![[DROP] Supreme World'S System (Sistem Dunia Tertinggi)](https://asset.asean.biz.id/-drop--supreme-world-s-system--sistem-dunia-tertinggi-.webp)
"Albert, apa yang sedang kau lakukan?"
Seorang pria dengan rambut perak sedang menatap monitor komputer.
"Ah, maaf, Tuan- Ah, tidak, Zero ..."
Pria itu tampak gugup dengan penampilan menawannya. Iris pada matanya berwarna biru di kiri dan hijau di kanan. Namun, mata kanannya tertutupi oleh poni, sehingga tidak banyak yang akan tahu kalau iris-nya berbeda warna.
"Sudahlah, terserah kau saja mau memanggilku apa."
"Ba-baik, Tuan."
Aku menghela napas dan bertanya lagi, "... Jadi, apa yang sedang kau lakukan?"
"Oh, ini." Dia menunjuk jari telunjuknya ke arah monitor. "Aku sedang membaca artikel mengenai politikus."
Di monitor, terlihat sebuah artikel yang berisi biodata tentang Sun Tzu atau Sun Zi.
「Sun Tzu merupakan seorang Jenderal dari Tiongkok, ahli strategi militer, dan filsuf yang hidup pada Zaman Musim Semi dan Gugur pada masa Tiongkok Kuno. Sun Tzu diketahui sebagai penulis The Art of War, sebuah strategi militer yang secara luas berpengaruh terhadap filosofi Barat dan Timur ...」
"Woaah, kau benar-benar mendalami strategi dan politik, ya."
"Hahaha, iya."
Nomor 179 atau memiliki nama samaran Albert, adalah salah satu pelayanku, Tujuh Raja Neraka dari bumi. Dialah Albert no. 4 dalam daftar pembunuh bayaran terbaik di dunia. Dia memiliki kemampuan fisik dan otak yang luar biasa.
'Yah ... meski semua orang yang selamat dari laboratorium memiliki kecerdasan dan kekuatan fisik yang hebat, sih.'
Namun, dari semua hal yang dapat dia lakukan, hanya dalam sosial, politik dan strategi saja yang dia dalami. Dia juga sepertinya suka dengan sejarah. Karena itulah aku menyebutnya, sang dominan koleris.
Sebenarnya, dia memiliki sifat yang tegas dan tidak menyukai basa-basi. Dia adalah orang yang cocok sebagai pemimpin. Meski begitu, dia selalu tampak gugup saat berbicara denganku.
Pengalamannya telah terkumpul melalui berbagai uji coba yang dilakukan saat di laboratorium. Bahkan, dalam hal politik, dia hampir dapat menyaingiku.
Namun, dia mulai menjadi aneh semenjak kami tinggal di Jepang. Meski aku tidak peduli dengan itu.
***
"Bebaskan ... nomor 179."
Baris daftar nomor 179 menghilang. Kemudian, layar hologram yang berisi daftar para pelayanku ikut menghilang juga.
[Membebaskan 'tidak ada (Nomor 179.)']
Seketika cahaya perak berbentuk bola, keluar dari tubuh bagian jantungku. Cahaya tersebut kemudian mengambang di depanku dengan cahaya lembutnya.
Beberapa saat kemudian, lingkaran cahaya muncul di lantai dan mencuat keluar menutupi bola cahaya. Semakin lama, bola cahaya menjadi semakin terang. Meski penglihatanku dapat beradaptasi dari tingkat intensitas cahaya yang berlebihan, cahaya itu tetap perak dan mulai berubah wujud.
Tampak, bola cahaya itu bergerak-gerak dan bergelombang. Bola cahaya mulai semakin besar hingga membentuk tubuh manusia yang sedang berlutut. Sinar yang begitu terang telah memudar dan sesosok pria terlihat di baliknya.
Rambut perak mengkilap dan tubuh yang menawan. Pria itu adalah no. 179 dengan nama samaran 'Albert.' Dia berlutut di depanku dengan pakaian jas beskap hitam yang tertutup dengan celana panjang hitam pula.
"Jadi, Anda sudah memanggilku, ya. Master."
Pria itu menatapku dengan gembira. Lalu aku membalas, "Ya, aku membutuhkanmu, no. 179."
"Apapun keinginanmu, aku pasti akan membantumu, master."
"Baiklah, bagus. Aku akan memberi informasi yang aku dapatkan."
