![[DROP] Supreme World'S System (Sistem Dunia Tertinggi)](https://asset.asean.biz.id/-drop--supreme-world-s-system--sistem-dunia-tertinggi-.webp)
Cahaya putih bersinar menutupi Zero.
Mr. X masih mempertahankan senyum sinis nya dan berkata, "Fufufu, sudah selesai. Dengan ini, kau tidak bisa mengendalikan itu lagi."
'Mengendalikan 'itu'?'
Mendengar suara Mr. X dan tidak merasakan apapun, Zero membuka matanya.
"Hm?"
Dia terjatuh ketika Mr. X melepaskan cengkraman-nya.
'Tidak ada yang terjadi?'
Zero bingung di dalam hatinya, tetapi mempertahankan penampilan datar di permukaan. Kemudian dia berdiri dan memeriksa sesuatu yang aneh di tubuhnya, tetapi tidak menemukan apapun yang aneh.
"Apa yang kamu lakukan?" tanya Zero pada Mr. X.
"Hm? Apa yang kulakukan? Tidak ada, kau bisa mencari tahu sendiri nanti."
Mr. X menjawab seolah tidak ada yang terjadi.
"Bukan itu yang aku maksud!" Zero berkata dengan nada tinggi.
Dia berpikir, 'Sepertinya dugaanku benar. Dia tidak berniat membunuhku. Sejak awal, aku tidak pernah bertemu ataupun melakukan sesuatu yang membuatnya menyimpan dendam. Dia malah mendatangi ku dan menantangku. Tapi, aku ingat dia berkata bahwa aku hanya perlu bertarung untuk mendapatkan hadiah. Itu tidak berarti aku harus mati jika kalah.'
Tapi, dia harus memastikan secara langsung. Itulah kenapa dia bertanya.
"Hahaha, kenapa kau bertanya saat sudah tahu jawabannya? Lagipula, aku tidak memiliki dendam padamu. Dan lagi, aku datang secara khusus untuk memberitahumu sesuatu."
Mr. X menjawab dan Zero telah mengkonfirmasi dugaannya.
"Jadi begitu, lalu apa yang akan kau beritahu padaku?" tanya Zero dengan sedikit lega di hatinya.
"Oh, benar, benar."
Mr. X menepuk-nepuk kepala Zero.
'Apa yang orang ini lakukan?' tanya Zero dalam hati.
Anehnya, seluruh luka Zero pulih dalam sekejap. Patah tulang dan berbagai cedera langsung pulih. Belum lagi, pakaian yang compang-camping kembali normal.
Bagaimana bisa aku pulih hanya dengan tepukan?
Setelah selesai lukanya disembuhkan, Zero mengamati dan menyadari bahwa Mr. X tidak menderita kerusakan apapun.
Sementara itu, Zero terluka parah dan pakaian rusak.
Mr. X bertanya, "Apa kau ingat kisah yang diceritakan oleh Barosa?"
"Barosa? Mmm, ya, aku ingat."
Beberapa minggu setelah datang ke dunia ini, Zero mengalahkan Barosa yang posisinya sebagai Dewa. Sebelum Zero membunuhnya, dia malah menceritakan masa lalunya.
Setidaknya, kisah itu memberitahu Zero beberapa hal dan petunjuk mengenai dunia ini.
Keberadaan dunia para dewa, atau planet raksasa yang ditinggali para dewa.
Setelah membunuhnya, Zero membangkitkannya kembali dengan Item Card.
"Kalau begitu, kau ingat pertarungan antara Markus dan Barosa, kan?"
"Iya."
Markus, itu adalah ayah dari Raja Iblis Margus.
Tampaknya Raja Iblis Markus itu sangat kuat dan mampu bersaing dengan Barosa.
"Nah, di pertarungan itu Markus mampu mengimbangi Barosa. Menurutmu bagaimana itu terjadi?"
"Bukankah itu karena Markus cukup hebat? Aku dengar dia memiliki statistik dan keahlian bertarung yang cukup baik."
"Ya, itu salah satu alasannya. Namun, ada sebuah item yang mempengaruhi itu."
