[DROP] Supreme World'S System (Sistem Dunia Tertinggi)

[DROP] Supreme World'S System (Sistem Dunia Tertinggi)
Chapter 126 ~ Mencoba Kekuatan


__ADS_3

Pesawat Argonaut meledak oleh sinar cahaya multi warna yang mengandung kekuatan destruktif. Semua awak pesawat diperkirakan telah tewas.


Di kejauhan, Zero tidak bisa merasa lega. Dia mengerutkan kening dan menatap ke tempat hancurnya Argonaut.


Di dalam ledakan, ternyata ada siluet manusia berkepala lonjong yang aneh. Matanya hitam, seolah-olah menelan segala sesuatu ke dalamnya, seperti alien. Terdapat tirai cahaya berbentuk heksagonal yang saling bertautan membentuk bola.


Sosok itu mendecakkan lidah, "Ck! Seharusnya aku menggunakan Lompatan Ruang saja!"


Tesla Barkley merasa kesal.


Lompatan Ruang, itu adalah salah satu kemampuan yang dimiliki Pesawat Tempur Luar Angkasa peringkat terbaik. Dengan Inti Cacing Semesta yang memiliki kekuatan ruang, Tesla Barkley mampu memanifestasikan Kekuatan Ruang. Salah satunya adalah Lompatan Ruang.


Penggunaannya cukup praktis, dengan membuka portal menuju Dunia Ruang, Tesla Barkley mampu mempersingkat jarak. Namun, ada satu masalah, itu adalah Distorsi/Gangguan Ruang. Belum lagi, Sumber Daya yang dikeluarkan sangatlah banyak. Ini sangat tidak efisien.


Jika terjadi Distorsi Ruang pada Dunia Ruang, perjalanan menjadi sangat berbahaya. Penghalang Ruang mungkin tidak bisa bertahan dan mengakibatkan pengasingan, jatuh ke dalam kehampaan.


Jadi, secara alami, Tesla Barkley tidak ingin menggunakan Lompatan Ruang.


Satu karena Sumber Daya tidak efisien, dan yang terakhir adalah berbahaya.


Karena dua alasan itu, Tesla Barkley tidak menggunakan Lompatan Ruang, melainkan melewati Lautan Asteroid. Belum lagi, ada kemungkinan kalau pesawat lawan akan menggunakan Lompatan Ruang juga.


Bagaimanapun, permainan saling kejar akan terus berlanjut.


Beberapa saat kemudian, sinar cahaya telah melewati sosok Tesla Barkley. Dia masih memiliki penghalang yang kuat. Di sana, Tesla Barkley terlihat memiliki kalung yang melayang.


Tampaknya, penghalang itu berasal dari kalung tersebut.


Tesla Barkley mengalihkan pandangannya ke tempat tertentu dan mengambil sesuatu seperti batu berwarna gelap dengan bintik-bintik cahaya di dalamnya.


Dia melambaikan tangannya dan akan menaruhnya di dadanya. Di dada tersebut, pakaiannya memiliki tempat yang kurang. Sepertinya, jika dia memasang batu tersebut di tempat itu, sesuatu akan terjadi.


"Aku harus kabur …"


Tepat ketika dia hampir memasang batu hitam, tubuhnya tiba-tiba menegang dan menjadi kaku. Dia tidak bisa bergerak sedikitpun.


'Ada apa ini!?' Tesla Barkley terkejut.


Di tempat yang tak jauh, sinar cahaya biru mendarat. Ketika sinar cahaya biru menghilang, sesosok pria dengan wajah halus dan tampan terlihat. Rambutnya panjang dan matanya tajam.


Dia memakai pakaian hitam ketat dari kulit. Pakaiannya cukup aneh, namun itu cukup keren entah kenapa.


Tesla Barkley tidak bisa melihat karena tidak bisa bergerak, tetapi dia bisa merasakannya.


Pemuda itu berkata dengan nada mengejek, "Wah, wah, wah, bagaimana bisa kamu selamat? Apakah karena penghalang ini?"


Zero memperhatikan penghalang aneh yang menyelimuti Tesla Barkley.