***
Kami berbincang-bincang untuk waktu yang cukup lama. Aku memberi informasi, situasi dan pengalaman yang aku kumpulkan semenjak dia aku segel.
Ternyata, dia tahu semua yang aku lakukan di dunia ini.
"Kamu tahu apa yang aku lakukan?" tanyaku.
"Iya."
Nomor 179 melanjutkan, "Sejak Anda menyegel kami, kami tiba-tiba berada di sebuah ruangan kosong yang serba putih. Rasanya, tubuh kami hanyalah jiwanya saja di dalam sana."
"Terus?"
"Kami dapat melihat satu sama lain dan dapat berinteraksi, namun ... kami tidak dapat menyentuh apapun. Kami hanya melayang."
"....." Aku terdiam dan hanya terfokus pada cerita nomor 179.
"Kami dapat berada di dalam ruangan dan juga dapat langsung merasakan sesuatu seperti ... cerita dalam sudut pandang orang pertama. Penglihatan, pendengaran dan sensasi. Semuanya, kami merasakan apa yang Anda rasakan."
"....."
Tiba-tiba, ekspresi nomor 179 tampak gelap dan sedih, "Di sisi lain, kami dapat merasakan hati dan jiwa Anda. Anda tidak dapat merasakan apapun. Baik itu emosi ataupun indera perasa. Anda selalu berakting agar kami tidak khawatir. Anda berakting untuk ... menutupi jurang kehampaan dan kesepian."
"....." Aku hanya terdiam. Aku sama sekali tidak dapat merasakan apapun sejak kesadaranku ada. Namun, ada suatu dorongan ... seperti aku telah diprogram untuk melakukan itu. Namun, aku tidak dapat memahaminya.
Untuk beberapa saat, aku merenungkan banyak hal yang telah terjadi selama ini. Kami terdiam untuk waktu yang cukup lama. Wajah dan mata nomor 179 tampak ingin menangis dan tidak dapat membendung perasaan itu. Ini adalah pengaruh dari kesetiaannya yang tak terukur.
__ADS_1
Akhirnya aku yang pertama membuka mulut dan berkata, "Albert,... nanti ... akan aku perkenalkan pada Margus."
Aku pergi meninggalkan nomor 179 dari ruang administrasi. Ini pertama kalinya aku tidak tahu apa yang harus kulakukan.
***
"Hahahaha! Akhirnya ...!"
Seorang pemuda yang duduk di dahan pohon, turun dan tertawa bergembira. Rambutnya cokelat gelap dengan pakaian longgar.
Dia adalah dewa dari Karaztam, Furry Barosa.
"Akhirnya! Pencerahan ku telah selesai!"
Dia berteriak seperti orang gila. Hagle hanya melihat Barosa dengan tatapan jijik dari dahan pohon.
Di tengah-tengah rasa bahagia Barosa, aku mendatanginya.
"Hai, Barosa. Sepertinya kau sudah menyelesaikan pencerahan, ya?" tanya aku.
"Ah, Tuan!"
Barosa buru-buru berlutut. Kemudian aku memujinya, "Seperti yang diharapkan dari Barosa, ya."
"Tidak, tidak. Ini semua berkat bantuan Anda, Tuan. Tanpa item-item yang Anda berikan, entah berapa ribu tahun aku harus menyelesaikan pencerahan."
Aku menghela nafas dan berkata, "Kau akan berevolusi besok."
Barosa mengangguk dengan ceria.
***
Di siang harinya sebelum makan siang, aku bertemu kembali dengan nomor 179 di ruang administrasi kastil.
"Nomor 179, code name: Albert. Sekarang aku akan memberikanmu nama."
"Tentu, Tuan. Dengan senang hati, saya akan menerimanya."
Nomor 179 adalah salah satu pelayanku dari '7 Raja Neraka.' Dia memiliki bakat menjadi pemimpin dan memiliki kualifikasi dasar untuk hidup setelah tes dari laboratorium.
Salah satu kualifikasinya adalah ...
"Kau memiliki kemampuan bertarung dan penguasaan senjata yang bagus. Itu cocok dengan tatanan kehidupan di dunia ini. Aku akan mengutusmu untuk memimpin wilayah yang telah aku kuasai di dunia ini."
"Baik, Tuan."
Gulp.
Nomor 179 menelan ludah.
