![[DROP] Supreme World'S System (Sistem Dunia Tertinggi)](https://asset.asean.biz.id/-drop--supreme-world-s-system--sistem-dunia-tertinggi-.webp)
[Anda memperoleh Skill : Tearing Space (Menyobek Ruang).]
[Anda memperoleh Skill : Space Dagger (Belati Ruang).]
[Tearing Space
Membuka Celah Ruang untuk memasuki Dunia Ruang.]
[Space Dagger
Memanifestasikan Kekuatan Ruang menjadi belati tajam yang mampu membelah benda dari sudut pandang ruang. Semakin besar pemahaman dan Kekuatan Ruang, semakin tajam dan kuat Space Dagger.]
Di Dunia Ruang, Zero muncul dari Celah Ruang yang hanya muat untuk satu orang. Kali ini, pemandangan dari Dunia Ruang berbeda.
Bukan kegelapan dan kekosongan, melainkan pemandangan dari sudut pandang ruang. Zero melayang di sana. Pemandangan Dunia Ruang kini bukan hitam, itu didominasi oleh warna biru.
Di beberapa tempat, warna biru menjadi semakin pekat, bahkan ada yang berwarna hitam. Zero menenggelamkan pikirannya untuk memahami sudut pandang ruang.
.....
30 menit berlalu, Zero telah memahami sebagian besar pengetahuan tentang ruang.
Dari sudut pandang ruang, terdapat tempat berwarna biru tua dan berbentuk bulat padat. Namun di bagian dalamnya, ada warna putih kuat yang menyatu dengan warna biru tua. Hal itu membuat kontras yang tajam antara biru tua dan putih. Di sana, terkadang ada anomali dan Distorsi Ruang yang terjadi.
Itu adalah gaya gravitasi dari planet!
Gaya gravitasi merupakan salah satu kekuatan yang mampu mengganggu ruang. Kelihatannya, ruang di sana terhisap oleh gravitasi dan berkumpul menjadi padat. Secara alami, Kekuatan Ruang di sana sangatlah besar. Namun di saat yang sama, ruang di sana sangat padat sehingga sulit untuk membuka Dunia Ruang.
Sementara itu, biasanya ada beberapa bagian di luar angkasa dari sudut pandang ruang akan berwarna putih. Ada yang samar-samar dan ada yang terang.
Itu adalah bagian dari "Keberadaan".
Keberadaan memiliki berbagai macam, ada yang berupa padat, cair dan gas. Dari semua itu, benda padat membuat semacam halangan di Dunia Ruang.
Semakin padat benda tersebut, semakin sulit untuk menembus benda itu dari Dunia Ruang. Di dekat Zero, dia bisa melihat warna putih yang terang.
Ukurannya kecil dan membentuk siluet seseorang.
"Zeus!" Zero berseru.
Siluet putih Zeus tampak linglung. Kepalanya terus melihat ke berbagai arah, seperti mencari sesuatu.
Kesimpulan dari ini semua adalah … semakin kuat gravitasi, semakin banyak banyak Kekuatan Ruang yang terkumpul dan dari sudut pandang ruang, warna birunya menjadi semakin pekat.
Sementara itu, ruang akan sulit ditembus jika ada benda padat yang menghalangi dan dari sudut pandang ruang, warna putih akan semakin terang.
Yang terakhir, terkadang ada Distorsi Ruang yang membuat Kekuatan Ruang tidak beraturan. Dari sudut pandang ruang, Kekuatan Ruang akan terlihat acak-acakan.
__ADS_1
Sekarang, yang tersisa adalah menguji Kekuatan Ruang. Mencoba dengan berbagai ide tentang penggunaan Kekuatan Ruang.
Pertama-tama, tentu saja itu adalah pemindahan.
Di dalam Dunia Ruang, Zero menghampiri siluet Zeus. Dia mengulurkan tangan dan menyobek ruang di dekat Zeus. Kekuatan Ruang langsung merembes keluar ke Celah Ruang.
Kemudian, Zero memasuki Celah Ruang dan tiba kembali di dunia nyata.
Sementara itu, Zeus tiba-tiba merasakan bulu kuduknya berdiri. Dia merasakan fluktuasi kekuatan yang aneh dan terdapat keberadaan yang sangat kuat.
Sontak, dia langsung menjauh. Dengan tegas, dia mengeluarkan Energi Sihir dan memunculkan petir di sekelilingnya. Namun, setelah melihat Celah Ruang, dia mengangkat alisnya dan mengetahui kalau itu perbuatan Zero.
Secara alami, dia menjadi lebih rileks.
Pada saat ini, satu kaki keluar dari Celah Ruang. Kemudian, sesosok pria tampan muncul dari Celah Ruang. Setelah mengkonfirmasi keberadaan Zero, Zeus menghilangkan petir-petir dan mendatangi Zero. Dia bertanya, "Bagaimana, Tuan? Apa ada yang bagus?"
Zero melirik dan tersenyum, dia berkata, "Ya, aku akan mencoba Kekuatan Ruang ini terlebih dahulu. Ini tidak akan lama, kamu tunggu saja di sini."
Zeus mengangguk, "Baik, Tuan! Semoga sukses!"
Zero mengabaikan dan mulai memasuki Celah Ruang lagi. Dia harus memberitahu Zeus terlebih dahulu agar dia tidak terlalu khawatir.
Ketika memasuki Dunia Ruang, Zero memejamkan matanya. Dengan imajinasi dan pemahaman yang mendalam, Zero mengkonversi sebagian besar Energi Sihir menjadi Kekuatan Ruang. Kekuatan Ruang tersebut menyebar dan Zero membuka matanya.