Sebelumnya, Zero menggunakan Sinar Pemindahan untuk keluar dari pesawat. Dengan Tekanan Penguasa, dia menekan keberadaan Tesla Barkley yang lebih rendah agar tidak bisa bergerak.


Pada saat itu, Zero mentransmisikan gelombang kekuatan tak terlihat yang mampu menghilangkan Kekuatan Sihir. Dalam sekejap, tirai cahaya penghalang berkedip seolah dapat runtuh kapan saja.


Zero mengarahkan tangannya dan mengambil kalung dari Tesla Barkley. Tidak disangka, Tesla Barkley yang kehilangan penghalang menjadi beku.


Zero mengangkat alisnya dan baru tersadar.


Di sini adalah luar angkasa. Secara alami, tidak ada udara. Suku Geolien ini bertahan hidup dengan kecerdasan, bukan kekuatan. Penghalang tadi memungkinkan dirinya untuk bertahan di luar angkasa. Namun karena menghilang, dia tidak bisa bernafas. Belum lagi, di luar angkasa ini memiliki suhu yang sangat rendah. Meski sangat panas jika di dekat matahari.


Zero tidak memedulikannya lagi, mayat Tesla Barkley membeku. Pada akhirnya, tujuan dia keluar dari pesawat adalah untuk menghabisi makhluk ini. Tepat saat hendak berbalik, Zero memperhatikan tangan Tesla Barkley yang memegang sebuah batu berbentuk belah ketupat berwarna hitam dengan bintik-bintik cahaya yang mengingatkan pada langit malam.


"Batu apa ini?" Zero mengambil batu itu. "Yah, nanti saja aku pikirkan."


Dengan lambaian tangan, kalung dan batu yang Zero ambil disimpan di dalam Penyimpanan Sistem. Saat itu, seberkas cahaya tiba-tiba ditembakkan dan mengenai Zero.

__ADS_1


Sinar Pemindahan memungkinkan Zero untuk kembali masuk ke pesawat Black Pegasus. Ketika Zero muncul, Zeus mendatanginya dan menundukkan kepala. "Tuan, bagaimana dengan para Transenden itu?"


Zero mendengar ini, dia berkata dengan acuh tak acuh, "Sudah, lagipula, pertempuran sudah selesai. Aku tidak akan berurusan dengan mereka."


Zero berjalan menuju Ruang Kendali. Namun, beberapa langkah kemudian, dia berhenti.


"Benar juga, aku ingin mencoba sesuatu."


Zeus mengangkat alisnya. Dia tidak tahu apa yang akan dilakukan Zero.


Kemudian, keduanya berdiri di tempat Zero muncul sebelumnya.


"Sistem, aktifkan Sinar Pemindahan." Tiba-tiba, cahaya muncul dari bawah, kemudian menyelimuti keduanya. Di luar, seberkas cahaya muncul dan keluar dari pesawat.


Setelah cahaya itu menghilang, dua orang pria muncul. Zeus tidak bertanya apa yang ingin dilakukan Zero.


Mengabaikan Zeus, Zero mengulurkan tangannya ke arah Black Pegasus dan bergumam, "Card Item, Sealing Item!"


Energi Sihir segera menyembur keluar dan menutupi Black Pegasus. Sesaat kemudian, Energi Sihir tampaknya diserap oleh Black Pegasus, namun segera, Black Pegasus menjadi partikel cahaya emas.


Partikel cahaya itu perlahan mengalir ke tangan Zero membentuk kartu. Zero menyimpannya ke dalam Penyimpanan Sistem.


Zeus semakin bertanya-tanya tentang apa yang akan dilakukan Zero. Dia hanya bisa menebak-nebak, sepertinya Zero tidak akan menggunakan pesawat.


Zero membalikkan badannya dan menyeringai. Di hadapannya, terlihat pemandangan Lautan Asteroid yang luas. Dia memutar lehernya dan pergelangan tangannya.


"Aku akan mencoba kekuatanku dulu." Zero berkata sambil menyiapkan kuda-kudanya.