"Item?"
Zero sedikit tertarik. Tampaknya Mr. X datang untuk memberitahu item ini.
__ADS_1
Dengan kekuatannya yang sangat kuat, mustahil item yang akan diberitahukan padaku akan tidak hebat.
Mr. X kembali berbicara, "Ya, itu adalah item yang sangat kuat. Namanya adalah Omni-suit."
"Omni-suit?"
"Ya, Omni-suit. Item itu memiliki kemampuan meningkatkan statistik penggunanya. Yah, lebih baik kau melihatnya sendiri."
Sementara Zero berpikir, Mr. X melanjutkan, "Lokasinya berada di Kekaisaran Paliji. Lebih tepatnya berada di ruang harta istana mereka. Yah, itu saja yang ingin kusampaikan."
Mr. X berbalik dan bersiap untuk pergi.
"Tunggu!"
Zero mencoba menghentikan langkahnya.
"Ada apa?"
"Bukankah kau akan memberiku hadiah?"
Keduanya saling memandang.
"Iya, benar. Lalu?"
Mr. X menjawab seolah tidak ada yang salah.
"Di mana hadiahnya?" tanya Zero.
Informasi tadi bukanlah hadiah, melainkan tujuannya. Itulah yang dia simpulkan dari percakapan tadi.
"Oh, itu, ya. Aku sudah memberikannya. Nanti kamu tinggal mencari tahu sendiri. Kalau begitu, dah!"
Mr. X mengulurkan tangannya ke depan. Seolah mengiris sesuatu, sebuah robekan muncul di ruang dan dia memperlebarnya.
"Ini adalah …."
Zero merasakan kekuatan yang akrab dan kekuatan asing yang pernah dia rasakan.
"Time Force (Kekuatan Waktu)!"
Kemudian, Mr. X terjun ke dalam dan menyisakan kalimat terakhirnya.
"Sampai jumpa, Zero. Semoga beruntung, kita akan bertemu kembali suatu hari nanti!"
Robekan menghilang, meninggalkan Zero di asteroid yang kesepian.
"…."
Zero berdiri diam. Tidak ada yang terjadi. Pertarungan tadi hanya untuk ini saja.
Informasi mengenai Item yang diungkapkan oleh Mr. X pasti sangat mengesankan. Tapi, kenapa dia memberitahu Zero?
Kenapa dirinya tidak mengambil untuk dirinya sendiri?
Zero berasumsi, "Sepertinya ada keberadaan yang lebih kuat dari Mr. X. Belum lagi, sepertinya dia disuruh oleh seseorang. Atasannya? Atau mungkin permintaan temannya? Aku tidak tahu tapi …."
Zero menatap ke luar angkasa yang gelap, "Aku akan memeriksa item itu."
Zero kembali muncul di pertandingan Turnamen Arena Tarung.
Di atas arena tarung, seseorang berpenampilan paruh baya dengan baju compang-camping tergeletak bersimbah darah.
"Mr. X? Kupikir dia sudah pergi. Ternyata masih ada di sini. Tunggu dulu, kenapa dia tergeletak dan ada darah?"
Zero bingung dan kemudian suara komentator terdengar dengan teriakan penonton.
[Uoooh! Pertandingan yang luar biasa! Keduanya saling berjuang dan menghabisi!Pemenangnya, peserta Zack menghabisi musuhnya!"
""Uwaaah!""
Suara mereka saling tumpang tindih dan beresonansi, menyebabkan getaran di lubang udara mereka.
"Ada apa ini?"
Secara alami, Zero bingung dengan situasi ini. Waktu telah berjalan kembali, tetapi kenapa mereka orang-orang ini berteriak seperti ini?
Sebelumnya, Mr. X menjalankan kembali waktu di sini dengan lebih lambat dari normal. Kemudian dia menggunakan sihir ilusi untuk memperlihatkan pertarungan Zero dan Mr. X berpenampilan lusuh di arena, sementara yang asli bertarung di tempat yang berbeda.
__ADS_1
Setelah Zero kembali ke sini, waktu berjalan normal kembali.