"... Crhono Alexander."
Nomor 179 merasa seperti tersambar petir. Dia terkejut. Itu semua karena aku menambahkan kata 'Crhono' pada namanya.
"Te-terimakasih, Tuan. Saya akan berjuang yang terbaik dan memenuhi keinginan Anda."
'Mystery appraisal.'
......................
[Name : Crhono Alexander/18/Pria
Race: High Human
Level: 1/1000
Class: Sovereign Lv. 1 , Assassin Lv. 1 , Politician Lv. 1 , ...
Statistik:
HP: 1 000 000 000/1 000 000 000
MP: 750 000/750 000
SP: 970 000/970 000
Strength: 500 000
Attack power: 0~800 000 000
Speed: 679 000
Attack speed: 0~923 000
Defense: 610 000
Vitality: 10 980
__ADS_1
Dexterity: 399 070
Agility: 495 790
Intelligence: 834 867
Insight: 759 340
Charm: 895 370
Prestige: 900 514
Bonus point: 0
Experience: 0/575 900
Skill: Orator Lv. 1 , Mediator Lv. 1 , Reign Lv. 1 , Stealth Lv. 1 , ...
Uniqe skill: The Ruler Order Lv. 1, ...
Legendary skill: The will of the ruler Lv. 1 ★3, Memory Sovereign Lv. 1 ★5.
Title: Top Assasin, Servant of The King Assassin, Politician, Koleris, Member of The 7 Hell King, ...
Background: Salah satu pelayan dari Crhono Zero. Dia terlahir dari tabung percobaan sebuah laboratorium misterius. Memiliki keinginan untuk memerintah. Kemampuan sosial tinggi dan juga ... Hobi ...
Kelebihan: Mudah mengingat sesuatu, terutama masalah penting. Memiliki bakat perancang strategi dan kepemimpinan yang tinggi. ...
Kekurangan: Dia memiliki kebiasaan buruk Chuunibyo. ...
Kondisi:
-Fisik: Sehat.
-Mental: Terharu. ...]
......................
"Iya, aku berharap padamu."
Aku meninggalkan Alexander yang mulai bercucuran air mata dari ruang administrasi.
'Dia ... dia mengingatnya.'
Alexander merasa sangat senang. Ini adalah salah satu kebahagiaan terbesar yang pernah dirasakan olehnya.
Alexander — itu adalah nama dari tokoh yang sangat dikagumi oleh nomor 179. Nama itu berasal dari nama 'Alexander The Great.'
「Aleksander III dari Makedonia, lebih dikenal sebagai Aleksander Agung adalah raja Kekaisaran Makedonia, sebuah negara di daerah timur laut Yunani. Pada usia tiga puluh tahun, dia memimpin sebuah kekaisaran terbesar pada masa sejarah kuno, membentang mulai dari Laut Ionia sampai pegunungan Himalaya.」
Dia mengoleksi begitu banyak cerita mengenai 'Alexander The Great.'
"Yahhh, aku ingin dia dapat melebihi Alexander The Great yang menguasai hampir separuh benua."
***
Ketika malam tiba, aku memperkenalkan Alexander kepada Margus.
"Halo, salam kenal. Namaku adalah Crhono Alexander." Alexander mengulurkan tangan untuk berjabat tangan dengan Margus.
Kemudian aku berkata, "Margus, dialah orang yang nanti akan mengurus masalah yang terjadi. Dia yang akan menjadi pemimpin kalian. Sementara aku akan pergi dulu."
"Ba-baiklah, Tuan." Margus menurut.
Saat itu, Alexander bertanya, "Oh, iya. Ngomong-ngomong, apa nama negara yang akan didirikan ini?"
Aku baru ingat. "Kau benar. Selama ini, Benua Karazbis tidak memiliki negara, meski memiliki raja. Aku akan menamainya ..."
"....."
Suasana hening dan sunyi. Mereka tidak ingin kehilangan fokus dan momen bersejarah ini.
"Kekaisaran Celestial."
'Besok, Barosa akan memulai evolusinya.' gumamku dalam hati.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Tekan like jika kamu suka cerita ini.
Tekan love jika kamu suka novel ini.
Dukung author dengan vote dan hadiah.
Beri saran, kritik atau hal yang ingin ditambahkan dalam cerita di kolom komentar.
Terimakasih
__ADS_1