Dia membayangkan ruang di arah tertentu menjadi menyusut dalam bentuk terowongan. Kekuatan Ruang berlarian ke arah itu dan berputar-putar sambil melaju. Dunia Ruang terpengaruh oleh Kekuatan Ruang ini, konsep yang digunakan Zero sama seperti Distorsi Ruang.
Perlahan-lahan, daya tarik semakin kuat dan kuat, bukan melemah. Zero mencoba batas kekuatannya sendiri dalam memobilisasi Kekuatan Ruang.
Setelah sekian waktu yang tidak diketahui, mungkin beberapa jam, Zero menghembuskan nafas.
Matanya yang tajam menatap ke dalam pusaran biru pekat yang mengandung Kekuatan Ruang. Dia tersenyum puas dan memasuki pusaran.
.....
Zero memasuki pusaran, ketika berada di dalam, dia seperti berada di terowongan dan di dindingnya dipenuhi Kekuatan Ruang yang berputar dan kental, tampak berbahaya. Zero mengerutkan keningnya.
Dia menyadari bahwa jika dirinya mengenai dinding ini, kemungkinan besar akan ada kerusakan yang diterima, meski tidak parah. Di dalam ini juga, Zero merasa sedikit tertekan. Pandangannya seperti kabur dan berputar-putar, menyebabkan efek pusing vertigo.
Secara naluriah atau semacamnya, Zero secara sadar atau tidak sadar memobilisasi Kekuatan Ruang ke seluruh tubuhnya. Tekanan ruang menjadi tidak terasa dan pandangannya menjadi stabil.
Zero menjadi tahu fungsi Penghalang Ruang pada Black Pegasus. Penghalang Ruang itu mampu melindungi pesawat dan awaknya dari Tekanan Ruang!
Setelah beberapa saat perjalanan, Zero menemukan ujung terowongan. "Sudah berakhir, ya."
Zero memasuki pusaran biru dan keluar dari terowongan.
[Anda memperoleh Skill : Space Jump (Lompatan Ruang).]
__ADS_1
[Space Jump
Membuat jalur yang mempersempit jarak berkali-kali lipat.]
Setelah keluar, Zero mengaktifkan Space Dagger (Belati Ruang) di kedua tangannya dan membuka Celah Ruang. Dia keluar dari Dunia Ruang dan memeriksa keadaan sekitar.
Zero mengerutkan keningnya. "Di mana ini?"
Tempatnya sangat asing. Saat ini, dia berada di luar angkasa yang kosong. Di tempat yang tidak jauh, terdapat Planet Mati. Zero menyebarkan Energi Sihir dalam radius bertahun-tahun cahaya dalam sekejap.
Dia mengaktifkan Ultimate Skill : Divine Detect (Mendeteksi Ilahi). Skill ini telah mencapai tahap ke tiga, yaitu yang terakhir. Dengan skill ini, Zero mampu mendeteksi dalam radius satu galaksi yang kira-kira itu sejauh 100.000 tahun cahaya.
Energi Sihir meluas dengan sangat cepat, sangat melebihi kecepatan cahaya. Setelah beberapa saat, Zero mengangkat alisnya.
"Bukankah ini terlalu jauh?" Zero bertanya pada dirinya sendiri dengan canggung. Di terowongan ruang tadi dia berjalan sejauh 1 kilometer saja. Namun, ketika dia merasakan keberadaan Zeus, jarak antara titik awal dengan dirinya saat ini sejauh 50.000 tahun cahaya!
Bahkan dengan Black Pegasus, Lompatan Ruang sejauh 10.000 kilometer saja sudah sulit dan membutuhkan banyak sumber daya. Namun kini, Zero dapat melakukan Lompatan Ruang dengan harga yang minim.
Segera, Zero menenangkan dirinya yang bersemangat. "Baiklah, Lompatan Ruang sudah. Sekarang, bagaimana dengan teleportasi?"
Zero menyentuh dagunya dan merenung sejenak. Dengan cepat, Zero mengangkat kepalanya dan matanya cerah. Dia telah menemukan ide.
Dia segera memobilisasi Kekuatan Ruang untuk menyelimuti seluruh tubuhnya. Setelah itu, Zero memasukkan pemahaman dan imajinasinya ke dalam Kekuatan Ruang.
Ruang itu satu. Di segala penjuru, terdapat ruang yang saling terkoneksi dan membentuk satu kesatuan. Dengan kata lain, di titik ini, tempatnya saat ini, dia berada di seluruh tempat.
Dengan menentukan titik koordinat ruang yang dia ingat sebelumnya, Zero membayangkan dan menetapkan tujuannya di tempat Zeus berada.
Kekuatan Ruang di tubuh Zero tiba-tiba mulai bergolak. Formasi Sihir alami yang terbentuk di tubuhnya dari pemahaman dan imajinasi mulai terbentuk. Sosok Zero mulai samar-samar dan berkedip sebelum akhirnya menghilang di tempat.
Cahaya yang menyilaukan muncul dan dengan terang, membutakan kilau cahaya bintang. Cahaya itu menggantikan tempat Zero.
Di saat bersamaan, sensasi teleportasi yang tak asing mulai menerpa seluruh tubuh Zero. Namun kali ini, teleportasi berbeda dengan yang dilakukan Sistem.
Terdapat Tekanan Ruang yang mengguncang tubuh dan pikiran, membuat indera menjadi mati rasa. Zero merasa seolah-olah jatuh ke jurang kegelapan tak berujung. Dengan panik, dia memobilisasi Kekuatan Ruang untuk melindungi diri dari dampak teleportasi.
***
Tekan like jika kamu suka cerita ini.
Tekan love jika kamu suka novel ini.
Dukung author dengan vote dan hadiah.
Beri saran, kritik atau hal yang ingin ditambahkan dalam cerita di kolom komentar.
Terimakasih
__ADS_1