Dengan bingung, Zero menuruni arena karena pemenangnya sudah diumumkan.
Berjalan menyusuri lorong, Zero akhirnya keluar dari stadium Arena Tarung.
Dibutuhkan 10 kali teleportasi jarak jauh untuk kembali ke sini. Tempat tadi berada sangat jauh dari sini, hampir setengah juta tahun cahaya. Dan lagi, distorsi ruang di Karaztam telah kembali normal. Jadi dia bisa menetapkan titik koordinat dengan tepat.
Perasaan aneh dan suatu koneksi berhasil terhubung.
"Hagle?"
Hagle adalah burung ciptaan Zero yang diberi peringkat ras legendaris. Keduanya berbagai hubungan jiwa tuan-peliharaan, sehingga mereka dapat saling berkomunikasi dari jarak jauh.
Mereka juga bisa merasakan keberadaan masing-masing dengan samar. Namun, koneksi mereka tidak terhubung sebelumnya karena terjadi distorsi ruang yang ada di Karaztam.
◆◆◆
Di atas suatu kota, seekor burung yang cantik terbang dengan bebas. Ukurannya terbilang besar, warna bulunya sangat indah seperti pelangi.
Ketika cahaya matahari dipantulkan oleh bulunya, itu menambah kesan keindahan yang telah ada.
Burung itu bernama Hagle.
Setelah kepergian tuannya, dia diinstruksikan untuk membantu salah satu pelayannya yang bernama Crhono Alexander.
Crhono Alexander mampu menangani segala urusan pemerintahan dan militer dengan sangat baik.
Kekaisaran Selestial yang menampung manusia dan iblis bersatu dengan harmonis berkatnya. Awalnya terjadi pertentangan yang jelas, namun melalui berbagai metode yang menampilkan citra positif bangsa iblis dan keramahtamahannya, semua orang menerima.
Para penentang dan pemberontak langsung diberantas oleh militer pasukan iblis yang kuat. Pengembangan wilayah dan peradaban mulai berjalan, dibantu dengan fisik bangsa iblis yang kuat dan otak manusia yang cerdas.
Wilayah Kekaisaran Selestial yang kini mencakup dataran iblis dan manusia memulai ekspansi perluasan wilayah lebih jauh ke Kekaisaran Paliji.
Dalam beberapa hari, mereka mampu menaklukkan lebih dari 10 kota yang dekat perbatasan.
Hagle membantu Alexander dalam misi pengintaian di kota target selanjutnya.
"Kyaack!"
Tiba-tiba burung itu menjerit karena merasakan sesuatu.
'Tuan!'
Selanjutnya, dia menyambungkan koneksi komunikasi.
-Bagaimana kabarmu, Hagle? Apa ada masalah? (Zero)
-Tuan! Tidak, tidak ada, Tuan. (Hagle)
-Baguslah kalau begitu. Aku dengar kalian melakukan invasi ke Kekaisaran Paliji saat ini, bagaimana situasinya? (Zero)
-Berkat komando Alexander, kami mampu menangani pasukan musuh dan menaklukkan kota-kota dengan cepat. (Hagle)
-Hooh, Alexander sudah bekerja keras, ya. Baguslah, lanjutkan kerja kalian. (Zero)
-Baik, Tuan. (Hagle)
-Ngomong-ngomong, aku berada di ibukota Kekaisaran Paliji sekarang. Cepat lanjutkan invasi dan kita akan bertemu di sini. (Zero)
-Tentu, saya akan mengabari Alexander tentang hal ini. (Hagle)
-Baguslah kalau begitu, sepertinya kalian cukup akrab. Aku sudahi dulu, ya, dah. (Zero)
Burung itu, Hagle bergegas menyelesaikan pengintaian dan kembali menuju Alexander berada dengan membawa kabar gembira.
***
Tekan like jika kamu suka cerita ini.
Tekan love jika kamu suka novel ini.
Dukung author dengan vote dan hadiah.
Beri saran, kritik atau hal yang ingin ditambahkan dalam cerita di kolom komentar.
Terimakasih
__ADS_1