakinya, meluruskan dan melompat ke salah satu cabang di sebuah pohon. Zeus, Barosa dan Balph mengikuti.


Melompat dari satu pohon ke pohon yang lain, mereka bergerak dengan cepat. Meski seperti itu, mereka tidak seperti kera. Pergerakan mereka sangat halus. Meski daya ledaknya kuat, tidak ada kerusakan pada pijakan.


Itu adalah langkah yang ringan.


.....


Beberapa menit berlalu. Kecepatan mereka terbilang cepat, tapi karena hanya menggunakan nol koma sekian persen kekuatan, mereka tidak bisa dibilang cepat.


Pada saat ini, di suatu tempat di hutan terlarang, terdapat keberadaan yang disebut Penguasa Hutan. Dia adalah makhluk terkuat yang menghuni hutan terlarang. Eksistensi setingkat legenda. Sedangkan penduduk dunia ini bahkan tidak mencapai tingkat tinggi.


Dengan kata lain, dia bisa dikatakan sebagai salah satu penguasa dunia.


Penampilannya seperti singa. Rambutnya yang panjang mengitari kepala, tubuh dan rambutnya dilapisi api yang sangat panas. Meski begitu, api ini tidak membakar lingkungan. Penampilan sangat bermartabat dan garang, seolah-olah semua itu lebih rendah darinya. Makhluk ini sangat sombong!



Kehidupan yang membosankan, penuh kemalasan. Pada saat ini, dia tiba-tiba membuka matanya. Dia mendengar suara orang yang sedang berbicara.


"Oohh, makhluk apa ini? Menarik juga." Zero jatuh di dekat Penguasa Hutan dan membungkukkan tubuhnya, memperhatikan Penguasa Hutan dengan penuh ketertarikan.


"Singa api?" Zero bergumam pada dirinya sendiri. Di belakangnya, ada dua pria dan satu serigala.


Penguasa Hutan yang terkejut langsung berdiri dan melompat ke belakang, menunjukkan kuda-kuda bersiap menerkam.


"Grrr!" Penguasa Hutan menggeram. Dia tidak tahu siapa pria ini dan kelompok di belakangnya. Tapi, berani-beraninya mereka mengganggu tidur Penguasa Hutan?


Tidak bisa dimaafkan!


Penguasa Hutan sangat marah. Tapi memikirkan dirinya tidak bisa merasakan keberadaan kelompok orang ini, dia tidak bisa bertindak gegabah. Orang-orang ini tidak sederhana!


Insting Penguasa Hutan berkata demikian.


Tak jauh, Zero menegakkan postur tubuhnya dan terus bertanya, "Bagaimana kamu bisa hidup ketika ada api di tubuhmu? Apakah kau memiliki resistensi api yang tinggi? …"


Zero terus bertanya, ada beberapa hal yang membuat Penguasa Hutan merasa direndahkan. Mengingat bahwa dirinya tidak berani menyerang, dia merasa terhina.


Aku adalah Penguasa Hutan!


Makhluk sepele, kenapa aku takut!?

__ADS_1


Tanpa ragu-ragu lagi, otot-otot pada kakinya tiba-tiba berkontraksi. Energi Sihir mengalir ke seluruh tubuh dan menguatkannya. Dia melompat dan menerkam Zero yang sedang berpikir.


"Roar!" Penguasa Hutan mengaum, mengangkat cakarnya dan membuka mulutnya yang dipenuhi taring.


Zero terus berpikir, seolah-olah tidak menyadari.


Dasar makhluk bodoh!? Berani-beraninya kamu meremehkan ku! Matilah!


Di mulutnya terlihat api yang merupakan penjelmaan dari nafasnya. Tepat ketika dia hampir memakan bahu Zero, kilat petir menyambar tubuhnya disertai teriakan seseorang.


"Lightning Breath (Nafas Petir)!"


Zeus mengarahkan tangannya dan baut petir yang tak terhitung jumlahnya muncul seukuran jarum. Baut petir langsung menyambar dan menembus setiap pori-pori Penguasa Hutan.


Lapisan api sama sekali tidak bisa mempengaruhi kekuatan petir itu.


Apa yang … Apa-apaan ini!?


Penguasa Hutan terkejut, tapi tidak bisa berbuat apa-apa. Dia hanya merasakan sakit seperti ditusuk oleh jarum yang tak terhitung jumlahnya, kemudian tubuhnya terkoyak dari dalam.


Petir menyambar melalui darah panas yang seperti api dan menjalar ke seluruh tubuh. Dia tidak bisa bergerak sedikitpun!


Sial, seharusnya aku tetap diam!


Dalam sekejap, Penguasa Hutan menjadi abu ketika petir melewatinya.


Rumble, rumble.


Bunyi gemuruh dari petir terasa halus karena kecil, namun tidak bisa dihitung berapa jumlahnya.


Zeus mendecakkan lidahnya dan berkata, "Ck, makhluk rendahan! Berani-beraninya dia berusaha menyerang Tuan!"


Melihat Penguasa Hutan telah menjadi abu, Zero mengabaikan hal tersebut seperti angin lewat.


"Ayo, kita lanjut!" Zero langsung melompat ke pohon besar. Melompat dan memegang pohon, mengayunkan tubuh dan terlempar ke langit.


"Baik!"


Zeus, Barosa dan Balph langsung mengikuti di belakang.


***


Tekan like jika kamu suka cerita ini.


Tekan love jika kamu suka novel ini.


Dukung author dengan vote dan hadiah.


Beri saran, kritik atau hal yang ingin ditambahkan dalam cerita di kolom komentar.


Terimakasih

__ADS_1


__ADS_2