Zeus segera mengerti. Ketika Zero mengepalkan tinjunya, Zeus merasakan kekuatan yang besar. Tubuhnya tiba-tiba menjadi kaku entah kenapa, seakan-akan ruang disekitarnya membeku.


Keringat dingin mulai bermunculan. Secara naluriah, Zeus menjauhkan diri dari Zero.


"Haah … haah … bagaimana bisa kekuatannya sangat kuat!?" Nafas Zeus terengah-engah.


Zeus tidak menyelesaikan perkataannya, dia menghirup udara dingin karena syok.


Di tempat yang cukup jauh, Zero memejamkan mata. Kaki kanannya mundur ke belakang dan tangan kanannya mengepal erat. Otot-otot yang atletis dan kuat mulai berkontraksi. Meski begitu, dia belum mengerahkan semua kemampuannya.


SWOOSH!


Zero mengatur pernafasan dan mengayunkan tangannya ke depan dengan lurus ke Lautan Asteroid. Seketika, bayangan tinju raksasa terlihat.


Itu adalah manifestasi dari ruang yang ditekan oleh Kekuatan Fisik. Mula-mula bayangan tinju itu kecil, namun semakin jauh tinju itu melaju, semakin besar pula ukurannya.


Zeus yang berada di kejauhan tertegun. Kekuatan ini … dia merasa tidak asing.


Tiba-tiba, siluet seseorang muncul di benaknya. Orang itu memiliki rambut gondrong yang lebat, seperti singa. Kharisma dan kekuatannya sungguh kuat.


Leonidas!


Pukulan itu sangat mirip dengan kekuatan pamungkas Leonidas, Punch The World (Memukul Dunia)!


Tidak disangka, pukulan sederhana itu memiliki kekuatan yang setara dengan kekuatan penuh Leonidas. Perkembangan Zero dalam beberapa hari melebihi imajinasi Zeus.


Saat bayangan tangan yang terkepal maju menuju Lautan Asteroid, aura kekerasan muncul di sekitar Zero.


HUFFT!


Dia mengeluarkan nafas yang berasap dengan lega. Di saat bersamaan, suara ledakan muncul.


BOOM! BOOM! BOOM! BOOM!


Rentetan suara ledakan terdengar dari hancurnya asteroid. Bayangan tinju terus melaju tanpa henti, menghancurkan semua yang menghalangi dengan kecepatan tinggi.

__ADS_1


Sementara itu, Zero membuka telapak tangannya, melihatnya dan membuka-tutup kepalan tangan.


"Hmm, lumayan. Baiklah, aku sudah tahu kekuatan fisikku. Sekarang …" Zero mengalihkan pandangannya ke arah tertentu, "Aku akan mencoba Kekuatan Ruang."


Di kejauhan, Zeus mendatangi Zero dan berkata, "Woah, luar biasa! Seperti yang diharapkan dari Tuan. Omong-omong, apa yang akan kita lakukan selanjutnya?"


Zero melirik Zeus dan tidak menjawab. Dia hanya memejamkan mata dan merenungkan sesuatu.


Ruang adalah konsep dari dimensi ke tiga. Dengan ruang, seseorang dapat pergi ke berbagai tempat tanpa batasan. Sekarang, dia mencoba memahami Kekuatan Ruang.


Pengetahuan tentang sesuatu akan membuat kemudahan dalam memanifestasikan Energi Sihir. Misalnya, penyihir di dunia ini merapal mantra untuk memanifestasikan Energi Sihir.


Sebenarnya, merapal mantra hanya digunakan untuk mengkonfirmasi penggunaan, namun setelah memenuhi persyaratan tertentu, maka penyihir akan mendapatkan skill. Secara alami, penyihir tersebut tidak perlu merapalkan mantra lagi. Dia hanya perlu menyebutkan nama skillnya.


Persyaratan itu adalah pemahaman bagaimana cara memanifestasikan Energi Sihir tersebut. Jika dia telah memahami bagaimana proses alami manifestasi Energi Sihir, maka dia tidak membutuhkan rapalan. Cukup dengan imajinasi dan pemahaman saja.


Sedangkan untuk Formasi Sihir, itu juga sama. Sebenarnya, Formasi Sihir adalah bentuk dari pemahaman tersebut. Karena Formasi Sihir digunakan untuk mengkonversi Energi Sihir menjadi sesuatu yang lain. Terkadang seseorang hanya perlu menghafalkan Formasi Sihir yang rumit. Oleh karena itu, meski seseorang menghafal Formasi Sihir, mereka tidak memahaminya.


Akan tetapi, itu adalah konsep yang salah.


Ketika Anda telah memahami bagaimana cara memanifestasikan Energi Sihir, secara otomatis Formasi Sihir terbentuk. Namun demikian, itu tidak disadari siapapun.


Ketika pemahaman Zero akan Kekuatan Ruang dikeluarkan di dalam pikiran, tubuhnya mulai mengeluarkan Energi Sihir dari pori-pori dan tanpa disadari Energi Sihir mulai mengeluarkan fluktuasi Kekuatan Ruang yang samar.


Dari pengetahuan ruang di Bumi dan pemahaman dia saat memasuki Dunia Ruang, Zero mulai mengumpulkan dan memadatkannya.


Semakin lama, fluktuasi Kekuatan Ruang di sekitar Zero semakin besar. Zeus yang didekatnya mulai menyadari hal ini. Dia menjauh untuk sementara, takut terjadi sesuatu yang tak terduga.


Tiba-tiba, Zero mengangkat tangannya dan mengulurkan tangannya ke depan. Energi Sihir dengan halus mengalir ke tangan dan berkumpul di telapak tangan.


Satu per satu Energi Sihir dikonversi menjadi Kekuatan Ruang melalui Formasi Sihir alami yang berasal dari pemahamannya. Semakin dalam pemahamannya, semakin cepat proses konversi.


Tubuhnya sendiri menjadi media dari Formasi Sihir tersebut. Beberapa saat kemudian, Kekuatan Ruang berkumpul di telapak tangannya.


Zero membuka mata dengan tenang. Dia menatap aura samar berwarna biru di telapak tangannya.


"Jadi ini … Kekuatan Ruang."


Sebelumnya, Zero tidak bisa melihat warna dari Kekuatan Ruang. Namun setelah memahami Kekuatan Ruang, dia dapat merasakan dan melihat wujud dari Kekuatan Ruang.


Zero meluruskan tangannya dan memanipulasi Kekuatan Ruang menjadi seperti bilah yang tajam di tangannya. Dia menusukkan bilah ruang ke kekosongan dan ujung bilah ruang tampaknya menghilang, hanya menampakkan separuh bilah.


Zero mengangkat alisnya dan tersenyum. "Seperti yang aku duga."


Seperti mengiris kue, bilah ruang di tangan Zero mengiris ruang dan menyobeknya. Dia mengiris ruang lebih lebar lagi hingga cukup muat untuk dimasuki.


Ada fluktuasi Kekuatan Ruang dari celah berwarna biru. Zeus yang jauh tidak akan bisa melihat wujud Kekuatan Ruang, tetapi dia masih bisa merasakannya samar-samar.


Kemudian, Zero menyalurkan Kekuatan Ruang di tangan kanannya ke tangan kirinya. Dengan memasukkan kedua tangan yang diselimuti Kekuatan Ruang ke dalam Celah Ruang, Zero memperlebar Celah Ruang seolah-olah menyobek pakaian.


Celah Ruang semakin besar dan fluktuasi yang keluar juga semakin besar. Zero tersenyum tipis, dia mulai melangkahkan kakinya ke dalam Celah Ruang dan memasuki Dunia Ruang. Beberapa saat kemudian, Celah Ruang menjadi tidak stabil dan tertutup dengan sendirinya.


Tidak jauh dari sana, Zeus menghela nafas. Dia sekarang tahu apa yang ingin dilakukan Zero.


***


Tekan like jika kamu suka cerita ini.


Tekan love jika kamu suka novel ini.


Dukung author dengan vote dan hadiah.


Beri saran, kritik atau hal yang ingin ditambahkan dalam cerita di kolom komentar.

__ADS_1


Terimakasih


__ADS_2